
.
.
.
.
💞💞💞💞💞
Sepulang dari kampus arumi pulang ke kostan nya terlebih dahulu untuk mengambil barang - barang nya yang masih ada di kostan. Arumi dan dina heran kenapa arumi pindah kostan padahal kostan nya yang sekarang dekat dengan tempat kerja dan kampus nya. Arumi juga belum mengatakan jika dirinya sudah menikah.
" Rum kamu mau pindah kemana ?" Tanya mita dengan heran.
"
" Iya rum, kamu ini mau pindah kemana ? kenapa pindah ? " Tanya dina.
* Apa aku harus menceritakan kepada mereka kalau aku sudah menikah * Gumam arumi dalam hati nya.
Arumi memilih menceritakan semua nya kepada ke dua sahabat nya. Karena di kota besar ini hanya mita dan dina lah orang terdekat nya. Sahabat yang sudah seperti keluarga sendiri, tidak ada salah nya bercerita dengan kedua sahabat nya.
" Sebenarnya aku sudah menikah " Ucap arumi akhirnya jujur.
Mita dan dina saling pandang , mereka berdua seperti orang yang bingung. Pengakuan arumi barusan membuat kedua teman nya benar - benar syok. Banyak pertanyaan dalam kepala mereka yang akan mereka tangakan kepada arumi.
" Kamu sudah menikah ?" Tanya dina dengan tatapan kosong seperti orang yang kebingungan.
" Kamu bohong kan rum " Seru arumi tidak percaya dengan apa yang di ucapkan arumi.
" Aku serius, aku tidak akan main - main dengan kata pernikahan. Tatap mata saya, kalian bisa melihat kejujuran saya kan ?" Seru arumi.
Arumi pun menceritakan semua yang pernah terjadi kepadanya, dari awal dia bertemu brian sampai dia hamil dan ke guguran , dan sampai saat ini dia yang sudah menikah dengan brian. Sedikit pun tidak ada yang terlewatkan.
" Rum, kenapa kamu tidak pernah cerita sama kita. Masalah mu itu bukan masalah biasa rum, kenapa kamu diam saja. Seharus nya kamu bisa melawan dan melaporkan lelaki brengsek itu rum " Seru dina sambil memeluk arumi. Dia sangat kasihan dan prihatin dengan nasib arumi
Mereka bertiga berpelukan dan saling menguatkan arumi agar bisa kuat dengan perjalanan hidup yang di alami nya.
" Aku tidak mungkin bisa melawan lelaki itu, dia kaya dan banyak uang nya. Apa pun yang aku lakukan tidak akan bisa menghukum nya " Ucap arumi terlihat sedih.
" Memang nya siapa sih lelaki brengsek itu rum ?" Tanya mita penasaran.
__ADS_1
" Brian Alexander " Ucap arumi.
Apa ? Brian alexander ?
Kedua teman arumi langsung memegang dada mereka masing - masing. Mereka tahu betul siapa itu brian alexander. Seorang pengusaha yang sukses dan kekayaan nya tidak akan habis untuk tujuh turunan, brisn juga terkenal dengan sifat jelek nya yang suka bermain dengan wanita - wanita nya dengab nikmat ranjang semalam.
" Brian alexander sang cassanova ulung itu ?" Tanya dina seolah ingin lebih menyakinkan diri nya lagi.
" Brian Alexander itu kan pemilik kampus tempat kita kuliah ? Dia kaya raya" Seru mita.
" Aku tidak tahu brian yang kalian maksud itu brian yang sama atau tidak, yang pasti setahu ku dia orang kaya raya. Bahkan apartemen nya saja luas nya seperti lapangan bola " Ucap arumi.
Dina dan mita masih saja bengong karena mereka seperti tidak percaya sang sahabat bisa di nikahi oleh Brian Alexander.
*****
Laura datang ke cafe untuk bertemu ziko, laura sudah memutuskan untuk tinggal di kota X ini. Karena dia masih penasaran dengan brian dan berharap brian menghubungi nya lagi. Laura sudah pindah ke rumah yang sudah di siapkan oleh ziko.
" Ini pesanan nya Mbak " Seru arumi mengantarkan pesanan laura.
