Tatap Aku, Lelakiku!

Tatap Aku, Lelakiku!
Jangan sentuh putriku!


__ADS_3

Setelah Darren pergi, Theresia ambruk ke bawah. Gadis kecil itu merasa kepalanya berputar-putar, bentakan Darren, teriakan Darren dan juga cara Darren menatapnya membuat Theresia down, ditambah lagi dari tadi Theresia terkena paparan matahari, hingga sekarang Theresia merasakan tubuhnya tidak menentu. Kepalanya nyeri, badannya terasa demam dan juga muncul bintik-bintik di seluruh tubuhnya. Pada akhirnya lama-lama kesadaran Theresia mulai berkurang dan sedetik kemudian, Theresia terkulai lemah di tanah.


Saat Theresia terkulai lemah di tanah, sebuah mobil terparkir di sebelah mobil Darren. Muncul sosok Rush, ternyata mobil itu mobil Rush. Dia baru saja datang ke kantor Darren untuk meminta Darren mendatangani semuanya, dan ketika dia turun dari mobil, dia terkejut dengan Theresia. Secepat kilat Rush langsung menghampiri gadis kecil itu.


"Theresia, Theresia," panggil Rush.


Namun, tidak ada tanggapan hingga pada akhirnya Rush memutuskan untuk membawa Theresia ke rumah sakit. Rush menjalankan mobilnya dengan kecepatan kencang, dia ingin segera membawa gadis kecil itu ke rumah sakit. Namun, di tengah perjalanan tiba-tiba Rush terpikirkan sesuatu. Dia memarkirkan mobilnya sejenak di pinggir, kemudian tanpak menimbang-nimbang keputusan, Rush melihat ke arah Theresia. Haruskah dia memulai rencananya sekarang agar Darren menandatangani surat pemindahan aset yang dibeli di luar negeri?


Tiba-Tiba, Rush mengambil ponsel kemudian mengutak-atiknya.


"Halo," ucapnya, menelepon seseorang. Dia pun menceritakan apa yang menjadi kebingungannya.


"Baiklah, aku akan melakukannya sekarang," kata Rush lagi setelah mendengar jawaban Asher di sebrang sana.


Setelah itu, Rush pun langsung menyimpan ponselnya dan setelah menyimpan ponselnya, Rush kembali lagi melihat ke arah Theresia, lalu mengelus pipi gadis kecil itu.


"Maafkan Paman, Gadis Manis. Sepertinya kau yang harus Paman korbankan sekarang. Paman juga sudah muak berpura-pura baik di depanmu," kata Rush lagi.


Ya karena faktanya selama ini Rush tidak tulus pada Shelby maupun pada Theresia. Dia hanya memanfaatkan keduanya. Sebenarnya Rush mendekati Shelby dan Theresia berharap bisa mengulik sesuatu tentang Darren.


Saat Shelby pertama kali bekerja bersamanya, dia sempat melihat laptop Shelby, kemudian dia melihat beberapa file dan ternyata di file tersebut ada rahasia tentang Darren. Namun, file itu dikunci dan tidak bisa dibuka.


Setahun ini dia mendekati Theresia agar bisa mendapatkan Shelby. Dia yakin ketika Shelby sudah menjadi miliknya, Shelby pasti akan memberitahukan semua rahasia Darren.


Namun ternyata, selama setahun ini Shelby begitu sulit didekati. Dia juga tipe yang tidak suka dengan anak kecil, tapi karena dia sedang mengulik Darren, dia harus terpaksa mendekati Theresia.


Sebenarnya apa yang dilakukan Rush didasari karena dendam masa lalu. Darren memacari adiknya, tentu saja hanya untuk bersenang-senang. Saat itu, Rush tidak


Pada akhirnya, adik Rush pun bunuhh diri. Saat itu Rush tidak punya kuasa untuk melawan Darren karena keluarganya bekerja di perusahaan milik Tommy, dan mau tak mau dia harus menurut dengan apapun yang Darren katakan agar dia bisa tetap aman.


Tahun demi tahun berganti, rasa dendam itu masih ada. Dia bersumpah untuk membalas Darren, dan ketika dia berniat membalas dendam dia bertemu dengan Asher, orang yang juga mempunyai dendam pada Dareen, hingga mereka bekerja sama. Asher menyuruh Rush untuk memindahkan aset Dareen atas namanya secara diam-diam, dan tentu saja Rush setuju, apalagi tujuan mereka sama.


