Tatap Aku, Lelakiku!

Tatap Aku, Lelakiku!
Bertemu Rush


__ADS_3

Setelah keluar dari gudang, Shelby langsung berjalan ke arah area yang sepi, ke arah kamar mandi. Entah kenapa dia merasa sesak dan ia ingin menumpahkan tangisannya.


Dia tidak mengerti dengan suaminya. Ini sudah sepuluh tahun berlalu, tapi entah kenapa Dareen terus membencinya, selalu menganggapnya salah padahal selama ini Shelby sudah mengalah, tidak pernah menuntut apapun dari Darren. Dia mandiri dari segi apapun, membiayai dirinya sendiri dan juga Theresia, membanting tulang untuk memenuhi kebutuhan Theresia, tapi tetap saja sama.


Jika ditanya apa Shelby membenci Darren? Jawabannya, ya. Shelby membenci Darren lebih dari apapun, tapi dia tidak ada energi untuk melawan ataupun untuk menghadapi kebencian suaminya. Hidupnya saja sudah cukup rumit, jadi dia tidak mau menambah beban pikiran dengan melayani kebencian Darren.


Setelah sampai di kamar mandi, Shelby langsung mendudukkan dirinya di toilet, kemudian dia langsung membuka kalungnya. Lalu setelah itu, dia melihat cincin yang tergantung di sana, itu adalah cincin satu-satunya peninggalan sang ayah.


"Jika kau masih di sini, aku tidak akan terlalu sakit," kata Shelby. Dulu ketika ayahnya ada, Anwar selalu menenangkannya, membuatnya nyaman.


Sepuluh menit kemudian.


Akhirnya, Shelby bisa menenangkan dirinya. Wanita cantik itu bangkit dari duduknya, kemudian berjalan keluar dari kamar mandi dan setelah itu dia berencana untuk melanjutkan pekerjaannya. Saat Shelby berbelok, langkah Shelby terhenti. Tubuhnya tiba-tiba diam mematung tidak bisa digerakkan, napasnya mendadak memburu. Jantungnya berdetak dua kali lebih cepat ketika melihat Anderson, ayahnya.


Untuk pertama kalinya lagi setelah enam belas tahun berlalu, dia melihat sang ayah, cinta pertamanya yang mengusirnya dari rumah, membiarkan ia dan sang ibu kelaparan dan terlunta-lunta.


Hal yang membuat Shelby terasa nyeri, sekarang sang ayah datang dengan seorang wanita muda yang Shelby yakini itu adalah adiknya, karena mereka begitu mirip. Lalu yang membuat Shelby hancur, sekarang adiknya menggandeng tangan sang ayah hingga jelas hubungan ayah dan anak itu begitu hangat. Kilatan-Kilatan masa lalu di mana Shelby diusir dengan ibunya, langsung menubruk otaknya.


Selama ini, Shelby hidup dengan penuh kegetiran, tapi ayah dan adiknya hidup sangat nyaman. Tak lama, Shelby tersadar ketika melihat Anderson juga melihat ke arahnya, hingga sepasang ayah dan anak itu saling menatap. Sama seperti Shelby, tubuh Anderson diam mematung ketika melihat putrinya. Walaupun Shelby sudah banyak berubah, tapi dia mengetahui bahwa wanita yang sedang menatapnya adalah putrinya.


"Ada apa, Dad?" tanya Angela yang melihat ayahnya terdiam, hingga Angela langsung melihat arah tatapan ayahnya.

__ADS_1


"Daddy mengenal dia?" tanya Angela lagi hingga Anderson tersadar kemudian menggeleng membuat Shelby tersenyum getir. Karena jarak mereka tidak terlalu jauh, itu sebabnya dia bisa mendengar pertanyaan Angela pada sang ayah. Ketika melihat gelengan Anderson, Shelby kembali hancur untuk yang ke sekian kalinya. Ayahnya tidak berubah. Sedari dulu dia memang tidak terlihat di mata ayahnya, bahkan setelah bertahun-tahun berlalu, setelah mereka tidak berjumpa, ayahnya tetap sama. Tidak pernah menganggap kehadirannya.


Shelby berbalik dan memutuskan pergi dari hadapan sang ayah. Hari ini, sepertinya rasa sakit Shelby bertubi-tubi, benar-benar membuat Shelby hancur berkeping-keping.


