
Setelah Darren pergi, Angel bangkit dari duduknya kemudian dia keluar dari cafe, wanita itu pun langsung berjalan ke arah mobil dan setelah itu Angel langsung menjalankan mobilnya dan pergi ke suatu tempat.
Sekarang, di sinilah Angel berada, dia berada di galeri milik Shelby. Hari ini dia sengaja ingin membeli lukisan, tentu saja bukan sengaja melainkan dia datang untuk mengerjai kakaknya.
Angel adalah anak pertama dari ibunya. Selama ini Angel tidak mempunyai kakak, dia juga tidak terlalu dekat dengan adiknya dan ketika mengetahui bahwa dia mempunyai kakak, dia langsung menghampiri Shelby tapi ternyata sikap Shelby kurang welcome. Itu sebabnya sekarang dia terobsesi untuk dekat dengan kakaknya, tapi tentu saja karena Shelby tidak mau dekat dengan secara baik-baik, itu sebabnya Angel menggunakan cara ini.
Angel masuk ke dalam kemudian dia melihat sekelilingnya mencari Shelby, hingga tak lama dia menemukan sang kakak yang sedang membenarkan lukisan.
"Ekhem." Tiba-Tiba, Angel berdeham membuat Shelby menoleh.
"Kau lagi," kata Shelby, yang menatap adiknya dengan malas.
"Kau ini tidak sopan sama sekali, apa ini caramu menyambutku?” Aku ini tamu. Aku ingin membeli lukisan ini," ucap Angel.
"Tidak, aku tidak akan menjual lukisan ini padamu," balas Shelby. Karena dia tidak ingin meladeni adiknya, Shelby pun berbalik meninggalkan Angela, tapi tentu saja Angela tidak menyerah. Dia terus mengikuti kakaknya hingga tak lama Shelby kembali berbalik.
"Kau ini kenapa terus mengikutiku?" tanya Shelby dengan ketus.
"Aku tidak mengikutimu. Aku sedang melihat lukisan. Kau ini hanya pegawai di sini, kenapa kau tidak ramah pada pembeli yang akan membeli lukisan ini?" tanya Angela.
"Sudah kubilang, aku tidak akan menjual lukisan ini padamu," kata Shelby.
"Akan kuadukan pada bosmu jika kau tidak mau melayaniku dengan baik, " ancam Angela.
"Adukan saja," balas Shelby yang mulai terpancing emosi.
"Ish, wanita itu kenapa sulit sekali didekati?" tanya Angel ketika Shelby berjalan dengan cepat. Dia juga tidak bisa menyalahkan sang kakak karena dia tahu ayahnyalah yang salah di sini, hingga Angel hanya bisa bersabar.
***
Setelah menemui Angela, Darren langsung pergi ke kantornya. Lelaki itu akan mengerjakan pekerjaannya sebentar sebelum dia mengajak Theresia makan siang bersama. Tristan hari ini tidak bisa ikut, lelaki itu memilih makan siang bersama temannya dan Darren sengaja mengajak Theresia. Percakapannya semalam dengan Shelby hingga rasanya setiap detik selalu ingin dekat dengan putrinya. Dia tidak ingin melewatkan apapun lagi.
Waktu menunjukkan pukul dua belas siang.
Pada akhirnya, Darren keluar dari ruangan berniat untuk menjemput Theresia. Beruntung, kantor Darren dan sekolah Theresia serta Tristan tidak terlalu jauh hingga Darren bisa sampai lebih cepat.
__ADS_1
"Daddy!" teriak Theresia ketika Darren turun dari mobil. Sepertinya, Theresia sudah menunggu sedari tadi.
Ketika Theresia berlari ke arahnya, jantung Darren seperti berhenti berdetak. Tiba-Tiba, matanya berkaca-kaca. Dia merasa sedih, entah kenapa dia merasakan feelingnya tidak baik. Namun tak lama, dia menggeleng.
Tidak akan ada apa-apa yang terjadi dengan putrinya, begitulah pikir Darren.
"Kenapa lama sekali? Aku sudah menunggu dari tadi," omel Theresia membuat Darren mengelus rambut putrinya.
"Ayo masuk." ajak Daren, Theresia langsung masuk ke dalam mobil, begitu pun Darren dan sekarang di sinilah mereka berada, di restoran favorit Theresia. Darren turun dari mobil, kemudian Theresia juga turun hingga setelah itu Darren langsung mengulurkan tangannya pada putrinya.
"Kau ingin memesan apa?" tanya Darren ketika mereka sudah duduk di kursi.
"Daddy, bolehkah aku memesan beberapa menu? Aku tadi tidak sarapan dan aku baru saja olahraga jadi perutku lapar.”
"Tentu, kau boleh memesan menu yang banyak," ucap Darren. Pada akhirnya Theresia pun memesan beberapa menu.
