
Wajah Dareen dan wajah Theresia sekarang berdekatan,.karena Dareen sedang berlutut di hadapan putrinya. Hati Dareen benar-benar terasa hancur ketika melihat wajah Theresia yang masih dipenuhi amarah, sepertinya Theres belum mau berhenti untuk mengamuk. Tapi, sayang tenaganya sudah terkuras habis.
“Sayang,” ucap Dareen.
“Jangan memanggilku seperti itu!" teriak Theresia, dia berteriak di hadapan ayahnya dengan teriakan yang sangat kencang, seluruh tenaga Theresia seolah kembali untuk berteriak pada Dareen.
Setelah Theresia berteriak, Dareen menarik lembut tangan putrinya, kemudian menciumnya Lalu setelah itu menggenggam tangan Theresia membuat amarah Theresia semakin menjadi-jadi. Dengan cepat, Theresia pun langsung menarik lengannya dari tangan sang ayah kemudian dia meninggalkan Dareen lalu setelah itu dia berjalan ke arah kamar.
Setelah Theresia pergi, Dareen melihat ke sekitarnya, di mana barang-barang tampak berserakan di bawah. ‘Tuhan ampuni aku.’ dosa-dosa masa lalu membayangi otak Dareen, hingga dia langsung memohon ampun pada Tuhan.
Saat akan berbalik dan menyusul therasia, bel berbunyi dan Dareen langsung menghela nafas gusar, karena dia tahu yang datang adalah adalah Mia. Selama 3 bulan ini, Dareen menutup komunikasinya dengan Mia dan beberapa kali Mia menghampiri Dareen ke rumah sakit.
Entah tahu dari mana wanita itu jika Dareen sedang menunggu Theresia di rumah sakit dan tentu saja ketika Mia datang, Dareen selalu menyuruh Mia untuk pulang, dia tidak ingin berbicara dengan sekretarisnya yang juga kekasihnya.
Dan tadi pagi, Mia mengatakan akan datang ke apartemen Dareen, wanita dia tidak terima dipecat begitu saja oleh Dareen, apalagi selama beberapa tahun dia sudah membantu Dareen di perusahaan.
Hari kemarin tiba-tiba Mia mendapatkan surat pemecatan dari kantor Dareen dan itu membuat Mia murka. Daren memecat Mia adalah bentuk dari rasa bersalahnya pada Theresia dan juga Shelby, dia ingin mengakhiri hubungannya dengan Mia karena dia juga ingin memperbaiki hubungannya dengan Shelby.
Dia ingin membangun keluarga yang utuh, dia yakin suatu saat dia pasti akan bisa mencintai Shelbi dan ketika dia sudah bersama dengan Shelby, Theresia dan Tristan pasti akan bahagia karena putra-putrinya mendapatkan keluarga yang utuh.
Darren berjalan ke arah pintu kemudian dia langsung membuka pintu, muncul Mia dengan wajah yang memerah.
__ADS_1
"Darren, katakan sebenarnya apa yang salah denganmu? Kenapa kau tiba-tiba jadi seperti ini? Kau menjauh dan kau sekarang memecatku. Apa salahku?" Mia hampir saja berteriak di hadapan wajah Darren, tapi bukannya menjawab, Darren malah membuka pintu apartemennya.
"Ayo masuk, kita bicara di dalam," kata Darren, karena tidak mungkin dia berbicara di luar dan dia juga harus mengajak Mia berpisah secara baik-baik.
Mia masuk ke dalam kemudian dia membulatkan matanya saat melihat di lantai penuh barang berserakan.
", "kita bicara di balkon. Silakan."
Darren pun langsung mendahuluinya dan dia membuka pintu balkon, disusul Mia yang di belakangnya.
"Silakan duduk," kata Darren ketika mereka sudah berada di balkon.
Mia mendudukkan dirinya disusul Darren juga ikut duduk. Dia berusaha untuk tetap tenang dan tidak emosi pada Darren, sebab jika dia emosi, Darren mungkin akan semakin lebih emosi padanya.
"Mia, aku tahu mungkin aku adalah lelaki yang jahat, tapi aku sudah tidak bisa lagi melanjutkan hubunganku denganmu," jawab Darren.
