
Tristan menghentikan niatnya yang akan melanjutkan perjalanannya ke pengisian bensin kala melihat Bella terduduk di trotoar, terlihat jelas bahwa Bella begitu lelah dan pada akhirnya, hati nurani Tristan terguncang, dia pun memutuskan untuk menghampiri wanita itu.
“Bella!” panggil Tristan ketika dia sudah berada di depan Bella. Bella yang sedang mengistirahatkan tubuhnya langsung menoleh.
“Tristan," lurih Bella. Tristan turun dari motor, kemudian dia langsung mendudukkan diri di sebelah Bella.
“Bella, kau sedang apa di sini?” tanya Tristan nadanya sudah tidak sekesal tadi. Padahal beberapa menit yang lalu, dia sempat kesal karena mengingat tadi siang Bella menolak pertolongannya.
Bella tersenyum. “Aku hanya sedang menikmati angin malam," dusta Bella. Sebenarnya dia sedang mencari ayahnya yang di sembunyikan ibu tirinya.
Awalnya kehidupan Bella tidak seperti ini, dulu ibunya meninggal saat dia masih kecil hingga ayahnya bertemu dmFenny sekarang menjadi ibu tirinya. Awalnya Fenny tidak mau menikah lagi, tapi karena saat itu Feni mendekatinya dan sedang mengajaknya main bersama Molly, hingga membuat dia nyaman.
Akhirnya bela menyuruh ayahnya untuk menikah karena dia ingin keluarga yang utuh. Namun setelah beberapa tahun hidup damai dan ketika menginjak remaja Bella harus kehilangan kedamaiannya Kala sang ayah sudah sakit-sakitan dan Tiba-tiba menghilang, dan 3 tahun terakhir dia tidak tahu ayahnya di mana
Tentu saja itu disembunyikan oleh ibu tirinya, rupanya Fenni mengetahui bahwa semua harta suaminya jatuh pada Bella. Itu sebabnya setelah mengetahui itu, Fenny langsung menyekap suaminya, apalagi suaminya sudah sakit-sakitan.
Dan di situlah penderitaan di mulai, secara blak-blakan Feni mengatakan pada Bella, bahwa dia lah yang menyembunyikan ayahnya, dan saat itu Bella dipaksa untuk menuruti semuanya. Fennh merasa bahwa dia harus membuat Bella lemah, sebab jika Bella kuat dan mengetahui tentang warisan itu, sudah di pastikan Bella yang akan menendang mereka. Itu sebabnya Bella selalu menurut pada ibu dan Kaka tirinya. Sebab, jika Bella memberontak, ibu tirinya akan melenyapkan ayahnya.
Setiap malam, Bella selalu mencari ayahnya, walaupun tidak tahu ayahnya di mana. Tapi bela selalu menyisir jalanan, dia aakan kembli pada dini hari itu pun tidak langsung tidur. Dia harus mengerjakan pekerjaan rumah.
Semua kebahagiaan terenggut, dia tidak pernah lagi mendapat jatah bulanan yang seperti dulu di mana sekarang dia hanya mendapatkan uang yang pas-pasan, berbeda dengan Molly yang tentu saja menguasai semuanya. Bahkan pakaian Bella pun bisa dibilang sangat biasa, berbeda dengan Kaka tirinya yang selalu glamor.
“Kau sedang mencari sesuatu kan?” tanya Tristan.
Rasanya, Bella ingin meminta bantuan pada Tristan atau pun orang lain. Tapi satu saja orang yang tahu tentang apa yang terjadi, nyawa ayahnya dalam bahaya.
“Tidak, Tristan. Aku hanya mencari angin malam.” jawabnya. Bella pun bangkit dari duduknya. “Kalau begitu sampai jumpa Tristan.” pamit Bella. “Ayo aku antarkan kau pulang," ajak Tristan.
“Tidak usah, Tristan terima kasih.” Dengan cepat, Bella pun langsung berjalan begitu saja meninggalkan lelaki itu, hingga pada akhirnya Tristan menggeleng.
