
Setelah sekian lama saling memeluk, Dareen melepaskan pelukannya, dia memegang kedua bahu Theresia lalu ibu jarinya menghapus air mata putrinya.
“kau cantik sekali," puji Dareen.
"Aku memang cantik," jawabnya. Dia memukul-mukul dada Darren melampiaskan kemarahannya, kekecewaannya dan rasa senangnya.
"Daddy ke mana saja? Kenapa selama lima tahun Daddy menghilang? Apa Daddy mengkhianati Mommy? Apa Daddy punya keluarga baru?" Theresia berbicara sambil berlinang air mata, membayangkannya saja membuat dia sesak. Jujur selama ini, inilah yang Theresia sangka pada sang ayah. Darren menghilang karena mempunyai keluarga baru, sama seperti di novel-novel yang sudah dia baca, dan sekarang tangis Theresia malah makin kencang. Dia memukuli tubuh Darren, dia tidak peduli dengan orang-orang yang melihatnya. Jika saja Darren seperti apa yang dia pikirkan, tentu saja dia akan sangat murka.
"Theresia," panggil Darren, dia memegang tangan Theresia agar Theresia tidak terus menyerang.
"Tidak ada yang mengkhianati kalian, Daddy pergi karena disandera," jawabnya jujur.
Tiba-Tiba, Theresia menghentikan tangisnya, dia menatap Darren dengan bingung.
"Sa-sandera?" tanya Theresia dengan terbata.
Pada akhirnya, Darren menjelaskan secara garis besarnya pada Theresia dan dia juga mengatakan bahwa sebenarnya Darren sudah ada di Rusia tiga bulan lalu.
"Jadi maksud Daddy ...." Pada akhirnya, Theresia mengerti walaupun Darren hanya menjelaskannya sekilas.
"Itu semua benar, kau boleh tanya kakek," ucap Darren.
Seketika itu juga Theresia melepaskan tangannya dari tangan Darren kemudian dia kembali berhambur memeluk ayahnya. Dia yakin apa yang ayahnya lalui selama ini sangat buruk, dan pada akhirnya Theresia melepaskan kembali pelukannya.
"Ayo kita pulang," ajaknya.
Namun, Darren menggeleng. "Daddy tidak bisa pulang sekarang," ucapnya.
"Apa Daddy tega pada Mommy? Apa Daddy sudah mempunyai pengganti Mommy?" tanya Theresia, raut wajahnya berbeda ketika mengatakan itu.
"Tidak, Daddy ingin memberikan kejutan seperti umumnya ketika momen ulang tahun. Kau ingat Daddy pernah mengatakan bahwa saat ulang tahun, Daddy akan memberi kejutan?" tanya Darren.
"Tapi Daddy tidak berbohong?" Theresia malah balik bertanya.
"Tidak. Jika Daddy berbohong, Daddy tidak akan menghampirimu kemari.”
__ADS_1
"Lalu Daddy tinggal di mana?" tanya Theresia.
"Daddy tinggal di apartemen kita yang dulu. "Ya sudah, ayo kita makan. Kau belum makan siang, 'kan?" tanya Darren hingga Theresia mengangguk. Kali ini dia langsung menggenggam tangan ayahnya, menariknya untuk pergi ke mobil.
Darren mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang. Dia sedikit kesulitan untuk mengemudi karena sedari tadi Theresia menggenggam tangannya. Gadis remaja itu begitu takut Darren kembali hilang hingga walaupun Darren di sebelahnya, dia tidak mau melepaskan genggaman tangannya dan sungguh membuat Darren ingin sekali menangis. Dia sangat merindukan momen ini. Seandainya Tristan ada, mungkin akan lebih bahagia. Sementara Alden, dia sudah bertemu dengan putra bungsunya karena Tommy yang membawanya. Dia juga meminta Alden untuk tidak memberitahukan pada siapa pun bahwa Alden bertemu dengannya.
Setelah melewati perjalanan yang cukup panjang, akhirnya mobil yang dikendarai Darren sampai di restoran. Dia pun turun dari mobil dan Theresia dengan cepat juga ikut turun, lalu setelah itu berlari ke arah Darren dan langsung menggenggam tangan ayahnya hingga Darren tertawa kecil. Theresia benar-benar takut Darren akan hilang hingga dia tidak mau melewatkan sedikit pun waktu bersama sang ayah.
"Kau ingin makan apa?" tanya Darren.
"Daddy, aku ingin memesan semuanya," jawabnya.
"Semua?" ulang Darren heran.
"Aku jarang sekali makan, lihat tubuhku begitu kurus," jawab Theresia membuat Darren menutup mulut menahan tawa, padahal tubuh putrinya bisa dikatakan ideal.
"Baiklah." Darren pun langsung memesan semuanya dan akhirnya, pelayan pun mencatat pesanan Darren.
