Tales Of Schaduw : The Half-Elf

Tales Of Schaduw : The Half-Elf
Ch. 35 – Lubang Cicin Energi Roh


__ADS_3

“Permisi Tetua Agamemnon, saya telah melakukan proses penyamaan. Sekarang di dalam wadah tersebut hanya ada satu cairan saja dan energi roh sekiranya sudah menjadi satu karakteristik dengan ranah roh milikku.” Ucap Carsten dengan keringat yang membanjiri bajunya. Terlihat sedikit kelelahan, dia kembali mengatur pernapasan dan menenangkan diri.


“Apa kau sudah yakin bahwa energi roh telah menyatu sempurna dengan ranah roh milikmu?” Tanya Tetua Agamemnon memastikan bahwa tidak ada energi roh yang masih belum melebur menjadi satu karakteristik dengan ranah roh.


“Saya sudah sangat yakin Tetua bahwa semua sudah tercampur merata.” Balas Carsten percaya diri.


“Bolehkah aku mengeceknya?” Pinta Tetua Agamemnon.


“Silahkan Tetua.” Jawab Carsten memberikan tubuhnya.


“Baiklah, aku akan memulainya.”

__ADS_1


Tetua Agamemnon mendekatkan telapak tangannya ke suatu titik yang berada di tiga jari di bawah uluh hati. Matanya terpejam ditambah dengan alis yang sedikit terangkat, tetua sedang memasukkan energi roh miliknya guna mengecek ranah roh milik Carsten. Apakah energi roh yang tadi Carsten dapatkan dari Mutiara Roh sudah sepenuhnya menjadi satu karakteristik dengan ranah roh miliknya.


Telapak tangan Tetua Agamemnon mengeluarkan bias cahaya lumayan terang. Ranah roh milik Tetua Agamemnon memiliki warna ungu, hampir sama dengan cahaya roh yang sempat dikeluarkan oleh Kakek Hork. Tetapi warna roh milik Kakek Hork lebih pekat dan warnanya juga agak kecoklatan. Kalau menurut analisa pribadiku, mungkin tingkat energi roh yang dimiliki oleh Tetua Agamemnon masih di bawah Kakek Hork.


Tetapi aku tak tahu pasti berapa tingkatan dari Tetua Agamemnon. Dilihat dari yang pernah diucapkan oleh Kakek Hork, setidaknya tingkatan Tetua Agamemnon masih di bawah tingkatan {Guru Penyihir Bintang Delapan} atau malah bisa jadi lebih jauh di bawah tingkatan itu.


Energi roh yang disalurkan oleh Tetua Agamemnon menerima sambutan dari ranah roh milik Carsten yang berwarna biru muda hingga menyebabkan distorsi antara kedua roh tersebut. Walaupun tidak menyebabkan tekanan energi di sekitar aula, namun tampak warna kedua energi roh tersebut menyatu membentuk seperti lubang cincin kecil.


“Tenang saja murid-muidku sekalian, tidak akan terjadi apa-apa. Aku hanya ingin mengecek apakah kedua roh yang di dalam wadah Carsten sudah menjadi satu karakteristik.” Ucap Tetua Agamemnon dengan mata tertutup dan memperlihatkan senyuman tulus.


“Tetua Agamemnon? Apakah semua energi roh sudah menjadi satu karakteristik dengan ranah rohku?” Tanya Carsten.

__ADS_1


“Sudah, tetapi sebagian kecil masih menjadi noda di dalam cairan. Aku telah membantumu untuk menyempurnakan campuran kedua roh tersebut. Bahkan beberapa energi rohku juga tinggal di sana, namun aku juga menyatukannya dengan ranah rohmu.”


“Terimakasih banyak Tetua telah membantuku menjalankan semua proses yang tadi dijelaskan oleh anda, sehingga semua proses berjalan sempurna.” Ucap Carsten.


“Hahaha... itu sudah menjadi tanggungjawab kami sebagai tetua ataupun guru kalian.” Balas Tetua Agamemnon sambil memegang pundak dari Carten.


“Oh ya... sebelum salah satu dari kalian ada yang bertanya, aku akan memperjelasnya lagi. Bahwa semua proses dapat kalian lakukan berulang kali, sampai kalian benar-benar yakin kalau telah melalui proses itu dengan sempurna. Entah itu proses pengendalian energi roh, proses pemusatan energi roh, dan proses penyamaan karakteristik antara energi roh yang kalian peroleh dengan ranah roh kalian.” Tuntas Tetua Agamemnon.


“Baik Tetua. Terimakasih atas bantuannya selama ini. Semoga Tuhan tetap memberkati Tetua Agamemnon.” Hormat seluruh murid Akademi Bunga Hijau yang memenuhi aula. Dari tingkat satu sampai tingkat empat, teman sekelasnya Hans, Son, dan Aalisha, juga ikut berkumpul memadati aula.


Sedari tadi Raja Achille melihat semua proses yang telah dilalui oleh Carsten, terlihat bahagia dan bangga. Salah satu prajurit kerajaan yang juga merupakan Alumni Akademi Bunga Hijau, sepertinya merupakan salah satu deretan orang jenius di Kerajaan Laiquendi.

__ADS_1


Carsten merupakan peringkat pertama selama dua periode sama seperti Hans, dia juga pernah menyelamatkan salah satu anggota keluarga kerajaan yang membuatnya diangkat menjadi prajurit kerajaan di usianya yang sangat muda. Bagi ras Elf umur 25 tahun sama seperti umur 13 tahun ras manusia pada umumnya. Walaupun masih berperingkat {Petarung Awal Bintang Lima}, menurut kami Carsten adalah salah satu orang istimewa dibandingkan para Elf lainnya.


Begitu pula dengan kami yang mendapatkan kesempatan untuk mengemban ilmu di Akademi Teratai Ungu. Kalau bukan karena bakat dan kemampuan kami, mana mungkin kami akan di kirim ke sana. Aku dan adikku, Saigiri sangat bersyukur dapat masuk ke jajaran orang-orang berbakat dan mendapatkan pengalaman untuk berpetualangan di benua yang luas.


__ADS_2