
Mengetahui bahwa Dareen adalah orang yang sedang dicari oleh pihak kepolisian, salah satu polisi langsung berjalan ke arah helikopter kemudian polisi itu menodongkan pistol.
“Turun!” kata polisi hingga pilot yang mengendarai helikopter tadi langsung turun dari helikopter tersebut.
“Apa kau utusan dari orang yang menculik Tuan itu?" tanya polisi. Pilot dengan wajah pucatnya mengangguk.
“Lalu dimana dia sekarang?” pilot pun langsung mengatakan di mana keberadaan Rush.
“Ebi, aku Aku akan pergi untuk menjemput tersangka,” kata Zack pada Ebi yang tak lain polisi yang sedang berada di sebelah Dareen
Ebi mengangguk. Lalu setelah itu Jack itu naik ke helikopter, dan kemudian pilot itu menerbangkan helikopter tersebut
setelah helikopter mengudara polisi langsung membopong tubuh Daren, karena terlihat Dareen tidak bisa berjalan dengan tegak. Sunggu ini, adalah hari yang sangat membahagiakan bagi Dareen, di mana dka bebas dari tempat terkutuk itu.
Setelah masuk ke dalam kantor polisi, Ebi langsung memberi Daeeen minum, hingga Dareen langsung meminum minuman yang diberikan oleh polisi sampai tandas.
“Aku lapar, boleh aku minta makan?” tanya Dareen walaupun Rush memberikan makanan di kontainer tempat dia dikurung, tapi makanan itu tidak pernah berubah dengan kata lain selama 5 tahun Dareen selalu memakan makanan yang sama, hingga sekarang ketika bebas dia ingin makanan yang lain, apalagi terkadang dia selalu sembelit karena makanan itu makanan instan yang tidak baik dikonsumsi dengan jangka panjang.
Dengan cepat Ebi langsung berlari ke kantin, membelikan makanan untuk Dareen. Dareen yang duduk seorang diri di kursi tunggu langsung menunduk, kemudian bahu lelaki itu bergetar sungguh dia masih tidak percaya dia sudah bebas dari tempat terkutuk itu.
Beberapa saat berlalu Ebi pun datang membawa makanan untuk Dareen. “Ini Tuan, makanlah. Aku akan melaporkan Pada komandanku bahwa kau sudah ditemukan," ucap Ebi, hingga Dareen menggangguk. Dareen memakan makanan di dengan rakus, sungguh Dareen begitu merindukan makanan yang seperti ini hingga pada akhirnya makanan yang di makam Dareen pun tandas.
***
Akhirnya helikopter kembali mendarat di hutan, Jack turun dari helikopter dan memborgol tangan pilot karena takut pilot kabur, dan ternyata saat sampai, Rush sudah terkapar karena kehilangan banyak darah.
Jack langsung berjalan ke arah Rush, kemudian lelaki itu langsung memegang denyut nadi ternyata Rush, ternyata denyut nadi Rush masih ada. Dengan cepat, dia langsung keluar dari kontainer itu, lalu setelah itu dia menanyakan alat medis di helikopter dan ternyata helikopter ada beberapa perlengkapan medis hingga dengan cepat Jack mengambil itu dan langsung melilitkan perban agar darah tidak terus menetes.
Lalu, Jack langsung membopong tubuh Rushbdan menaikkannya ke helikopter, ini bisa jadi nilai plus untuknya ketika dia berhasil menangkap tersangka.
***
Tommy terdiam di balkon, dia menatap ke arah depan. Dia baru saja menelepon kepolisian yang berada di luar negeri. Namun sampai sekarang kepolisian itu tidak bisa memastikan keberadaan Dareen, bahkan tidak ada sedikitpun jejak Dareen di negara itu.
“Dad!" panggil Maira. Tommy menoleh, kemudian dia langsung mengulurkan tangannya pada Maira dan setelah itu dia langsung memeluk istrinya.
“ Apa masih belum ada kabar?” tanya Maira sambil memeluk suaminya.
