Tatap Aku, Lelakiku!

Tatap Aku, Lelakiku!
Tak ada ampun


__ADS_3

Gengs perhatian sebentar ya.


Maaf baru udpate, hehe. Tadinya aku ga semangat lanjutin kisah ini..Tapi pas baca komen terakhir wah ternyata banyak banget yang komen dan aku jadi semangat lagi lanjutin kisah ini. Kemarin-kemarin dokter Meets Ceo ga jadi tamat karena ada kisah Laura


Tapi kali ini, dokter Meets Ceo akan tamat saat akhir bulan dan aku bener-bener fokus cerita ini. Tapi Ada syaratnya oke. Hehe. Kalian Harus vote, like dan banyakin komen. Ini aku up satu bab sebagai pemanasan. besok aku up 3 bab lagi ya. tapi janji Vote ya


Emosi Gabriel memburu saat mendengar apa yang terjadi dengan rumah tangga Sello dan Bianca. 5 tahun ... Bagaimana mungkin, ia menganggap semuanya baik-baik saja.


Beberapa waktu lalu, memang Gabriel sempat curiga ada yang terjadi dengan pernikahan anak dan menantunya. Tapi setelah diselidiki, ternyata tidak ada yang aneh dengan Sello. Gabriel juga menyuruh orang untuk menyelidiki semuanya tapi Sello terlihat seperti biasa, dan sekarang ketika ia tahu apa yang dilakukan Sello pada Bianca, ia begitu murka


Gabriel menarik jas Sello dan berjalan keluar dari ruang rawat Amelia, ia tidak peduli orang-orang melihatnya dengan aneh. Ia hanya ingin menghajar putranya, karena telah berani mempermainkan ikatan suci pernikahan.


Gabriel membawa Sello ke tangga darurat, kemudian ia langsung mendorong tubuh putranya. Hingga tubuh Sello terjatuh dari tangga. Setelah itu, Gabriel langsung turun begitupun Sello yang langsung bangkit dari lantai. Ia langsung berdiri, karena tau sang ayah akan menghajarnya.


“Siapa yang mengajarimu begini, Sello,” teriak Gabriel, ia kembali mendaratkan pukulan di pipi Sello. Demi apapun, walaupun Sello putranya. tapi dia tidak akan pernah memaafkan putranya yang berani mengkhianati ikatan suci pernikahan. Apalagi Sello adalah anak lelaki satu-satunya di keluarga mereka, tapi Sello malah berbuat seperti ini.


“Katakan, apa alasanmu menghianati Bianca!” Nada suara Gabriel menggeram, membuat Sello menunduk.

__ADS_1


”Maafkan aku, Dad.” Sello berucap dengan pelan.


“Maafkan kau bilang.” Gabriel menghempaskan tubuh Sello, ia berusaha menghirup oksigen sebanyak-banyaknya.


“Urusan kita belum selesai Sello, kau akan tetap menerima hukuman!” Gabriel langsung kembali naik untuk ke ruang rawat Amelia, ia harus menemui Bianca, terlebih dahulu sedangkan Sello masih terdiam.


Sello mendudukan dirinya di anak tangga, kemudian ia langsung menghapus sudut bibirnya yang mengeluarkan darah karena hajaran sang ayah. Ia meremass rambutnya ke belakang, ia benar-benar sial.


Tak lama, ponsel Sello berdering, satu panggilan masuk dari Aghnia, ia menghela nafas beberapa kali kemudian menghembuskannya. “Pulanglah dulu. Aku akan membereskan urusanku disini!”


Setelah Sello di seret oleh Amelia, Bianca masih dia mematung. Tangisnya sudah berderai, sedangkan Amelia pun sama ... ia merasakan sakit yang luar biasa saat melihat apa yang terjadi pada menantunya.


“Bianca!” panggil Amelia dengan lirih. Ia langsung maju dan memeluk Bianca.


“Mommy!” Bianca membalas pelukan Amelia, ia memeluk Amelia begitu erat seraya menumpahkan tangisannya. Selama 4 bulan ini,.ia sudah sangat berbunga-bunga ia sudah sangat melayang tinggi karena perlakuan Sello sudah kembali seperti semula. Tapi ternyata, inilah balasan dari ketulusannya.


“Mommy.” Hanya itu yang Bianca bisa katakan, ia menangis tergugu. Selama ini, tidak ada yang memeluknya dan ketika semuanya terbongkar Bianca tidak ingin apapun lagi ....Bianca hanya ingin menangis sekencang-kencangnya.

__ADS_1


Melihat kakak iparnya dan ibunya berpelukan, Mayra memutuskan untuk keluar, ia memberikan waktu pada ibu dan kakak iparnya. Saat Mayra akan keluar, Gabriel pun datang.


“Dad!” panggil Gabriel. Gabriel tersenyum, ia tidak ingin memperlihatkan emosinya di hadapan Mayra.


“Di mana lelaki itu, Dad?” tanya Mayra.


“Dia di tangga darurat! kau sudah makan?” tanya Gabriel pada putrinya, Mayra mengangguk.


Mayra melihat jam di pergelangan tangannya. “Kau bisa kan menjemput Sayra di bandara.”


“Ah Gadis itu menyusahkan sekali,” ucap Mayra pada adik kembarnya.


”Ya sudah jemput dia, bawa dia ke rumah!” kata Gabriel maira pun mengangguk.


••••


Mayra masuk kedalam tangga darurat, ia langsung tertawat, membuat Sello menoleh

__ADS_1


Wajah Sello memerah saat melihat Mayra seketika


__ADS_2