Setelah pelayan pergi, Theresia melihat ke arah Dareen. “Daddyn!” panggil Theresia, hingga Daren menoleh.
“Kenapa hmm?”
“Apa Ini?” kata Dareen.
“Ini cincin buatanku, ini terbuat dari bahan elastis Jadi Daddy tidak boleh mencopotnya,” kata Theresia sambil memasukan cincin itu ke jari manis Daren. Lalu setelah itu Theresia langsung menggenggam tangan Darren, menautkan jari-jarinya pada jari-jari sang ayah. Lalu setelah itu Theresia menyimpan tangan Dareen di pipinya merasakan elusan tangan sang ayah.
"Daddy berjanji, Daddy tidak boleh meninggalkan aku, oke?" tanya Theresia dengan wajah yang murung.
"Kenapa wajahmu murung?" tanya Darren.
"Daddy tahu, perasaanku tidak enak. Aku sudah bermimpi buruk tentang Daddy selama dua kali dan aku tidak mau terjadi sesuatu balasnya dan Apa yang dikatakan Theresia membuat Darren termenung.
"Tidak akan terjadi apa-apa," jawabnya walaupun dia sendiri tidak yakin.
Akhirnya makanan pun datang dan ketika Darren akan menyuapi Theresia, Theresia menolak.
"Daddy, boleh aku menyuapi Daddy?" tanyanya.
__ADS_1
Darren mengangguk.
Theresia dengan semangat mengambil piring, dia memotongnya dengan kecil-kecil lalu menyuapi Darren. Ini terlihat adegan yang normal, tapi entah kenapa terasa aneh.
Akhirny
***
Waktu menunjukkan pukul empat sore.
Shelby masuk ke dalam ruangan Darren. Dia sengaja datang untuk mengajak Darren pulang bersama, dan ketika Shelby masuk, rupanya Darren sedang melamun bahkan lelaki itu tidak menyadari kehadiran istrinya.
"Darren," panggi Shelby hingga Darren tersadar.
"Kau di sini? Tumben sekali kau kemari." Darren dengan cepat bangkit dari duduknya, dia menghampiri Shelby lalu merangkul pundak istrinya dan membawanya ke sofa, hingga kini mereka sudah duduk bersebelahan.
"Darren, ada yang kau pikirkan? Kenapa kau tampak melamun?" tanya Shelby yang langsung bertanya.
"Jujur aku sedang merasa tidak tenang," jawab Darren.
"Tidak tenang kenapa?" tanya Shelby.
"Kau tahu, bukan, Mia pasti akan melakukan hal lebih dan pasti ada orang di belakangnya dan aku takut," ucap Darren. Walaupun sebenarnya dia sudah sering menguatkan Shelby mengatakan tidak akan ada yang terjadi, tapi entah kenapa akhir-akhrir ini jperasaannya begitu gelisah, seolah dialah yang akan ditargetkan, bukan Shelby atau kedua anaknya.
"Darren, kau bilang semuanya akan baik-baik saja, kenapa kau harus risau?" tanya Shelby. Baru saja Shelby akan bertanya, tiba-tiba Shelby menghentikan ucapannya ketika melihat cincin unik di jari manis.
"Kenapa kau memakai cincin seperti ini?" tanya Shelby yang tertawa.
"Ini buatan Theresia. Bagus, bukan? Aku tidak akan melepaskan ini," jawabnya dengan nada yang rapuh.
"Ya sudah tidak usah dipikirkan lagi, ayo pulang," kata Shelby hingga Darren mengangguk. Kebetulan, jam kantor sudah usai dan mereka pun langsung berjalan keluar. Seperti biasa, Darren menggenggam tangan Shelby. Dia seolah bangga memamerkan istrinya.
Darren menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang, sesekali dia melihat ke arah Shelby yang tertawa karena wanita itu melihat hal lucu di ponsel, bahkan tanpa sadar Darren ikut tersenyum.
Saat lampu merah menyala dan mobil Daren terhenti. Darren melihat ke samping. Lelaki langsung mempertajam penglihatannya. Mata Dareen terbelalak saat melihat Darren terkejut Salsa menyeberang dengan tatapan mata yang kosong, bahkan beberapa kali hampir tertabrak, bahkan sepertinya kakaknya juga tidak mendengar suara klakson.
__ADS_1
Dengan cepat, Darren pun turun dari mobil kemudian dia berlari untuk menyelamatkan Salsa, ' meninggalkan Shelby yang juga terkejut karena Darren tiba-tiba turun, hingga pada akhirnya Shelby bisa melihat alasan kenapa suaminya turun, ternyata suaminya ingin menjemput Salsa yang sedang menyeberang. Rupanya Salsa ....