
Shelby Berguling kesana kemari, rasanya dia begitu gelisah. Entah kenapa semenjak pembicaraan tadi dengan Dareen dia merasa aneh dan dia merasa ada yang berbeda dengan perasaannya.
Tak lama Shelby menarik ponsel yang berada di bawah bantal, kemudian mengutak-atiknya lalu dia membuka galeri dan melihat foto Dareen yang sedang bersama Mia. Shelbi menatap foto itu dengan lekat, kemudian dia mengelus foto tersebut. Ada rasa sesak yang menjulang di diri Shelby melihat foto itu, membayangkan apa yang terjadi diantara Dareen dan Mia di masa lalu.
“Mommy, apa Mommy cemburu pada bibi itu?” tiba-tiba Theresia berbicara membuat Shelby langsung menjatuhkan ponselnya ke bawah karena dia terkejut, sebab Theresia berbicara tiba-tiba Dia pikir putrinya sudah tertidur tapi ternyata belum.
“Thresi, kau mengagetkan Mommy," kata Shelby, dia menoleh kemudian dia menatap Theresia.
“Mommy, dari tadi tidak bisa diam, mana bisa aku tidur," balas Theresia.
“Apa Mommy sedang gelisah karena memikirkan Deddy dan bibi itu?” tanya Theresia yang menebak perasaan Shelby.
“Huh, mana mungkin, kau ini ada-ada saja," balas Shelbi, tiba-tiba Shelby terpikirkan sesuatu.
“Apa kau tidak marah melihat foto-foto bibi itu dan Daddy?" tanya Shelby, Theresia menggeleng.
“Tidak, itu kan hanya masa lalu, aku tahu itu foto dulu bukan foto sekarang.” Mendengar itu, Shelby mengelus rambut Theresia.
“Mommy bersyukur, kita ada titik ini, akhirnya Daddy bisa melihatmu, Akhirnya kau merasakan kasih sayang yang sama yang Kristen merasakan kasih sayang seorang ayah.”
Mendengar itu, Teresia tersenyum. Namun tak lama, wajahnya langsung redup, membuat Shelby mengerutkan keningnya. “Kenapa, hmm?" Tanya Shelby.
“Mommy, tidak bisakah kita seperti keluarga teman-temanku?"
“Maksudmu?” Shelby menatap bingung pada Theresia.
“Aku bingung harus menjelaskan dari mana ....” maksud dari Theresia adalah dia ingin mempunyai keluarga yang utuh, seperti keluarga teman-temannya, bukan seperti hubungan ayah dan ibunya sekarang.
Theresia dan Tristan Sekarang sudah hampir berusia 13 tahun, mereka mengerti betul kondisi keluarga mereka, mereka tau betul hubungan ayah dan ibu mereka dan bukan hubungan seperti ini yang Theresia dan Tristan mau, dia ingin mempunyai keluarga yang utuh.
Dan beberapa saat berlalu, Shelby mengerti dengan apa yang dipikirkan oleh Theresia, hingga wanita itu pun langsung mengelus rambut putrinya. “Theresia kau mengerti bukan, bagaimana kehidupan kita sebelum kita seperti sekarang?” tanya Shelby yang memberi pengertian, bahwa dia dan Dareen tidak akan bisa seperti orang lain.
Shelby menggangguk. “Hmm, Mommy. aku mengerti, ini hanya keinginanku dan Tristan saja.” Theresia mendekat ke arah Shelby, kemudian dia langsung memeluk ibunya.
“Mommy, terima kasih selama ini telah kuat menghadapi Daddy, terima kasih Mommy selalu berada di sampingku, aku menyayangimu lebih dari apapun.” Tiba-tiba rasa haru menyeruak diri Selby ketika mendengar apa yang Theresia ucapkan, hingga dia pun mengelus rambut putrinya.
__ADS_1
“Kau dan Tristan adalah kebahagiaan Mommy,” lirih Shelby, hingga pada akhirnya mereka pun terlelap.
Malam berganti pagi, Shelby keluar dari kamar dan ternyata Dareen Tristan dan Theresia sedang sarapan di meja makan.
“Morning," sapa Shelby hingga ketiga orang di sana langsung menjawab sapaan wanita cantik itu. Saat Shelby menarik kursi, Dareen mengerutkan keningnya kala istrinya tidak mau menatap ke arahnya. Shelby seperti mengalihkan pandangan darinya.
“Mommy, aku dan Daddy akan pergi untuk berbelanja, sedangkan Tristan akan pergi ke temannya. Apa Mommy tidak akan ikut bersama aku dan Daddy?” tanya Theresia, walaupun tahu sang ibu bekerja tapi entah kenapa hari ini dia ingin menghabiskan waktu bersama kedua orang tuanya.
Darren menatap ke arah Shelby, sedangkan Shelby mengetahui Dareen sedang menatapnya, berusaha untuk tidak menatap lelaki itu. Jujur saja masih merasa canggung untuk menatap Darren.
"Shelby kau tidak mau ikut dengan kami? Aku rasa tidak ada salahnya meluangkan waktu untuk Theresia," ucap Darren tiba-tiba, hingga Shelby langsung menuangkan air kemudian mengangguk.
"Oh, baiklah," jawab Shelby.
Darren menyipitkan matanya ketika dia merasa yakin Shelby sedang menghindarinya.
