Tatap Aku, Lelakiku!

Tatap Aku, Lelakiku!
Hukuman


__ADS_3

Gengs maaf baru update. Sebenarnya mau update dari kemarin tapi like komen sama ga ada yang vote. jadi gas yu vote like sama komennya


Agnia tersenyum saat melihat Selo kesulitan untuk bergerak, sepertinya obat yang dia berikan sudah bereaksi. Kini, tidak akan ada lagi yang menolong suaminya, dan dia akan mengantarkan Selo pada keluarganya.


Dia juga bisa lepas dari tugas yang diberikan oleh lelaki yang selama ini memerintahkannya. Tidak peduli lelaki itu murka atau tidak, yang terpenting dia sudah lepas dari Sello.


Dia bisa menjalani kehidupannya dengan normal, tanpa terbebani apa pun, dan juga dia bisa mendapatkan uang dengan cara yang lain. Setelah cukup lama memperhatikan Selo, Agnia langsung masuk kedalam kamar untuk menghampiri Sello, sedangkan Sello yang kesulitan untuk bergerak langsung menetap ke arah Agnia.


Tatapan matanya meminta tolong pada istrinya. Namun, seketika Aghnia tertawa. “Kenapa Sello, kau tidak bisa bergerak?” tanya Agnia, wajahnya menatap Sello dengan tatapan meledek.


“Sial! Kau pasti memasukkan obat lagi ke dalam makananku.” Sello membatin dia ingin berteriak dan mengamuk pada istrinya. Tapi tentu saja tidak bisa.


Melihat tatapan Sello, Agnia duduk di samping suaminya, wanita itu kemudian mengelus pipi Sello.


“ Selo kau ingin mendengar rahasia yang selama ini aku sembunyikan?’ Tanya Aghnia yang melihat Sello. Lalu setelah itu, mengelus pipi suaminya.


“Aku akan memberitahukanmu yang sebenarnya. Sebenarnya saat kita pertama dekat dan kau menjagaku ketika aku sakit kanker, itu semuanya hanya kebohongan.


Saat itu aku tidak sakit kanker. Aku hanya ingin menarik perhatianmu agar kau yang akan menikah menjauhi Bianca, dan kau tau selain karena aku ingin hartamu aku juga di perintah oleh ....”

__ADS_1


Mata Sello membuat saat mendengar ucapan Aghnia, dia juga begitu terkejut saat mendengar siapa yang menyuruh Aghnia. Tiba-tiba, dia teringat saat dulu Agnia mempunyai sakit kanker dan Selo yang saat itu hanya sebatas peduli sebagai teman mendadak terhanyut karena kasihan pada Agnia jatuh terperangkap dalam kebohongan Agnia.


Hingga dia mengacuhkan Bianca yang saat


itu akan menikah dengannya dan dia juga meninggalkan Bianca ketika mereka sudah melangsungkan pernikahan dan sekarang penyesalan semakin menjadi-jadi, ketika mendengar apa yang Aghnia katakan.


“Kau terlalu naif, selama ini aku tidak pernah mencintaimu. Aku hanya mencintai uangmu, seharusnya saat itu kau lebih berhati-hati bodoh, jangan sampai kau ketahuan oleh Bianca maupun keluargamu, dan sekarang karena kau sudah miskin dan tidak punya apa-apa aku akan mengembalikanmu pada kedua orang tuamu,” jawab Aghnia sambil tertawa.


Sedangkan Sello yang tadinya sudah mati-matian untuk berusaha bergerak, mendadak terdiam, tubuhnya langsung melemah saat mengetahui yang sebenarnya


Tiba-tiba wajah Bianca terlintas lagi di otaknya, kilasan-kirasan kenangannya dengan Bianca dari awal mereka bertemu sampai menikah kembali menubruk otak Sello.


“Kenapa Selo, kau menyesal telah meninggalkan Bianca? Ayo kejar Bianca sekarang Tapi aku tidak yakin Bianca mau dengan lelaki cacat sepertimu," ucap Agnia di sertai tawa yang menggelegar.


