
“Sakit!!! Sakit sekali!!!” Pekik Carsten meronta-ronta kesakitan.
“Terimalah kekuatan dari roh yang telah memilihmu, jangan paksa kekuatan itu untuk keluar!” Ucap Tetua Agamemnon,
“Sebentar lagi prosesmu akan selesai dan kau akan mendapatkan senjata rohmu untuk pertama kali!” Imbuhnya.
“AAARRGGG!!!!” Carsten semakin kesakitan, tubuhnya melayang serta menggeliat hebat seakan tubuhnya sedang dicabik-cabik.
Pancaran hijau gelap menyilau di sekitar tubuh Carsten. Semua orang yang berada di aula hanya terdiam dan kebingungan dengan apa yang sedang terjadi. Hal ini sama sekali belum pernah terjadi di dalam Kerajaan Laiquendi, bahkan Mutiara Roh sendiri adalah salah satu pemberian dari Kerajaan Dordrecth dan sebelumnya masyarakat Laiquendi ataupun para murid Akademi Bunga Hijau juga tak banyak mengetahuinya.
“Tetua, apa yang akan terjadi pada salah satu muridku? Bukankah saya telah menjelaskannya sesuai dengan prosedur yang ada?” Tanya Guru Senjati berbalik tanya ke Tetua Agamemnon.
“Tidak akan terjadi apa-apa, ini adalah salah satu ritual pemanggilan senjata roh. Sudah sewajarnya hal ini terjadi, karena roh dari senjata tersebut akan bersatu dengan ranah roh pemiliknya. Sehingga terjadilah penyatuan yang hebat di antara kedua roh tersebut dan akibatnya tubuh dari pemiliknya akan mengalami kesakitan yang luar biasa.” Jelas Tetua Agamemnon.
“Dalam ritual ini kita tidak dapat melakukan apa-apa, kita hanya bisa berharap baik pada kemampuan muridmu untuk menahan ritual ini.” Imbuhnya.
“Jangan khawatir Guru Senjati, muridmu semua pasti akan melewati ritual ini dengan baik-baik saja dan mendapatkan kekuatan dari roh-roh yang telah memilihnya.” Tenang Raja Achille.
__ADS_1
“Baiklah jika seperti itu. Mohon maaf yang mulia Raja Achille dan Tetua Agamemnon atas kelancangan dan kekhawatiran saya yang berlebihan.” Guru Senjati terlihat mulai tenang dan percaya kalau muridnya akan baik-baik saja.
“CIIAAHHH!!!” Teriak Carsten sangat keras sehingga membuat lampu-lampu di aula terguncang hebat.
Kini pancaran hijau yang menyelimuti tubuh Carsten berubah menjadi warna biru terang dan secara perlahan menjadi kabut yang mengelilinginya bersamaan dengan turunnya Carsten.
“Jadi aura rohmu berwarna biru laut.” Gumam Tetua Agamemnon.
Perlahan-lahan Carsten membuka matanya dan merasakan kekuatan mengalir hebat di dalam tubuhnya.
“Kekuatan apa ini? Sungguh luar biasa sekali, di dalam tubuhku terasa ada aliran kekuatan yang luar biasa.” Carsten memandangi sekujur tubuhnya seakan tidak percaya dengan apa yang baru saja terjadi. Setelah kesakitan yang luar biasa, sekarang dia juga mendapatkan kekuatan yang teramat besar.
“Bernahkah Tetua?” Tanya Carsten kegirangan.
“Benar, apa yang kau rasakan sekarang?” Ujar Tetua Agamemnon mencoba mengecek ranah roh dari Carsten apakah telah meningkat ataukah roh yang telah memilih Carsten malah lebih lemah dari ranah roh Carsten.
“Untuk saat ini, seakan tubuhku bergejolak hebat dan tengah mengalir sesuatu kekuatan pada aliran darahku, seperti terkena luapan kekuatan dari roh yang telah memasukiku.” Jawab Carsten penuh semangat menjelaskan keadaan yang sedang terjadi pada dirinya.
__ADS_1
“Baguslah kalau seperti itu, berarti roh yang telah memilihmu adalah roh yang memiliki kemampuan di atasmu. Jadi dengan bergabungnya ranah rohmu dengannya akan dapat meningkatkan kemampuanmu.”
“Terimakasih Tetua Agamemnon atas pencerahannya.” Kata Carsten seraya memberi hormat kepadanya.
“Sebelumnya, Guru Senjati. Aku meminta tolong agar semua murid yang akan mengambil Senjata Roh berkumpul di dekat sini.” Pinta Tetua Agamemnon.
“Untuk apa Tetua?”
“Aku ingin menjelaskan tentang penggunaan dan pengaktifan Senjata Roh, singkatnya aku mengumpulkan semua murid agar aku tidak menjelaskan satu-persatu pada setiap murid. Apa kau tega melihat tetuamu yang tua ini kecapekan?” Canda Tetua Agamemnon.
“Iya Tetua Agamemno, mohon maaf atas kelancangan saya.” Ujar Guru Senjati menahan tawa kecilnya.
“Untuk semua murid Akademi Bunga Hijau dimohon untuk merapat ke tengah aula, untuk perwakilan murid baris di barisan paling depan. Tetua Agamemnon ingin menyampainkan cara untuk mengaktifkan dan menggunakan Senjata Roh. Diharapkan kalian semua dapat memperhatikannya dengan baik.” Tuntas Guru Senjati menuai tugasnya. Suaranya sangat keras hingga terdengar sampai keluar ruangan Aula Akademi Bunga Hijau.
Segera murid akademi berbondong-bondong memenuhi tengah aula, namun ada juga beberapa murid yang baru masuk ke aula. Dengan cepat pula kami para perwakilan murid yang akan mengemban di Akademi Teratai Ungu menempati barisan paling depan sendiri.
“Kembalilah ke barisan yang sama dengan teman-temanmu.” Tetua Agamemno menyuruh Carsten untuk berbalik.
__ADS_1
“Baik, hormat saya Tetua Agamemnon.” Salam Carsten.