Tatap Aku, Lelakiku!

Tatap Aku, Lelakiku!
Tak ada yang Menolong


__ADS_3

Gengs jangan lupa Vote komen sama Like ya. Semakin banyak komen, semakin semangat juga otot update


Setelah mendengar Sello akan makan sendiri, Aghnia langsung memberikan mangkuk itu pada Sello, dan Sello pun langsung mengaduk bubur di mangkuk tersebut.


Tapi tiba-tiba Sello terpikirkan sesuatu. “Apa ini benar dari suster?” tanya Sello, helaan nafas terlihat dari wajah Agnia, dia berusaha untuk tidak gugup.


“Kau lihat sendiri bukan?” tanya Agnia, Sello menyipitkan matanya saat agnia terlihat sangat kesal, dia tersenyum getir karena dia menyia-nyiakan Bianca demi wanita seperti agnia.


Selo kembali menyimpan sendok, kemudian lelaki itu langsung menatap istrinya.


“Aghnia apakah kau keberatan mengurusku?” tanya Selo, tiba-tiba Aghnia terdiam.


“Bolehkah aku jujur?” tanya Aghnia.


“Boleh silakan, katakan apa yang ingin kau katakan Sebenarnya.”


“Hmm, aku lelah menjagamu. kau selalu mencurigaiku. Aku juga ingin meluangkan waktu untuk diriku sendiri.”


Nafas Sello terasa tercekat saat mendengar ucapan Aghnia “Jadi maksudmu Kau lelah mengurusku, apa karena aku sudah bangkrut hingga kau bersikap seperti ini?” Sebenarnya Sello sudah menyadari sikap Aghnia. Tapi dia ingin mendengar langsung dari mulut istrinya.


“Dulu, ketika kau terkena penyakit aku selalu menemanimu menjagamu bahkan saat itu aku menghianati Bianca. Lalu kenapa kau sekarang.”


“Sello tolong jangan ngebahas masa lalu,” potong Agnia, yang tidak terima. “Aku minta maaf telah berkata seperti itu. Maafkan aku, aku hanya lelah.” Aghnia dengan cepat meralat ucapannya, toh dia berpikir sebentar lagi Sello akan lumpuh karena obat itu dan ketika saya lumpuh dia akan mengembalikan Selo pada orang tuanya.


Selo tidak mau berdebat lagi, lelaki itu memutuskan untuk memakan bubur yang ada di tangannya. Saat Selo memakan bubur itu, Aghnia diam-diam bersorak, rasanya dia tidak sabar untuk menunggu obat itu bereaksi, hingga pada akhirnya bubur di mangkok Selo pun tandas.


Saat Sello sudah menghabiskan semuanya dan Aghnia pun langsung memberikan minum. “Tolong bawakan aku minum yang baru saja, jangan ini," ucap Selo, ketika Aghnia memberikan air dalam gelas, dia lebih memilih air mineral yang masih tersegel.

__ADS_1


‘Dasar bodoh! sebentar lagi juga kau akan tumbang.’ Aghnia membatin.


Setelah selesai dengan acara makannya, Selo langsung membaringkan tubuhnya, sedangkan Aghnia menunggu di sofa. Dia sedang menunggu obat itu bereaksi. Namun Sudah beberapa jam berlalu, Selo malah Antang dengan ponselnya dan tidak terlihat merasakan apapun.


Tunggu bukankah obat itu biasanya bereaksi dalam 1 jam dan, dan Sello pasti tidak akan bisa bergerak, tapi kenapa sekarang Selo masih bisa bergerak ke sana kemari. Akhirnya, Sello memutuskan untuk menyimpan ponselnya Lalu setelah itu Dia memutuskan untuk tidur.


Aghnia yang melihat Selo tertidur menegakkan tubuhnya, dia langsung berjalan ke arah berangkar, memastikan kondisi Sello. Tunggu! Kenapa wajah Sello tidak berubah sedikitpun.


Agnia keluar dari ruangan, kemudian wanita itu mencari suster yang tadi dia bayar untuk memasukkan obat ke bubur Selo. Namun setelah bertanya ternyata suster tadi sudah pulang.


Aghnia menghela nafas, kemudian menghembuskannya dia berusaha tenang mungkin obatnya akan bereaksi nanti begitulah pikir Aghnia, hingga dia pun kembali ke ruangan suaminya.


Malam berganti pagi Sello sudah siap, dia juga sudah memakai pakaian. Hari ini dia sudah diperbolehkan untuk pulang, selama dua minggu dirawat Sello berharap Bianca menjenguknya, tapi mantan istrinya itu tidak pernah datang. Padahal Selo yang menyelamatkan Bianca dari kecelakaan mobil.


tapi Bianca sama sekali tidak datang, sedangkan Bianca dia tidak ingin lagi berhubungan dengan masa lalu, apalagi sekarang Sello sudah memiliki istri dan Bianca bukannya tidak perduli atau bukannya tidak tahu terima kasih, hanya saja Bianca selalu bertanya keadaan Selo pada suster.


