Tatap Aku, Lelakiku!

Tatap Aku, Lelakiku!
Tidak akan Memaksa


__ADS_3

Roland membanting semua benda yang ada di depannya, dia begitu frustasi kala mendengar Agnia sudah mengembalikan Sello ke keluarganya, rencana yang sudah ia susun rapi hancur begitu saja karena kelakuan wanita itu.


Ya, sebenarnya Roland lah yang ada di balik semuanya. Sebenarnya Roland terobsesi pada Bianca, apalagi setelah Bianca menolaknya saat mereka kuliah.


Dia terlalu bingung mencari jalan untuk mendekati wanita itu, karena dia mengetahui bahwa Bianca akan menikah dan tiba-tiba dia bertemu dengan Aghnia, mantan kekasih Selo.


Awalnya, Aghnia tidak berniat untuk mendekati Sello lagi karena dia tidak ingin kembali lagi pada mantan kekasihnya, tapi karena tawaran uang akhirnya ia mau bekerjasama dengan Roland, hingga Sello terpikat padanya dan setelah itu Roland hanya berada di balik layar.


Dia sudah mengenal Bianca dari lama, itu sebabnya sadari awal dia mengajak bekerja sama dengan Aghnia, dia jarang mendekati Bianca.


Sebab Dia tahu, semakin Bianca dikejar semakin Bianca akan menjauh. Hingga dia selalu berpura-pura bertemu dengan Bianca secara tidak sengaja. Padahal dia memang selalu membuntuti wanita itu, dan setelah bercerai dari Sello, Roland harus tetap bersabar, dia harus membangun image yang baik di hadapan Bianca.


Setiap mereka membahas hubungan apa yang akan mereka ambil, Roland selalu beralasan bahwa dia harus patuh pada agamanya. Padahal Tentu saja dia tidak seperti itu.


Dia berencana akan mengikuti Agama Bianca, setengah mereka benar-benar dekat, agar Bianca semakin terkesan dengannya. Padahal tentu saja Roland tidak sebaik yang Bianca pikir. Mungkin Roland tidak mencintai Bianca, dia hanya sebatas terobsesi karena dulu dia ditolak oleh Bianca dan sekarang ketika hubungannya sudah dekat dan bahkan selangkah lagi Rolan bisa mendapatkan Bianca tiba-tiba, Aghnia yang sudah dia bayar mahal malah menyerahkan Sello pada keluarganya.


Seharusnya Aghnia tetap bersama Seloo agar Selo tidak kembali keluarganya dan tidak kembali pada Bianca. Dan sekarang apa yang dia harus lakukan?


Walaupun yakin Bianca tidak mau lagi kembali pada Sello, tapi tetap saja ada rasa was-was yang Rolan rasakan. Setidaknya jika Agnia Masih bersama Selo, Selo tidak akan mendapat bantuan dari . keluarganya dan juga tidak akan mungkin kembali pada Bianca


Tapi sekarang gara-gara ulah wanita itu rencana yang sudah dia susun semuanya berantakan sungguh dia tidak akan melepaskan Aghnia.

__ADS_1


***


Bianca masuk ke dalam masjid setelah orang yang dia sangka Sello sudah pergi dan menghilang, saat masuk, sudah ada beberapa jamaah yang hadir, hingga dia mendudukkan diri di barisan paling ujung, lalu membuka sebuah buku catatan


**


Sello melihat kesana kemari, dia merasa damai di tempat ini. Setelah pulang dari rumah sakit, Sello memutuskan untuk memperbaiki hidupnya, memperbaiki agamanya dan dia memutuskan untuk tetap mengikuti agamanya yang baru.


Semua agama sama baiknya, tapi dia tetap memilih tetap menjadi mualaf. Bahkan, dia juga memanggil guru ngaji untuk datang ke mansionnya. Gabriel dan Amelia pun mendukung keputusan sang putra, mereka mendukung apapun yang Sello lakukan , ika itu dalam hal yang positif.


Selama seminggu ini, Sello sudah banyak berpikir, lelaki itu memang ingin kembali pada Bianca. Dia meminta Tuhannya untuk menyatukan kembali mereka, tapi jika pada akhirnya dia tidak bisa mendapatkan Bianca lagi, dia tidak akan memaksa karena Sello pikir, Bianca berhak bahagia dengan lelaki lain asal bukan dengan Roland.


Saat Sello melamun karena tidak ada teman di pengajian itu, tiba-tiba ada yang menepuk bahu Selo membuat Selo menoleh. “Paman Ferhad,” jawab Selo, ternyata Ferhad yang tak lain kakak dari ibu Bianca..


“Paman bangga padamu, setidaknya kau mau berjuang untuk Bianca, sama seperti Paman dulu."


Sello menggaruk tengkuknya tidak gatal “Sebenarnya, aku memang berharap kembali pada Bianca. Tapi, jika Allah tidak mengizinkanku untuk dengannya lagi, aku akan pasrah. Aku masuk ke agama Islam bukan karena Bianca, tapi karena kemauanku ”


Ferhad mengangguk-anggukkan kepalanya dulu dia pun sama masuk agama Islam karena dirinya sendiri, bukan karena Stevia tapi karena doanya begitu kencang, akhirnya stevia kembali menjadi miliknya lagi.


“Kenapa kau tidak merubah saja wajahmu sama seperti Paman dulu.‘

__ADS_1


“Tidak Paman, wajahku masih tampan jadi aku rasa Aku tidak harus mengubah apapun lagi." Ferhad berdecak saat mendengar ucapan Sello.


”Maksudmu, paman dulu tidak tampan?”! tanya Ferhad lagi


“Tidak tidak bukan begitu .... maksudku.”


“Ah sudahlah, percuma memberimu semangat.” Sello menutup mulut menahan tawa saat mendengar gurutuan pamannya. Hingga akhirnya kajian pun dimulai.


Dua jam kemudian, seluruh jamaah sudah pergi ada beberapa jamaah yang tinggal di masjid tersebut dan sedang berbincang-bincamg. termasuk Ferhad yang juga sedang berbincang dengan pengurus masjid di sana


Sedangkan Sello memutuskan untuk pulang. “Sello!” panggil Bianca Walaupun dia tidak terlalu memperhatikan lelaki yang tadi menurutnya mirip dengan Selo, tapi rasa penasaran itu tetap ada hingga dia menunggu satu persatu orang yang keluar dan benar saja tebakannya orang yang memakai Koko dan memakai sarung adalah Selo.


***


“Maria ... Maria!” teriak Ferhad ketika masuk ke dalam rumah adiknya.


“Kau ini berisik sekali,” jawab Maria dari arah tangga.


“Kenapa?” tanya Maria lagi.


”Sepertinya nanti kau harus meluakan hatimu seperti mertuaku,” cap Ferhad, membuat Maria mengerutkan keningnya.

__ADS_1


“Kau ini bicara apa sih!”


__ADS_2