“Kenapa wanita rumit sekali,” ucap Trista. Lelaki itu pun memilih untuk menyeberang kembali dan pergi ke pengisian bensin.
5 tahun kemudian.
Waktu berlalu begitu cepat, tidak terasa Ini sudah 5 tahun berlalu. Lima tahun berlalu, tidak banyak terjadi dengan keluarga Dareen dan Shelby. Sekarang, Dareen dan Shelby menjalani hidupnya dengan bahagia bersama keempat anak mereka.
Theresia dan Tristan sudah lulus kuliah, Theresia memutuskan untuk melanjutkan pendidikannya sedangkan Trista. lebih memilih untuk melanjutkan kedudukan sang ayah yaitu menjadi pemimpin perusahaan.
Waktu menunjukan pukul 11.30 siang, Tristan menyandarkan tubuhnya ke belakang, lelaki tampan itu baru saja selesai mengerjakan pekerjaannya. Dia berencana untuk mengajak Bella makan siang bersamanya. Dua tahun lalu, setelah mereka lulus kuliah pada akhirnya cinta Tristan terbalas, di mana Bella mulai menerima cinta lelaki itu.
Tapi tentu saja mereka berpacaran diam-diam, agar Molly dan ibunya ibu tirinya tidak mengetahui tentang mereka, tapi walaupun begitu Bella tidak pernah memberitahukan pada Tristan apa yang sebenarnya terjadi dengan hidupnya.
Sebelum menerima Trista, Bella sudah terlebih dahulu menyukai lelaki itu,.hanya saja dia terlalu ragu untuk melangkah apalagi kakaknya selalu mengejar-ngejar Tristan. Tapi bela mengalami titik lelah dalam hidupnya, di mana dia tidak pernah berhasil menemukan sang ayah hingga pada akhirnya dia memutuskan untuk menerima Tristan sebagai pelipur laranya dan mengajukan syarat pada Tristan agar mereka berpacaran secara diam-diam.
Tentu saja Tristan yang sudah sedari dulu mengejar Bella setuju yang terpenting Bella. menjadi miliknya.
__ADS_1
Tristan pun bangkit dari duduknya lelaki tampan itu langsung memakai jasnya, lalu menyambar kunci mobil dan keluar dari ruangannya dan sekarang di sinilah Tristan berada, di sebuah restoran yang tidak jauh dari kantornya. Dia sengaja memesan restoran yang privat karena tentu saja agar tidak ada yang tau mereka bertemu berdua
Ternyata saat Tristan masuk, Bella sudah duduk di kursi. Tristan mengerutkan keningnya, ketika melihat wajah Bella dia melihat wajah kekasihnya yang tampak pucat.
“Sayang!” panggil Tristan hingga Bella tersadar Bella langsung menoleh kemudian tersenyum hingga Tristan pun langsung menghampiri Bella. Lalu setelah itu mencium kening kekasihnya.
“ Apa ada yang kau pikirkan?” tanya Tristan. Bella menggeleng.
“Tidak Tristan.” Tristan pun menarik kursi kemudian dia mendudukkan dirinya. Lalu setelah itu dia menggenggam tangan Bella karena dia tahu sedang ada yang dipikirkan oleh kekasihnya.
“Apa ini tentang Molly? apa dia membuat ulah lagi?” tanya Tristan, dia pernah menawarkan Bella Bella pindah dari rumahnya dan Tristan juga bersedia untuk menanggung semuanya, karena tentu saja dia mempunyai harta berlimpah.
Tapi, karena Bella masih belum tahu ayahnya di mana hingga Bella menolak dan kemarin Molly mengatakan sesuatu padanya, di mana Bella harus mendekatkan dia dengan Tristan, tentu saja Molly mengatakan itu karena Bella sekarang bekerja di cafe milik Tristan.
Sebenarnya, Tristan membeli cafe itu untuk Bella. agar Bella tidak bekerja di tempat lain. Molly tidak protes ketika Bella bekerja di cafe Trsitan, karena Molly berpikir, dia bisa memanfaatkan adik tirinya untuk mendekati Tristan.
