
“Da-Dareen, Apa maksudmu?" tanya Shelby, wanita itu menatap Dareen dengan bingung. Kemarin saat mabuk dia memang mendengar bahwa Dareen mengatakan hal tersebut, tapi dia hanya menyangka itu adalah khayalannya apalagi saat itu dia sedang mabuk.
Deren menggenggam tangan Shelby, kemudian dia mencium tangan istrinya, membuat Shelby membulatkan matanya, dia tidak pernah mendapatkan hal romantis dari siapapun dan ketika suaminya mengatakan ini serta melakukan hal manis, tentu saja Shelby merasa aneh, hingga dia refleks menarik tangannya.
“Da-Dareen!”
“Aku tidak tahu kapan perasaan ini hadir. Tapi aku rasa aku mulai mencintaimu," ungkap Dareen, tidak ada gunanya menunda lagi. Hingga dia pun langsung mengatakannya sekarang. Sedangkan Shelby langsung menunduk, dia terlalu bingung harus menjawab apa, dia tidak percaya dengan apa yang namanya ikatan pernikahan dia tidak percaya dengan apa yang namanya cinta, terlebih lagi kedua kata itu begitu bullshit di pikiran Shelby
“Dareen, Aku bingung harus menjawab apa. Kau tahu trauma apa yang aku rasakan di masa lalu, aku terlalu takut untuk serius pada satu hubungan.” Dareen mengangguk-anggukkan kepalanya, kemudian dia menggenggam lagi tangan Shelby.
“Tidak usah dipikirkan, kita jalani saja semua mengalir seperti air," kata Dareen. “Aku tidak ingin ini menjadi beban untukmu, yang penting kau harus tahu bahwa aku benar mencintaimu.” Dareen berbicara dengan penuh penuh ketulusan, membuat Shelby menoleh.
“Dareen, kau pasti hanya bersandiwara, kan?” tanya Shelby lagi.
‘Ya, Tuhan. Lihatlah wanita ini Kenapa dia begitu bodoh, apa aku kurang memperlihatkan cintaku.’ Dareen membatin, dia begitu gemas pada Shelby.
“Kau pasti sedang mengutukku di dalam hatimu, kan?” tebal Shelby, hingga Dareen menggangguk.
“Eh, tidak, tidak, bukan begitu maksudku,” kata Daren yang dengan cepat meralat tindakannya.
“Aish, kau ini menyebalkan,” kata Selbi lagi, dia pun langsung menyadarkan tubuhnya ke belakang kemudian melihat ke arah jendela, membuat Dareen menggaruk tengkuk yang tidak gatal. Lelaki itu pun mendekatkan tubuhnya pada Shelby kemudian langsung menarik pipi Shelby hingga Shelby menoleh ke arahnya, dan seketika itu. Cup!
Satu kecupan mendarat di bibir Shelby, membuat mata Shelby membulat, setelah itu Darren pun langsung melepaskan sabuk pengamannya. rasanya dia belum puas menggoda Shelby.
“Kau mau ke mana?” tanya Shelby yang menoleh pada Dareen.
“Bukankah kita akan menginap di hotel. Ayo kita ulangi lagi, bukankah kau ingin bercinta setiap hari?”
Wajah Shelby memerah ketika mendengar ucapan Dareen rasa malu langsung menghinggapinya.
“Itu bukan aku. Aku tidak mengatakan hal seperti itu,” balas Shelby dengan gugup
“ Oh ya Ya sudah kalau begitu, berarti itu ucapanku.” Dengan cepat, Dareen turun dari mobil dia langsung memutari mobilnya berniat membuka pintu untuk Shelby.
“Dareen Kau mau apa?” tanya Shelby
“Ayo kita pergi ke hotel, aku sudah memesan presiden suite room untuk kita agar kita bisa lebih hot dari malam kemarin, suasananya juga mendukung.”
__ADS_1
“Dareen, kau ini.” Shelby memukul tangan Dareen ketika Dareen menarik tangannya.
Dareen melepaskan tangan Shelby, kemudian dia membungkuk. “Ya sudah kalau tidak jadi, cium aku!" Titah Dareen. Sungguh, Shelby benar-benar tidak habis pikir dengan apa yang dilakukan oleh suaminya.
