
Mobil yang dikendarai Roland Akhirnya sampai di pantai, Bianca langsung membuka kaca jendela kemudian menghirup oksigen sebanyak-banyaknya.
“Wah, anginnya segar sekali?” ucap Bianca, wanita itu tanpak riang membuat Ronald terkekeh. Roland turun dari mobil kemudian di susul Bianca yang juga ikut turun.
“Bianca apa kita tidak akan bergandengan tangan seperti tadi?” tanya Roland.
“Kau pikir aku orang buta harus digandeng,” jawab wanita itu, Bianca pun langsung mendahului langkah Roland untuk masuk ke dalam area pantai.
“Bagaimana jika kita mengambil foto dulu," Ajak Bianca.
“Hah! foto?” ulang Roland.
“Aku ingin memasangnya di instagramku," jawab Bianca. Selama 2 tahun ini, Bianca tidak pernah mau berfoto dengannya, bahkan ketika ia ingin berfoto pun dengan Bianca selalu menolak, tapi ternyata kali ini Bianca mengajaknya berfoto duluan.
Rolland pun menghampiri Bianca, mereka Langsung berpose dengan wajah yang saling berdekatan, ketika akan mengambil foto untuk yang ketiga kalinya Roland memberanikan diri mencium pip Bianca. Hingga Bianca langsung membulatkan matanya, kemudian ia langsung menoleh ke arah roland dan melotot galak pada lelaki yang di sampingnya ini.
“ Roland!” teriak Bianca, Roland tertawa saat melihat wajah Bianca yang memerah, secepat kilat Roland pun berlari disusul oleh Bianca yang mengejar Roland.
Mereka layaknya seorang pasangan ABG yang sedang saling kejar-kejaran, kali ini rasa kesal Bianca hilang berganti dengan tawa, dia merasa bahagia saat mengejar lelaki itu.
“Roland berhenti, aku akan membencimu jika kau berlari lagi!” teriak Bianca ketika ia sudah lelah untuk berlari. Namun Roland terus menjauh seketika.
Roland menghentikan langkahnya kemudian ia langsung menoleh karena Bianca seraya mengatur nafasnya. “Tetap di tempatmu!” ucap Bianca, setelah itu wanita itu pun maju kemudian ia langsung menghampiri Roland, sedangkan Rolan tidak berani bergerak sedikit pun.
“Aaa, Bi. Sakit!” teriak Bianca yang mencubit pipi Roland.
“ Berani sekali aku mencium pipiku!”
“Kau mau lagi?” ucap Roland sambil menggoda.
__ADS_1
“Hisssh, kau ini," jawab Bianca. Bianca mendudukan diri di pasir, begitupun dengan Roland hingga kini mereka menatap ke arah lautan
“Bi!’ panggil Roland.
“Hmm,” jawab Bianca.
Hening
Tidak ada percakapan, karena sejatinya mereka sudah sama-sama tahu dengan apa yang akan mereka katakan, yaitu tentang perasaan mereka dan pasti ujung-ujungnya mereka tidak akan menemukan jalan keluar, kedua insan itu saling tatap kemudian mereka tertawa karena mereka sudah mengetahui pembahasan apa yang akan mereka bahas.
“Apa kau sudah tidak ingin mengakhiri hidupmu lagi?” tanya Roland.
Bianca tersenyum. “Aku bahkan sudah membuang obat tidur dan sudah membuang semuanya," jawab Bianca, karena memang setelah resmi bercerai dari Selo, Bianca mengalami keterpurukan selama beberapa bulan ia kerap mengkonsumsi obat tidur dan lain-lain.
Namun ketika ia bangkit, ia berusaha melawan penyakit bipolar dan berusaha untuk selalu berpikir positif hingga akhirnya ia mampu mengendalikan dirinya.
“Syukurlah jika kau sudah membuangnya,” ucap Roland. Rolan melihat jam di pergelangan tangannya.
Bianca menggeleng. “Ayo kita pergi makan.” Rolan bangkit dari duduknya, kemudian ia mengulurkan tangannya pada Bianca membantu Bianca untuk berdiri hingga wanita itu pun langsung bangkit dan mereka pun berjalan ke arah restoran yang tak jauh dari tempat mereka berada saat ini.