Agnia bangkit dari duduknya, kemudian dia langsung mengutak-atik ponselnya. “Bawa masuk sekarang,” ucap Agnia ternyata ada seseorang yang menunggu di luar dan membawa kursi roda untuk Selo.


Tak lama pintu kamar terbuka, seseorang masuk sambil membawa kursi roda hingga Agnia menoleh ke arah Sello. “Selamat tinggal Sello, sekarang kau akan kembali ke keluargamu,” ucap Aghnia, wajahnya menatap Sello dengan tatapan menghina.


“Angkat dia sekarang!” titah Aghnia, lelaki mengangguk. Sello yang tubuhnya lemas tidak berdaya tidak bisa berbuat apapun, dia dibopong dan didudukkan di kursi roda. Lalu setelah itu didorong.

__ADS_1


Saat akan keluar, Aghnia menghampiri Sello terlebih dahulu. “Aku tidak yakin kau bisa bergerak, sebenarnya aku tidak ingin berbuat jahat padamu. Tapi aku hanya ingin membantu Bianca untuk mendaratkan karma padamu,” jawab Agnia tanpa tahu malu. Sedangkan Sello benar-benar merasa tidak berdaya, dia bahkan tidak tidak bisa menggerakkan kepalanya.


“Bawa dia, antarkan ke rumahnya!” ucap Agnia, lelaki itu pun menggangguk, kemudian mendorong kursi roda dan Aghnia pun langsung tertawa.


Agnia merogoh ponselnya, kemudian menelpon lelaki yang selama ini menyuruhnya. “Aku tidak ingin ada urusan apapun lagi dengan Sello. Aku sudah memulangkan Sello ke rumah kedua orang tuanya.”


“Apa!” Lelaki itu terpekik di seberang sana, dia bahkan berteriak. Selama ini dia menginginkan Sello tetap bersama Agnia agar Selo tidak ada kesempatan untuk kembali pada Bianca. Tapi lihatlah, Aghnia yang selamanya disuruh dan orang yang selama dia bayar mahal malah malah membebaskan Sello


“Kau ...”


“Jangan marah padaku, aku tidak Butuh uangmu lagi. Dengan cepat, Aghnia mematikan panggilan telepon tersebut. Kemudian wanita itu langsung masuk ke dalam kamar untuk mengemasi pakaiannya. dia akan pergi ke luar negeri untuk tinggal di sana, karena yakin pasti lelaki yang selama ini menyuruhnya tidak akan tinggal diam.”


“Saat berada di dalam mobil, Sello hanya bisa menangis, lelaki tampan itu terus mengingat Bianca. “Bianca maafkan aku, ampuni aku.” Sello. membatin. Namun tak lama, dia tersadar. Bagaimana dia akan mengejar Bianca ketika kondisinya seperti ini.


Setelah melewati perjalanan yang cukup panjang, akhirnya mobil yang ditumpangi oleh Selo sampai di dekat Mansion. Lelaki itu menurunkan kursi roda, membopong tubuh Selo dan mendudukan Sello di sana. Setelah itu, lelaki itu kembali masuk ke dalam mobil lalu meninggalkan Selo.


Sayangnya Selo tidak diantarkan ke dalam mansion, karena penjagaan Mansion begitu ketat, Selo ditinggalkan di pinggir jalan dengan kondisi sepi, karena hari sudah sangat larut.


Hingga selalu hanya bisa menangis karena dia begitu tidak berdaya, bahkan untuk berbicara pun dia tidak bisa. Tubuh Sello kedinginan, dia ingin memeluk tubuhnya tapi tangannya tidak bisa digerakkan.

__ADS_1


Tak lama, gerimis mulai datang dan satu menit kemudian hujan mulai membasahi bumi dan juga tentu membasahi tubuh Sello, tidak ada yang bisa selalu lakukan selain hanya bisa terdiam kaku di kursi roda dengan tubuh yang tidak berdaya. Bahkan dia tidak bisa mengusap wajah yang terkena air hujan. hingga dia hanya bisa memejamkan matanya agar tidak pedih.


__ADS_2