Tales Of Schaduw : The Half-Elf

Tales Of Schaduw : The Half-Elf
Ch. 73 – Penaklukan Tiny Wolf


__ADS_3

“Biarlah aku dan Tyaga yang mengurusnya, tolong suruh kesatriamu untuk mundur. Tunggu kami dari balik kereta kuda dan jangan sekali-sekali menampakan diri kalian sebelum kami memberikan aba-aba. Kelihatannya mereka ketakutan karena jumlah dan senjata-senjata yang kalian bawa.. Tolong menyingkirlah sebentar,” Pinta Hans.


Dia sedang berbicara dengan Adellia. Tapi Adellia membalasnya dengan tatapan tidak percaya dan malah diam membisu. Mau tidak mau mereka harus percaya dan menyerahkan masalah ini kepada kami.


“Tyaga, kau ikat kedua kantong itu ke salah satu srigala,” pinta Hans.


Bersamaan dengan mundurnya kesatria yang sedari di posisi terdepan dengan pelan-pelan, agar tetap mempertahankan posisi dari para srigala kecil yang tengah kelaparan.


“Di mana aku dapat mengikatnya?” tanyaku. Aku dibuat kebingungan olehnya.


“Tentu saja di tali pengikat, kau cari saja, pasti satu di antara mereka akan ada tali pengikat yang melingkat di tubuhnya,” ucap Hans.


Dia mengambil satu kantong yang berisi buah apel.


“Biar aku yang menenangkannya, selagi mereka tenang segera kau cari srigala yang memakai tali pengikat dan ikatlah kedua kantong sisanya,” imbuhnya.


Perlahan diam-diam dia mendekati «Tiny Wolf» dengan memegang sebuah apel di tangan kanannya.


Aku pun juga mendekati kumpulan monster itu secara perlahan pula, aku mengambil jalan memutar agar dapat mengeceknya dari titik butanya. Sementara itu Hans dengan seksama mendekati salah satu srigala yang berada tepat di depannya.


Monster-monster itu tampak meraung-raung, sedikit terganggu dengan keberadaan Hans. Tapi Hans sedikit pun tidak merasa ragu ataupun takut.


Hans semakin mendekatinya, hati-hati, jarak kini tinggal beberapa puluh senti saja. Dia kemudian menyodorkan sebuah apel matang tepat di hidung «Tiny Wolf», terlihat merah segar dan membulat sempurna.


Srigala itu mengendus-endus bau dari harumnya apel dan perlahan menjadi lebih tenang. Aku terkejut melihat hal itu, apa mungkin menjinakan hewan liar akan semudah itu, terlebih itu monster bukan lagi hewan liar.. Kelasnya jelas berbeda.


Sejenak srigala kecil itu terdiam dan melirik ke arah Hans, yang aku tahu itu bukanlah tatapan curiga, terganggu, ataupun keinginan untuk menyerang, sebab aku tak lagi merasakan adanya aura negatif dari srigala yang berada tepat di depan Hans.

__ADS_1


Berbeda dengan lainnya yang masih mengerang dan memancarkan aura ingin menyerang. Itu sama seperti tatapan seseorang yang sedang diberi hal yang disukainya oleh orang asing.


“Kau menginginkan ini kan? Kau pasti sedang lapar?” ucap Hans bicara dengan srigala kecil.


Sesekali Hans memainkannya dengan mendekat-jauhkan apel dari hidungnya. Begitu apel perlahan di jauhkan, srigala kecil pun mengikuti arah dari pergerakan apel itu. «Tiny Wolf» nan malu-malu menjulurkan lidahnya dan menjilati sedikit demi sedikit bagian depan apel.


Sama seperti ekornya, ada warna biru muda di secuil ujung lidahnya. Mugkinkah lidah dari «Blue Tail Wolf» juga berwarna biru muda, sama halnya dengan «Tiny Wolf», kan mereka masih satu kerabat. Entahlah, aku juga tidak tahu.


Begitu melihat srigala kecil berhasil ditundukan, Hans lantas meletakkan buah apel itu ke tanah dan didekatkannya ke depan srigala itu. Selagi Hans fokus pada penaklukan satu di antara sepuluh «Tiny Wolf», aku langsung berjalan menjinjit memutari dan mengambil posisi belakang mereka seraya mulai mengecek satu persatu dari srigala kecil siapa yang memakai tali pengikat di tubuhnya.


Setelah berhasil memberi makan satu srigala, Hans melanjutkan ke srigala lainnya. Bermodal dari buku catatan pemberian Tetua Agamemnon, dia terlihat sangat yakin kalau dia langsung bisa menuntaskan sisanya, yakni sembilan «Tiny Wolf».


Dia mundur beberapa langkah ke belakang, lalu mengangkat tangannya yang sudah menggegam apel yang tak kalah besar dari sebelumnya. Dia mengayunkannya ke kiri kemudian ke kanan guna menarik perhatian mereka.


Tak butuh waktu lama untuk menarik perhatian para «Tiny Wolf». Kali ini Hans tak perlu melakukan pendekatan seperti di awal, melainkan hanya berpikir secara logika. Logika. Iya, Hans pasti sudah memikirkan strategi sebelum aku menyadarinya.


“Cepat cari...” Bisik Hans memberiku kode.


Tanpa disuruh olehnya aku telah mencarinya dari awal dan aku menemukan «Tiny Wolf» mana yang memakai tali pengikat, ternyata dia yang berada di tengah.


Selagi aku mengikatkan kedua kantong ini di tubuhnya, aku meminta bantuan Hans untuk lebih lama menarik perhatian atau memberiku sedikit waktu tambahan. Perlahan aku mendekat dan menalikan kedua kantong tersebut.


Setelah semua benar-benar selesai dan yakin ikatanku tak mudah lepas, aku pun mengancung jempolku tanda aku telah menyelasaikan tugasku.


Begitu pula dengan Hans yang tengah mengamati bagaimana cara «Tiny Wolf» makan dan sejenak terdiam, mungkin sedang berpikir mengapa monster sejenis srigala begitu sukanya dengan buah apel.


Rahasia alam. Itulah jawaban singkatku, tak ingin memikirkannya lebih dalam. Pastinya aku dan Hans, bahkan seluruh anggota kelompok ini akan segera bertemu dengan mosnter-monster lainnya. Hebat sekali! Hutan Laiquendi memang rajanya tempat para monster ganas!

__ADS_1


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Hallo sobatt pembaca sekalian!! yang sudah membaca novel ini maupun sekadar mampir, saya sebagai author mengucapkan banyak terimakasih jika kalian memberikan dukungan dengan cara di bawah ini:


* Dukung penulis dengan memberikan tips / vote seadanya hehehe


* Follow akun penulis, penulis tampan dan pemberani lho


* Berkomentar yang baik dan bijak, ingat jarimu belatimu


* Always like and share in your social media


* Bintang limanya ya gaes, biar dapat reward dari emak


* Favorit atau tanda lovenya (Ini yang paling penting wkwkwkwk)


Bantuan kalian sangatlah berarti untuk Author, karena setiap support yang kalian berikan dapat menambah semangat author dalam melanjutkan cerita ini!! Dukung terus ya gaesss.... :D


Terimakasih sebanyak-banyak author ucapkan gaes, semoga kalian senang dengan apa yang author tulis. Oh ya tetap jaga kesehatan ya teman-teman, stay safe dan di rumah saja


see you on the next chapter.... ^_^


WA : 08973952193


IG : bayusastra20


email : bayu_sastra20@yahoo.co.id

__ADS_1


__ADS_2