Tatap Aku, Lelakiku!

Tatap Aku, Lelakiku!
Ulang Tahun


__ADS_3

Jantung Dareen berpacu dengan cepat ketika dia baru saja berlari. Saat berada di lift, Dareen menghentikan langkahnya, kemudian memegang dadanya lelaki itu menghirup oksigen sebanyak-banyaknya, dia benar-benar tidak menyangka Mia, yang tadinya cantik seksi dan sekarang benar-benar berubah.


“ Tuhan, terima kasih kau kirimkan aku istri secantik Shelby,” ucap Dareen, walaupun Shelby tidak lagi muda dan usianya sudah matang sama seperti dirinya, tapi di Mata Daeen strinya tetap cantik tidak berubah sedikitpun, Shelby yetap seperti dulu.


Setelah bisa menguasai dirinya, dan melanjutkan langkahnya lelaki tampan itu langsung menaiki lift, dia memutuskan untuk pergi ke luar kota untuk menyusul Tristan. Tadinya dia ingin menemui Tristan nanti, tapi dia sudah tidak bisa membendung kerinduannya.


Setelah melewati perjalanan yang cukup panjang, akhirnya mobil yang dikendarai oleh Dareen sampai di asrama tempat di mana Tristan menginap, dia mendapatkan info bahwa Tristan baru saja pergi ke lapangan untuk berlatih bersama teman-temannya.


Dareen berjalan menyusuri lapangan, terdengar suara riuh hingga tatapan Dareen langsung berpusat mencari putranya. Hingga tatapannya langsung tertuju pada Tristan yang sedang beristirahat di pinggir


Mata Daren kembali membasah, ketika melihat Tristan sudah jauh berbeda dengan 5 tahun lalu. “Tuhan, ternyata anak-anakku sudah dewasa.” batin Dareen ketika melihat wajah Tristan begitu tampan, tubuh anak pertamanya sangat atletis.


“Tristan!” panggil Nick yang berada di sebelah Tristan.


Tristan menoleh. “Apa?”


“Kau menyukai Bella. Tapi kenapa yang mendekatimu malah kakaknya," ucap Nick. Rupanya Tristan mulai meberanikan diri membuka hati, karena dia mulai menyukai teman kelasnya yang sangat sederhana. Namun yang mendekatinya malah Molly, Kaka dari Bella.


Penampilan Bella dan Molly sangat berbeda jauh, Molly yang tak lain Kaka Bella terlihat lebih glamor daripada adiknya, dan Tristan menyukai Bella yang sederhana.


“Aku dengar Bella dan molly adalah saudara tiri Bella kerap di tindas oleh kakaknya. jadi kau jangan mau jika didekati oleh molly," ucap Nick yang memberi saran.


” Ah sudahlah, aku pusing memikirkan itu. Toh, aku juga hanya sebatas menyukai Bella, tidak lebih," ucap Tristan. Walaupun dia sudah puber, tapi Tristan tidak ingin memikirkan hal yang tidak penting, karena baginya yang penting sekarang adalah pendidikan.


“Ya sudah ayo kita ke lapangan,” ajak Nick karena masa istirahat sudah selesai. Tristan bangkit dari duduknya, kemudian dia memulai peregangan dan ketika dia melihat ke arah samping. Jantung Tristan berdetak dua kali lebih cepat saat melihat sesosok yang berdiri di dekat lapangan. Nafas Tristan mendadak tidak beraturan ketika melihat lelaki berperawakan seperti ayahnya. Walaupun Dareen memakai masker dan juga topi, tapi dia mengenali betul itu adalah ayahnya.


Seketika seluruh tubuh Tristan melemah, beberapa kali dia mengucek matanya memastikan bahwa lelaki yang dia lihat adalah nyata. “Daddy!" Hanya mengucapkan kata itu, Air mata Tristan sudah turun dari mata Tristan, apalagi Tristan memiliki hati yang lembut.


