Tales Of Schaduw : The Half-Elf

Tales Of Schaduw : The Half-Elf
Chapter 21 : Aula Akademi Bunga Hijau


__ADS_3

“Ayo masuk, Kak.” Ajak Saigiri menggandeng erat lenganku menuju suatu ruangan besar yang terletak di depan halaman tengah Akademi Bunga Hijau.


Terlihat Son, Hans, dan Aalisha sudah berdiri di depan pintu, menungguku dan Saigiri. Tangan Son melambai-lambai ditambahi dengan isyarat tubuh, bahwa aku harus cepat-cepat masuk ke dalam, acaranya akan segera dimulai.


Saigiri mempercepat langkah dan akhirnya kami berlima sekarang tepat berada di depan depan aula tersebut. Dari belakang banyak orang telah menanti acaranya dimulai. Namun mereka tidak berani menyela kami berlima, sebab mereka tahu kalau kamilah tamu penting dalam acara kali ini.


“Kami sudah datang!” Seru Son dengan suara menggema dan penuh kebanggaan diri.


Tak sabar apa yang akan terjadi di dalam, Son dengan gegabah membuka pintu aula dan berteriak sekecang-kencang. Seketika semua mata tertuju pada kami berlima. Sungguh menngagetkan dan percayalah bahwa aku sangat malu sekarang. Sonpun terdiam membatu, tak kuat menahan malu. Sementara kami berempat saling menutupi muka masing-masing, dan tawa kecil terdengar dari balik telapak tangan Saigiri yang menutupi mulut.

__ADS_1


“Cih! Sangat memalukan sekali, Son!” Decik Aalisha.


“Sudahlah, sebaiknya kita lekas menemui tetua agung dan raja.” Tenang Hans.


“Benar apa bicarakan Kak Hans dan Kak Aalish, mari masuk Kak Son.” Ucap Saigiri menepuk punggung Son dua kali.


“Mari Kak Son, sudah jangan dipikirkan lagi.” Ajakku menenangkannya seraya menggeretnya pelan, namun dia tetap membatu dan tak bisa berkata-kata sedikitpun.


Pancaran kilauan lantai-lantai keramik beradu seru dengan sorotan lampu yang menggantung lunglai di awan-awan aula. Empat pondasi tiang berbentuk tabung panjang dan besar, tampak megah dan kokoh berlapiskan marmer hijau cerah. Bak istana sang raja, berhiaskan ornamen-ornamen emas hijau. Berkilauan mesrah, bercumbu dengan lentera-lentera, bahkan lantai keramik lantaipun ikut andil memancarkan kemegahannya.

__ADS_1


Di ujung aula terdapat panggung, mungkin sekitar lapangan bola kecil. Tingginya kurang lebih sekitar satu meter dengan tangga mungilnya di kanan dan kiri panggung. Berhiasakan tumbuh-tumbuhan hijau di depannya, selayaknya kebun di rumahku. Namun tumbuhan itu bukanlah tumbuhan biasa, melainkan tumbuhan yang sangat istimewa. Tumbuhan itu adalah kumpulan Bunga Echevaria dengan campuran beberapa Bunga Pasy, tampak indah dan sejuk.


Aula Akademi Bunga Hijau sering digunakan untuk acara-acara penting di akademi. Seperti waktu pembukaan Acara Uji Peringkat, upacara kenaikan tingkat, dan bahkan penobatan peringkat murid dari peringkat 1-10 juga diadakan megah dalam aula. Tak terhitung berapa kali aula ini digunakan untuk acara-acara penting. Dari jaman ayah dulu, aula ini adalah salah satu bangunan yang didirikan pertama kali oleh para tetua sebelum membangun Akademi Bunga Hijau.


Dahulu, setelah lama berkelana para tetua kaum Elf menemukan suatu tempat untuk tinggal dan menetap. Tumbuh dan berkembang biak dalam tempat itu, hingga terbentuknya Kerajaan Elf yang pertama. Tepat di sampingnya juga diresmikan desaku yang dinamai Desa Embun Pagi sebagai desa pertama dalam kerajaan itu.


Setelah beberapa bulan membangun Kerajaan Elf dan desa-desa kecil mengelinginya. Tepat di tengah kerajaan dibangunlah sebuah Aula Keagungan yang sekarang berubah nama menjadi Aula di Akademi Bunga Hijau.


Walau berubah nama, tetapi fungsinya tetap sama, dijadikannya menjadi aula akademi diharapkan agar murid-murid Akademi Bunga Hijau juga mendapatkan keagungan selayaknya para tetua dan bangsawan Elf, dan kelak dapat menjadi sosok yang menggemilangkan dan cerah secerah langit dan lautan.

__ADS_1


__ADS_2