Dan naasnya kemarin dia kembali mendapat tekanan dari Molly, bahwa jika dia tidak berhasil menyatukan Moli dan Tristan, ayahnya benar-benar tidak akan selamat. Dan jika Molly bisa berhasil bersama Tristan, Molly menjanjikan akan membebaskan Ayah Bella. Dan sekarang, itu menjadi Dilema untuk Bella, di sisi lain dia mencintai Tristan. Tapi, jika Molly tidak bersama dengan kekasihnya dia tidak akan pernah bertemu dengan sang ayah.
Semalam Bella sudah banyak berpikir, dia ingin berbicara dengan Tristan meminta Tristan untuk menikah dengan kakaknya. Tapi dia bingung bagaimana caranya mengatakannya. Tristan adalah penyemangatnya dan semenjak berpacaran dengan Tristan Bella tidak pernah lagi menangis sendirian dia merasa mempunyai obat lukanya, lelaki di sampingnya ini rela melakukan apapun untuknya, Tristan benar-benar lelaki idaman , dan sekarang dia harus minta Tristan untuk menikah dengan kakaanya, mengorbankan perasaan lelaki itu. Sungguh, rasanya Bella tidak kuasa mengatakan apa yang akan dia katakan sekarang.
“Apa ada yang mengganggu pikiranmu?” tanya Tristan. Seperti biasa, nada suara lelaki itu begitu lemah lembut.
“ Ayo kita makan dulu," jawab Bella, kebetulan dia sudah memesan makanan. Tristan menyangga wajahnya dengan tangan, kemudian dia menatap wajah Bella. Entah dulu atau sekarang dia tidak pernah bosan menatap wajah kekasihnya.
Bella adalah cinta pertama lelaki itu, hingga apapun yang berhubungan dengan Bella membuat Tristan tergila-gila. “Kenpa kau menatapku seperti itu?” tanya Tristan Bella.
“Sayang kau kenapa?" tanya Tristan. “Apa aku menyakitimu?" Tanya Tristan hingga Bella menghapus air matanya, kemudian menggeleng. Dan tak lama pintu diketuk, ternyata pelayan datang membawamakanan.
“Tristan aku ingin mengatakan sesuatu?” ucap Bella ketika mereka selesai makan
“Hmm, katakanlah,” jawab Tristan. “Apa kau ingin kita menikah secepatnya?” goda Tristanm
“Menurutmu bagaimana dengan Molly?" Tristan mengerutkan keningnya ketika mendengar pernyataan dari Bella. Kenapa tiba-tiba Bella malah membahas Molly.
“Kenapa kau membahas dia? apa dia melakukan hal yang menyakitkan?" Tanya Tristan. “Apa perlu aku yang maju," ucapnya lagi, membuat Bella semakin ingin menangis. Namun dengan cepat, Bella menggeleng.
“Tristan!” panggil Bella. “Kau mencintaiku, kan?” tanya Bella lagi. Tristan menggenggam tangan Bella, karena sepertinya Bella benar-benar akan menyampaikan.
“Tristan, Jika kau mencintaiku, apa kau mau menikah dngan molly?" Tanya Bella. Sedetik kemudian dia memejamkan matanya karena taku melihat reaksi Tristan.
Seketika Tristan tertawa, karena pertanyaan Bella abegitu lucu. ”Kau ini kenapa membuat bercanda seperti ini," ucap Tristan. Tentu saja Ini begitu lucu di mata Lelaki itu. Jelas -jelas dia mencintai Bella. mereka sudah berhubungan selama 2 tahun, tapi sekarang tiba-tiba tidak ada angin tidak ada api Bella mengatakan menyuruhnya untuk menikah dengan molly.
“ Tristan Aku serius. Jika kau mencintaiku, tolong nikahi molly.” Seketika raut wajah Tristan berubah wajah lelaki itu menjadi menggelap, dia tidak mengerti dengan apa yang diucapkan oleh Bella. Amarah langsung langsung menghantam Tristan.
