
"Darren!" teriak Tommy lagi ketika Darren masih tersungkur di lantai. Tubuh Darren sudah sangat lemas, apalagi sang ayah menghajarnya secara membabi buta.
Mungkin jika Darren mau bertanggung jawab, Tommy tidak akan terlalu murka, tapi yang menjadi masalah di sini adalah Darren menyuruh Shelby untuk menggugurkan kandungannya, di mana Tommy membenci kata-kata itu. Sementara Mayra, dia sama sekali tidak bereaksi dan membiarkan suaminya memukul Darren. Beberapa kali Darren menatap Mayra, meminta tolong lewat tatapan matanya, tapi Mayra tidak terpengaruh. Dia sama seperti Tommy yang murka karena kelakuannya.
Karena Darren tidak kunjung bangkit, Tommy pun berjalan ke arah Darren. Matanya berkilat penuh amarah, lalu setelah itu dia langsung menarik kaos Darren, hingga tubuh Darren terangkat.
"Katakan, siapa yang mengajarkanmu seperti ini?" Teriak Tommy.
"Dad, ampun," kata Darren yang sudah tidak berdaya. Jika sang ayah menghajarnya lagi, sudah dipastikan dia benar-benar akan tumbang.
Tommy baru saja akan mengangkat tangannya lagi untuk menghajar Darren, tiba-tiba menghentikan gerakannya karena terdengar suara derap langkah yang tak lain adalah Shelby dan ayahnya, hingga Tommy dan Mayra menoleh.
"Paman," panggil Shelby hingga Tommy melepaskan tangannya pada kaos sang anak, lalu setelah itu dia langsung menghampiri Selby dan ayahnya.
"Tuan, Selbie silakan duduk," kata Mayra yang mempersilahkan Selby dan ayahnya untuk duduk, hingga kini semua sudah berembuk di ruang keluarga, begitu pun dengan Darren yang juga sudah duduk sambil menunduk karena takut menatap wajah sang ayah.
"Paman, Bibi, sebelumnya aku minta maaf karena telah membuat kegaduhan," kata Shelby lagi.
"Tidak apa-apa, kami yang meminta maaf karena putra kami." Kali ini, Tommy yang berbicara.
"Paman akan pastikan Darren akan bertanggung jawab," jawab Tommy lagi.
Shelby menggeleng. "Paman, maaf. Bukan aku menolak, tapi aku berubah pikiran. Aku tidak ingin Darren bertanggung jawab," jawab Selbie tiba-tiba.
__ADS_1
"Apa?!" Tommy dan Mayra terpekik saat mendengar ucapan Shelby.
"Tidak apa-apa, kami akan pindah ke luar kota," jawab Shelby. Dia mungkin bisa kuat di luar, tapi apa yang diperbuat oleh Darren membuat dia trauma hingga dia tidak mungkin mampu untuk tetap berada di kota ini, apalagi meneruskan kuliahnya hingga dia dan ayahnya memutuskan untuk pergi ke luar kota.
"Tidak Shelbie, Darren harus bertanggung jawab, kalian harus menikah," kata Tommy lagi.
Sementara Anwar, tak lain ayahnya tidak berbicara. Jujur, ini berat untuknya. Dia hanya seorang sopir dan karena kasus yang menimpa putrinya, dia terpaksa keluar dari pekerjaannya karena Shelby ingin pindah dari kota ini, dan sekarang dia harus mencari pekerjaan lagi.
"Tidak, Paman, maaf aku lebih memilih pergi," kata Shelby yang kekeh dengan keputusannya.
"Tuan Tommy, maaf jika saya berbicara lancang." Tiba-Tiba Anwar berbicara hingga semua menatap ke arah lelaki paruh baya itu.
"Saya tidak ingin anak saya menikah dengan Darren. Saya baru mendengar ternyata Darren membully anak saya dengan sangat hebat. Saya tidak tahu kesalahan anak saya di mana, dan kenapa Darren tega membully anak saya sampai membuat anak saya seperti ini, tapi saya sadar kami hanya orang biasa dan jika dia bertanggung jawab tentang anaknya, anak saya yang akan terluka karena bisa saja Darren memperlakukan Shelby dengan buruk," kata Anwar. Nadanya terdengar gemetar dan Tommy serta Mayra tahu bahwa ayah Shelby menahan rasa sesak yang luar biasa dan itu semua gara-gara putra mereka.