"Kau yakin tidak mengenalnya, Dad?" tanya Angela, dia merasa sang ayah berbohong. Sementara Anderson sebenarnya, tidak berniat untuk tidak mengakui Shelby, hanya saja jika dia mengatakan yang sebenarnya, dia harus menjelaskan dari awal sampai akhir pada Angela, mungkin dia akan mencari tau keberadaan Shelbi nanti.


Ketika Shelby berbalik, bulir bening langsung terjatuh dari pelupuk mata wanita itu, dan kebetulan dia berpapasan dengan Darren yang baru saja keluar dari gudang.


"Kita harus bicara," ucap Darren yang menarik lengan Shelby.


Mendengar ucapan seperti itu, Shelby langsung menghempaskan tangan Darren karena tangisnya sudah berlinang. Biasanya, Shelby tidak pernah seperti ini, dia tidak pernah menunjukkan emosinya di depan siapa pun. Dia tidak pernah menangis di hadapan orang lain, tapi kali ini apa yang menimpa Shelby benar-benar menyakitkan.


Sedangkan Darren setelah keluar dari gudang, lelaki itu sudah banyak berpikir. Sepertinya dia harus mulai rutin memberikan uang pada Shelby agar Shelby tidak bekerja seperti ini. Bukan karena dia peduli, tapi karena dia tidak ingin terkena dampak. Bagaimana mungkin seorang pemimpin perusahaan dan anak dari konglomerat, membiarkan istrinya bekerja. Orang akan mencelanya, itu sebabnya dia sudah mulai berpikir untuk memberikan nafkah pada anak dan istrinya meski Theresia takkan pernah mau menerima apapun pemberian dari Darren.


Shelby menyandarkan tubuhnya ke samping, matanya terus menatap ke arah jalan. Saat ini, dia sedang berada di bus menuju untuk pulang. Bukan ke apartemennya, melainkan pulang ke rumah kedua mertuanya untuk menjemput Theresia. Mungkin Darren di sana juga karena dia harus menjemput Tristan.


Hujan rintik membasahi bumi membuat rasa sedih yang Shelby rasakan semakin menjadi-jadi. Dia tidak terlalu sedih dengan apa yang dilakukan oleh Darren dan apa yang dikatakan oleh lelaki itu, karena itu sudah biasa bagi Shelbi. Tapi, dia merasa sedih ketika mendengar ucapan ayahnya.


'Tuhan, kuatkan aku. Yakinkan aku bahwa semua akan baik-baik saja.' Shelby membatin.


Jika ditanya apa Shelby lelah hidup seperti ini? Jawabannya, ya. Jelas, dia lelah sepuluh tahun berumah tangga seperti ini, melihat luka di mata Theresia dan juga di mata Tristan.

__ADS_1


Tentu dia sangat ingin bercerai dari suaminya, tapi saat mereka tinggal bersama, dia harus memikirkan mental Tristan dan Theresia yang juga saat itu tidak mau keluar dari apartemen Dareen. berbeda dengan sekarang, di mana Theresia sendiri yang ingin pindah dari apartemen Darren.


Namun untuk sekarang, Shelby tidak memikirkan perceraian. Toh, menikah atau bercerai itu sama saja begitu, tidak ada yang berubah. Sekarang, dia hanya fokus mencari uang untuk pengobatan Theresia dan untuk sehari-harinya.


Shelby turun dari bus kemudian berjalan ke tepi, sebab hujan semakin deras. Dia memutuskan untuk berteduh terlebih dahulu. Sebenarnya, dia bisa saja meminta Salsa untuk menjemputnya, tapi rasanya dia tidak enak dan setelah Shelby duduk, tiba-tiba terdengar suara mobil yang mengklakson hingga Shelby menoleh.


Tak lama, seorang lelaki keluar dari mobil itu sambil memakai payung.


"Rush," panggil Shelby.


Ternyata Rush-lah yang turun dari mobil. Rupanya, lelaki itu melihat Shelby di halte hingga dia menghentikan mobilnya.


"Kau mau ke mana?" tanya Rush.


"Aku mau ke rumah mertuaku," jawabnya.


"Ayo masuk ke dalam mobilku, aku akan mengantarmu," kata Rush lagi, berharap Shelbi menerima tawarannya.


Shelby menggeleng. "Tidak, aku tidak enak dengan mertuaku," jawab Shelby. Bagaimanapun, dia tidak mungkin pergi dengan seorang lelaki.


"Ayo tidak apa-apa, aku juga sekalian ingin bertemu dengan Darren," jawabnya.

__ADS_1


"Oh baiklah." Karena mendengar ucapan Rush yang ingin bertemu dengan Darren, akhirnya Shelby menyetujui.


__ADS_2