Tatap Aku, Lelakiku!

Tatap Aku, Lelakiku!
menyadari


__ADS_3

Mendengar ucapan Darren, Rush tertawa. Akhirnya, dia mau menadatangani itu. Sayangnya, Darren terlalu naif menyerahkan tanda tangan tanpa berpikir apa yang terjadi ke depan, karena tentu saja Rush tidak akan membiarkan Darren dan Theresia keluar dari gudang ini sebelum dia membuat Darren berjalan secara tertatih.


Anak buah Rush langsung memberikan berkas pada Darren, kemudian lelaki itu langsung berjalan ke arah Darren.


"Tanda tangani ini," kata Rush.


"Rush, bagaimana aku menandatanganinya sedangkan tanganku diikat?" tanya Darren. Dia berusaha untuk memancing agar Rush melepaskan ikatannya, dan setelah itu dia akan balik menghajar lelaki yang ada di depannya ini. Namun sepertinya, Rush jauh lebih cerdik dari Darre, tentu saja dia tau pikiran Dareen.


"Jangan lakukan!" teriak Darren ketika anak buah Rush memegang leher Theresia, seolah akan mencekik anak itu. Tentu saja Darren langsung dilanda kepanikan.


"Kau pikir aku bodoh?!" teriak Rush, dia sudah tahu pikiran Darren jika dia melepaskan ikatan dari tangannya, Darren pasti akan langsung melawan hingga dia menggunakan Theresia agar Darren tidak berani melawannya.


Darren menghela napas kemudian mengembuskannya. Dia berusaha untuk tetap tenang, dia tidak boleh terlihat keberatan dengan apa yang dilakukan oleh Rush.


"Seharusnya jika kau pintar, kau tidak akan menahan Theresia. Kau sudah tahu, bukan, aku membenci anak itu?" tanya Darren, berusaha untuk membuat Rush melepaskan Theresia.


Seketika Rush tertawa. "Kau pikir aku bodoh? Kau sering cemburu ketika Theresia denganku. Jika kau tidak peduli, ya sudah." Rush langsung mengeluarkan pistol, mengarahkannya pada Theresia membuat mata Darren membulat.


"Rush, cukup!" teriak Darren. Napas Darren mulai tidak teratur ketika Rush menodongkan pistol pada putrinya. Demi Tuhan, dia tidak akan melepaskan Rush hingga pada akhirnya Rush mengisyaratkan anak buahnya untuk membuka ikatan Darren


. Lalu setelah itu, Rush langsung menyerahkan berkas, dan setelah itu Darren langsung menandatanganinya, Rush yang sedang larut dalam euforianya karena Dareen menandatangani berkas, tidak ingat bahwa Dareen masih belum di ikatkan kembali, dan setelah itu, Dareen langsung menendang tubuh Rush. Lelaki itu seketika bangkit dari duduknya, kemudian dia berlari dan menabrak tubuh Rush. Hingga kini posisi Dareen ada di atas tubuh Rush m


Saat Daren akan mengajar Rush, anak buah Rush langsung maju kemudian menarik lengan Darren, hingga sekarang kedua tangan Darren dipegang oleh anak buah Rush. Darren tidak bisa melepaskan dirinya, tentu saja karena tubuh Darren sudah ditahan oleh anak buah Rush


Rush langsung berjalan ke arah Darren, kemudian dia langsung menghajar Darren secara membabi buta. Sementara Darren, tidak bisa melawan. Dia hanya pasrah menerima pukulan Rush hingga pada akhirnya Darren terkapar di tanah.


Darren tak bisa berbuat apapun karena selama ini dia tidak pernah berkelahi, dia juga tidak mempunyai keahlian bela diri hingga saat Rush menghajarnya, dia hanya bisa pasrah apalagi sedari tadi dia di pegangi oleh anak buah Rush


Rush menekuk kakinya, menyetarakan diri dengan Darren lalu setelah itu mengarahkan kepala Darren ke arah Theresia. "Lihat putrimu. Dia sedang sekarat. Bukankah kasihan jika dia terus seperti ini? Bagaimana jika aku membuat dia menemui Tuhan lebih cepat?" tanya Rush.


Darren yang sudah lemas karena dihajar oleh Rush, mendadak membuka mata ketika Rush mengatakan itu.