“ Kau pikir kau siapa, berani mengaturku seperti itu?' kali ini Tristan benar-benar tidak bisa menahan emosinya, dia merasa perjuangan yang selama ini dia lakukan untuk bela sia-sia.
__ADS_1
Tristan bangkit dari duduknya. “Kita bertemu lagi setelah aku tenang,” ucap Tristan. Setelah itu lelaki itu pun langsung pergi keluar dari ruangan tersebut.
Tristan adalah lelaki yang berhati sangat lembut. Tapi dia paling benci ketika perasaannya disepelekan seperti ini, hingga saat Bella mengatakan itu, dia langsung perg.
Bella menunduk, kemudian wanita cantik itu menangis. Sekarang bagaimana dia harus menghadapi Molly di satu sisi lain dia ingin ayahnya kembali tapi di sisi lain dia juga tidak tega mengorbankan Tristan.
***
Tristan masuk ke dalam rumah. Entah kenapa mood bekerjanya menjadi hilang ketika mendengar ucapan Bella. Mana mungkin wanita yang dia cintai mengorbankannya.
“ Kau kenapa?” tanya Theresia yang bertanya ketika Tristan masuk.
“Diam, aku sedang tidak ingin diganggu," ucap Tristan.
“Cih, siapa juga yang akan mengganggumu."
“ Kakak!” panggil Iriana yang tak lain adik bungsu mereka yang berjenis kelamin perempuan. Tristan tersenyum, seperti biasa di depan adik-adiknya dia selalu bersikap manis kecuali pada Theresia. Dia tidak pernah menampilkan amarahnya pada keduanya adiknya.
“Bagaimana hari pertama di sekolahmu?" tanya Tristan
“Cih, dia bahkan tidak pernah ramah padaku?” kata Theresia yang melihat interaksi Tristan dan kedua adiknya.
“Hmm, baik."
“Ya sudah kalau begitu, Kakak naik ke kamar dulu. Nanti kita bermain," jawabnya lagi Hingga Iriana mengangguk dan Tristan pun melanjutkan langkahnya untuk pergi ke kamar.
***
“Bella Bagaimana apa kau sudah berbicara dengan Tristan?” tanya Molly ketika Bella masuk ke dalam rumah..
Bella tampak ketakutan. “Sudah," Jawab Bella. wajah Molly berbinar saat mendengar ucapan adik tirinya.
“Baguslah bagaimana tanggapan Trista?" tanya Molly lagi.
“Aku tidak tahu, dia langsung keluar dari cafe setelah aku mengatakan itu. Mungkin dia merasa bahwa keinginanmu tidak masuk akal.”
Tiba-tiba, Molly maju kemudian wanita cantik itu langsung berjalan ke arah Bella. Lalu setelah itu, dia menjambak rambut Bella dan mendorong tubuh adiknya hingga Bella tersungkur.
“Seharusnya kau membujuk Trsitan lebih keras, kau ingin ayahmu mati sia-sia! Dan berani sekali kau mengatanan keinginanku keinginankku tak masuk akal. ” teriak Moli.
“Ada apa ini?” tiba-tiba Feni datang dari arah belakang.
“Mommy, dia mengatakan keinginanku untuk menikah dengan Trsitan dalah hal yang bodoh. Sudah Mommy tidak usah beritahu di mana ayahnya, biarkan saja ayahnya sekarat, atau berikan saja obat dengan dosis tinggi.x
mata Bella membulat saat mendengar ucapan. Molly, dia langsung melihat ke arah Kakak tirinya ”Dosis tinggi, apa kalian memberikan obat apa pada ayahku!” teriak Bella dia baru tau bahwa ayannya di berikan obat. Dan Bella yakin itu adalah obat yang bahaya.
__ADS_1
.
“Itu bukan urusanmu, cepat bujuk Tristan, untuk menikah dengan Molly jika tidak kau akan tau akibatnya.”