"Yey, akhirnya kita pergi bertiga," kata Theresia hingga Shelby menoleh ke arah putrinya.
"Ah, seandainya aku tidak berjanji dengan Fabio, aku juga ingin ikut," kata Tristan.
"Kita pergi ber empat lain kali, janji harus ditepati," ucap Shelby.
"Iya," jawab Shelby, dia kembali menundukkan pandangannya ketika Darren sedang menatapnya. Darren merasa gemas ketika melihat Shelby seperti ini.
'Dareen, Kenapa kau tidak menyadari bahwa wanita itu istimewa?' Darren membatin, harusnya sedari dulu dia memperjuangkan Shelby.
Akhirnya, acara makan pun selesai. Kini mereka sedang berada di mobil dengan Shelby dan Theresia duduk di belakang, sedangkan Tristan duduk di depan. Saat ini Darren berencana untuk mengantar Tristan terlebih dahulu, lalu setelah itu dia akan pergi ke pusat perbelanjaan bersama Theresia dan juga Shelby setelah mengantar Tristan.
Dan setelah mengantar Tristan, Di sinilah mereka berada, di sebuah pusat perbelanjaan, mereka pun langsung turun dari mobil, saat akan berjalan tiba-tiba Dareen menghentikan langkahnya dia terpikiran sesuatu.
"Shelby, tolong fotokan aku dan Theresia dari belakang," kata Darren ketika mereka sudah berada di basement. Seperti tadi, Shelby menerima ponselnya tanpa menatap ke arah lelaki itu.
"Ayo Theresia." Darren menggenggam tangan Theresia kemudian mulai berbalik dan Shelby langsung memoto Darren dan Theresia dari arah belakang. Setelah itu, Shelby kembali memberikan ponselnya pada Darren dan mereka pun masuk ke dalam Mall.
Saat mereka masuk, tiba-tiba Shelby menghentikan langkahnya ketika di seberang, dia melihat adik tirinya sedang merangkul tangan sang ayah. Bagi Shelby, ini adalah pemandangan yang menyakitkan.
__ADS_1
Darren yang tidak mendengar suara derap langkah, langsung menoleh.
"Mommy," panggil Theresia hingga Shelby tersadar. Tak lama, Shelby kembali melihat ke arah ayah dan adiknya yang juga ternyata mereka sedang melihat ke arah Shelby.
Tubuh Anderson diam mematung saat melihat Shelby. Selama tiga tahun ini, dia tidak pernah datang lagi pada Shelby karena Shelby selalu menolaknya. Untuk pertama kalinya lagi setelah tiga tahun berlalu dia bertemu dengan Shelby, sebab selama tiga tahun ini dia diam di luar negeri karena menemani putrinya bungsunya kuliah, dan dia baru kembali lagi ke Rusia satu Minggu lalu.
Shelby juga tahu kepergian ayahnya ke luar negeri dan untuk apa ayahnya di sana. Sebab saat itu tanpa sengaja dia bertemu dengan Angela. Adiknya sepertinya masih dendam padanya karena saat itu Shelby bersikap ketus pada Angela, hingga ketika bertemu dengan Shelby, Angela memanas-manasi kakaknya dan mengatakan bahwa ayahnya rela pindah ke luar negri demi menemani Adiknya kuliah dan tentu itu sangat memyakitkan bagi Shelby.
Darren melihat arah pandangan Shelby, hingga dia kebingungan ketika Shelby dan Anderson saling tatap. "Tuan Anderson," panggil Darren. Anderson dan perusahaan Darren masih menjalin kerja sama, tapi sayangnya Darren tidak mengetahui bahwa Anderson adalah mertuanya.
Anderson maju kemudian menghampiri Darren dan juga Shelby, dia melepaskan tangan Angel dari tangannya, kemudian menghampiri anak dan menantunya.
Mata Shelby membasah ketika melihat sang ayah, luka itu muncul lagi hingga dia tidak bisa mengendalikan diri.
"Theresia, Mommy akan pergi ke toilet," kata Shelby membuat Darren mengerutkan keningnya. Belum sempat Darren bertanya, Shelby sudah berbalik.
“Hallo, Tuan Dareen," sapa Anderson.
“Hallo juga Tuan Anderson.”
"Apa Anda mengenal Shelby, Tuan Darren?" tanya Anderson, menyadarkan Darren lamunannya.
"Ah iya, Shelby istri saya," jawabnya.
"Apa?!" Anderson terpekik saat mendengar ucapannya, sedangkan Angela menatap Darren tanpa berkedip. Dia terpesona dengan ketampanan Darren.
"Kenapa Bibi itu melihat Daddy seperti itu?" Theresia sengaja mengeraskan suaranya hingga Angela tersadar, begitu pun dengan Darren.
"Theresia," tegur Darren.
"Kenapa jadi menegurku?" Theresia mendadak tidak terima ketika Darren menegurnya.
Darren menggenggam tangan Theresia kemudian tersenyum, membuat mood Theresia membaik.
"Tuan Anderson, perkenalkan ini putriku," kata Dareen.
__ADS_1
Anderson menatap Theresia dengan mata yang berkaca-kaca, membuat Theresia mengerutkan keningnya. 'Lelaki tua ini begitu aneh.' Theresia membatin, mengutuk sang kakek.
"Cucuku," panggil Anderson hingga Darren mengerutkan keningnya ketika mendengar ucapan Anderson. Tunggu, sebenarnya ada apa ini?