Tatap Aku, Lelakiku!

Tatap Aku, Lelakiku!
Takut


__ADS_3

Tommy masih terdiam di tempat. Dia rasanya ingin berdeham untuk menyadarkan Salsa bahwa ada dirinya di belakang, tapi melihat Salsa seperti ini rasanya Tommy tak kuasa. Namun tak lama, Tommy tersadar ketika Salsa bangkit dari duduknya hingga Tommy dan Salsa kini saling tatap.


Ketika melihat Tommy, Salsa langsung menunduk. Dia mundur satu langkah. Jujur saja, Salsa merasa ketakutan ketika melihat Tommy. Mungkin jika Salsa tidak mengetahui Tommy adalah ayah tirinya, Salsa tidak akan sesakit ini, tapi faktanya Salsa mengetahui semuanya dan tidak ada yang menyadari bahwa Salsa mengetahui semuanya.


Salsa mengetahui itu beberapa tahun lalu, di mana dia merasakan ada yang ganjal dengan hubungan keluarganya. Dia mirip dengan Alice, tapi Darren tidak mirip sama sekali dengannya dan malah lebih mirip dengan Tommy.


Alice adalah kakaknya, tapi Alice mempunyai ayah lain selain Tommy dan pada akhirnya, pertanyaan-pertanyaan itu berputar di diri Salsa, hingga pada akhirnya Salsa memutuskan untuk mencari tahu semuanya.


Pada awalnya, Salsa tidak menemukan apapun walaupun dia sudah mengulik tentang keluarganya, bahkan dia juga memancing Alice untuk berbicara. Namun, kakaknya sama sekali tidak terhasut sedikit pun, hingga pada akhirnya ketika dia sedang berada di apartemen Alice, kebetulan Adrian juga datang. Dia pura-pura keluar dari apartemen Alice, tapi dia menyalakan laptopnya, merekam semua yang terjadi di sana, termasuk pembicaraan kakak dan ayahnya.


Jangan ditanyakan betapa syoknya Salsa saat itu, yang pasti dia benar-benar hancur. Namun, Salsa selalu meyakinkan dirinya bahwa ayahnya adalah Tommy.


Saat mengetahui itu, Salsa sempat terpuruk selama beberapa saat, bahkan dia tidak mau menatap Tommy. Namun pada akhirnya, dia memutuskan untuk berpura-pura tidak tahu fakta itu, dan tetap menganggap Tommy ayahnya.


Sejujurnya, ketika mengetahui Tommy bukan ayahnya, Salsa kerap kali merasa insecure. Dia kerap ketakutan karena selalu membayangkan bahwa suatu saat Tommy akan mengatakan semua dengan mulutnya langsung, itu sebabnya ketika dia kemarin dibentak dan diteriaki, rasa sakit Salsa berkali-kali lipat.

__ADS_1


Sebenarnya, Salsa tahu maksud ayahnya baik, hanya saja dibentak di depan umum tentu saja sangat menyakitkan. Apalagi saat kemarin, Tommy membentaknya di parkiran yang sangat ramai dan itu membuat Salsa malu.


"Salsa," panggil Tommy.


Salsa tidak menoleh. "Aku harus kembali ke kelas," jawab Salsa. Dia pun langsung berbalik kemudian meninggalkan Tommy. Mungkin jika dia tetap berbicara dengan Tommy, tangisnya akan pecah dan dia tidak mau menangis di depan siapa pun, itu sebabnya dia langsung pergi meninggalkan lelaki itu membuat Tommy menghela napas.


Tommy hanya mampu termenung melihat punggung Salsa yang menjauh.


***


"Kau yang harus menanganinya, Mayra. Aku tahu tidak mudah menjadi dirimu, tapi kau yang harus jadi penengah untuk Salsa dan Tommy," ucap Sayra.


Setelah Tommy pergi, Mayra menjadi tidak tenang, hingga dia memutuskan untuk pergi ke kantor adiknya dan menceritakan semuanya, hingga pada akhirnya otak Mayra sedikit tenang.


"Ya sudah kalau begitu, aku pergi," ucap Mayra. Dia pun langsung keluar dari ruangan sang adik, lalu setelah itu berencana untuk pergi ke kantor Tommy.

__ADS_1


***


Sekarang, di sinilah Mayra berada, di kantor suaminya. Wanita itu langsung berjalan masuk ke perusahaan suaminya. Ketika berada di depan ruangan suaminya, Mayra tidak mengetuk pintu, dia langsung membukanya dan ketika dia membukanya, dia melihat Tommy sedang melamun, seperti memikirkan sesuatu yang berat, bahkan Tommy juga tidak menyadari kehadirannya dan sekarang dia yakin tidak mudah juga menjadi Tommy.


Mayra berjalan ke arah suaminya dan Tomny baru tersadar ketika mendengar suara Mayra.


"Sayang, kau di sini? Kenapa kau tidak memberitahuku akan kemari?" tanya Tommy.


Bukannya menjawab, Mayra malah memutari meja. Wanita cantik itu langsung duduk di pangkuan suaminya membuat Tommy terpaku.


"Kau sudah tidak marah padaku?" tanya Tommy lagi, suaranya bergetar seolah sedang menahan sesuatu.


Setelah dari kampus, Tommy merasa aneh. Dia merasa sedih karena Salsa tidak mau berbicara dengannya, dan ketika Mayra memeluknya Tommy merasa tangisnya hampir saja meledakm


"Salsa putrimu, dia pasti akan baik-baik saja dan akan memaafkanmu," kata Mayra. Bertahun-tahun dia mengenal Tommy, Tommy adalah pria yang benar-benar mempunyai hati yang lembut. Ketika ada masalah sedikit saja, Tommy akan seperti ini, apalagi ini masalah dengan Salsa

__ADS_1


Pada akhirnya bahu Tommy bergetar. Untuk pertama kalinya dia menangis di hadapan Mayra dan itu cukup membuat Mayra terpaku.. "Aku takut Salsa tidak mau memaafkanku, dan aku takut jika Adrian tahu apa yang aku lakukan, dia akan memberitahukan semuanya.” Tommy berbicara dengan pelan dan penuh dengan keputus asaan.


__ADS_2