“Mana bisa seperti itu," elak Shelby.
“ Ya sudah aku akan menggendongmu ke dalam," ancam Dareen. Baru saja Daren akan menyelipkan tangannya di kaki Shelby. Namun, Dareen menghentin gerakannya, kala Shelby mencium pipi Daren.
”Puas kau!” kesal Shelby, dia bisa saja berkata dengan kesal. Namun wajahnya terlihat berseri-seri, wanita itu pun langsung memalingkan wajahnya ke arah lain karena tidak ingin darah melihat wajahnya yang merona.
Pada akhirnya Dareen pun langsung kembali memasuki mobil. Lalu setelah itu dia menyalakan dan menjalankan mobilnya menuju pulang, dia berharap Shelby tidak bersikap dingin lagi setelah mereka sampai di apartemen.
Beberapa hari kemudian
Shelby berjalan seorang diri di mall, wanita itu sedang mencari inspirasi untuk galeri terbarunya dia juga sedang berbelanja pernak-pernik untuk di galerinya. Tak lama Shelby menghentikan langkahnya ketika berada di store, dia melihat dari luar banyak tas di dalam yang sangat yang mencuri perhatiannya.
Shelby melihat ke arah atasnya yang sudah lama tidak dia ganti, walaupun mempunyai tabunga. Tapi, tabungannya idak banyak dan dia akan menggunakan tabungan itu untuk perlengkapan pembukaan galeri, karena dia tidak ingin merepotkan Mario.
Tapi sekarnag, dia juga ingin membeli tas, Mungkin dia membeli tas yang di pakai saat ini 5 tahun lalu, dan sekarang rasanya dia ingin mengganti tasnya.
Shelby pun masuk, kemudian dia langsung berjalan ke arah dalam dia melihat satu persatu tas. Rasanya Shelby begitu ingin memborong tas yang ada di depannya, karena semua tas begitu bagus dan sangat indah.
Shelby berjalan ke arah lain, dia berencana melihat tas yang di dekat kasir. Namun baru saja dia akan mengambil tas itu, Shelby langsung terpekik ketika ada orang lain yang mendahului mengambil tas itu, hingga Shelby menoleh.
Shelby memejamkan matanya menahan geram saat melihat siapa orang yang mengambil tas yang akan dia ambil, yang tak lain adalah Angela, adik tirinya.
“Oh, kau ingin tas ini?” tanya Angela dengan seringai meledek.
Shelby berdesak kesal. “Tidak, untukmu saja," balas Shelby
“Oh baiklah, terima kasih jika kau merelakan ini untukku,” jawab Angela lagi dengan dengan tatapan mata yang meremehkan.
“Aku kasihan jika kau tidak mendapatkan tas ini, kau nanti tidak, mengikuti jejak ibumu yang seorang perebut.” Shelby berucap dengan sangat pedas
Mata Angela membulat saat mendengar ucapan kakaknya. “Kau!” Angela menunjuk Shelby dengan jarinya, membuat Shelby langsung menepis tangan Angela.
“Jangan berani menampakkan dirimu lagi di hadapanku, jika tidak aku akan mempermalukanmu," ucap Shelby dengan penuh penekanan.
__ADS_1
Seketika Angela tertawa. “Sebelum kau memperlakukanku, aku yang akan mempermalukanmu. Kau ingin tas ini bukan, memangnya kau mampu membelinya?” Angela berucap dengan kencang membuat semua orang yang ada di sana menoleh, hingga Shelby ikut melihat sekelilingnya kemudian memejamkan matanya menahan garam yang luar biasa. Dia bingung kenapa Angela selalu mendatanginya dan mengganggunya. Padahal dia sama sekali tidak ada masalah dan sekarang Angel malah memperlakukannya seperti ini..
“Kau tidak sanggup bukan?” tanya Angel. Rupanya Angel pun mencari tahu tentang Shelby dari mulai Shelby bekerja di galeri dan lain lain. Hingga Angela berpikir bahwa sang kakak tidak dinafkahi oleh Dareen karena kakaknya bekerja itu sebabnya sekarang Angel mempermalukan Shelby.
