
Bianca berjalan ke arah parkiran, di mana sang ayah sudah menunggu. Kali ini, langkahnya benar-benar terasa ringan, walaupun rasa sakit itu tetap ada. Tapi Bianca seperti terbebas dari beban yang selama ini ia pikul.
Saat ia sudah dekat di parkiran mobil, Bianca menghentikan langkahnya ketika sang ayahnya sedang mengobrol bersama seseorang yang tak adalah Roland. Entah kapan Roland kemari. Padahal tadi pagi Roland mengatakan bahwa dia akan terbang ke Jerman. Tapi lelaki itu, malah ada di sini
Bianca tersadar ketika Roland menatapnya. Lalu tersenyum padanya, hingga Bianca pun ikut tersenyum dan kembali melanjutkan langkahnya
“Hai Roland, Kenapa kau ada di sini? bukankah kau akan pergi ke Jerman?” tanya Bianca.
“Pesawatku tertunda. Jadi aku memutuskan untuk menemuimu di sini,” balas Roland, Tentu saja dia berdusta, karena dia sengaja membatalkan penerbangannya agar bisa melihat Bianca.
Bianca terkekeh saat mendengar ucapan Roland. Namun, tak lama Bianca melihat ke arah pandang Roland yang menatap ke arah samping, ternyata Sello dan Aghnia baru saja keluar dari pengadilan dan menuju mobilnya yang ternyata terparkir di seberang mobil Lyodra.
Melihat tatapan Roland , Bianca pun melihat ke arah Sello begitupun dengan Sello yang juga menghentikan langkahnya dan melihat ke arah mantan istrinya di mana ada Roland dan juga mantan mertuanya.
Saat melihat Bianca di seberang sana. Entah kenapa mata Sello tiba-tiba membasah, seperti ada perasaan yang lain yang ia tidak mengerti.
“ Ayo!”ajak Aghnia yang menyadarkan Selo dari lamunannya, hingga Ia pun langsung tersadar kemudian langsung berjalan ke arah mobilnya. Dan setelah Sello pergi dan masuk ke mobilnya, Bianca langsung mengalihkan tetapannya ke arah Roland.
“Ayo, Daddy kita pulang!” ajak Bianca.
"Rolland kau ingin ikut bersama kami?" tanya Lyodra. Sebenarnya, Lyodra sudah mengenal Roland sedari Bianca kuliah, karena Roland pun sering mengerjakan tugas dengan Bianca di mansion mereka, hingga sekarang hubungan Lyodra dan Roland pun tampak semakin akrab.
“Paman, Bagaimana jika kita makan siang bersama. Kebetulan aku juga baru saja launching restoran.”
__ADS_1
“Kau membuka restoran?" tanya Bianca.
Rolanda mengangguk. “Kalian tidak usah khawatir, restoran ini benar-benar halal. Aku sudah menjaminnya tidak ada bahan-bahan yang akan merugikan kalian,” jawab Roland lagi.
“Baiklah Ayo, kita ke sana!” ucap Lyodra, mereka pun masuk kedalam mobilnya masing-masing.
“Apa ada yang kau pikirkan?” tanya Agnia saat Sello mengendarai mobilnya.
Sello tersadar kemudian ia menoleh lalu tersenyum. “Tidak, aku tidak memikirkan apapun. Aku hanya lega akhirnya kita bisa mengesahkan pernikahan kita dan akhirnya aku tidak perlu menyembunyikan lagi semuanya dari kedua orang tuaku!” Sello saja mengatakan seperti itu. Tapi entah kenapa, hatinya berkata lain. Ia benar-benar merasa ada yang hilang. Tapi Sello tidak tau apa itu.
Setelah melewati perjalanan yang cukup panjang, akhirnya mobil yang dikendarai Sello sampai di apartemen. Sello pun turun disusul Agnia yang juga ikut turun, hingga Mereka pun berjalan bersama ke unit apartemen miliknya
Saat sudah masuk kedalam apartemen, Sello menyadarkan tubuhnya ke belakang, ia langsung mengambil laptopnya yang ada di sofa, kemudian memangku laptop tersebut dan mengutak-atik pekerjaannya.
