Teman Ranjang Om Brian

Teman Ranjang Om Brian
Satu syarat


__ADS_3

.


.


.


.


💞💞💞💞💞


Setelah menerima telepon dari bagas , brian langsung bersiap untuk pergi ke rumah sakit. Dia ingin memberi pelajaran kepada arumi karena arumi sudah membuat nya di marahi bagas. Karena arumi lah bagas menganggu istirahat nya.


Dengan mengendarai mobil mewah nya brian menuju rumah sakit. Mobil di kendarai dengan kecepatan penuh. Tidak butuh waktu lama brian sudah sampai di rumah sakit dan langsung masuk ke dalam ruang rawat arumi.


" Pergilah " Seru brian kepada perawat yang menjaga arumi.


Perawat itu pun keluar dari ruang rawat arumi, setelah perawat itu keluar brian menghampiri arumi. Di lihat nya arumi masih tidur dan wajah nya terlihat habis menangis.


" Kau sudah bangun ?" Tanya brian saat melihat arumi membuka mata nya.


Arumi ketakutan dan berusaha menghindar, dia benar - benar ketakutan. Dia takut brian menyakitinya lagi . Arumi menggeser tubuh nya agar menjauh dari brian. Brian tersenyum tipis melihat tingkah arumi.


" Om mau apa ? tolong pergi jangan ganggu aku lagi. Pergi... Pergi !! Om pembunuh, om sudah membunuh anak ku !!" Teriak arumi mengusir brian dan memaki brian.


" Tenang saja malam ini aku tidak akan menyakiti mu, tapi tidak tahu kalau malam - malam selanjut nya. Dan ingat aku bukan pembunuh ! Jika kamu dari awal mengatakan kehamilan mu aku tidak akan melakukan dengan kasar. Kamu harus menuruti semua kata - kata ku , kalau tidak kamu akan tahu sendiri akibat nya. Kamu mahasiswa semester 4 , fakultas kedokteran di kampus Bhakti setia kan ? " Ucap brian begitu terlihat tenang namun sangat menakutkan.


" Sedikit pun anda tidak menunjukan kesedihan, anak itu darah daging mu Om. Dan kenapa anda tahu tentang ku ?" Tanya arumi dengan isak tangis nya.


" Masalah itu mudah aku dapat kan. Kamu kuliah dengan beasiswa. Bagaimana ya kalau foto - foto mu ini aku sebarkan di situs web kampus. Pasti akan menjadi tranding topik. Oh iya masalah anak itu, aku tidak yakin jika anak itu anak ku. Siapa tahu setelah bermain dengan ku kamu main dengan pria lain " Seru brian sambil menunjukan foto - foto arumi, brian tetap tidak percaya jika anak yang di kandung arumi anaknya.


" Tolong jangan om, kamu tidak mengakui anak itu aku tak masalah , tapi tolong jangan sebar kan foto itu aku tidak mau mengecewakan orang tua ku. Aku lah harapan satu - satu nya orang tua ku om, mereka ingin melihat ku menjadi seorang dokter. Tolong jangan hancurkan harapan orang tua ku. " Ucap arumi dengan memohon agar brian tidak nekat menyebar foto - foto nya.


Brian tersenyum puas ,karena ini lah yang di harapkan brian. Dengan begini brian akan semakin mudah untuk memperbudak arumi sebagai teman ranjang nya. Brian memang selalu mempunyai ide yang cemerlang. Brian akan membuat arumi budak ranjang nya sampai dia benar - benar bosan dengan arumi, setelah bosan dia akan melepaskan arumi, tentunya dengan bayaran yang cukup fantastis.


" Baik aku tidak akan menyebar kan foto mu, tapi dengan satu syarat " Ucap brian.

__ADS_1


" Apa pun syarat nya akan aku lakukan demi kebahagiaan orang tua ku. " Jawab arumi tanpa mempertimbangkan ucapan nya terlebih dahulu.


" Syarat nya kamu harus menjadi teman ranjangku, kamu harus melayani ku kapan pun aku membutuhkan mu " Seru brian dengan senyum penuh kemenangan karena berhasil menjebak arumi.


Arumi menggeleng, dia tidak menyangka jika syarat nya adalah dengan tubuh nya. Arumi mencoba menolak dengan menawarkan syarat yang lain nya.


" Aku tidak mau dengan syarat mu itu, aku bukan wanita murahan. Sampai kapan pun aku tidak akan mau menjadi budak ranjang mu. Bagaimana kalau aku menjadi pembantu saja om ?" Ucap arumi.


Haha haa haaa


Brian tertawa dan suara nya menggema di ruang rawat arumi. Suara tawa brian terdengar sangat menakutkan, hingga arumi merinding.


" Baik kalau begitu kamu memilih untuk foto - foto ini tersebar. Kamu lihat ini, sekali tekan Booommm langsung viral foto - foto kamu " Ucap brian dengan menunjukan ponsel nya. Disana foto - foto arumi sudah siap di publikasikan tinggal tekan OK semua nya sudah berubah.