Rush pun bangkit dari duduknya kemudian dia langsung berjalan ke arah Theresia.


"Jangan, kumohon jangan menyentuh Theresia," kata Darren. Sayangnya, Darren hanya bisa mengatakan itu dalam hati karena lidahnya tidak bisa digerakkan.


Sekarang, Rush sudah berada di sisi kursi yang sedang ditempati oleh Theresia, dengan sengaja dia menjambak semua rambut anak itu membuat Darren langsung terperanjat. Lelaki itu berusaha bangkit dari tanah. Rasanya, dia ingin sekali menggapai putrinya.


"Tidak, aku mohon tolong jangan lukai putriku." Lagi-Lagi, Darren hanya bisa membatin saat melihat apa yang dilakukan Rush pada Theresia dan bug! Tiba-Tiba, Rush menendang kursi yang di tempati oleh Theresia hingga kursi itu terjatuh, termasuk Theresia yang juga ikut terjatuh.


Saat melihat Theresia terkapar, sedetik kemudian Theresia mengalami kejang dan ketika melihat Theresia seperti itu, Darren berusaha bangkit untuk menyelamatkan putrinya.


'Tuhan, tolong selamatkan putriku,' batinnya, untuk pertama kalinya melibatkan Tuhan dalam hidupnya, karena selama ini dia tidak pernah percaya akan hadirnya Tuhan, tapi sekarang hanya Tuhan yang bisa menolong Theresia.


Seketika itu juga, Darren merasa kekuatannya berkumpul hingga pada akhirnya lelaki itu pun berhasil bangkit dari tanah. Hal ini membuat Rush tertawa.

__ADS_1


"Wah, ternyata putrimu memberikan tenaga untukmu," kata Rush lagi. Melihat Theresia kejang, Rush semakin mengencangkan tawanya lalu setelah itu mengangkat kakinya berniat untuk kembali menendang kursi tersebut, tapi dengan cepat Darren langsung berlari ke arah Rush kemudian menerjang tubuh lelaki itu hingga sekarang Darren berada di atas tubuh Rush, sedangkan Rush sama sekali tidak memperkirakan gerakan Darren, hingga dia tidak sempat untuk melawan.


Seketika, Darren langsung mengambil pistol dari saku Rush, kemudian dia menembakkannya pada anak buah Rush yang bersiap untuk menghampirinya dan setelah itu, dia juga langsung menembak kaki Rush.


Setelah selesai, Darren langsung melemparkan pistol kemudian dia berlari ke arah Theresia yang sedang kejang.


"Theresia, Theresia," panggil Darren. Dia menegakkan kursi, langsung membuka ikatan Theresia karena ikatan Theresia begitu kencang. Darren berlari ke arah tadi dia melemparkan pistol, lalu setelah itu dia menembak ikatan di tubuh Theresia hingga terlepas dengan cepat.


Darren membopong tubuh Theresia. Langkah demi langkah yang dilalui Darren dipenuhi dengan ketakutan. Di dalam pelukannya, Theresia tidak berhenti kejang. Dia tidak akan memaafkan dirinya jika terjadi sesuatu dengan Theresia.


Darren masuk ke dalam mobil kemudian dia langsung mendudukkan Theresia di kursi, lalu memakaikan sabuk pengaman untuk gadis kecil itu dan setelah itu, Darren pun langsung memutari mobil kemudian dia menyalakan dan menjalankan mobilnya dengan kecepatan penuh.


Saat menyetir, Darren berusaha untuk mempertahankan kesadarannya karena rasanya kepalanya sudah memberat. Namun, dia selalu dia berusaha untuk menguatkan dirinya dan setelah melewati perjalanan yang cukup panjang, akhirnya mobil yang dikendarai oleh Darren sampai di rumah sakit.


Lelaki itu pun dengan cepat turun dari mobil kemudian dia membawa Theresia untuk masuk ke dalam rumah sakit. Namun saat akan ke UGD, tiba-tiba Darren menghentikan langkahnya saat tubuh Theresia terkulai di pelukannya, tidak lagi kejang. Seketika rasa panik melanda.