“Tristan, kau mau ke mana?” tanya Nick, ketika Tristan berjalan seperti akan keluar dari sisi lapangan. Tapi, Tristan tidak menjawab dia terus melanjutkan langkahnya dengan langkah pelan, seraya tatapan matanya terus menatap ke arah Dareen.

__ADS_1


“Daddy, selama berjalan Tristan terus menggumamkan nama sang ayah.


Hingga pada akhirnya, Tristan keluar dari lapangan dan ketika Tristan keluar dari lapangan dan berdiri tidak jauh dari tempatnya berdiri, Dareen melepaskan topinya, kemudian dia melepas juga masker. Hingga Tristan bisa melihat dengan jelas bahwa yang berada di depannya memang benar ayahnya.


“Daddy!” panggilnya. Tristan memegang pinggiran pagar, karena dia tidak menyangka Ayah yang sudah 5 tahun menghilang ada di hadapannya. Dareen maju ke arah putranya, dia tersenyum dan sedetik kemudian Tristan yakin dia tidak bermimpi hingga lelaki itu langsung berlari lalu menubruk tubuh ayahnya. Sama seperti Theresia, Tristan begitu emosional, dia menangis dengan kencang ketika memeluk Dareen. Bahkan, semua yang berada di lapangan langsung melihat ke arah Tristan.


Dareen memeluk Tristan dengan erat, kedua pasang ayah dan anak itu saling menangis haru. Bahkan Dareen merasa Tristan memeluk sama eratnya. Beberapa saat berlalu, Dareen berusaha melepaskan pelukannya dari Tristan, tapi Tristan tidak mau melepaskan pelukannya, hingga dia membiarkan putranya memeluknya.


Dan pada akhirnya, Tristan melepaskan pelukannya hingga Dareen langsung memegang kedua bahu putranya. ”Da-daddy nyata, kan?” tanya Tristan dengan wajah yang memucat. Dia takut bahwa dia hanya bermimpi.


“Kau pasti menepati janjimu, kan? Untuk terus menjaga ibu dan adikmu?” tanya Dareen sambil menghapus air matanya.


“Hmm, Dad. Aku menepatinya. Aku mene ....” Tristan tidak lagi meneruskan ucapannya karena suaranya tenggelam oleh tangisan, hingga Dareen kembali membawa sang putra kedalam pelukannya.


***


Walaupun awalnya kepolisian tidak bisa untuk membebaskan Rush, karena Rush harus ditahan secara hukum. Tapi, tentu saja Tommy tidak menyerah, dia mengeluarkan uang yang sangat banyak untuk menebus Rush, dia tidak akan pernah membiarkan lelaki yang menyiksa putranya hidup tenang di penjara dan ketika harus kembali ke tangannya, lelaki itu harus merasakan rasa sakit lagi lebih dari apa yang Rush lakukan pada Dareen.


“Selamat pagi, Tuan,” ucap anak buah Tommy yang menjaga di rumah tersebut. Hingga Tommy mengangguk.


“Apa semua sudah selesai?” tanya Tommy. Anak buah Tommy mengangguk, kemudian dia mempersilahkan Tommy untuk masuk ke dalam. Tommy mendudukkan diri di sofa, kemudian tirai terbuka dia tersenyum ketika melihat tubuh Rush yang tergantung dengan posisi kaki di atas dengan kepala di bawah.


Hanya dalam waktu 3 bulan, tubuh Rush sangat kurus, dan hanya tinggal tulang. Rush hanya akan diturunkan ketika lelaki itu mengeluh ingin ke kamar mandi, selebihnya dia akan kembali digantung.


Beberapa kali Rush berusaha untuk mencelakai dirinya sendiri dengan menyentuhkan dirinya ke pilar berisi aliran listrik. Tapi tentu saja anak buah Tommy tidak membiarkan itu terjadi, siksaan yang ditunjukkan Tomi benar-benar membuat Rush lebih memilih mati.