“Hmm, masih belum ada dan aku masih berkomunikasi dengan pimpinan seluruh kepolisian.” baru saja Maira akan menjawab tiba-tiba terdengar suara ponsel berdering hingga Tommy pun langsung melepaskan pelukannya.
“Ya sudah aku masuk dulu ke dalam," kata Maira ketika Tommy akan mengangkat panggilannya, hingga Tommy mengangguk. Melihat nama yang tertera di layar ponselnya, Tommy terdiam rasanya dia tidak bersemangat untuk mengangkatnya. Sebab pasti kepolisian dari negara tersebut mengatakan bahwa belum ada perkembangan tentang kasus Dareen.
Tapi, pada akhirnya Tommy mengangkat panggilannya. “Hallo!" panggil Tomi.
“Hallo, Daddy.” Tiba-tiba Tubuh Tommy diam mematung, ini adalah suara Dareen putra yang dia cari, suara yang sangat dia rindukan.
“Da-Dareen!” panggil Tommy dengan terbata, dia langsung memegang pinggiran balkon karena tidak percaya mendengar suara Dareen.
__ADS_1
“Dad, ini Aku.” Terdengar suara isakan dari seberang sana, ternyata Dareen menelepon sang ayah sambil menangis
“Daddy tolong jemput aku, tapi jangan beritahukan siapa-siapa aku belum siap bertemu dengan semuanya," kata Dareen. Kondisi fisik Dareen sudah sangat berubah, dan dia belum siap bertemu dengan anak dan istrinya, itu sebabnya dia minta Tommy menjemputnya tanpa memberitahu siapa pun.
“Tunggu Daddy, Daddy akan segera menyusul ke sana.” Setelah itu, tiba-tiba seluruh tubuh Tommy melemas, bahkan tanpa sadar lelaki paruh baya itu terjatuh di lantai karena dia terlalu terkejut dengan apa yang dia dengar.
“Dad, ada apa?” tanya Mayra, rupananya Mayra Maira kembali menghampiri Tommy untuk membicarakan sesuatu, hingga Tommy ttersadar.
“Tidak apa-apa, Sayang. Perusahaan di luar kota sedang ada masalah," dusta Tommy.
“Kau ingin pergi ke luar kota?” tanya Maira, dia mulai waswas ketika Tommy mengatakan tentang luar kota, sebab tentu saja karena Dareen hilang ketika dia izin keluar kota.
“Tidak papa sayang, aku didampingi beberapa penjaga, kau jangan khawatir,” ucap Tommy yang meyakinkan Maira hingga Maira pun mengangguk Lalu setelah itu Maira membantu Tommy untuk bangkit dari duduknya dan mereka pun langsung keluar dari area balkon
Setelah pamit pada Maira, Tommy tidak menyia-nyiakan waktu lagi dia langsung menyuruh anak buahnya untuk menyiapkan helikopter dia akan terbang ketika helikopter sia.
Dan pada akhirnya, setelah helikopter siap. Tommy langsung masuk diikuti beberapa pengawalnya, saat pesawat helikopter mulai mengudara, Tommy dilanda kegugupan dan dia juga tidak sabar untuk segera sampai di tempat Dareen berada.
Dan akhirnya, setelah menempuh perjalanan yang jauh serta sangat melelahkan, helikopter mendarat di lapangan yang ada di kantor polisi.
Tanpa aba-aba dan tanpa menunggu pengawalnya, Tommy langsung mendahului turun lelaki itu berlari, karena rasanya Dia tidak sabar melihat sang putra dan ketika Tommy berlari Dareen keluar dari kantor polisi tersebut. Hingga Dareen juga langsung berlari menghampiri sang ayah.
“Daddy!" Teriak Dareen, ketika mereka bertemu di tengah-tengah Dareen langsung menabrak tubuh Tommy, dia memeluk sang ayah begitu erat begitupun juga Tomi, kedua tangis ayah dan anak itu pecah, Tommy dan Dareen sama-sama menangis akhirnya semua penderitaan mereka selesai.
***
“Kau ini lama sekali!" Gerutu Angel pada kakaknya ketika Shelby masuk kedalam mobil.
“Kau ini cerewat sekali, berniat mengajakku menonton tidak," balas Shelby membuat Angel berdecak.
