
"Jadi bagaimana, apakah kita bisa memulainya sekarang?" tanya Darren menyadarkan Shelby yang sedang melamun. Shelby terlihat masih ragu walaupun tidak dipungkiri, sentuhan Darren barusan membangunkan sisi liar Shelby.
Awalnya Darren membelai pipi, lalu sesekali dia mencium bibir istrinya.
"Da-Dareen, aku takut,” lirih Shelby.
"Shelby, kita hanya harus mulai semuanya dari awal untukku, untukmu dan untuk kedua anak kita." Darren berucap dengan penuh ketulusan, dan ucapan Darren benar-benar membuat Shelby terhanyut.
"Kita mulai sekarang?" tanya Darren lagi.
"Tapi kau tidak menganggapku murahan, 'kan?"
Darren menindih tubuh Shelby kemudian menggeleng.
"Aku mencintaimu," kata Darren dan pada akhirnya malam yang indah itu pun terjadi, tapi kali ini berbeda. Shelby tidak dalam kondisi mabuk, dia menikmati setiap apa yang dilakukan Darren, begitu pun Darren yang juga menikmati sisi lain dari Shelby hingga pada akhirnya Dareen terjatuh di tubuh istrinya.
Dareen mengulingkan tubuhnya, keduanya sama-sama mengatur napasnya. Dan tak lama Shelby dan Darren langsung saling menatap satu sama lain, keduanya tertawa. Entah apa yang mereka tertawakan.
Darren mengubah posisinya menjadi menyamping, kemudian dia memanjangkan tangannya. Secara refleks, Shelby langsung maju kemudian merebahkan kepalanya di tangan Darren.
Tatapan suami istri itu saling mengunci. Dareen menatap Shelby dengan penuh ketulusan, Dan untuk pertama kalinya, Dareen merasa Shelby menatapnya dengan tatapan berbeda.
"Hutangku lunas, 'kan?" tanya Shelby membuat Dareen berdecak kesal, Wanita itu mengabaikan momen romantis yang sedang terjadi.
Darren menggeleng.
"Tidak, kau baru membayar satu tas. Masih ada puluhan tas yang harus kau bayar," kata Darren lagi yang menggoda istrinya.
Mata Shelby membulat saat mendengar ucapan Darren. "Darren, kenapa kau curang sekali?" tanya Shelby, dia menatap Dareen dengan kesal.
"Kau harus membayarnya dengan seumur hidup menjadi istriku, menjadi wanitaku. Tidak boleh berpaling dan hanya harus melihatku," jawab Dareen.
Tiba-Tiba, rasa kesel Shelby berubah saat mendengar ucapan Darren. Darren mengelus pipi Shelby kemudian mencium kening istrinya.
"Bisa kita mulai dari awal? Melupakan semuanya,"
"Sejujurnya aku takut, aku takut suatu saat kau akan ...." Shelby menghentikan sejenak ucapannya hingga Darren langsung menggenggam tangan istrinya.
"Tidak usah ada yang ditakutkan, apapun yang kau inginkan aku akan berikan padamu asal kau percaya. Kau boleh memeriksa ponselku, kau boleh mengatur keuanganku.” Dareen masih berusaha untuk meyakinkan Shelby karena dia tau, masih banyak keraguan yang di rasakan istrinya padanya.
Tiba-Tiba, Shelby terpikirkan sesuatu. "Jika kau tidak pernah menyentuh Mia, berarti kau hanya pernah menyentuhku saat kuliah?" tanya Shelby.
__ADS_1
"hmm, dulu aku hanya berani menyentuhmu karena kau berani melawanku. Selebihnya, aku tidak pernah menyentuh siapa pun lagi," kata Darren. "Jadi, bisakah kau yakin?" Sambungnya kemudian.
"Tapi aku mempunyai beberapa syarat," kata Shelby lagi. Pada akhirnya Shelby menurunkan egonya. Melihat ketulusan dan kesungguhan Darren, Shelby berani mengambil langkah ini dan berusaha menekan traumanya.
“Hmm, katakan aku akan mematuhinya.” Daren menjawab dengan sungguh-sungguh.
"A-apakah tidak berlebihan memintamu untuk tidak dekat dengan wanita lain?" tanya Shelby dengan malu-malu.
"Maksudmu aku tidak boleh dekat dengan wanita lain?" Ulang Dareen.
Shelby menundukkan pandangannya kemudian mengangguk.
"Apa itu berlebihan? Tapi jika berlebih—"
"Tidak, itu tidak berlebihan. Aku setuju dengan itu.," Balas Dareen. Jangan ditanyakan betapa bahagianya Darren saat ini, yang pasti dia benar-benar bahaga.
"Jangan pernah menerima wanita itu lagi jika datang ke perusahaanmu," ucap Shelby.
"Wanita yang mana?" tanya Darren.
"Adik tiriku," kata Shelby.
Darren terkekeh.
"Kau putuskan hubungan kerja sama dengan ayahku? Apa kau tidak akan bangkrut?" tanya Shelby dengan terkejut.
"Sebenarnya banyak kerugian dari pemutusan kerja sama sepihak. Aku rugi, perusahaannya juga rugi, tapi itu tidak masalah. Aku masih bisa mengatasinya. Aku tidak ingin berhubungan dengan hal yang menyakitkan untukmu," ujar Dareen. Tanpa diduga, Shelby maju kemudian memeluk Darren.
"Terima kasih, Darren," kata Shelby.
