Tatap Aku, Lelakiku!

Tatap Aku, Lelakiku!
Haruskah menyerah


__ADS_3

Mayra membuka kulkas, wanita itu mencari bahan-bahan yang ada, lalu setelah menemukannya dia langsung membawanya ke atas meja, setelah itu dia mulai mengeksekusi makanan untuk putri sambungnya. Setengah jam berlalu, akhirnya makanan yang dibuat oleh Mayra pun siap.


Mayra melepaskan apron kemudian dia pun langsung membawa nampan untuk pergi ke kamar Alice. Saat dia akan memanggil Alice, tiba-tiba Mayra menghentikan langkahnya ketika tidak sengaja mendengar pembicaraan Alice yang sepertinya sedang mengobrol dengan Adrian. Tidak ada yang aneh dengan pembicaraan Adrian dan Alice, mereka berbincang-bincang seperti biasa.


Namun, entah kenapa dada Mayra terasa sesak. Tadi dia mengirim pesan pada suaminya tapi Adrian sama sekali tidak membalas pesannya. Kini, Adrian malah bisa menelepon Alice, padahal Mayra hanya mengirim pesan sederhana, yaitu menanyakan kapan Adrian akan pulang? Karena, sebentar lagi hari ulang tahun pernikahan mereka dan untuk pertama kalinya, Mayra ingin merayakannya dengan Adrian.


Mayra menghapus sudut matanya yang berair, kemudian dia masuk ke dalam membuat Alice yang sedang menelepon langsung menoleh.


"Mommy, ini Daddy," ucap Alice pada Mayra.


"Mommy ingin bicara dengan Daddy?" tanya Alice lagi.


Mayra mengangguk hingga Alice memberikan ponselnya pada Mayra, lalu mengambil nampan yang dipegang oleh ibu tirinya.


"Halo Adrian," panggil Mayra.

__ADS_1


Adrian terdiam di seberang sana. "Mayra," jawab Adrian.


"Ka-kapan kau akan pulang?" Mayra memberanikan diri bertanya. Walaupun, jujur saja dia takut mendengar jawaban Adrian.


"Aku tidak tahu, mungkin aku akan pulang ketika semuanya selesai," ucap Adrian lagi, "aku ada praktek sebentar lagi, jadi aku akan tutup teleponnya."


Belum Mayra menjawab, Adrian sudah terlebih dahulu menutup panggilannya membuat tubuh Mayra mematung, dan kali ini bulir bening terjatuh tanpa bisa ditahan.


"Mommy, Mommy tidak apa-apa?" tanya Alice ketika melihat Mayra terdiam.


Mayra menggeleng. Dia menghapus air matanya. "Apa kau lama bertelepon dengan Daddy?"


Lagi-Lagi Mayra harus menegarkan hatinya di depan Alice. "Oh, ya sudah kalau begitu. Mommy pergi, habiskan makananmu," ucap Mayra.


***

__ADS_1


Adrian menyimpan ponselnya ke samping, kemudian dia menyandarkan tubuhnya ke belakang lalu setelah itu dia kembali mengambil ponselnya. Pernah teringat bahwa Mayra mengirimnya pesan. Dia membaca itu, tapi tidak berniat untuk membalasnya. Dia kembali mengambil menyimpan ponselnya.


"Apa ini soal istrimu?" tanya Kevin yang tak lain teman Adrian. Dia langsung bertanya ketika wajah Adrian yang berbeda.


"Adrian, aku sarankan perbaiki sikapmu pada istrimu. Jangan biarkan dia merasa sendiri. Kau menikahinya memang karena Alice, tapi dia juga mempunyai perasaan," kata Kevin membuat Adrian mengangkat bahunya tak acuh.


"Tidak usah dibahas, aku malas," jawab Adrian. Lelaki itu pun bangkit dari duduknya kemudian dia keluar dari ruangan, membuat Kevin menggeleng.


***


Satu minggu kemudian.


Adrian menghela napas ketika sudah sampai di rumah. Adrian pulang karena Alice mengeluh merasa sesak, hingga pada akhirnya mau tak mau Adrian datang, padahal dia begitu malas karena dia tahu Mayra akan mengungkit tentang hari pernikahan mereka.


"Daddy," panggil Alice ketika melihat Adrian datang. Wajah Adrian begitu berbinar saat melihat putrinya, dia langsung berlari ke arah Alice lalu memeluk putrinya yang kini menginjak lima belas tahun.

__ADS_1


Tak lama, Mayra datang menghampiri Adrian, lalu dia tersenyum sumringah. Namun tak lama, senyumnya luntur kala ekspresi Adrian berubah ketika menatapnya.


Mayra menghampiri Alice dan Ardian dengan hati yang hancur. Ekspektasinya Adrian akan menatapnya berbeda, tapi tatapannya tetap sama saja.


__ADS_2