“Cih, kau meremehkanku. Apa kau pikir aku tidak sanggup membeli semua yang ada di sini.” Shelby balik menantang walaupun dia bingung harus bagaimana setelah ini.
“Ayo beli semua yang di sini, katanya kau mampu!” kata Angel lagi. Shelby pun langsung mengambil tas dari tangan Angel dengan kasar. Kemudian berjalan ke arah kasir.
“Aku ingin membeli semua tas yang ada di sini,” ucap Shelby, sepertinya dia harus meminjam dari kartu kredit Daren. Walaupun dia tidak pernah memakai apa yang diberikan oleh Dareen. Tapi, tapi saat itu Darren menyimpan kartu kredit di dompet selfie hingga terpaksa sekarang dia menggunakan itu. Dan mungkin dia akan membayarnya pada Dareen nanti.
Pada akhirnya, semua pelayan sibuk membungkuskan semua tas yang ada di store tersebut, hingga puluhan paper bag sudah tersedia di depannya. Dan setelah selalu, dia menatap ke arah Angela.
“Jangan ganggu aku lagi, atau kau akan tahu akibatnya,” kata Shelby. Setelah itu, dia pun langsung keluar dari store tersebut. Sedangkan barang-barangnya akan dikirimkan oleh pihak pihak toko.
Shelby mendudukkan dirinya di tangga darurat, dia mengacak rambutnya frustasi. Rasanya, dia ingin sekali menangis sekencang-kencangnya. Bagaimana tidak, dia menghabiskan uang yang sangat banyak hanya untuk membeli tas, bahkan mungkin dia harus mengganti uang itu pada Dareen seumur hidupnya karena dia tidak mempunyai uang sebanyak itu, uang tabungannya pun juga tidak akan mampu melunasi tagihannya.
****
Dareen tersenyum ketika melihat ponselnya, di mana Di ponselnya menampilkan notifikasi tagihan dari kartu kredit yang dia berikan untuk Shelby. Dia sudah menyimpan kartu kredit itu selama 3 tahun di dompet istrinya, dan baru sekarang Shelby menggunakannya dan Dareen benar-benar merasa senang. Walaupun jumlah yang digunakan Shelby benar-benar luar biasa besar, tapi Dareen sama sekali tidak marah, dia malah bersyukur pada akhirnya Shelby menggunakan fasilitas darinya.
Tak lama, lamunan Dareen buyar ternyata Shelby yang menelpon, dia juga sebenarnya tahu apa yang terjadi pada Shelby, sebab ada orang yang mengikuti istrinya. Dareen menyiapkan perlindungan untuk anak dan istrinya karena dia tahu Mia bukan orang yang tinggal diam setelah Mia menyebarkan semuanya. Dareen yakin, Mia pasti akan melakukan hal yang lebih gila dari kemarin.
“Hallo, Shelby," ucap Dareen ketika dia sudah mengangkat panggilan Shelby.
“Da-Dareen!” panggil Shelby dengan terbata. Sepertinya wanita itu ingin sekali menangis. Deren membekap mulut menahan tawa saat mendengar suara Shelby yang seperti ini.
“Ada apa?” tanya Dareen.
“Dareen. Maafkan aku. Aku memakai kartu kreditmu.”
“Oh, kau memakai kartu kreditku," jawab Dareen yang berpura-pura tidak tahu. “Bukankah kau tidak ingin memakai kartu kreditku itu?” tanya Daren agi yang semakin menggoda Shelby dan tak lama terdengar isakan Shelby dari sebrang sana. Dareen menjauhkan ponselnya, dia sudah tidak bisa menahan tawa namun dengan cepat membekap mulutnya.
“Da-Dareen. Maafkan aku," Kata Shelby. “Aku akan mencicilnya setiap bulan.”
“Tidak mau, aku tidak mau dicicil, bayaran saja dengan hal yang seperti terjadi di malam itu," balas Dareen seraya menahan tawa.
“Dalam mimpimu!” Teriak Shelby setengah itu dia langsung mematikan panggilannya dan tepat saat Shelby mematikan panggilannya tawa Dareen meledak.
__ADS_1