
"Kau tidak salah bicara? Siapa yang menyentuh siapa?!" hardik Shelby pada Darren. Kali ini, Darren tidak menjawab lagi, rasanya dia terlalu malas untuk berdebat dengan istrinya. Darren pun langsung berbaring di ujung, begitu pula Shelby yang berbaring di ujung hingga kini keduanya duduk di sisi kanan, dan duduk di sisi kiri.
Malam berganti pagi.
Shelby terbangun dari tidurnya, dia melihat ke samping, ternyata Darren masih belum bangun.
"Eh, kau bangun." Shelby menendang bagian belakang tubuh belakang Darren hingga Dareen meradang.
"Berisik sekali kau," hardik Daren.
Sebenarnya, Darren sudah bangun, hanya saja dia masih mengumpulkan nyawanya.
"Cepat bangun kita ke kampus sekarang," kata Shelby lagi.
"Memangnya, kau siapa berani mengaturku?" Kali ini Darren bangkit dari berbaringnya, kemudian menatap Shelby dengan ganas.
"Aku istrimu, aku berhak memerintahmu untuk kebaikanmu sendiri. Kau tak bisa terus seperti ini, kau harus bertanggung jawab menjadi kepala keluarga. Kuliah dan bekerja," kata Shelby, raut wajahnya menatap Darren dengan sama galaknya membuat emosi Darren semakin memuncak.
"Kau .... ." Darren akan menggerakkan kakinya dan berniat menendang tubuh Shelby, sama dengan apa yang Shelby lakukan barusan padanya. Tiba-Tiba, dia teringat bahwa istrinya sedang hamil.
"Kau berani melakukan kekerasan padaku?" tanya Shelby lagi. Tidak ingin terus berdebat membuat mood-nya buruk, Darren pun langsung turun dari ranjang kemudian lelaki itu langsung berjalan ke arah kamar mandi, begitu pun dengan Shelby. Dia juga berjalan ke arah kamar mandi karena kebetulan kamar mandi di kamar Darren ada dua.
***
Shelby keluar dari kamar mandi. Dia sudah rapi memakai pakaiannya, karena dia juga memakai pakaiannya di kamar mandi. Rasa pusing dan mual masih menggelayutinya, tapi dia tidak bisa membolos karena akan ada ujian. Walaupun dia sedang hamil, tapi dia tidak ingin menyia-nyiakan pendidikannya. Dia tidak melanjutkan lewat jalur beasiswa, melainkan jalur dari keluarga pemilik yayasan yaitu yayasan milik Tommy.
"Kemarikan dompetku," kata Darren.
Shelby berjalan ke arah tasnya kemudian dia membuka membuka tas tersebut, lalu mengambil dompet Darren membuat Darren berteriak kesenangan, karena dia pikir Shelby akan menyerahkan semuanya, padahal Shelby hanya menyerahkan dompet yang berisi sedikit uang. Dia juga menarik kartu-kartu milik Darren.
__ADS_1
"Ini dompetmu," kata Shelby.
Darren mengambil dompet itu dengan semangat, kemudian dia membuka dompet tersebut. Mata Darren membulat saat tidak ada apapun di dalam dompetnya, dan hanya ada beberapa lembar uang saja sedangkan kartu-kartu juga sudah tidak ada.
"Ke mana isi dompetku?" tanya Darren. Dia langsung bangkit dari duduknya kemudian berkacak pinggang menatap Shelby dengan tatapan kartu-kartumu.
"Sudah aku amankan jatahmu yang ada di dalam itu, dan itu harus bertahan dalam waktu satu minggu. Itu sudah termasuk untuk biaya transport makan dan lain-lain," kata Shelby.
Mata Darren membulat saat mendengar ucapan Shelby. Uang yang ada di dompetnya bahkan kurang jika untuk dipakai satu hari, dan sekarang istrinya malah memberikannya waktu satu minggu.
"Shelby, kau gila?!" Darren nekat teriak. Lelaki itu mulai tidak bisa menahan amarahnya.
Saat ini, tubuh Shelby gemetar. Sebenarnya, dia ketakutan ketika melihat Darren seperti ini, tapi pembawaannya tetap tenang hingga Darren tidak melihat bahwa istrinya ketakutan karena teriakannya.
"Mau aku panggil Paman Tommy kemari?" ancam Shelby.
Tiba-Tiba, emosi Darren lenyap begitu saja ketika Shelby menggunakan nama sang ayah. Setelah mengatakan itu, Darren pun lebih memilih mengambil tasnya kemudian lelaki tampan itu keluar dari kamar dengan membanting pintu.
Waktu berjalan begitu cepat. Tidak terasa, ini sudah sepuluh tahun berlalu, dan sudah sepuluh tahun pula pernikahan Darren dan Shelby. Kini, usia Shelby dan Darren sudah menginjak dua puluh delapan tahun. Keduanya juga sudah menamatkan kuliah mereka. Sepuluh tahun lalu, Shelby melahirkan sepasang anak kembar perempuan dan laki-laki. Shelby memberi nama Theresia dan juga Tristan.
Hubungan rumah tangga mereka tetap sama. Selama sepuluh tahun, Darren dan Shelby saling membenci, jarang bertegur sapa. Mereka semakin mendingin ketika mereka memutuskan untuk pindah ke apartemen. Awalnya, Tommy tidak mengizinkan, tapi Darren tetap kukuh hingga pada akhirnya Tommy mengizinkan anak dan menantunya untuk tinggal mandiri.