Darren pun kembali berlari ke unit gawat darurat, lalu setelah itu Darren langsung berteriak memanggil tim medis, hingga beberapa orang langsung menghampir di instalasi gawat daruratm


Suasana di penuhi dengan ketegangan dan setelah dokter datang, Perawat langsung mengambil alat pacu jantung untuk memacu detak jantung Theresia kembali, sedangkan Darren sedari tadi hanya melihat putrinya dengan tubuh yang lemas .


"Theresia, Daddy mohon, bangun. Daddy akan melakukan apapun untukmu," hanya itu yang Dareen pikirkan saat melihat Thersia. Namun tak lama, tubuh Darren terkulai lemas ketika dokter menyatakan bahwa Theresia sudah menghembuskan napas terakhir.


"Tidak, Dokter berbohong, 'kan?" tanya Darren ketika dokter mengatakan pada Darren bahwa detak jantung Theresia sudah berhenti. Seketika Darren langsung mencengkeram kerah jas dokter tersebut.


"Selamatkan putriku! Selamatkan dia!" Darren berteriak, tapi dokter tidak bisa berbuat apa-apa hingga Darren langsung menghempaskan tubuh dokter itu, dia mengambil alat untuk putrinya hingga dokter dengan cepat merebutnya dari Dareen dan kembali berusaha menyelamatkan Theresia.


Detak jantung Theresia masih belum kembali walaupun dokter sudah berusaha sedari tadi, dan tepat ketika dokter menjauhkan alat pemacu jantung dari tubuh Theresia karena sudah yakin Theresia tidak akan kembali, alat monitor kembali berbunyi. Jantung Theresia kembali berdetak, sepertinya gadis kecil itu kembali selamat dari maut dan ketika melihat itu, Darren langsung ambruk di lantai. Rasa lega menghinggapinya.


Sedetik kemudian, Darren kehilangan kesadarannya. Semua tim medis yang ada di sana dibuat panik lagi.


***


Darren terbangun dari tidurnya, dia melihat ke sekelilingnya. Tempat ini begitu asing, Dia berada di sebuah pantai yang tidak ada siapa-siapa.


"Daddy." Tiba-Tiba, terdengar suara Theresia memanggilnya hingga Darren tersenyum. Kali ini, Darren yang berlari ke arah putrinya.


"Theresia," panggil Darren. Dia langsung menggendong tubuh Theresia lalu mengayunkan ke udara membuat Theresia tertawa dan ketika mendengar suara putrinya, mata Darren langsung berkaca-kaca lalu dia menurunkan Theresia.


"Kau sedang apa di sini?" tanya Darren. Dia duduk di pasir diikuti Theresia yang juga ikut duduk. Gadis kecil itu tidak menjawab, dia malah bermain pasir membentuk istana membuat Darren mengerutkan keningnya. Kenapa Theresia tidak menjawab?


"Theresia," panggil Darren.


Theresia mengangkat kepalanya, tapi Darren bingung karena tiba-tiba wajah putrinya membasah seperti ingin menangis.


"Daddy, apa kau tahu betapa kesepiannya aku selama ini?" tanya Theresia, hingga bulir bening langsung terjatuh dari pelupuk mata Darren.

__ADS_1


"Theresia," panggil Darren lagi


"Kenapa Daddy hanya memikirkan Tristan, Tristan dan Tristan saja?" tanyanya. Tiba-Tiba, raut wajah Theresia berubah menatap Darren dengan tatapan marah. Seketika, Theresia berlari membuat mata Darren membulat karena Theresia berlari ke arah laut.


“Theresia!” teriak Dareen.


Darren membuka matanya, ternyata barusan dia hanya bermimpi. Dia melihat ke sekelilingnya yang dipenuhi warna putih, aroma obat menguat di hidungnya. Sejenak, Darren tidak ingat apa yang terjadi, tapi sepersekian detik, dia mengingat semuanya.


Seketika, Darren turun dari brangkar, kemudian dia menghentikan gerakannya sejenak karena kepalanya terasa berputar-putar, hingga pada akhirnya dia langsung berlari keluar ruangan dan menjelajahi ruangan satu persatu, mencari keberadaan putrinya hingga dia pun langsung bertanya pada resepsionis, di mana ruangan Thresia.


Saat masuk kedalam ruangan Theresia, Darren dengan cepat menghampiri brankar kemudian dia menatap wajah Theresia. Sedetik kemudian, tubuh Darren ambruk memeluk putrinya. Dia meraung memanggil nama Theresia. Sepertinya apa yang terjadi barusan menyadarkan bahwa dia takut kehilangan Theresia.


