
“Sudah-sudah, lekaslah memasak agar kita bisa melanjutkan tugas kita yang lainnya.” Kakek Hork mengipaskan jari-jemarinya mengusirku.
Baiklah aku akan tunjukkan padanya bagaimana cara memanggang ikan sungai yang baik dan benar.
Aku cukup bersemangat kali ini, sebab dari kecil aku selalu bermain di sungai dan selepasnya aku pasti membakar ikan yang berhasil aku dapatnya sebelumnya.
Saat itu lah aku sering bereksperimen bagaimana cara memasak ikan tawar yang masih segar dan langsung memasaknya di sekitar habitatnya.
Tentunya hal yang pertama aku lakukan adalah membersihkan semua sisik ikan menggunakan belatiku, setelahnya membelah perut ikan untuk mengeluarkan seluruh isi perutnya.
Aku sudah beberapa kali mengolah ikan tawar, tapi ketika aku memasaknya langsung tanpa membuang seluruh isi perutnya akan muncul rasa pahit yang akan menghancurkan indera perasamu.
Meskipun ikan itu masih bisa dimakan, tapi bagiku isi perut ikan adalah noda yang menghancurkan semua rasa saat memakan ikan tersebut.
Lanjut ke tahap selanjutnya yakni membelah ikan menjadi dua bagian tapi masih menyatu kedua bagian itu masih menyatu dipunggung ikan.
Sebelumnya juga aku telah memisakah kepala ikan terlebih dahulu, sebab aku tidak terlalu suka dengan kepalanya.
Membelahnya menjadi dua bagian adalah bertujuan untuk mengambil duri yang biasa menganggu, duri itu terkadang dapat mengganggu kalian ketika lagi enak-enaknya makan.
Jadi aku harus menyingkirkannya sebelum dia dapat merusak ‘mood’ makanku.
Setelah merasa sudah cukup mengolah ikan, selanjutnya adalah menyiapkan peralatan untuk memasak.
Jika kalian ingin mendapatkan hasil yang maksimal pastinya tidak melupakan hal penting lainnya dalam sebuah karya ataupun ciptaan.
Selain bahan yang bagus, serta kemampuan mengolahnya baik, kalian juga harus memiliki peralatan yang dapat menunjang itu semua.
Sayangnya saat ini aku sedang tidak berada di dapur ataupun membawa peralatan khusus memasakku.
Aku pun menitipkan olahanku terlebih dahulu ke Kakek Hork. Aku membungkusnya dengan daun yang cukup lebar, sebelumnya aku juga telah mengoleskan garam halus di seluruh permukaan daun.
Kelihatan aneh memang, sebab seharusnya yang aku lakukan adalah menaburkan garam itu di atas daging ikan.
Setelahnya aku langsung mencari daun lain, kali ini harus daun kering, selain itu aku juga membutuhkan ranting yang memiliki bentuk seperti cupit.
Tak butuh waktu lama untuk menemukan semua bahan itu. Ikan bakar Kakek Hork tampak sudah gosong di seluruh bagian, tapi itu belum sepenuhnya matang.
__ADS_1
Memang di luar tampak gosong, sayangnya yang gosong hanyalah sisik-sisiknya saja. Bahkan bagian daging ikan terdalam akan masih sangat mentah.
Padahal dia sudah memanggangnya hampir sepuluh menit lamanya. Dengan semua ini aku akan siap memanggang.
Pertama-tama dari daun kering yang aku dapatkan. Aku membuang sisi daunnya dan hanya memerlukan tulang daun yang akan aku gunakan sebagai pengikat daun yang sudah aku olesi dengan garam halus.
Ini bertujuan agar daun tidak lepas ketika dipanggang dan terus menempel dengan ikan sehingga kandungan garam dan kandungan klorofil dari daun bisa menyatu sempurna dengan minyak yang dihasilkan oleh ikan.
Sehingga menimbulkan luar biasa enaknya. Meskipun hanya membutuhkan bahan-bahan yang simpel.
Selanjutnya ada proses yang sangat penting, yakni memanggang.