Pada akhirnya, apa yang dilakukan Angel tidak sia-sia. Walaupun dia sering membuat kekacauan di hidup Selby, tapi pada akhirnya Shelby mengetahui dan menyadari bahwa niat adiknya tulus, dan 2 tahun mereka mulai dekat.
Tapi walaupun begitu, Shelby belum bisa memaafkan ayahnya, dia hanya menerima adiknya saja, itupun hanya Angel, karena dia tidak mau dekat dengan adik bungsu Angle. Entah kenapa dia tidak mau mengenal lebih jauh tentang keluarga ayahnya, berbeda dengan Angel karena dari awal hanya Angela yang ingin mendekatkan diri padanya.
Dan setelah dekat, Angel selalu menghibur sang kaka, mengajak kakanya untuk pergi sekedar menonton ataupun berbelanja, walaupun Shelby selalu menolak, dan hari ini, Angel begitu senang ketika kakaknya mau diajak.
Pada akhirnya Angel pun langsung menyalakan dan menjalankan mobilnya, Angel menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang, sedangkan Shelby lebih memilih untuk melamun. Tadi, Sebenarnya dia tidak mau pergi tapi dia dipaksa oleh ibu mertuanya, kebetulan Aldian juga sedang dibawa oleh Tommy, hingga mau tak mau dia pun mengikuti adiknya.
Setelah melewati perjalanan yang cukup panjang, akhirnya mobil yang dikendarai oleh Angel sampai di sebuah kawasan Mall, dia pun langsung turun disusul Shelby yang juga ikut turun.
“Kita menonton film horor saja bagaimana?”! tanya Angel.
“Terserahmu saja," kata Shelby yang malas berdebat dengan adiknya. Padahal ia paling tidak suka menonton film, horor dan pada akhirnya mereka pun masuk ke dalam bioskop. Saat film mulai diputar, Shelby merasa jantungnya berdebar tak karuan, dia tidak menikmati film tapi dia merasa ada yang aneh. Seperti ada yang orang memperhatikannya hingga dia menolehkan ke sana kemari, tapi tidak ada yang aneh.
Dan pada akhirnya, film pun selesai, Shelby dan Angel pun keluar dari bioskop.
“Ayo kita pergi makan dulu, aku lapar,” ajak Angel.
__ADS_1
“Tidak usah, aku ingin pulang. Aku tidak enak meninggalkan Alden.”
“Aish kau ini!” gerutu Angela.
“Mau mengantarku pulang tidak, aku akan pergi pakai taksi jika kau tidak mau,” jawab Shelby.
“Ia ... Ia, Aku antarkan,” kata Angela dengan kesal. tiba-tiba senyum Shelby sedikit mengembang, ketika melihat kekesalan Angela, hingga itu membuat Angela terpaku.
“Akhirnya aku melihatmu tersenyum,” kata Angela dengan usil dan dengan cepat, Shelby langsung menormalkan ekspresinya kemudian dia berbalik dan pergi mendahului adiknya.
Dareen tersenyum ketika melihat Shelby. Ya, sedari tadi dia membuntuti istrinya. Ini sudah 3 bulan berlalu semenjak Dareen pulang ke Rusia, dan hanya Tommy yang mengetahuinya.
Selama 3 bulan ini, Dareen fokus untuk memperbaiki tubuhnya, dia memakan makanan yang sangat bergizi, berolahraga untuk mengembalikan fisiknya seperti dulu. Tak lupa dia juga selalu berkonsultasi dengan psikiater.
Sekarang, fisik Dareen sudah seperti sedia kala, ia tetap ingin tampil gagah seperti dulu di hadapan keluarganya.
Setelah Shelby tidak terlihat, Dareen langsung berbalik, kemudian lelaki itu keluar dari mall lewat arah samping agar tidak bertemu dengan mobil Angel dan sekarang di sinilah Dareenn berada, dia berada di depan kampus putrinya.