***


Shelby mengendarai mobilnya dengan kecepatan penuh. Dia tidak mempedulikan tubuhnya yang sedang drop. Rasanya dia ingin segera sampai di rumah sakit.


Barusan, Salsa meneleponnya, mengatakan bahwa Theresia masuk rumah sakit dan sepertinya tadi Darren meminjam telepon rumah sakit untuk menelepon Salsa, karena hanya nomor Salsa yang dia hapal, sedangkan ponselnya tertinggal di mobil.


Darren meminta Salsa datang dan meminta Salsa untuk menelepon Shelby dan Setelah Shelby mengetahui hal itu, dia langsung menyusul ke rumah sakit.


Di dalam pikiran Shelby, dia menyangka ini semua karena Darren. Hari ini adalah hari ayah dan dia yakin mood Theresia memburuk hingga ada di rumah sakit. Berpikiran seperti itu saja membuat Shelby murka, apalagi jika Shelby tahu apa yang terjadi pada Theresia.


Setelah melewati perjalanan yang cukup panjang, akhirnya mobil yang dikendarai oleh Shelby sampai di rumah sakit. Dia pun langsung bergegas turun kemudian dia langsung bertanya pada resepsionis tentang ruangan Theresia. Setelah mengetahui ruangan anaknya, Shelby langsung berjalan ke arah lift untuk naik ke lantai atas.


Setelah berada di depan ruangan yang disebutkan oleh resepsionis, Shelby langsung membuka pintu. Di sana hanya ada Darren karena Salsa belum tiba, dan ketika Shelby masuk, Darren langsung menoleh. Tatapan mata Shelby teralih pada Darren, hingga emosi Shelby meledak. Wanita itu langsung menghampiri Darren.


Plak!


Satu satu tamparan mendarat di pipi pria itu. Shelby menampar Darren dengan keras.


"Kenapa kau terus seperti ini?" teriak Shelby, dia lalu memukul-mukul dada Darren. "Jika kau tidak suka padaku, kenapa kau harus terus melampiaskan pada putriku? Apa kau akan puas ketika dia meninggal?!" Shelby kembali berteriak di hadapan wajah Darren.


Untuk pertama kalinya Darren tidak merasa emosi ketika Shelby menamparnya dan memukul tubuhnya. Dia malah menatap Shelby dengan tatapan yang membasah.


Sebelum Shelby datang, Darren terus menatap wajah Theresia hingga dia teringat dengan Shelby. Tidak bisa dibayangkan betapa sulitnya Shelby mengurus Theresia selama ini, sedangkan dia sendirian.


Pada akhirnya, Darren menyadari bahwa dia menjadi manusia yang sangat buruk, dia juga menyadari tentang apa yang dilakukan oleh Rush.


Rush melakukan ini karena dendam dan semua kelakuan-kelakuan di masa lalu berputar-putar di otaknya hingga pada akhirnya lelaki itu mencapai titik rasa sesal yang dalam, dia sadar betul sedari dulu tidak ada hal baik yang dia lakukan.


Dalam satu jam, pandangan tentang Shelby berubah. Selama ini Shelby adalah wanita yang kuat yang membesarkan putrinya seorang diri, bahkan wanita itu memilih untuk bekerja daripada memanfaatkan fasilitas yang diberikan oleh kedua orang tuanya. Dan itu semakin menambah penyesalan Dareen, hingga dia pun ingin memperbaiki hubungannya dengan Shelby.


Shelby terus memukuli dada Darren karena dia terlalu emosi, untuk kesekian kalinya Theresia kembali di rumah sakit karena ulah suaminya dan tak lama, Salsa masuk ke dalam ruangan. Rupanya dia baru saja tiba, dan dengan cepat Salsa langsung menahan tubuh Shelby agar tidak memukuli Darren.


Ketika Salsa memeluk tubuhnya, Shelby berhenti meronta. Dia menetap Darren dengan tatapan sendu.

__ADS_1


"Darren, sebenci itu kau kepada Theresia sampai kau melukai Theresia seperti ini?" tanya Shelby, dan detik itu pula Darren menekuk kakinya. Dia berlutut di hadapan istrinya. hingga ....


__ADS_2