Tapi walaupun begitu, hidup Sello bisa dibilang masih berkecukupan, ia mempunyai saham di beberapa perusahaan lain dan juga mempunyai bisnis tersendiri, hanya saja ia sudah tidak bisa hidup semewah dulu. Tapi ia bersyukur, Aghnia tidak menuntutnya apapun, Agnia tetap bisa mengimbanginya, begitulah pikir Sello.
Padahal tentu saja tidak, karena faktanya walaup. Agnia memang tidak mendapatkan uang lebih dari Sello. Tapi, ia mendapatkan uang lebih dari seseorang yang selama ini menyuruhnya untuk tetap bersama Sello, agar Sello tidak kembali lagi pada Bianca dan uang itu jauh lebih besar daripada uang yang diberikan Sello.
“Sello!” panggil Agnia, hingga Sello menoleh.
“Sello bolehkah aku bertemu sebentar dengan temanku, temanku baru pulang dari London.Diia ingin kami berkumpul, bagaimana?” tanya Agnia Sello menggangguk.
“Pergilah,” jawab Sello. “Kau boleh memakai mobilku!” kata Selo lagi,.Agnia menggeleng.
__ADS_1
“Tidak ,temanku akan menjemputku kau tidak apa-apa kan di sini sendiri?” tanya Agnia.
“Aku tidak apa-apa.” Setelah mengatakan itu Agnia pun berbalik, kemudian ia keluar dari apartemen mereka
•••
Agnia masuk ke dalam sebuah mobil. Lalu setelah itu, mobil mulai berjalan mobil. Mobil itu membawa Agnia ke tempat sepi. “Apa kau membawa obatnya?” tanya Agnia pada lelaki itu.
“ di sini obatnya, kau bisa memberikannya dengan dicampur teh ataupun apapun!" ucap lelaki itu.
“Kalau begitu terima kasih, kau boleh menurunkan Aku di depan,” ucap Aghnia lagi. Setelah menerima obat itu, Aghnia pun turun dari mobil kemudian ada sebuah mobil yang menunggunya di depan, hingga Aghina kembali masuk ke dalam mobil tersebut
2 tahun kemudian
Waktu berjalan begitu cepat, hingga tidak terasa Ini sudah 2 tahun berlalu Sello dan Bianca bercerita. kondisi mereka tidak banyak yang berubah, Bianca tetap dengan kegiatannya sebagai dokter. Hanya bedanya, hubungannya dengan Rolan sedikit ada perubahan, walaupun mereka belum resmi menjadi pasangan kekasih. Perbedaan agama yang membuat mereka tidak bisa mengambil keputusan gegabah, mereka harus memikirkan secara matang. Tapi walau begitu Roland selalu ada untuk Bianca.
Begitupun dengan Sello, tidak banyak juga yang berubah Selo ttetap menjalankan aktivitasnya secara biasa, hanya saja kondisi Sello sepertinya sedang sedikit memburuk..
Beberapa minggu ini, Selo sering mengalami sakit di kepalanya dan Sello pikir, itu adalah karena ia kelelahan bekerja karena Ssetelah diusir oleh Gabriel, Selo benar-benar merintis semua bisnisnya dari awal.
Seperti saat ini, Sello tiba-tiba merasakan kepalanya sakit, matanya berkunang-kunang Ia yang sedang berada di depan laptop menundukan kepalanya sejenak, karena merasakan nyeri yang hebat. Biasanya sakit di kepalanya akan hilang dengan sendirinya, tapi Saat ini Sello benar-benar terasa nyeri.
Ia sudah berkali-kali ya seperti ini, ia pernah diperiksa ke dokter dan dokter mengatakan bahwa ia hanya sakit kepala biasa.Tapi entah kenapa Sello merasakan ini lebih dari sakit kepala biasa.
__ADS_1
“Sello!” panggil Agnia yang masuk ke dalam ruang kerja Selo. Tiba-tiba Selo mengangkat kepalanya, saat melihat Agnia matanya berkunang-kunang dan sedetik kemudian kepala Selo ambruk di meja Selo tidak sadarkan diri.