Tatap Aku, Lelakiku!

Tatap Aku, Lelakiku!
Perasaan Shelby


__ADS_3

Shelby menurukan ponselnya ketika selesai menelpon Dareen, dia yang saat ini sedang berada di balkon menatap ke arah depan dengan tatapan kosong. Shelby merasa aneh dengan perasaannya ketika melihat foto Dareen dan juga Mia, foto-foto itu begitu sensual, hingga Shelby sempat speechless.


”Ekhem!” tiba-tiba terdengar suara Mario dari arah belakang membuat Shelby tersadar kemudian menoleh.


“Kau mengagetkanku, Mario," kata Shelby membuat Mario terkekeh.


“Ada yang kau pikirkan, Hmm?’ tanya Mario, Sambil menyerahkan soda pada Shelby.


Shelby membuka kaleng soda yang dibelikan oleh Mario, kemudian dia menengguknya. Lalu setelah itu, dia menggeleng.


“Tidak, aku tidak memikirkan apapun.”


“Kau mengatakan seperti itu tapi wajahmu mengatakan sebaliknya. Apa kau sedang memikirkan Dareen," balas Mario, hingga Shelby langsung menoleh.

__ADS_1


“Kenapa kau membahas dia?” tanya selfie.


“Apa kau sedang cemburu karena melihat foto-foto dia dan bersama wanita lain?” tanyanya lagi. Shelby tertawa. Namun tawanya begitu ragu seolah dia membenarkan Apa yang sedang diucapkan oleh Mario.


“Tidak, mana mungkin," ucap Shelby lagi yang berusaha mengelak.


“Tapi, dari penglihatanku sepertinya Dareen mulai jatuh cinta padamu," ucap Mario lagi. Hingga Shelby langsung tersedak.


“Pemikiran dari mana itu, memangnya kau cenayang,” balas Shelby dengan sewot.


“Mario kau ini ada-ada saja," balas Shelby yang lebih memilih untuk tidak membahas lagi soal Dareen.


Hening, tidak ada yang berbicara, hingga Mario kembali lagi membuka mulut dari bertanya.

__ADS_1


“Lalu, Bagaimana jika tebakanku benar. Bagaimana jika memang Dareen mencintaimu. Apa kau ingin menjalani hubungan yang sebenarnya dengan Dareen?” tanya Mario lagi


Shelby menggeleng tanpa ragu. “Aku tidak ingin berkomitmen dengan siapapun, tidak ingin menjalin cinta juga Darren atau orang lain," jawab Shelby, hingga Mario langsung melihat ke arah Shelby.


“Kau tidak ingin terikat hubungan apapun dengan orang lain tapi kau masih menjadi istri Darren. Apa itu masuk akal?” tanya Mario.


Shelby menganggukan kepalanya. “Pikiranku cukup rumit. Walaupun Sebenarnya kami suami istri, tapi aku tetap menganggap Dareen teman dan tidak ada niat untuk menjadi seperti pasangan pada umumnya. Kau tau, aku mempunyai trauma yang hebat dengan masa laluku, keluargaku dan juga pernikahanku. Sebenarnya dulu, awal aku dan Daren akan menikah. Aku mempunyai pemikiran bahwa suatu bahwa kami akan menjadi keluarga yang bahagia dan bodohnya Aku memikirkan itu ketika Dareen terpaksa menikahiku. Aku pikir setelah melihat anak-anaknya, Dareen akan berubah tapi setelah dia terlihat membenci putriku, aku sadar sesuatu bahwa harapanku sia-sia, keinginanku tidak akan pernah tercapai dan sejak saat itu aku memutuskan untuk tidak percaya lagi pada siapapun, tidak percaya lagi sebuah komitmen.”


“Lalu kenapa kau sekarang masih bertahan dengan Dareen, bukankah kau tidak ingin berkomitmen?” tanya Mario lagi.


Shelby mengganggukan kepalanya. “Menurutku pernikahan kami bukan sebuah komitmen, karena kami sepakat memutuskan untuk berteman terlebih lagi kami juga memikirkan mental kedua anak kembar kami, aku juga sudah mengatakan pada Dareen, aku tidak masalah jika Dareen memiliki kekasih.”


Mario mengganggukan kepalanya. “Kau mengijinkan Dareen untuk mempunyai kekasih tapi kau terlihat kesal ketika melihat foto Dareen bersama wanita.”

__ADS_1


“Hmm, aku sedikit ....” Tiba-tiba Shelby menghentikan ucapannya, kala hampir saja mengatakan perasaannya.


__ADS_2