Tadinya, Rush berencana untuk menculik Tristan jika Darren tidak menyetujui kesepakatan yang dia buat secara diam-diam, tapi ternyata saat melihat Theresia, dia terpikirkan sesuatu. Tristan tidak mungkin dia culik karena anak itu sangat sulit untuk di dekati dan Rush tau, Dareen memberikan pengamanan untuk putranya. Hingga Rush berubah haluan.


Setelah cukup lama terdiam, Rush langsung menyalakan dan menjalankan mobilnya kembali. Lelaki itu berusaha berencana untuk pergi ke sebuah tempat yang tidak terlalu jauh dari perusahaan Darren, dan sekarang di sinilah mobil Rush terparkir, di depan sebuah lahan yang penuh dengan kontainer besar yang biasa dipakai sebagai gudang.


Rush turun dari mobil, kemudian lelaki tampan itu langsung memutari mobilnya lalu membuka pintu mobil untuk Theresia, kemudian dia menggendong tubuh anak itu dan membawanya ke dalam. Setelah mengikat Theresia, Rush langsung mengirimkan foto gadis kecil itu pada Darren, dan sekarang dia hanya tinggal menunggu untuk datang.

__ADS_1


***


Mata Darren membulat saat melihat pesan dari Rush. Napas lelaki itu mendadak tidak beraturan. Amarah langsung menguasai Darren ketika melihat Theresia terikat di kursi.


"Berani sekali kau melakukan itu!" Darren berteriak membuat Tristan ketakutan.


"Daddy, ada apa?" tanya Tristan.


Darren menoleh ke arah putranya. "Tristan dengar Daddy, masuk ke dalam. Minta Paman Mike untuk mengantarkanmu ke rumah kakek dan nenek. Kau mengerti?" tanya Tristan.


"Theresia baik-baik saja, 'kan?" tanya Tristan.


"Daddy akan mencari Theresia. Sekarang, kau masuk, oke?"


Setelah mengatakan itu, dia pun berbalik kemudian dia langsung masuk ke dalam mobil. Lelaki itu berencana untuk menemui Rush yang menyandera Theresia. Sepanjang perjalanan, Darren benar-benar tidak habis pikir dengan apa yang terjadi pada temannya. Dia bingung kenapa Rush melakukan ini pada Theresia. Hubungan mereka masih sangat baik, bahkan mereka sedang melakukan bisnis bersama. Lalu kenapa tiba-tiba seperti ini? Bukankah selama ini Rush juga baik pada putrinya?


Seketika, jiwa sebagai ayah Darren muncul untuk Theresia, hingga rasanya dia ingin secepatnya sampai, dan sekarang di sinilah mobil Darren terparkir, di depan tempat Theresia disekap.


Darren langsung turun kemudian lelaki itu langsung membuka pintu, dan tepat ketika Darren membuka pintu, tiba-tiba dia dipukul dari belakang. Ketika Darren sudah tersungkur di tanah, anak buah Rush yang juga baru saja tiba, langsung menarik tubuh Darren.


"Lepas!" Darren berteriak. Tentu saja Rush tidak melepaskan Darren, dan sekarang tubuh Darren sudah terikat di sebelah tubuh Theresia.


"Kenapa kau melakukan ini padaku?" tanya Darren.


"Apa kau tahu tadi aku melihat putrimu pingsan di parkiran?" tanya Rush.


Tiba-Tiba, Darren langsung melihat ke arah Theresia. Sungguh untuk pertama kalinya Darren merasa ketakutan ketika berhadapan tentang Theresia.


"Theresia," panggil Darren. Dia berusaha untuk mendekat ke arah putrinya. Saat ini, Darren tidak memikirkan dirinya lagi. Dia memikirkan putrinya. Seketika, Rush tertawa membuat Darren menoleh.


"Kau masih belum sadar kenapa aku seperti ini?" tanyanya lagi.


Namun, Darren tidak mendengar ucapan Rush. Dia menoleh lagi ke arah Theresia.