***
Selo memegang dadanya yang terasa nyeri saat melihat foto Bianca yang sedang bersama seorang lelaki. ”Kenapa terasa sakit.” Sello membatin.
Mungkin sekarang, atau ke depannya Sello menyesali semua yang terjadi di masa lalu. Tapi Selo tidak akan mengganggu lagi Bianca, ia tidak ingin lagi menghancurkan wanita itu, ia ingin Bianca hidup bahagia, begitulah pikir Sello.
Tak lama terdengar suara pintu terbuka, hingga Sello menoleh, terdengar jelas derap langkah Sello begitu terburu-buru, seolah dikejar-kejar oleh sesuatu dan tak lama muncullah Agnia.
Agnia menjatuhkan tas yang sedang ia pegang saat melihat Selo sudah terduduk di ruang tamu, sedangkan Selo menatap Aghnia dengan dingin.
__ADS_1
“ Sello kapan kau pulang?”Aghnia balik bertanya.
“Satu jam yang lalu," jawabnya. Nafas artinya terasa tercekat saat mendengar ucapan Sello, sial dia ketahuan berbohong.
“Dari mana saja kau?” tanya Sello waktu the point.
“Makan aku Aku, Sello. Aku baru saja berbelanja aku tidak enak jika jujur padamu.”
Sello mengangguk-nganggukkan pertanda dia percaya dengan apa yang Aghnia ucapkan namun sebenarnya tidak, semenjak ia meyakini bahwa Agnia macam-macam dengan obatnya Sello sudah tidak percaya lagi pada istrinya dan sekarang ia sedang mencoba mencari tahunya secara diam-diam
“Sello, bagaimana keadaanmu?” Tanya Aghnia,. Selo mencoba menelaah wajah istrinya. entah istrinya ini benar-benar khawatir atau hanya ingin memastikan kondisinya saja.
“Tubuhku masih lemas, aku belum bisa banyak beraktivitas,” dusta Selo. Selo menyipitkan matanya saat melihat reaksi istrinya, reaksi istrinya tampak lega saat mendengar keadaannya
“Aghnia!” panggil Selo.
“Hmm.”
“Mulai sekarang, bagaimana jika kita tidur terpisah.”
“ Apa?!” Aghnia tampak terpetik saat mendengar ucapan Selo. Nmun wanita itu sepertinya tidak keberatan dengan apa yang dianjurkan oleh suaminya.
“Kenapa?” tanya Agnia.
“aku takut membangunkanmu Apalagi aku sering sekali terbangun tengah malam. Jadi lebih baik kau tidur di kamar tamu saja, biar aku tidur di kamar." Aghnia mengangguk-nganggukan kepalanya.
“Baiklah terserah kau saja. Kalau begitu aku ingin istirahat kau tidak apa-apa kan sendiri di sini?” Sello tertegun, tiba-tiba ia teringat masa lalu di mana dulu Bianca tidak pernah meninggalkannya ketika ia sedang beristirahat. Bahkan ia yang meninggalkan Bianca terlebih dahulu dan mengacuhkannya. Sekarang, sepertinya karma sedang berbelok ke arahnya. Kini dia sedang merasakan apa yang dirasakan Bianca saat dahulu.
Pada akhirnya Sello menggangguk. “Istirahatlah..Aku juga ingin istirahat," balas Sello, Aghnia pun bangkit kemudian ia membawa tasnya Lalu setelah itu masuk ke dalam kamar tasnya.
__ADS_1
“Syukurlah akhirnya lelaki itu tidak merepotkanku lagi." Lirih Aghnia ketika masuk ke dalam kamar.
Setelah Aghnia pergi, Selo masih terdiam di sofa kemudian ia langsung mengutak-atik ponselnya lagi dan dia malah membuka Instagramnya Bianca dan membuka profil Bianca, tanpa sadar dia terus melihat semua foto Bianca, hingga tatapannya berhenti di satu foto yang ....