
“Kalau benar aku mencurinya, lalu kau mau apa?” ucap Kakek Hork.
“Jadi kau benar-benar telah mencurinya, Kek!” lalasku lantang menantang suara hembusan angin yang berhembus kuat hingga menerbangkan dedaunan yang gugur dari dahannya.
“Kau terlalu bersemangat, wahai anak muda!” lanjut Kakek Hork melihatkan cincin nan berwarna coklat cerah yang ada di tangannya.
Cincin itu mengeluarkan sebuah energi sihir yang begitu kuat, sekuat angin yang sedang menerpaku kuat-kuat.
“Oh jadi itu kekuatanmu, Kek!” Aku pun melesat cepat ke arahnya. Dengan tangan kosong aku akan mulai menyerangnya dengan pukulanku.
WUSH! BRAK!
Hantaman keras menabrak tubuhku sehingga membuatku terpental jauh.
“UKH!” pekikku setelah tubuhku menghantam pohon dengan keras.
“APA YANG KAU LAKUKAN! DASAR *****!” umpat Hans yang tengah tersungkur juga.
Sepertinya yang menghantamku tadi bukanlah berasal dari sihir Kakek Hork melainkan Hans yang mengalirkan energi rohnya ke kakinya lalu berlari sekencang-kencangnya lalu menabrakku.
Tampak Hans sendiri masih belum menguasai pengendalian energi roh dengan sempurna.
Andai saja jika dia sudah menguasainya pasti dia tak akan tersungkur seperti ini dan juga tabrakannya juga tak akan sesakit ini.
“JUSTRU AKU YANG HARUS NGOMONG SEPERTI ITU! APA YANG KAU LAKUKAN!” balasku meneriakinya dan berusaha untuk bangun.
Mungkin beberapa tulang rusukku telah patah dibuatnya.
“DIA! DIA TELAH MENCURI KRISTAL YANG ADA DI KERAJAAN!” teriakku sangat keras sehingga membuat semua pasukan dan teman-teman lainnya berkumpul menyaksikan perkelahian antara aku, Kakek Hork, dan Hans.
“Apa yang kau maksud Tyaga!” Hardik Adellia setelah mendengar ucapanku.
“Apa benar yang dikatakan olehnya Kek?” Tanyanya menoleh ke arah Kakek Hork. Dia tampak melas dan terpampang sedikit kekecewaan di matanya.
“Mana mungkin aku mencurinya," balas Kakek Hork dengan santainya.
“JANGAN BERCANDA! Cepat katakan yang sebenarnya atau aku yang akan membunuhmu,” ucap Adellia seraya menanggalkan pedang dari sarungnya.
Meskipun dia berkata begitu, tapi terlihat jelas tangannya bergetar hebat.
Kakek Hork hanya tersenyum dan melihat kami satu per satu.
“Padahal aku cuman bercanda, tapi mengapa kalian begitu serius. Sebelum aku menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi, apa kau akan terus menahan rasa sakit itu, Tyaga. Bukannya ada beberapa tulang rusukmu yang patah,” ucap Kakek Hork.
__ADS_1
Dia lalu meminta salah satu penyembuh untuk menyembuhkan lukaku. Begitu pula dengan Hans yang juga mendapatkan luka ringan setelah menabrakku dengan keras.
Semua pun menurutinya dan Adellia juga kembali menyarungkan pedangnya.
Son masih tampak bingung dengan apa yang baru saja terjadi, sementara itu Aalisha dan Saigiri memutuskan untuk kembali ke tempat masak.
Namun tampak sedikit wajah Saigiri sedikit penasaran, berbeda dengan Aalisha yang acuh tak acuh dengan kejadian ini.
Para penyembuh pun menghampiri kami lalu merapalkan sebuah mantra penyembuh.
Mereka sama seperti penyihir yang dapat mengeluarkan sihir, namun letak perbedaanya adalah pada energi sihir yang mereka punya.
Aku pun menerima kebaikannya, sebab aku sendiri tak dapat berdiri dengan luka-luka ini.
Bahkan untuuk bangun dan duduk saja rasa sakit yang ada di rusukku terasa sekali.
Sama halnya Hans yang tampak kesakitan sebab kakinya juga terkilir hebat karena tak dapat mengendalikan pengaliran energi rohnya.
