Tales Of Schaduw : The Half-Elf

Tales Of Schaduw : The Half-Elf
Ch. 56 – Tidak Sesuai Harapan


__ADS_3

Dari percakapanku dengan Saigiri, akhirnya kami memutuskan untuk menemui Tetua Agamemnon. Bertanya mengenai hal yang telah kualami. Memang ribet, namun bagaimana lagi. Aku harus mengetahui kebenaran ini. Setidaknya kalau memang ini hal yang tabu, maka aku ingin meminta ritual pengambilan inti roh lagi.


Tak perlu pikir panjang lagi kami berdua berjalan lagi memecah kerumunan untuk menemui Tetua Agamemnon. Butuh waktu yang lumayan lama untuk mencapai tempat Tetua Agamemnnon, terlebih lagi kerumunan yang teramat padat ini.


Sesak sekali, padahal cuman para murid saja yang bakal mendapat inti roh. Mengapa semua warga juga ikutan berdesakan masuk ke dalam aula akademi. Aku rasa mereka sangat penasaran akan hal baru yang diadakan oleh Akademi Bunga Hijau.


“Ouch...” Pekik Saigiri.


“Kau tidak apa-apa Saigiri?” Tanyaku.


“Tidak ada apa-apa, Kak.” Tampak dari raut wajahnya nan mungil seakan kakinya terinjak oleh salah satu warga.


“Berhati-hatilah.” Ujarku seraya mengulurkan tanganku.


“Ada apa?” Tanyanya memandangiku heran.


“Cepat pegang saja, ini... agar kau tidak tersesat dalam kerumununan ini.” Balasku memalingkan wajah.


“Huft... Ada-ada saja kau ini, Kak.”


“Kalau tak mau juga tidak apa-apa.” Ucapku.


“Siapa juga yang menolaknya, baiklah akan kuturuti permintaanmu.” Tanpa berpikir panjang, adik kecilku memegang tanganku dengan kedua tangan.


Membuatku bernostalgia ketika mengunjungi pasar malam berduaan dengannya. Melewati kerumunan orang, saling bergandengan tangan, saling menjaga satu sama lain, agar tidak tersesat, dan hilang dalam kerumunan.


Tempat Tetua Agamemnon berdiri memanglah cukup jauh dari posisi kami sekarang, namun bukan berarti kami tak sanggup untuk mencapainya. Kami tinggal bertaruh dengan waktu, kapan kita akan sampai dan menjelaskan dengan semua yang terjadi padaku, meminta pendapat beliau, lalu mencari solusinya.


Kerumunan kian memadat, banyak warga yang memaksa masuk ke aula akademi. Bahkan para penjaga kerajaan juga ikut kewalahan menahan rasa penasaran dari warga, tak sampai di situ saja. Tak sedikit warga juga menoros pintu lain dari akademi aula.


Selang beberapa menit lamanya akhirnya aku dan Saigiri sampai ke tempat Tetua Agamemnon. Tetua memandangi kami. Sedangkan kami yang begitu kelelahan memecah kerumunan, terlihat kacau dengan seragam akademi yang lusuh dan sedikit berantakan.


“Kenapa kalian terlihat begitu kacau dan ada urusan kalian ke sini, Nak?” Tanya Tetua Agamemnon ramah.

__ADS_1


“Hormat kami, Tetua Agamemnon.” Ucap kami serentak memberi hormat.


“Mohon maaf jika saya mengganggu kenyamanan Tetua. Jadi begini Tetua ada hal yang ingin saya sampaikan, semoga Tetua Agamemnon berkenan mendengarkannya.” Ujarku sopan.


“Silahkan Nak Tyaga. Kalau ada yang mengganggu pikiranmu, cobalah untuk mengutarakannya.” Balas Tetua Agamemnon.


Aku pun menjelaskan semuanya kepada Tetua Agamemnon. Bahkan tak segan-segan aku mengatakan harapanku tentang inti roh yang istimewa atau berbeda dengan lainnya, namun bukan itu yang kudapatkan melainkan justru inti roh yang paling lemah. Sangat berbanding terbalik dengan harapanku.