Darren mengecup kepala Shelby bertubi-tubi. Akhirnya, keluarganya utuh. Dia tinggal memberikan adik untuk Tristan dan Theresia. Pada malam itu, mereka tidak hanya sekadar berbincang, mereka mengulangi kegiatan yang menyenangkan hingga pada akhirnya tubuh Shelby terasa remuk karena kelakuan Darren.
***
"Apa? Bagaimana mungkin Daddy bisa membiarkan Tuan Darren memutuskan hubungan kerja sama kalian?" Angela hampir saja berteriak ke hadapan sang ayah, sebab dia baru saja akan mulai mendekati Darren lewat ayahnya, tapi sekarang kerja sama mereka berhenti begitu saja.
Anderson menggeleng saat melihat tingkah Angela.
"Daddy yakin, sebenarnya tujuanmu bukan hanya ingin bekerja sama, pasti ada yang lain, bukan?" tanya Anderson. Dia mengerti betul kenapa Angela mengganggu Shelby.
"Tidak, aku hanya ingin belajar saja, bukan karena tertarik pada Tuan Darren," jawab Angela mengelak.
__ADS_1
"Angela, Daddy mengenakmu. Kau tidak usah berpikir macam-macam. Tidak usah mengganggu kakakmu, biarkan saja dia hidup dengan tenang," kata Anderson lagi. Belum Angela menjawab, Anderson sudah berbalik membuat Angela semakin kesal.
Angela membanting tubuhnya di sofa kemudian dia menatap ke arah atas.
"Kenapa susah sekali, sih, mendekatimu?" Ruruk Angela.
Berapa hari kemudian.
Shelby mematut diri di cermin, dia memastikan tampilannya sudah rapi. Hari ini dia akan mengurus pameran yang akan dilaksanakan pada siang nanti. Kali ini pameran ada di galeri Mario dan bisa dibilang, pameran ini cukup besar dan Shelby yang memegang tanggung jawab untuk mengelola pameran tersebut.
"Kau sudah siap?" tanya Darren.
"Darren, kau mengagetkanku," ucap Shelby ketika Dareen datang ke walk in closet.
Darren memeluk Shelby dari belakang, kemudian menyimpan kepalanya di bahu istrinya. Ini sudah beberapa hari berlalu semenjak hubungan keduanya membaik, dan pada akhirnya sekarang keinginan Theresia dan Tristan terkabul.
Darren dan Shelby sudah tidur satu kamar. Sementara kamar yang biasa di pakai oleh Shelby dan Theresia, menjadi kamar Tristan dan Theresia. Tentu saja dengan ranjang yang berbeda.
"Tumben sekali kau berdandan?" tanya Darren dengan nada fosesif yang kentara. "Apa kau ingin tebar pesona?" tanyanya lagi.
Shelby terkekeh, kemudian dia menyimpan tangannya di atas tangan Darren. Selama beberapa hari setelah berdamai dengan masa lalu dan setelah menerima Darren, Shelby merasa hidupnya lebih berwarna, apalagi Darren benar-benar memperlakukannya dengan sangat istimewa. Dia juga bisa melihat kedua anaknya yang lebih ceria dari biasanya.
"Ini pameran pertama di galeri Mario dan aku tidak ingin mengacaukannya," balas Shelby
Darren melepaskan pelukannya kemudian Shelby berbalik melihat ke arah suaminya dan Darren langsung mengangkat tubuh istrinya, dan mendudukkannya di meja marmer, lalu setelah itu menghimpit tubuh Shelby.
"Aku turut senang jika kau senang, tapi ingat, kau sudah bersuami. Jangan tersenyum jika ada yang tersenyum padamu. Kau mengerti?" tanya Darren. Dia menutup ucapannya dengan mencium bibir Shelby membuat wajah Shelby merona dan akhirnya mereka pun keluar dari kamar.
***
Acara berlangsung dengan ramai, para tamu mulai berdatangan. Dari tadi, Shelby terus memperhatikan semuanya satu persatu, memastikan acara berjalan dengan semestinya, hingga dia pun langsung berbalik lalu memutuskan untuk mengecek yang ada di bawah.
Mia masuk ke dalam kemudian dia melihat sekelilingnya, memastikan tidak ada yang memerhatikannya. Dia langsung mencari Shelby
Beberapa hari yang lalu, ketika mendengar ada pameran tempat di mana Shelby bekerja. Tentu saja Mia tidak menyia-nyiakan kesempatan, bahkan sekarang di tangannya sudah ada sebotol air kerass untuk menyiram wajah Shelby.
Tak lama, Mia menghentikan langkahnya ketika melihat Shelby. Dia pun langsung mengambil masker dari tasnya lalu memakainya kemudian memakai kacamata hitam. Saat mendekat, Mia langsung bersiap untuk menyiram wajah Shelby dan ketika dia akan mengayuhkan tangannya dan berniat untuk menumpahkan cairan itu, tiba-tiba Mia berteriak ketika ada yang menabraknya hingga cairan itu langsung terjatuh di lantai.
"Apa kau tidak melihat?!" teriak Mia. Orang yang menabrak Mia hanya tersenyum.
"Maaf aku tidak sengaja," jawab Angela.
__ADS_1
Shelby menghela napas ketika melihat Angela ada di galerinya. Sepertinya adiknya akan mengacau lagi dan ternyata, Angela yang menyenggol tubuh Mia barusan hingga cairan yang dibawa oleh Mia tumpah ke bawah.