"Tidak, kami akan bertanggung jawab pada Shelby dan akan menikahkan Shelby. Aku yang menjamin bahwa Darren tidak akan melukai Shelby lagi," kata Tommy dengan yakin.
Namun lagi-lagi Shelbi menggeleng. "Tidak Paman, terima kasih. Aku tidak ingin menikah dengan Darren. Bagaimana mungkin aku akan menikah dengan pembully sepertinya?"
Mendengar itu, tiba-tiba Darren mengangkat kepalanya. dia melotot galak pada Shelby, bisa-bisanya Shelby mengatakan itu pada sang ayah.
"Lihat Paman, dia melototiku," ucap Shelby membuat Tommy menoleh.
"Darren, angkat kepalamu. Minta maaf pada Shelby, katakan kau akan bertanggung jawab," kata Tommy yang kekeh. Dia tidak akan pernah membiarkan cucunya hidup tanpa keluarga yang utuh, dia sendiri akan mengawasi Darren agak tidak macam-macam. Namun, Darren tidak menjawab.
__ADS_1
"Darren, kau mau dihajar?" tanya Tommy lagi hingga pada akhirnya, Darren mengangkat kepalanya.
"Maafkan aku," kata Darren. Dia bisa saja meminta maaf, tapi matanya tidak menatap Shelby. Jujur saja, dia gengsi pada wanita itu, dia tidak ingin membuat wanita itu melayang dan untuk pertama kalinya mungkin Darren meminta maaf pada seseorang walaupun itu terpaksa.
"Aku tidak mendengarnya," jawab Shelby membuat Darren ingin sekali marah padanya.
"Darren, ucapkan yang kencang," kata Tommy hingga pada akhirnya, Darren mengucapkan permintaan maafnya dan penyesalannya. Namun, tentu saja itu bohong.
"Minta maaf pada Tuan Anwar," katanya lagi hingga Darren menatap Anwar dan mengatakan maaf serta mengatakan penyesalannya.
Akhirnya, acara mediasi pun selesai.
Tommy berhasil membujuk Shelby agar Shelby mau menikah dengan Darren. Shelby dan sang ayah diam di rumah Mayra dan Tommy selama dua jam, dan selama dua jam itu pula Tommy dan Mayra tidak henti-hentinya untuk meyakinkan Shelby, hingga pada akhirnya Shelby memberikan satu syarat, yaitu mengatur keuangan Darren. Bukan tanpa alasan Shelby mengajukan syarat tersebut, sebab jika Darren tanpa kekuasaan, dia tidak akan bisa membully.
Tentu saja Tommy setuju. Bukan hanya itu, Shelby juga mengajukan syarat agar Darren tidak membawa mobil ataupun membawa motor untuk ke kampus, agar Darren tidak semakin sombong dan lagi-lagi syarat itu disetujui, sedangkan Darren, tentu saja dia tidak bisa berbuat apa-apa.
Detik itu pula, dompet Darren ditarik oleh Tommy dan Tommy pun malah menyerahkan dompet itu pada Shelby, hingga sekarang Shelby keluar dari rumah Tommy membawa dompet lelaki usil itu.
Rencana pernikahan akan dilaksanakan seminggu lagi dan Shelby lebih meminta untuk pernikahan tertutup, tidak mengundang siapa pun.
***
Darren masuk ke dalam kamar. Rasanya, dia ingin mengamuk. Bagaimana tidak, barusan dia pikir sang ayah akan mengganti uang ataupun fasilitas yang dicabut dan berpikir sang ayah hanya berpura-pura mengatakan akan mencabut semuanya di hadapan Shelbi dan ayahnya. Tapi ternyata tidak. Tommy dengan tegas mencabut semuanya dan sekarang dia menjalani hukuman dengan menurut pada Shelby, dan itu membuat Darren benar-benar kesal.
__ADS_1
"Awas saja, akan kubalas kau," ucap Darren, tanpa dia sadari mungkin suatu hari nanti rasa benci itu akan berubah.