Tatap Aku, Lelakiku!

Tatap Aku, Lelakiku!
Apa Shelby cemburu


__ADS_3

"Tuan, coba lihat ini," kata Marco yang menyerahkan ponselnya ke hadapan Darren, hingga Darren langsung menerimanya. Jantung Darren berpacu dengan cepat, napasnya mendadak tidak beraturan. Dia hampir saja menjatuhkan ponsel Marco.


Dia begitu tidak percaya dengan apa yang ada di artikel, di mana artikel itu membocorkan kelicikan Darren ketika dia menjalankan perusahaan dan juga kelakuan Darren yang menumbangkan perusahaan lain demi kepentingannya sendiri.


Tak lama, ponsel Darren berdering. Satu panggilan masuk lagi dari Tommy, ternyata kali ini Tommy menelepon tentang yang baru saja dikeluarkan, yaitu artikel tentang kelicikan Darren.


Darren tersadar ketika mendengar suara panggilan, hingga dia pun langsung mengangkat panggilannya, baru saja dia akan menjauhkan ponselnya karena takut sang ayah berteriak, tapi tak lama Darren mengurungkan niatnya kala ternyata ayahnya tidak berteriak.


"Daddy," panggil Darren, yang memberanikan diri untuk berbicara.


"Daddy tahu kau melakukan ini sebelum kau bertaubat, tidak perlu pikirkan apapun. Biar Daddy menanganinya," kata Tomny, seperti biasa Tommy tetap bijak walaupun tadi dia sempat emosi karena melihat foto syur Daren bersama Mia.

__ADS_1


Helaan napas terlihat dari wajah tampan Darren.


“Terimakasih, Dad.”


Setelah itu, Darren pun mematikan panggilannya kemudian dia langsung menatap ke arah sekretarisnya.


"Kau boleh pergi, tolong selesaikan semua," kata Darren hingga Marco pun mengangguk.


Darren langsung berbalik kemudian dia melonggarkan dasinya, lalu setelah itu dia menundukkan diri di sofa. Lelaki itu memejamkan matanya. Kini, Darren merasakan malu yang luar biasa. Dulu, mungkin Darren tidak akan merasa malu karena dia bisa menghapus semuanya dengan uang, tapi sekarang semuanya sudah tersebar, membela diri pun percuma.


"Halo, Shelby," panggil Darren.

__ADS_1


Shelby terdiam di seberang sana, wanita itu tidak langsung berbicara membuat Dareen semakin was-was. "Shelby, kau sudah melihat foto-foto yang beredar di internet?" tanya Darren dengan suara pelan. Lelaki itu memejamkan matanya karena dia takut Shelby marah.


"Oh, aku sudah melihatnya," jawab Shelby dengan singkat padat dan jelas.


"Maafkan aku, Shelby. Itu foto saat aku dahulu. Aku bersumpah setelah kita berdamai, aku tidak pernah lagi bertemu dengan Mia," kata Darren yang berusaha meyakinkan Shelby


Shelby tampak terdiam di seberang sana. Jujur, Shelby pun kaget melihat foto-foto itu, dan entah kenapa Shelby merasakan perasaan tak biasa, seperti marah dan juga kecewa, padahal dia tahu itu foto lama, terlihat dari potongan rambut Darren..Tapi, tetap saja dia merasa aneh dengan perasaannya.


"Aku mengerti, tidak usah dipikirkan. Aku yakin itu hanya masa lalu," ucap Shelby. Walaupun dia mengatakan itu, tapi entah kenapa Darren merasa suara Shelby berbeda, tidak sehangat biasanya.


"Shelby, are you oke?" tanya Darren.

__ADS_1


"I'm oke. Aku masih ada pekerjaan, aku akan tutup panggilannya," ucap Shelby.


Setelah itu, Shelby pun langsung menutup panggilannya membuat Darren menghela napas. Lelaki itu kembali menyandarkan tubuhnya ke belakang, tapi baru saja akan memejamkan matanya, Darren kembali membuka mata kala wajah Theresia langsung menubruk otaknya. Sial, bahaya jika anaknya melihatnya. Darren dengan cepat bangkit dari duduknya, dia berencana untuk menyusul Theresia ke sekolah.


__ADS_2