Arumi bingung jika dia menolak sudah pasti dia akan malu terutama ke dua orang tua nya. Dia tidak sanggup melihat orang tua nya bersedih. Dan jika dia menerima syarat brian sudah pasti dirinya tak ubah nya wanita murahan yang rela menjajakan tubuh nya.


Brian memang lelaki yang kejam dan arogant, tetapi banyak wanita yang mengejar - ngejar nya.


Harta ?


" Bagaimana babby ?" Bisik brian di telinga arumi.


Brian sengaja berbisik di telinga arumi karena dia tahu arumi ketakutan dan brian senang melihat arumi yang ketakutan. Brian memegang kepala belakang arumi dan mendongak kan arumi, tanpa permisi brian langsung mencium bibir arumi.


Arumi berontak namun tenaga nya jauh beda dari brian, tangan arumi juga masih terpasang selang infus. Membuat arumi semakin susah bergerak.


Brian terus menikmati bibir arumi , dia tidak memperdulikan arumi yang masih sakit. Kalau saja arumi tidak sakit sudah pasti malam ini arumi menjadi santapan malam brian.


" Dasar lelaki tidak bermoral !! Cuiihhh..." Bentak arumi sambil meludahi brian.


Mendapat perlakuan tidak baik dari arumi membuat brian marah, rahang nya mengeras dan dia pun langsung menampar arumi.


PLAAKK


" Wanita sialan ! Lihat saja akan ku buat hidup mu tidak tenang. Akan ku jadikan kamu wanita pemuas ranjang ku selama nya !!" Ucap brian lantang.

__ADS_1


Brraakkk


Brian keluar dari ruang rawat delia dengan emosi yang memuncak, dia tidak mau berlama - lama lagi ada di ruangan itu, bila terus ada di dekat arumi bisa di pastikan arumi akan menjadi sasaran keganasan brian.


******


Di tempat lain, tepat nya di kamar hotel tempat laura menginap dia sedang menghitung uang pemberian brian. Dia sangat senang bisa mendapatkan uang sebanyak itu dengan cuma memuaskan brian.


" Kalau setiap hari dia menggunakan ku aku pastikan dalam sebulan aku akan menjadi orang kaya. Ternyata mudah juga mencari uang di kota, tidak sesulit yang aku bayangkan. " Seru laura sambil meminum alkohol nya.


Tok Tok Tok


Pintu kamar laura di ketuk, seperti nya pelanggan laura ada yang datang. Mereka tahu laura ada di kota XX karena laura sendiri yang memberitahu.


" Hai sayang " Seru tamu yang baru saja datang saat laura membuka kan pintu.


" Hai juga sayang, tepat waktu sekali kamu datang nya " Ucap laura sambil cipika cipiki.


" Sebenar nya aku sudah tidak tahan ingin bertemu dengan mu. Tapi kamu bilang ada pelanggan yang menggunakan mu, jadi aku terpaksa menunggu mu dan tidak mau menggunakan jasa wanita lain nya. " Seru pelanggan laura sambil memeluk laura dan menciumi laura.


" Maaf sayang tadi masih ada pelanggan jadi harap antri. Apa mau kita mulai sekarang ?" Tanya laura dengan tangan yang sudah mulai nakal menyusuri setiap bagian tubuh pelanggan nya, yang di ketahui bernama Ziko.


Laura meraih sesuatu yang mulai mengeras dan memainkan nya. Ziko benar - benar tidak sanggup lagi menunggu laura memainkan tugas nya. Dengan cepat ziko menggendong tubuh laura dan merebahkan di kasur.


Tanpa menunggu lama ziko langsung meminta laura untuk menjalanksn tugas nya. Laura pun mengikuti keinginan ziko, cukup lama laura yang memegang kendali. Ziko pun melihat laura yang kelelahan langsung membalikkan posisi dengan dia yang memegang kendali.


Sepasang manusia itu pun terus melakukan aktifitas nya tanpa mengenal lelah, hingga jam 2 malam mereka baru menyudahi permainan nya berbagai macam gaya sudah mereka lakukan.


Ziko adalah pengusaha yang cukup sukses namun masih di bawah brian. Ziko pelanggan tetap laura dan berani membayar laura mahal. Sebenar nya ziko dulu menyukai laura dan Ziko tidak masalah jika laura juga melayani para pria hidung belang, asal ziko juga puas dengan pelayanan laura.


******


YUK TERUS DUKUNG KARYA AUTHOR KAK. LIKE, KOMEN, VOTE, FAVORITE, DAN BERIKAN HADIAH NYA SERTA RATE BINTANG 5 NYA ❤❤❤ ITU SEMUA MEMBUAT AUTHOR SEMAKIN SEMANGAT UNTUK UP. ❤❤


TERIMAKASIH 🙏❤

__ADS_1


__ADS_2