Saat pelayan pergi, Theresia langsung menarik lengan ayahnya kemudian menggenggam tangan Darren, lalu setelah itu terus mencium tangan ayahnya dan ini membuat Darren ingin sekali menangis.
"Rasanya aku ingin mati. Kita baru saja berdamai, tapi kau sudah meninggalkanku," jawab Theresia.
"Sudah, sudah, ini di restoran. Banyak yang melihatmu nanti," kata Darren hingga Theresia langsung menghapus sudut matanya yang sudah berair, bahkan mungkin sebentar lagi jika diteruskan Theresia akan menangis dengan kencang sama seperti tadi.
Akhirnya, acara makan pun selesai dan kini Darren dan Theresia akan bersiap keluar dari restoran.
"Theresia, Daddy hanya akan mengantarmu sampai gerbang, oke? Daddy tidak mau Mommy melihat Daddy," kata Darren ketika mereka akan masuk ke dalam mobil.
"Aku ingin menginap saja di apartemen," ucap Theresia.
"Theresia, tidak akan ada yang terjadi. Mana mungkin Daddy meninggalkan kalian setelah Daddy bertahan selama lima tahun? Daddy hanya ingin memberikan kejutan untuk Mommy di hari ulang tahunnya," ucap Darren hingga pada akhirnya Theresia pun mengangguk, lalu setelah itu mereka masuk ke dalam mobil.
Setelah melewati perjalanan yang cukup panjang, akhirnya mobil yang dikendarai oleh Darren sampai di depan rumah. Theresia pun dengan cepat turun, Theresia berbalik wanita cantik itu langsung masuk ke dalam.
"Theresia," panggil Shelby.
__ADS_1
Shelby mengerutkan keningnya ketika melihat wajah Theresia yang sembab seperti habis menangis.
"Theresia, ada yang mengganggumu?" tanya Shelby. Bukannya menjawab, Theresia malah berlari ke arah sang ibu kemudian dia memeluk ibunya, membuat Shelby semakin bingung.
"Theresia, sebenarnya ada apa?" tanya Shelby. Bukannya menjawab, Theresia malah menggoyang-goyangkan tubuh ibunya.
"Mommy," panggil Theresia ketika dia melepaskan pelukan dari Shelby.
"Apa hadiah yang Mommy inginkan ketika Mommy akan berulang tahun?" tanyanya.
Shelby terdiam, setiap ulang tahun harapannya selalu sama, dia ingin Darren kembali. Dia ingin melihat Darren, dia ingin Dareen ada di sisi mereka. Dia masih memegang teguh janji Darren yang akan datang ketika hari ulang tahunnya, dan setiap tahun hanya itu yang selalu diharapkan.
Shelby tersenyum.
"Mommy hanya ingin kita selalu bersama," dusta Shelby walaupun dia selalu berdoa dengan doa yang sama di setiap tahun, tapi dia tidak pernah mengatakan doanya pada anak-anaknya, dia hanya cukup memandang semuanya dalam hati.
Theresia kemudian mencium pipi Shelby.
"Intinya, harapan Mommy akan segera terkabul," jawab Theresia membuat Shelby mengerutkan keningnya. Sungguh anaknya benar-benar membuatnya bingung.
"Theresia," panggil Shelby.
"Aku harus pergi ke kamar, aku ingin istirahat." Theresia langsung berlalu begitu saja meninggalkan Shelby lebih membuat Shelby menggeleng, hingga akhirnya Shelby pun melanjutkan langkahnya untuk naik lift. Dia berencana untuk berolahraga di atas.
***
Darren menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang. Setelah tiga tahun berlalu, akhirnya Darren memberanikan diri untuk menemui Mia. Banyak hal yang terjadi dengan hidup Mia. Sekarang, Mia dirawat di rumah sakit jiwa karena dia mengalami depresi akibat dicampakkan oleh Rush. Belum lagi, Mia kehilangan satu kakinya karena mengalami kecelakaan ketika mengejar Rush.
Darren hanya ingin memastikan keberadaan wanita itu. Mungkin dia akan meminta ayahnya untuk memindahkan Mia ke luar negeri karena dia tidak ingin ada jejak Mia di negeri ini.
Setelah melewati perjalanan yang cukup panjang, akhirnya mobil yang dikendarai oleh Darren sampai di rumah sakit jiwa tempatnya dirawat. Lelaki tampan itu langsung turun dari mobil kemudian masuk dan ketika Darren ke ruang rawatnya.
Darren menutup mulut tak percaya saat melihat wajah Mia yang sangat kurus kering, bahkan mungkin hanya tinggal tulang. Tampilan Mia pun begitu mirip dengan nenek-nenek. Dia yang merasa diperhatikan langsung menoleh sejenak, kedua mantan kekasih itu saling tatap.
"Ah!" Tiba-Tiba Darren berteriak ketika Mia berlari dengan satu kaki ke arahnya. Sungguh, Mia benar-benar mengerikan.
__ADS_1