Dari sini aku mulai dengan meletakkan ikan yang sudah dibalut daun di atas ranting-ranting yang sudah aku susun sedemikian rupa menyerupai sebuah panggangan.
Sekiranya cukup aku langsung meletakkannya di atas perapian dan membaliknya ketika bagian daun yang terkena api sudah mulai mencoklat.
Aku membaliknya agar bagian lainnya juga ikut masak dan matangnya merata.
“Hahaha, kau cukup cekatan juga saat urusan masak-memasak. Tapi ikanku sebentar lagi akan segera selesai,” ucap Kakek Hork memamerkan ikan bakarnya yang sudah terlihat matang.
Sayangnya dia masih membiarkan sisik-sisiknya, meskipun ada beberapa yang sudah berjatuhan karena benar-benar gosong dan tak mampu menempel lagi di tubuh ikan.
Sekiranya punyaku juga sebentar lagi akan matang. Walaupun aku hanya membakarnya sebentar.
Tapi dengan tingkat kematangan ini akan lebih menyatukan semua komponen dan terciptalah makanan yang lezat.
“Aku selesai!” ucapku memecah lamunan Kakek Hork yang berkali-kali memanggang ikannya lagi sebab ketika dia angkat dan mengecek daging ikan bagian dalam yang tak kunjung matang.
Kakek Hork tampak kesal melihatku mengangkat masakan lebih dulu darinya. Sudah aku bilangkan sebelumnya, jika memasak dengan metode itu sangatlah kuno.
Terlebih pastinya membutuhkan waktu yang relatif lama. Bukannya cepat kenyang, kalian malah akan semakin lama menunggu masakan kalian benar-benar matang sempurna.
Tanpa banyak basa-basi aku langsung memindahkan pangangganku ke atas daun yang lebih lebar.
Daun itu hanya aku gunakan sebagai alas saja, agar masakanku tidak terkotori oleh tanah. Aku jadi tak sabar membukanya.
Setelah merasa cukup, aku lalu membukannya secara perlahan. Asap mengepul hebat ketika aku membuka daun yang melapisi ikan bakar di kedua sisi secara bersamaan.
__ADS_1
“Luar biasa!” seruku saat tersadar masakanku benar-benar luar biasa.
Meskipun menggunakan alat seadanya, tapi tak aku sangka hasilnya malah jauh dari ekspetasiku.
“Tunggu! Bagaimana mungkin kau bisa memasak masakan semewah itu walaupun hanya menggunakan ikan di sungai saja!” timpal Kakek Hork yang buru-buru mendatangiku.
Dia telah capek menunggu ikannya matang sempurna. Dia tampak tergiur dengan ikan bakarku yang menerbak aroma wangi, serta warna nan coklat berkilauan.
Siapa coba yang tak tergoda dengan penampilan makanan seperti itu. Bak masakan mewah.
Inilah salah satu kemampuanku lainnya, yaitu skill memasak.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Hallo sobatt pembaca sekalian!! yang sudah membaca novel ini maupun sekadar mampir, saya sebagai author mengucapkan banyak terimakasih jika kalian memberikan dukungan dengan cara di bawah ini:
* Dukung penulis dengan memberikan tips / vote seadanya hehehe
* Follow akun penulis, penulis tampan dan pemberani lho
* Berkomentar yang baik dan bijak, ingat jarimu belatimu
* Always like and share in your social media
* Bintang limanya ya gaes, biar dapat reward dari emak
* Favorit atau tanda lovenya (Ini yang paling penting wkwkwkwk)
Bantuan kalian sangatlah berarti untuk Author, karena setiap support yang kalian berikan dapat menambah semangat author dalam melanjutkan cerita ini!! Dukung terus ya gaesss.... :D
Terimakasih sebanyak-banyak author ucapkan gaes, semoga kalian senang dengan apa yang author tulis. Oh ya tetap jaga kesehatan ya teman-teman, stay safe dan di rumah saja
see you on the next chapter.... ^_^
WA : 08973952193
IG : bayusastra20
__ADS_1
email : bayu_sastra20@yahoo.co.id