Ini hanya sebagian siksaan yang diberikan oleh Tommy, sebab terkadang Tommy selalu memberikan siksaan yang lebih ekstrim, salah satunya adalah Tommy pernah menyuruh anak buahnya untuk umenyimpan tubuh Rursh di peti mati, lalu menutupi wajah Rush dengan penutup kepala dan melemparkan serangga ke peti mati tersebut, lalu menutupnya.


Tommy sengaja memakaikan penutup kepala agar serangga itu tidak memasuki kepala Rush, tentu saja agar Rush tidak mati dan ketika sudah beberapa jam berlalu, Rush kembali dikeluarkan kemudian kembali lagi digantung. Seperti itulah siklusnya. Tommy benar-benar membuat siksaan yang mengerikan hingga membuat Rush lebih memilih untuk mati.

__ADS_1


Beberapa saat berlalu


“Turunkan dia," kata Tomi pada anak buahnya. hingga anak buah Tommy mengangguk. Lalu setelah itu, mereka pun masuk ke dalam. Anak buah Tommy menekan tombol, hingga tali langsung turun Lalu setelah itu tali terlepas dengan sendirinya, dan tubuh Rush terhempas ke bawah.


Ketika tubuhnya ke bawah, Rush berteriak karena merasakan rasa sakit. Seluruh tubuh Rush sangat menghitam, tentu saja akibat siksaan yang diberikan padanya.


“Isi bak dengan air es, dan rendam dia!” titah Tommy, membuat Rush yang sedang kesakitan langsung membulatkan matanya. Rasa sakit akan kembali menerpanya lagi ketika dia di rendam di air es, tentu saja karena es yang di gunakan akan merendam seluruh tubuhnya.


Beberapa hari kemudian


Waktu menunjukkan pukul sebelas tiga puluh malam, seperti biasa, Tristan dan Therasia sedang mempersiapkan ulang tahun Shelby. Hari ini berdeda dengan tahun-tahun sebelumnya, di mana tahun-tahun sebelumnya mereka merayakan ulang tahun sang ibu dengan penuh kesedihan. Tapi berbeda dengan sekarang, di mana malam ini mereka akan merayakan hari ulang tahun ibunya dengan penuh suka cita. Tentu saja karena sekarang Dareen sudah ada bersama mereka


Sekarang, Dareen sudah berada di bawah, lelaki itu masih bersembunyi. Dareen menemui Mayra kemarin malam, hingga sekarang dia bisa masuk lagi ke rumah orang tuanya.


“Thresia, apa sudah selesai?" Tanya Tristan pada Therasia yang sedang menyiapkan buket bunga.


”Hmm, sudah selesai?" Jawab Thersia dengan semangat.


Dan sekarang, Shelby, Thresia dan Tristan sudah duduk di lantai, selalu seperti ini setiap tahun. Mereka akan merayakan ulang tahun Shelby bertiga, karena Alden sudah tertidur. Sedangkan Tommy dan Mayra akan mengucapkan selamat ulang tahun saat keesokan harinya.


Shelby menatap kueh ulang tahunnya dengan mata yang membasah, rasa hancur kembali menderanya, tentu saja karena dia teringat suaminya.


“Mommy pegang ini!” titah Tristan yang menyuruh Thresia untuk memegang pemantik api


“kenapa Mommy harus memegang ini?' tanya Shelby dengan bingung.


“Pegang saja. Nanti Mommy yang menyalakan lilin," jawab Tristan lagi. Baru saja Shelby akan menjawab, tiba-tiba lampu padam. Dan seketika itu juga, Theresia dan Tristan berjalan mengendap-ngendap untuk keluar dari kamar dan Dareen juga masuk kedalam kamar, dengan cepat dia duduk di depan Shelby.


“Tristan ... Thresia, apa kalian sengaja mematikan lampu?" Tanya Shelby, yang menyangka ini adalah ulah kedua anak kembarnya. Karena tidak mendengar sahutan dari kedua anak kembarnya, akhirnya Shelby menyalakan pemantik Api. Dan ketika Api mulai menyala, tubuh Shelby langsung diam mematung ketika dia melihat wajah Dareen begitu dekat dengannya, hingga ...

__ADS_1


__ADS_2