Begitu cahaya hijau mulai menyelimuti luka kami, perlahan rasa sakit itu berganti dengan rasa nyaman seperti hembusan angin di tengah lapang nan luas dan sejuk.
“Terimakasih banyak.” Ucapku setelah merasa baikkan.
Aku melirik ke arah Kakek Hork, dia masih ada di sana. Sepertinya dia menunggu kami sembuh terlebih dahulu sebelum menjelaskan semua. Aku yakin dia pasti mempunyai sebuah alasan.
Meskipun rasa sakit perlahan menghilang, namun dia tetap fokus mengalirkan sihir penyembuh di tubuhku. Dia tampak tua, mungkin umurnya sekitar umur Kakek Hork.
“Kenapa anda begitu yakin dengan, Tuan?” ucapku merendahkan nada suaraku.
“Kau memang pemuda yang baik, namun terkadang kau sendirilah yang membuat dirimu terlihat egois,” balas penyembuh itu.
Dia tersenyum setelah melihat sekilas wajahku.
Aku sekali lagi menanyakan kenapa dia begitu yakin kalau Kakek Hork tidak mencuri.
Selain itu pasti alasan lain mengapa Kakek Hork memiliki berapa kristal penghalang di tangannya.
Si kakek penyembuh itu akhirnya menjawab pertanyaan egoisku, dia mengatakan kalau dia sendiri adalah teman se masa sekolah di akademi penyihir.
Dia tahu pasti dengan prilaku dan tingkah laku Kakek Hork, terlebih dia mengatakan kalau Kakek Hork adalah salah penyihir kehormatan di Kerajaan Dordrecth.
“Penyihir kehormatan?” tanyaku terkejut.
“Iya, yakni suatu penghargaan dari Kerajaan Dordrecth kepada para penyihir berbakat ataupun penyihir yang telah diakui sebagai penyihir tingkat atas,” tuntas penyembuh itu.
__ADS_1
Ucapan kakek penyembuh memang tidak dapat aku pungkiri. Selama pertarungan dengan Zardokck, energi sihir yang terpancar dari Kakek Hork jelas berbeda dengan penyihir-penyihir lainnya.
Kakek Hork adalah penyihir yang kuat, bahkan lebih kuat dari Tetua Agamemnon.
Sebelumnya sudah pernah aku singgungkan, jika aku dapat merasakan energi-energi itu. Itulah kemampuan khususku.
Tampak dari kejauhan Kakek Hork memandangiku dengan teliti, dia seakan ingin mengetahui sesuatu yang ada di dalam diriku.
Entahlah tapi ketika Kakek Hork sadar aku mendapatinya melihatku, dia langsung mengganti ekspresinya dan tersenyum melihatku.
Sangat menjengkelkan.
Aku sedikit tersadar, mana mungkin maling akan bertingkah seperti Kakek Hork.
Tapi tetap masih ada secuil keraguan di dalam benakku, sebab Kakek Hork terkadang bisa menjadi orang yang sangat misterius.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Hallo sobatt pembaca sekalian!! yang sudah membaca novel ini maupun sekadar mampir, saya sebagai author mengucapkan banyak terimakasih jika kalian memberikan dukungan dengan cara di bawah ini:
* Dukung penulis dengan memberikan tips / vote seadanya hehehe
* Follow akun penulis, penulis tampan dan pemberani lho
* Berkomentar yang baik dan bijak, ingat jarimu belatimu
* Always like and share in your social media
* Bintang limanya ya gaes, biar dapat reward dari emak
* Favorit atau tanda lovenya (Ini yang paling penting wkwkwkwk)
Bantuan kalian sangatlah berarti untuk Author, karena setiap support yang kalian berikan dapat menambah semangat author dalam melanjutkan cerita ini!! Dukung terus ya gaesss.... :D
Terimakasih sebanyak-banyak author ucapkan gaes, semoga kalian senang dengan apa yang author tulis. Oh ya tetap jaga kesehatan ya teman-teman, stay safe dan di rumah saja
see you on the next chapter.... ^_^
WA : 08973952193
IG : bayusastra20
email : bayu_sastra20@yahoo.co.id
__ADS_1