Dia begitu merindukan Theresia dan Tristan. Hingga dia memutuskan untuk menemui Thresia Hari ini, tapi sayangnya Tristan sedang pergi ke luar kota untuk turnamen hingga dia baru bisa menemui Theresia saja dan dia akan menemui Shelby ketika Shelby berulang tahun apalagi ulang tahun Shelby hanya satu minggu lagi.
Dareen turun dari mobil, kemudian lelaki tampan itu langsung berdiri di depan mobilnya. Sedari tadi, dia terus melihat ke arah gerbang berharap Theresia segera keluar.
Mata Dareen berkaca-kaca etika melihat Thresia keluar dan berjalan ke arahnya.
“Thresia, kau cantik sekali," lirih Dareen. Sekarang, Theresia berumur 18 tahun, tentu saja banyak sekali perubahan fisik di Gadis remaja itu, hingga Daren sendiri merasa pangling ketika melihat putrinya.
Thresia terdiam ketika melihat sang ayah, dia menggelengkan kepalanya karena dia yakin sang ayah hanya ilusinya. Sebab Dia sering sekali melihat Darena tapi itu hanya dalam bentuk bayangan hingga Teresia langsung melanjutkan langkahnya.
Tiba-tiba kening Theresia menabrak dada seseorang yang tak lain dada ayahnya sendiri, Theresia termenung sejenak. Biasanya ketika dia melihat ayahnya, dia akan melewati bayangan ayahnya begitu saja. Dengan tubuh yang gemetar, Theresia melihat ke arah kaki ayahnya, dan ternyata kaki Dareen menapak
Dan detik itu pula, Theresia langsung mengangkat kepalanya, hingga tatapannya bersibobrok dengan Dareen. Theresia menggelengkan kepalanya. “Apa aku harus mengunjungi psiater, Kenapa halusinasiku semakin menjadi-jadi," ucap Theresia yang masih tidak percaya bahwa Dareen ada di depannya.
“Theresia!” panggil Dareen hingga tiba-tiba tubuh Theresia ambruk ke bawah saat mendengar suara ayahnya. Namun dengan cepat Dareen menahan tubuh putrinya Theresia masih belum berbicara, Gadis remaja itu menatap ayahnya tanpa berkedip hingga pada akhirnya Theresia tersadar.
Namun, bukannya menatap Dareen, Theresia malah melanjutkan langkahnya. “Aku sepertinya harus benar-benar pergi ke psikiater.” Rupanya, Theresia masih menyangka bahwa dia hanya berkhayal melihat sang ayah, walaupun tadi dia sempat mendengar suara ayahnya.
Karena Theresia tidak ingin terjatuh dalam kenyataan yang menyakitkan, dia takut ayahnya hanya halusinasi itu sebabnya dia memilih untuk pergi meninggalkan Dareen yang jelas-jelas nyata. Dareen menghapus sudut matanya yang berair rasa sesak langsung menghimpit dadanya ketika melihat Thersia seperti ini, terbayang betapa sakitnya putrinya ketika tidak ada dia di sampingnya.
Dengan cepat, Dareen berbalik, lelaki tampan itu langsung menarik tangan Theresia, kemudian membawa Theresia ke dalam pelukannya dan sedetik kemudian Theresia sadar ini nyata, dan sang ayah ada di depannya sedang memeluknya.
Tubuh Theresia bergetar hebat. “Da-Daddy, apa Daddy nyata?" tanya Teresia dengan suara yang berat.
“Hmm, Thresia, ini Daddy. Daddy nyata, Daddy ada di depanmu.” Setelah mendengar itu, Theresia membalas pelukan ayahnya, kemudian Gadis remaja itu menangis dengan suara yang sangat kencang, bahkan beberapa orang yang melintas menatap heran pada kedua anak dan ayah itu.
Sedangkan Dareen semakin mengeratkan pelukannya, memeluk Theresia dengan sangat erat. Salah satu hal yang membuat Dareen bertahan adalah dia selalu melihat cincin yang saat itu diberikan oleh Theresia, dia selalu mengatakan pada dirinya sendiri bahwa dia harus hidup dan harus menyaksikan anak-anaknya tumbuh, dia ingin mendampingi Theresia berjalan ke Altar.
***
__ADS_1