"Apa?!" Mia langsung berteriak saat mendengar hal yang paling dia takutkan, dia takut Darren akan memutuskannya dan sekarang dari mulut Dareen sendiri dia mendengar bahwa Darren ingin memutuskannya. Darren sudah menduga reaksi Mia akan seperti ini, jadi dia tetap tenang ketika Mia terlihat emosi.
"Darren, kau gila? Bagaimana mungkin kau mencampakkan aku?" tanya Mia.
"Aku ingin memulai semuanya dari awal dengan keluargaku, aku tidak ingin menjadi lelaki pecundang lagi," ucap Darren.
__ADS_1
"Jadi kau memutuskan aku karena keinginan kembali pada istrimu? Bukankah kamu benci mereka dan menyayangi Tristan saja?" tanya Mia.
Darren bangkit dari duduknya kemudian lelaki tampan itu menatap Mia, dan setelah itu dia memegang bahu Mia. "Mia, asal kau tahu selama ini aku tidak pernah mencintaimu, menjadikanmu kekasih karena aku kesepian," ucap Daren yang terpaksa jujur.
Mata Mia membulat saat mendengar ucapan Darren, dan tak lama terdengar suara tamparan yang sangat keras, ternyata Mia menampar Darren. Darren menatap kembali ke arah Mia kemudian tersenyum.
"Aku anggap semua impas," kata Darren, "aku tidak perlu merasa bersalah lagi karena sudah menamparku. Oh ya, kau jangan khawatir tunjanganmu selama beberapa tahun ke depan tetap akan aku bayarkan, termasuk kartu kredit yang ada padamu. Kau boleh bebas memakainya dan juga, jangan pernah datang lagi, menampakan dirimu di hadapanku atau di hadapan keluargaku. Kau mengerti maksudku? Ikuti apa kataku jika tidak, aku tidak akan segan-segan untuk melakukan hal yang di luar dugaanmu." Darren sedikit memberikan ultimatum untuk Mia, sebab dia tahu seperti apa wanita yang ada di depannya ini.
Mia menghentakkan kakinya karena kesal. Setelah itu, dia pun langsung keluar dari balkon dan berniat keluar dari apartemen Darren membuat Darren menghela napas. Setelah memutuskan Mia, Darren merasakan rasa lega yang luar biasa. Bebannya seolah berkurang karena dia bisa mulai menata semuanya dari awal, memperbaiki hubungan dengan keluarganya.
Setelah terdengar suara pintu tertutup pertanda Mia sudah keluar dari apartemennya, Darren langsung berjalan ke arah kamar yang ditempati oleh Theresia.
Darren membuka pintu kemudian lelaki itu langsung masuk, terlihat bahwa Theresia sedang tertidur. Darren perlahan berjalan ke arah ranjang kemudian dia naik ke ranjang tersebut, lalu setelah itu berbaring di sebelah Theresia dan memeluk Theresia dari belakang, sedangkan Theresia yang tidak punya tenaga, tidak melawan. Dia membiarkan sang ayah memeluknya.
***
Shelby berada di depan kantor Rush. Ini sudah tiga bulan berlalu dan ternyata kantor Rush adalah kantor fiktif, di mana sebenarnya Rush tidak punya bisnis dan Rush melakukan investasi bodong dan terliba penipuan. Sekarang, Shelby datang ke kantor ini karena ada beberapa pihak pengadilan yang sedang berada di kantor tersebut dan Shelby hadir sebagai saksi karena dia yang mengelola tentang perpajakan.
Shelby biasanya teliti soal pekerjaan, tapi entah kenapa kemarin dia terlalu percaya Rush hingga dia menghitung dan memasukkan data yang berhasil Rush tipu. Sekarang, dia harus berurusan dengan hukum.
"Jadi maksudmu, aku juga harus diperiksa di kantor polisi?" tanya Shelby ketika pihak pengadilan mengatkana bahwa Shelby harus ikut di periksa karena Shelby dicurigai sebagai anak buah Rush, sebab hanya Shelby yang memegang data-data itu.
__ADS_1
"Silakan ikut kami, Anda harus diperiksa di kantor polisi.”