Tatap Aku, Lelakiku!

Tatap Aku, Lelakiku!
Pulang


__ADS_3

Mayra melepaskan pelukannya dari Tommy kemudian dia mengelus dan menghapus air mata suaminya.


"Dad, pasti Salsa akan memaafkanmu. Aku tahu kalian di sini tidak bersalah, Salsa yang tidak tahu apa-apa dan kau yang merasa khawatir, jadi berikan Salsa kesempatan untuk sendiri. Aku yakin, dia pasti akan pulang. Aku akan berusaha meyakinkannya," kata Mayra lagi hingga Tommy pun mengangguk.


"Kau sudah makan?" tanya Mayra.


Tommy menggeleng. "Tidak, aku belum makan. Aku sedang tidak nafsu, aku masih terus terpikirkan Salsa," jawab Tommy.


"Ayo makan, kesehatanmu nanti bisa memburuk, bagaimana kau akan membujuk salsa jika kau sakit?" bujuk Mayra.


"Ya sudah kalau begitu, kita makan di luar," ajak Tommy.


Mayra pun bangkit kemudian disusul Tommy yang juga ikut bangkit, lelaki itu langsung memakai jasnya kemudian menyambar kunci mobil, dan setelah itu dia mengulurkan tangannya pada Mayra, lalu mereka pun keluar dari ruangan Tommy.


***.


"Ah, Kakak, pelan-pelan," ucap Salsa ketika Alice mengobati tangannya. Ternyata, tangan Salsa semakin membengkak bahkan terlihat merah bercampur membiru.


"Ayo kita ke rumah sakit saja, kau harus ditangani," ucap Alice. Namun, Salsa langsung menolak.

__ADS_1


"Jika ke rumah sakit, nanti gelangku akan dicabut," kata Salsa lagi.


Alice menggeleng. "Sebenarnya, kenapa tanganmu bisa seperti ini?" tanya Alice karena memang Salsa belum menceritakan semuanya. Salsa tiba-tiba teringat betapa kerasnya Tommy menghempaskan tangannya. Sebenarnya, wajar Salsa bersikap seperti ini. Bukan dia tidak tahu terima kasih karena Tommy menyayanginya, tapi mana ada anak yang tidak sakit hati dibentak di hadapan orang lain bisa baik-baik saja. Setidaknya, Salsa butuh waktu untuk sendiri, toh dia juga tidak membenci Tommy, hanya saja dia ingin menenangkan dirinya, jadi tidak ada yang berhak untuk menghujat Salsa.


"Katakan, sebenarnya ada apa? Tidak mungkin tanganmu seperti ini jika hanya terjatuh, pasti ada alasan lain, 'kan?" tanya Alice.


Salsa menunduk kemudian mengangguk.


"Lalu katakan, kenapa?" tanya Alice lagi dan pada akhirnya, Salsa pun menceritakan semuanya membuat Alice menggeleng kemudian menghela napas.


"Kaka mengerti apa yang kau rasakan," ucap Alice.


"Jangan suruh aku pulang," kata Salsa lagi.


"Tidak, mana mungkin aku membenci Daddy, dia yang selama ini ada di sampingku daripada ...." Tiba-Tiba, Salsa menghentikan ucapannya, hampir saja dia keceplosan saat akan menyebutkan nama Adrian membuat Salsa menurunkan tatapannya.


"Daripada apa?" tanya Alice.


"Tidak, tidak apa-apa," kata Salsa.

__ADS_1


Tak lama, Alice dan Salsa langsung menoleh ke arah samping di mana terdengar suara derap langkah dan ternyata Adrian yang datang.


"Salsa, tanganmu kenapa?" Adrian langsung datang ke arah Salsa ketika melihat tangan putrinya terluka, tapi dengan cepat Salsa menyembunyikan tangannya.


"Tidak apa-apa," jawab Salsa.


"Kau kenapa, apa ada yang melukaimu?" tanya Adrian lagi.


"Aku terjatuh," jawab Salsa berbohong.


Alice mengerutkan keningnya ketika melihat reaksi Salsa. Tunggu, ada yang aneh dengan adiknya.


***


Satu minggu kemudian.


Tommy membuka pintu lalu tak lama, dia menjatuhkan gelas yang ada di tangannya ketika melihat Salsa di depannya.


"Salsa," panggil Tommy.

__ADS_1


"Halo, Dad," ucapnya dengan ragu, dia berusaha untuk berbicara dengan sang ayah karena mendengar nasehat dari Mayra.


Bukannya menjawab, Tommy malah maju kemudian dia memeluk putrinya.


__ADS_2