Tales Of Schaduw : The Half-Elf

Tales Of Schaduw : The Half-Elf
Ch. 87 – Melanjutkan Perjalanan


__ADS_3

Cahaya matahari telah sempurna menampakkan diri. Selepas sarapan pagi dengan sepotong roti gandum dan sebiji buahan, kami pun melanjutkan perjalan.


Jalur yang akan kami tempuh tetap sama, yakni masih terus mengikuti aliran sungai sampai tiba di muara.


Di sana kita bakal berkemah kembali dan menentukan jalur selanjutnya.


Kami sendiri belum tahu pasti sampai kapan dan di mana sungai ini akan bermuara.


Meskipun aku dan teman-teman lainnya tahu jika setiap sungai pasti akan memiliki sebuah muara.


Tapi kami belum pernah sama sekali mencapai muara dan yang kami tahu hanya sebatas tempat di mana kami berpijak sekarang.


Itu pun tidak masih belum terlalu jauh masuk ke kedalaman Hutan Laiquendi.


Di dalam catatan Tetua Agamemnon juga menjelaskan bahwa sungai ini pasti akan menemuinya muaranya jika kami terus mengikuti hilir sungai yang semakin menuju ke timur laut.


Sempat ada keraguan di antara para pasukan Adellia, apakah di tengah perjalanan kita akan dihadang sekelompok monster lagi.


Aku membantahnya, sebab aku tahu pasti jalur ini adalah perbatasan di antara wilayah-wilayah kekuasaan para monster.


Memang benar kami tak akan bisa luput dari wilayah kekuasaan monster.


Namun setidaknya jika kami benar memilih jalur yang tepat dan selalu mengambil jalan yang ada di perbatasan.


Mereka, para monster akan lebih mengendorkan pengawasannya. Walaupun mereka tetap waspada dengan kehadiran kami.


Begitulah yang aku rasakan selama ini. Ada tekanan energi tersendiri yang dapat kurasakan jika kami semakin dalam memasuki wilayah kekuasan para monster.


“Kau benar-benar yakinkan dengan jalur ini,” tanya Adellia sekali lagi memantapkan hati sebelum benar-benar melanjutkan perjalanan.


Dia melakukan tindakan yang tepat, sebelum kami memilih jalur yang salah seperti di awal perjalanan.


“Bukannya kau sendiri sedari tadi sudah mengecek beberapa kali peta yang telah kita sepakati sebelumnya,” balasku tersenyum padanya.


“Bagaimana dengan kalian,” ucap Hans meminta perhatian setiap orang yang ada di sekitarnya.


Memastikan apakah masih ada orang yang memiliki keraguan atau ketidak setujuan akan pengambilan jalur ini.

__ADS_1


“Kalau kita terus berdiam diri, maka waktu akan bergulir lebih cepat wahai anak muda,” sela Kakek Hork yang tengah membonceng kudaku, kini dia memutuskan untuk lebih mengawasiku.


Ini berawal dari perbincangan kami semalam dan oleh sebab itu dia ingin mengenalku lebih jauh.


Selain itu dia juga beralasan untuk menjaga bagian belakang.


Dalam keyakinannya, Kakek Hork tidak bisa mempasrahkan keamanan wilayah belakang kepada seorang pemuda yang ceroboh seperti aku dan Son.


Hans pun menyetujui keinginan Kakek Hork dan membiarkannya menunggangi kuda bersamaku.


Alih-alih Son malah di suruh berjaga di depan bersamanya, Hans.


“Terlebih pagi hari adalah waktu yang baik untuk berpetualang di dalam hutan,” ujar Son yang dari tadi ijin pergi sebentar untuk memetik beberapa buah ceri yang dia temukan di dekat sungai.


“Maksudmu?” Pertanyaan singkat keluar dari bibir Aalisha.


“Iya, pagi adalah waktu yang baik untuk berpetualangan,” balas Son mengulangi perkataan sebelumnya.


“Mungkin yang dia maksud adalah di pagi hari masih banyak monster yang beristirahat, jadi kita memiliki kelonggaran untuk menjelajah hutan lebih dalam hutan," ucapku menyela pembicara di antara mereka berdua.


"Intinya ketika pagi tiba kawasan kekuasan monster itu mengecil sebab pengawasannya juga ikut menurun,” tuntasku menanggapi pertanyaan Aalisha.


Hans menganggukkan kepala dan setelah merasa semua sudah siap di posisi masing-masing, dia lansung memacu kudanya untuk melanjutkan perjalan.


Diikuti dengan lainnya yang terlihat semakin percaya diri dan keraguan mereka sedikit berkurang.


Aku pun ikut memacu kudaku untuk berjalan, tapi kali ini kecepatanku jadi sedikit menurun dibandingkan sebelumnya.


“Kakek Hork, coba lihatlah ini. Bahkan kudaku sangat merasa keberatan jika kau menaikinya,” ucapku tanpa menoleh ke arahnya dan tetap fokus ke depan.


Sebab aku lihat pasukan dan teman-teman lainnya memacu kudanya cukup cepat di depanku, bahkan entah mengapa kereta kuda juga dapat melesat secepat itu.


Aku tidak tahu jika Raja Achille mungkin memberikan kusir terbaiknya, aku sama sekali tidak dapat melihat sebuah goncangan yang berarti di dalamnya, padahal tanah di sini juga tidak serata tanah datar.


Banyak sisa-sisa akar pohon yang menjalar keluar dari tanah yang terkadan membuat kudaku melompat guna menghindarinya.


Berbeda sekali dengan kusir itu yang hanya perlu sedikit membelok laju kuda tanpa harus mengakibatkan guncangan.

__ADS_1


Di dalam kereta kuda juga tampak Saigiri tengah menikmati perjalanan, sesekali dia membalas tatapanku dengan senyum dari bibir mungilnya.


Terlihat pula nan jauh di dalam dan sedikit tertutupi bayang-bayang, Aalisha yang sedang tidur pulas sambil bermalas-malasan.


“Tak jauh bedakan dirinya dengan diriku,” ucap Kakek Hork seraya menampakkan batang hidungnya di samping wajahku.


Aku hanya dapat mengiyakannya, daripada nanti berujung pada perdebatan yang tak berujung.


Mending diam daripada harus menanggapi ucapannya.


Aku harus tetap fokus ke depan, jika tidak ingin jatuh karena tidak menghindari akar-akar tanaman ataupun ranting pepohonan yang terkadang dapat menganggu pandangan seorang pemacu kuda.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Hallo sobatt pembaca sekalian!! yang sudah membaca novel ini maupun sekadar mampir, saya sebagai author mengucapkan banyak terimakasih jika kalian memberikan dukungan dengan cara di bawah ini:


* Dukung penulis dengan memberikan tips / vote seadanya hehehe


* Follow akun penulis, penulis tampan dan pemberani lho


* Berkomentar yang baik dan bijak, ingat jarimu belatimu


* Always like and share in your social media


* Bintang limanya ya gaes, biar dapat reward dari emak


* Favorit atau tanda lovenya (Ini yang paling penting wkwkwkwk)


Bantuan kalian sangatlah berarti untuk Author, karena setiap support yang kalian berikan dapat menambah semangat author dalam melanjutkan cerita ini!! Dukung terus ya gaesss.... :D


Terimakasih sebanyak-banyak author ucapkan gaes, semoga kalian senang dengan apa yang author tulis. Oh ya tetap jaga kesehatan ya teman-teman, stay safe dan di rumah saja


see you on the next chapter.... ^_^


WA : 08973952193


IG : bayusastra20

__ADS_1


email : bayu_sastra20@yahoo.co.id


__ADS_2