Selama mereka tinggal di apartemen, mereka tidak pernah tidur satu kamar. Darren selalu tidur dengan Tristan dan Shelby selalu tidur dengan Theresia. Sikap Darren pada anak lelakinya begitu berbeda, dia begitu dekat dengan Tristan. Namun, tidak dengan Theresia.
Entah kenapa, Darren membenci anak perempuannya karena anak perempuannya begitu mirip dengan Shelby, sedangkan anak lelakinya sangat mirip dengannya. Sembilan tahun ini, Theresia tidak pernah mendapatkan kasih sayang dari Darren. Lelaki itu lebih mengutamakan putra pertamanya, Tristan. Jangan ditanyakan betapa hancurnya gadis malang itu, dia selalu iri pada Tristan yang selalu diajak kemana pun oleh sang ayah, yang selalu diutamakan oleh sang ayah. Sedangkan dia seperti tidak terlihat di mata ayahnya.
Darren sudah mulai memimpin perusahaan karena Tommy sudah pensiun, hanya mengutamakan Tristan, Tristan dan Tristan. Bahkan ketika Tristan libur sekolah, Darren selalu mengajak Tristan untuk pergi ke kantor.
Theresia pernah protes untuk ikut, tapi tentu saja dia menolak dengan dingin. Tristan juga sudah berusaha membujuk ayahnya agar membawa Theresia, tapi Darren tidak pernah mau.
__ADS_1
Jika Darren berbicara dengan Tristan, Darren akan selalu berbicara dengan lemah lembut, tapi berbeda dengan Theresia. Dia selalu menjawab pertanyaan Theresia dengan dingin dan tanpa perasaan.
Shelby sebagai seorang ibu tentu hancur ketika anaknya dibedakan. Saat usia Theresia menginjak dua tahun, Shelby pernah memberanikan diri bertanya kenapa sikap Darren pada Tristan dan Theresia berbeda, dan dengan gamblang Darren mengatakan dia membenci Theresia karena Theresia mirip dengan Shelby, dan sejak saat itu, detik itu pula, Shelby tidak pernah protes apapun lagi.
Dia bahkan tidak pernah menyapa Darren terlebih dahulu karena rasa sakit yang dirasakan oleh Shelby begitu luar biasa. Ibu mana yang tidak sakit ketika anaknya diperlakukan seperti itu, walaupun Darren adalah suaminya dan ayah dari Theresia.
Ketika Theresia mengadu sikap Darren, Shelby tidak pernah menjawab apapun. Dia hanya memeluk Theresia, menenangkan putriny. Keluarga Tommy juga sudah mengetahui tentang Darren pada Theresia, mereka sudah membujuk Darren untuk berubah, tapi Darren dengan tegas menyatakan alasannya.
Mungkin 10 tahun lalu, Darren masih bisa diatur oleh Tommy, tapi ketika menginjak dewasa, dia mulai berani membantah sang ayah hingga pada akhirnya keluarga Tommy pun lelah menasihati putra mereka.
Waktu mnunjukkan pukul delapan malam.
Theresia berdiri di depan pintu, dia menunggu sang ayah dan kembarannya pulang. Tadi sore, ayahnya mengajak Tristan untuk pergi, dan Theresia tidak tahu ayahnya mengajak kakaknya ke mana.
Theresia ingin ikut, tapi seperti biasa Darren menolak dan sekarang dia menunggu kakak kembarnya, berharap ayahnya ingat dan membawakan kue untuknya. Ya, karena hari ini adalah hari ulang tahun mereka. Biasanya setiap ulang tahun, memang Darren akan pergi dengan Tristan dan Tristan selalu membawakan hadiah untuknya, berbeda dengan Darren yang sama sekali tidak pernah memberi hadiah apapun pada anak perempuannya.
Sekarang, Theresia sedang menunggu kembarannya, berharap Tristan memberikannya hadiah. Jika Tristan memberikan hadiah padanya, Theresia selalu menganggap bahwa hadiah itu dari sang ayah. Karena pasti Tristan memberi hadiah itu dari uang sang ayah.
"Theresia," panggil Shelby. Hatinya terasa remuk ketika melihat wajah Theresia yang memerah, karena dia tahu dari tadi sore, sejak Darren dan Tristan pergi, Theresia menangis.
Shelby berjalan ke arah Theresia, kemudian dia menyetarakan diri dengan putrinya. "Jangan menunggu Tristan lagi, Tristan tidak akan pulang," kata Selbie.
"Apa? Tristan tidak akan pulang?" tanya Theresia.
"Ya, tidak akan pulang," jawab Shelby. Tadi, dia melihat unggahan Darren di Instagram, sepertinya Darren sedang berlibur di villa bersama kekasihnya.
Ya, karena faktanya Darren mempunyai kekasih lain yaitu sekretarisnya. Saat itu, Darren dengan gamblang mengatakan pada Shelby bahwa dia mempunyai kekasih. Sebenarnya, dia tidak peduli dengan pendapat Shelby, hanya saja dia ingin Shelby tahu bahwa dia mempunyai kekasih.
"Mommy tahu dari mana Tristan tidak akan pulang?" tanya Theresia suaranya tampak gemetar menahan tangis.
__ADS_1
“Ta-tadi, Mommy melihat ....” Shelbi menghentikan ucapannya, dia tidak bisa menahan tangisnya saat melihat wajah Theresia yang penuh luka, hingga dia pun bergegas memeluk putrinya.