
Mendengar apa yang diucapkan Shelby, Dareen tidak bisa menahan dirinya lagi, padahal dari tadi dia sangat mati-matian menahan diri untuk tidak menyentuh istrinya, tapi ketika mendengar jawaban Shelby pada akhirnya Dareen langsung mencium bibir istrinya dan itu disambut baik oleh Shelby, dia yang sedang mabuk dan sedang sedih tidak ingin memikirkan apapun, yang dia ingin hanya bercinta sampai puas agar bisa meleburkan rasa sedihnya.
“Dareennnn!” Shelby berteriak ketika Daren akan menyatukan tubuh mereka, milik Shelby begitu rapat. “Shelby, You're so delicious,” kata Dareen, walaupun sudah tidak Virgin. Tapi tetap saja Daren merasakan kesulitan, juga membuat Daren frustasi rasanya dia ingin bermain dengan ganas, apalagi tubuh Shelby begitu menggoda, hingga akhirnya tubuh mereka pun menyatu.
“Shelby!” panggil Dareen, hingga Shelby membuka mata. “Boleh aku bergerak sekarang?” tanya Dareen dengan nafas terengah. Shelby mengangguk dan tanpa diduga, wanita itu pun menarik tengkuk Dareen, kemudian mencium bibir suaminya dan pada akhirnya malam itu adalah malam yang terindah bagi Dareen, di mana dia dan Shelby bercinta dengan sangat hebat.
Hari ini mereka melakukannya dengan perasaan penuh cinta, walaupun dengan keadaan Shelby yang mabuk hingga pada akhirnya, setelah percintaan panas itu terjadi Shelby terjatuh dipelukan Dareen Karena barusan Shelby yang mengambil kendali.
Dareen dan Shelby mengatur nafas, kemudian setelah beberapa saat berlalu Shelby langsung menggulingkan tubuhnya, wanita itu tersenyum dengan sumringan, membuat Dareen terkekeh.
“Kau senang?” tanya Dareen. Shelby mengangguk.
“Aku senang sangat dan melegakan," jawabnya dengan ceria. Sepertinya, Shelby masih dalam kondisi mabuk Dan mungkin besok dia akan menyesali apa yang terjadi malam ini. Dareen menarik selimut, kemudian menyelimuti tubuh mereka. Lalu mengelus pipi Shelby.
“Kau seperti terlihat polos, tapi ternyata kau jago juga," kata Dareen, membuat Shelby tertawa pelan.
“Tentu, Aku ini wanita normal, terkadang aku juga selalu melihat video panas," jawab Shelby. Tawa Dareen hampir saja meledak saat mendengar ucapan istrinya. Wajah sehabis selama ini terlihat polos, belum lagi selfie tidak pernah memakai pakaian yang terbuka, tapi ternyata ada sisi lain yang tersembunyi di balik istrinya.
“Dareen!” panggil Shelby. “Apa bisa kita melakukannya lagi?” tanya Shelby, sepertinya besok Shelby akan benar-benar malu dengan tingkahnya saat ini.
“Hmm, kita akan melakukannya setiap hari," jawab Dareen. Jujur saat ini dia benar-benar ingin tertawa membayangkan bagaimana besok ketika Shelby terbangun.
“Ya sudah, ayo istirahat," ucap Shelby, Dareen mengangguk, kemudian dia mendekat. Lalu setelah itu memeluk pinggang Dareen.
__ADS_1
“Dareen!” panggil Shelby lagi membuat Dareen yang baru saja memejamkan mata langsung membuka matanya kembali.
“Kenapa, hmmm?”
“Dareen, apa kau pernah menyentuh Mia? Apa kau pernah melakukan hal seperti tadi dengan Mia?” Shelby mendadak penasaran.
“Tidak, pernah demi apapun Aku bersumpah kami hanya sebatas melakukan pemanasan dan tidak sejauh tadi,” balas Dareen.
Seketika Shelby menjauhkan tubuhnya, dia melepaskan pelukanya dari Daren. “Dareen, kau ini pasti berbohong, mana mungkin kau tahan dengan perempuan seksi seperti Mia," jawab Shelby.
“Aku bersumpah demi apapun. Lagi pula saat itu aku tidak mencintainya, aku hanya menjadikan dia pelipur lara, dan aku juga tidak berniat menikahinya.” Nada suara Dareen begitu tegas, seolah mengatakan bahwa jawabannya begitu serius. Tanpa diduga, Shelby langsung maju, memeluk memeluk suaminya begitu erat.
“Kau cemburuan melihat fotoku dan Mia kemarin?”