"Theresia, bangun," kata Darren. Wajahnya sudah panik ketika melihat seluruh tubuh Theresia memerah.


"Rush, bebaskan putriku," kata Dareen dengan panik. "kau berurusan denganku, bukan dengannya."

__ADS_1


Rush tertawa. "Bukankah selama ini kau tidak menyukai putrimu?" tanya Rush.


Darren memejamkan matanya saat mendengar ucapan Rush. Sepertinya Rush sedang berusaha memancing emosinya.


"Katakan Rush, apa yang kau mau?" tanya Darren.


"Tanda tangani tentang pemindahan aset di luar negeri, maka aku akan membebaskanmu," kata Rush.


"Jangan bilang kau menjebakku, Rush.”


"Kau pintar sekali, Darren. Sayangnya kau baru menyadari hal itu," kata Rush.


Rupanya kemarin Rush menjebak Dareen, mengatakan akan ada yang menyewa laha dan membutuhkan tanda tangan Darren di berkas tersebut. Tapi sebenarnya isi berkas itu adalah surat pemindahan aset.


Namun, karena Darren masih ragu, dia berusaha untuk berdiskusi dengan Tommy, tapi dia lupa untuk membicarakan itu pada ayahnya dan sebelum Darren membaca surat itu lebih lanjut. Karena Dareen tidak kunjung menandatangani, Rush mengambil langkah lebih cepat agar Darren menandatanganinya. Maka semuanya selesai, dia tidak harus berpura-pura lagi.


"Aku yakin bukan hanya itu yang kau incar dariku, pasti ada yang membuatmu seperti ini," kata Darren, dia berusaha untuk tenang. Padahal hatinya di Landa ketakutan, dia takut terjadi sesuatu dengan Thresia


Seketika, Rush tertawa kemudian dia mengambil kursi dan dia melihat ke arah anak buahnya, hingga anak buahnya mengangguk. Setelah itu, anak buahnya pergi ke hadapan Theresia.


"Jangan pernah sentuh putriku!" teriak Darren. Dia berteriak dengan kencang. Semakin Darren berteriak, semakin pula tawa Rush bergema.


"Theresia!" teriak Darren lagi ketika anak buah Rush memegang gunting lalu memotong rambut Theresia.


"Darren apa kau ingat adikku pernah melakukan itu di hadapanmu? Dia memotong rambutnya sendiri karena dia tidak ingin diputuskan olehmu," kata Rush.


Darren terdiam, dia berhenti meronta, berusaha untuk mencerna apa yang dikatakan oleh Rush.


’Darren, kau tidak suka rambutnya panjang, bukan?" 'Lihat, aku akan memotong rambutku.' Tiba-Tiba, kilasan ucapan Jessica yang tak lain adalah adik Rush, saat itu terlintas dari otak Darren.


Dulu, dia memutuskan Jessica karena dia bosan dan tiba-tiba Jessica datang ke kelasnya lalu membawa gunting dan memotong rambutnya sendiri di depan Darren. Tentu saja di sana saat itu ada Rush. Dia tidak bisa menolong sang adik karena dia takut pada Darren, apalagi semua di geng itu harus menurut pada Darren.


"Kau dendam karena aku memperlakukan adikmu seperti itu?" tanya Darren. Seketika raut wajah Rush berubah. Dia langsung bangkit dari duduknya kemudian dia menjambak rambut Darren dan membawanya ke belakang.


"Kau pikir aku tidak dendam adikku diperlakukan seperti itu?" tanya Rush lagi dan setelah itu, Rush langsung menghempaskan kepalaa Darren.


Tanpa sengaja, Darren melihat ke arah Theresia. Jantungnya berdetak dua kali lipat ketika melihat rambut putrinya yang hanya tinggal setengah. Kekuatan Darren mendadak bangkit saat Theresia diperlakukan seperti itu.

__ADS_1


"Cukup!" bentak Darren. Napasnya sudah tidak beraturan.


"Baik, mana berkasnya. Akan kutandatangani," ucap Darren lagi. Dia tidak peduli dengan apapun, yang terpenting Theresia harus segera keluar dari sini. Sebab dia yakin, Rush tidak akan melepaskannya. Dan sekarang dia hanya berpikir, bagaimana caranya agar Theresia selamat.


__ADS_2