“Oh jadi bagitu, Nak Tyaga. Dari penjelasanmu memang mungkin saja alam bawah sadarmu telah memasuki inti dari mutiara roh. Namun aku sendiri belum tahu kebenarannya, sebab hal ini juga baru bagiku. Sedangkan inti roh yang kau dapat memang belum sepenuhnya itu adalah inti roh yang istimewa, tetapi kalaupun itu inti roh yang lemah, kenapa kau dipanggil sampai ke dalam inti dari mutiara roh.” Jelas Tetua Agamemnon secara runtun.


“Terimakasih banyak Tetua. Tetapi apakah saya boleh melakukan ritual pemanggilan inti roh ulang? Sebab yang kudapat hanyalah inti roh dengan kategori hijau lemah, Tetua.” Pintaku.


“Apa pintamu?” Ucap Tetua Agamemnon sedikit terkejut.


“Mohon maaf atas kelancangan dan keegoisanku Tetua. Saya hanya ingin mendapatkann inti roh yang setara dengan teman-teman lainnya.” Balasku seraya menundukan kepala, takutnya Tetua Agamemnon sangat tidak setuju dengan kemauanku dan menolakku mentah-mentah.


“Nak Tyaga... Bukan berarti aku melarangmu untuk melakukan ritual pemangiilan inti roh ulang, melainkan untuk sementara ini kau hanya boleh memiliki satu inti roh saja. Jika kau tetap memaksakan untuk menambah jumlah inti roh di dalam tubuhmu, maka ranah jiwamu akan rusak karena masih belum sanggup menanggung dua inti roh sekaligus.” Jelas Tetua Agamemnon.


Mau tidak mau aku harus bertahan dengan kondisiku saat ini, sampai pada akhirnya aku dapat menambah jumlah inti roh dan berusaha mendapatkan inti roh yang lebih baik dari punyaku yang sekarang.


“Apa ada yang menganggu pikiranmu lagi?” Tanya Tetua Agamemnon melirikku pasti.


“Tidak Tetua, saya rasa cukup. Terimakasih banyak telah menanggapi permintaanku.” Ucapku seraya mengundurkan diri dari hadapannya. “Hormat kami Tetua Agamemnon.” Ijin kami pamit kembali ke barisan semula.


Selagi kami berjalan meninggalkan Tetua Agamemnon, Saigiri menatapiku tajam. Sampai di beberapa meter dari Tetua, dia pun akhirnya angkat bicara.


“Apa kau sudah yakin akan keputusanmu, Kak?” Bisik Saigiri dengan memasang wajah serius.


“Iya, mau bagaimana lagi jika Tetua sendiri tidak dapat membantuku.” Balasaku pasrah.


“Tapi dari yang kuperhatikan tadi, Tetua seperti menyembunyikan sesuatu darimu, Kak. Mungkin beliau mau membantumu tetapi masih tidak yakin akan dirinya sendiri.”


“Haish, kau sok tahu banget ya jadi orang.” Ejekku mengalihkan percakapan.

__ADS_1


“Hmmm.... Kalau tidak percaya, tidak apa-apa. Ini juga demi kebaikan Kakak juga.” Cemberut, ekspresi itu terlihat jelas di wajahnya.


“Iya-iya, terimakasih telah mengkhawatirkan kakakmu ini.” Balasku santai.


Akhirnya kami larut dalam percakapan ringan adik dan kakak.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Hallo sobatt pembaca sekalian!! yang sudah membaca novel ini maupun sekadar mampir, saya sebagai author mengucapkan banyak terimakasih jika kalian memberikan dukungan dengan cara di bawah ini:


* Dukung penulis dengan memberikan tips / vote seadanya hehehe


* Follow akun penulis, penulis tampan dan pemberani lho


* Berkomentar yang baik dan bijak, ingat jarimu belatimu


* Always like and share in your social media


* Bintang limanya ya gaes, biar dapat reward dari emak


* Favorit atau tanda lovenya (Ini yang paling penting wkwkwkwk)


Bantuan kalian sangatlah berarti untuk Author, karena setiap support yang kalian berikan dapat menambah semangat author dalam melanjutkan cerita ini!! Dukung terus ya gaesss.... :D


Terimakasih sebanyak-banyak author ucapkan gaes, semoga kalian senang dengan apa yang author tulis. Oh ya tetap jaga kesehatan ya teman-teman, stay safe dan di rumah saja


see you on the next chapter.... ^_^


WA : 08973952193


IG : bayusastra20


email : bayu_sastra20@yahoo.co.id

__ADS_1


__ADS_2