Bianca berdiri di depan ruang mantan suaminya. Dia mengintip dan ternyata tidak ada Aghnia, hingga dia pun langsung mengetuk pintu dan Sello langsung melihat ke arah belakang.


Wajah Selo berbinar saat melihat Bianca, di mata Sello, wajah Bianca begitu bersinar. “Bianca!” panggil Sello.


Bianca tersenyum dan senyuman Bianca mampu memikat hati lelaki itu. “Apakah kau sudah baik-baik saja?” tanya Bianca.


“Hmm, aku sudah baik-baik saja.”


“Oh, ya. Aku tahu terlalu klise untuk mengucapkan terima kasih. Tapi aku ingin berterima kasih karena kau telah menyelamatkanku dari kecelakaan mobil itu. Aku tidak punya apapun untuk membalasmu. Aku hanya bisa mendoakan agar kau bahagia.”


Saat Sello akan menjawab, tiba-tiba ponsel Bianca berdering satu panggilan dari Roland.

__ADS_1


"Sebentar Sello.”


”Hmm, Roland. Oh, baiklah aku akan turun sebentar lagi,” ucapnya. Ternyata, Roland menjemput Bianca di rumah sakit, karena Bianca memang shift malam, dan pulang pagi.


Hati Sello terasa tersayat mendengar Bianca mengucapkan nama lelaki lain, tapi dia bisa apa. “Kalau begitu aku permisi,” ucap Sello, Bianca mengangguk, dia tidak berani lagi berbicara apapun pada Bianca.


Rasa pada bianca sudah mulai tumbuh kembali. Tapi, dia tidak seberani itu untuk kembali mendekati mantan istrinya terlebih lagi dia sudah sangat menyadari kesalahannya.


Setelah Bianca keluar dari ruang rawat Sello, Aghnia masuk ke dalam ruang rawat suaminya, semalaman dia berpikir bagaimana mungkin Sello tidak terjadi apa-apa dengan suaminya. Padahal jelas-jelas dia sudah menyuruh suster untuk memberikan obat itu dengan dosis yang banyak.


“Sudah selesai membayar administrasinya?” tanya Sello Aghnia mengangguk. Selo bangkit dari duduknya kemudian dia mengambil tasnya. Lalu setelah itu dia keluar dari ruang rawatnya dan disusul Aghnia belakangnya


Saat berjalan Aghnia terus menatap punggung Selo, ada yang aneh dia benar-benar tidak mengerti kenapa obat itu belum bereaksi sama sekali.


Saat sudah berada di luar rumah sakit, Sello terdiam saat melihat mobilnya, mobil yang tampak biasa. Jujur saja dia rindu pada mobil dan kemewahan yang sudah disita oleh sang ayah.


Sello menghela nafas, kemudian menghembuskannya, lelaki itu pun langsung meneruskan langkahnya. Saat akan masuk ke dalam mobil, tiba-tiba Sello menghentikan gerakannya ketika melihat Roland keluar dari mobil dan sepertinya sedang menunggu Bianca, dan tak lama terdengar suara Bianca memanggil Roland


Bianca memanggil Roland dengan suara yang sangat hangat, senyum Bianca begitu merekah ketika melihat lelaki ini. Dan tanpa sengaja, Roland melihat ke arah Sello, hingga Sello pun langsung masuk ke dalam mobil.


***


Waktu menunjukkan pukul 10.00 malam, Agni tersenyum saat melihat Sello terlihat sedang berusaha bergerak dan berusaha untuk berbicara. Karena bingung obat itu tidak bereaksi, Agnia kembali memasukan obat ke dalam makanan yang dipesan oleh Sello.


Dia memasukkan obat ke makanan itu ketika Sello pergi ke kamar mandi, dan Sello sama sekali tidak menaruh curiga karena Sello pikir, Aghnia sedang tertidur.


Ternyata tadi malam, yang menggagalkan rencana Aghnia adalah Bianca, kebetulan dia melihat Agnia memberikan uang pada suster dan juga melihat obat yang diberikan Agnia pada suster tersebut, hingga Bianca berbicara dengan suster yang disuruh oleh Agnia, dan pada akhirnya, suster itu tidak jadi menaruh apapun ke dalam bubur Selo.

__ADS_1


Namun sekarang tidak ada yang menyelamatkan Selo rencana Aghnia benar-benar sempurna.


__ADS_2