Malam berganti pagi Shelby menggeliat dalam tidurnya, dia membuka mata kemudian kembali memejamkan matanya karena dia merasa kepalanya terasa nyeri. Tak lama, Shelby tersadar ketika merasakan perutnya terasa berat.
Wanita itu membuka selimut, mata wanita cantik itu terbelalak saat tubuhnya polos dan ada tangan yang melingkar di pinggangnya, karena ternyata Dareen memeluk Shelby dari belakang. Saat akan berteriak dan menghempaskan tangan Darren, tiba-tiba kilatan demi kilatan yang terjadi semalam menubruk otak wanita itu, hingga matanya semakin membulat. Sial! ternyata dialah yang memancing Dareen.
Shelby memejamkan matanya menahan geram yang luar biasa pada dirinya sendiri, sekarang bagaimana dia akan menghadapi Dareen, sedangkan Dareen semalam sudah mendengar semua isi hatinya.
“Tenang Shelby, kau hanya harus terus berpura-pura tidak terjadi apa-apa.” Shelby membatin menguatkan dirinya untuk berpura-pura tidak terjadi apa-apa semalam. Tapi, tak cukup sampai di situ, sekarang dia bingung bagaimana caranya dia turun dari ranjang tanpa membuat Dareen terbangun, apalagi tubuhnya polos dan dia harus memakai pakaiannya.
Shelby berusaha menenangkan dirinya, dengan pelan Shelby langsung menyingkirkan tangan Dareen dari pinggangnya, kemudian dia menoleh lalu menghela nafas, ketika Dareen masih memejamkan matanya, dan setelah itu Shelby pun langsung memakai pakaiannya dan setelah selesai, Shelby angsung keluar dari kamar Darren.
__ADS_1
Tawa Dareen hampir saja meledak saat melihat tingkah lucu Shelby, sebenarnya dia sudah terbangun sebelum Shelby membuka mata, hanya saja karena dia tidak ingin membuat Shelby canggung, dia kembali memejamkan matanya.
“Mommy!” panggil Teresia ketika Shelby keluar dari kamar Darren. Shelby langsung memegang dadanya karena Theresia mengagetkannya membuat Theresia mengerutkan keningnya.
“Oh, jadi Mommy semalam tidur bersama Daddy?’ tanya Theresia
“Tidak, Mommy tidak tidur bersama Daddy,” jawab Shelby dengan panik, setelah itu Shelby pun langsung berjalan ke arah kamar, meninggalkan Theresia begitu saja membuat Theresia tersenyum. Entah kenapa dia begitu senang ketika melihat ayah dan ibunya tidur satu ranjang. Sepertinya dia harus bekerja sama dengan Tristan membuat ayah ibunya bersatu.
Satu bulan kemudian
Dareen berdiri di depan kantor Selby, hari ini dia harus berbicara dengan istrinya. Sebab sudah sebulan ini semenjak kejadian itu, Shelby menghindar darinya, wanita cantik itu tidak pernah mau menatap Dareen. Bahkan dia hanya ramah pada Dareen di hadapan kedua anaknya saja selebihnya dia akan menjauhi suaminya.
Shelby merasa malu karena telah agresif pada Dareen, dia takut Dareen menganggapnya murahan, dan dia takut Dareen mengatakan hal yang menyakitkan seperti dulu. Sebab, teringat saat dulu, saat dia mengaku hamil pada ayah mertuanya, Dareen pernah menghinanya dengan mengatakan bahwa dia wanita gampangan dan hanya ingin hartanya saja, dan sekarang Shelby takut Dareen mengatakan itu lagi, itu sebabnya Shelby lebih memilih menjauh.
Setengah jam menunggu, akhirnya Shelby keluar dari galeri, wanita itu berjalan sambil melamun seperti sedang memikirkan sesuatu. Hingga Dareen pun langsung maju ke hadapan istrinya.
“Auh ...." Tiba-tiba Shelby meringis kala dia menabrak seseorang, hingga Shelby mengangkat kepalanya, mata Shelby membulat saat melihat Darren di depannya, tanpa sadar tubuhnya hampir saya aja terhyung ke belakang. Namun dengan cepat, Dareen merangkul pinggang Shelby.
“Da-Dareen!" Panggil Shelby ketika sudah menegakan tubuhnya.
Dareen tidak menjawab, lelaki itu malah menarik lengan Shelby. “Dareen, kau mau membawa aku ke mana?” pekik Shelby ketika Dareen menarik lengannya.
"Kita bercinta di mobil seperti saat itu," jawab Dareen, membuat mata Shelby membulat, seketika Shelby langsung menarik lengannya dari lengan Dareen, dan setelah itu dia berlari membuat mata Dareen membulat. “Aish, wanita itu!” Dareen pun ikut berlari mengejar istrinya hingga ....
__ADS_1