" Iya terimakasih " Jawab laura tetap fokus dengan ponsel nya.
Deg
" Mbak laura " Ucap arumi bahagia.
Laura langsung mendongak kan kepala nya dan menyadari jika arumi berdiri di hadapan nya. Laura langsung menoleh ke kanan dan ke kiri seperti sedang memastikan sesuatu.
" Arumi ? Kamu ngapain disini ?" Tanya laura.
" Aku kerja disini mbak. Mbak laura kemana saja srlama 3 tahun tidak ada kabar. Kami semua merindukan mbak laura " Seru arumi dan langsung memeluk laura.
Namun dengan cepat laura melepaskan pelukan arumi, dis tidak mau jika ada orang yang mengenalinya dan mengetahui jika arumi adalah adik nya.
" Lepas rum !! Jangan bikin aku malu " Seru laura sedikit mendorong arumi.
" Kenapa malu mbak ?" Tanya arumi sambil mengernyitkan kening nya.
" Jelas aku malu karena kamu hanya seorang pelayan. Bisa jatuh dong harga diriku jika ada orang yang tahu kalau kamu adik ku. Kamu kenapa ada di kota X ini ? Terus bapak sama ibu bagaimana ?" Ucap laura.
Arumi masih tidak menyangka bisa bertemu dengan kakak nya, beruntung hari ini dia tetap berangkat bekerja meski brian tidak mengizinkan nya. Namun arumi sedih saat laura mengatakan malu mempunyai adik seorang pelayan. Ternyata sifat sombong laura belum hilang juga.
__ADS_1
" Dua tahun lebih aku di kota X ini mbak, aku disini kuliah sambil bekerja part time di cafe ini " Ucap arumi.
" Jadi masih saja kamu mengharap jadi dokter ? Cita - cita mu itu ketinggian rum,daripada kamu kuliah lebih baik kamu fokus bekerja saja. Dapat uang bisa untuk kamu senang - senang " Ucap laura dengan senyum mengejek sang adik.
Di tengah - tengah obrolan mereka akhirnya ziko yang sedari tadi laura tunggu datang juga dan langsung menghampiri laura.
" Sayang sudah lama ?" Tanya ziko sambil mencium pipi laura.
" Lumayan lama " Jawab laura dengan wajah di buat sedih.
" Maaf ya sayang tadi di kantor masih banyak pekerjaan Oh iya ini siapa ? kamu kenal dia ?" Tanya ziko sambil menatap arumi dari atas sampai bawah. Bibir ziko pun mengulas senyum nakal nya.
Laura yang menyadari tatapan ziko kepada arumi, dia pun meminta arumi untuk segera pergi meninggalkan mereka.
" Oh dia hanya pelayan cafe, dan aku tidak mengenal nya. Tadi hanya bosan saja nenunggu mu disini jadi saya meminta pelayan itu untuk menemaniku , bosan tidak ada teman ngobrol " Ucap laura bohong.
Arumi bisa mendengar jelas apa yang di ucapkan oleh laura. Tanpa terasa air mata nya luruh juga membasahi kedua pipi nya.
* Kamu masih saja belum berubah mbak. Apa kamu tidak rindu dengan bapak ibu mbak, mereka selama 3 tahun ini sangat mengharapkan kepulangan mu mbak * Gumam arumi lalu benar - benar meninggalkan meja laura.
" Sayang malam ini aku mau menginap di rumah mu, kamu harus mempersiap kan semua nya " Ucap ziko kepada arumi.
* Kenapa sih harus malam ini dia menginap, padahal malam ini aku ingin mencoba menghubungi brian. Siapa tahu malam ini dia mau menggunakan jasa ku lagi. Tapi apa boleh buat, ziko juga pria berduit tapi dia tidak sekaya brian. Rumah yang ku tempati saja hanya sewa tidak dia beli saja * Gumam laura kesal.
" Iya sayang, nanti malam aku akan menyiapkan semua nya. Pokok nya kamu pasti puas. * Ucap laura sambil mengedipkan mata nya.
" Sayang jangan menggoda ku seperti itu, aku nanti tidak tahan dan akan memakan mu sekarang juga " Seru ziko mencoba menetralkan gelora yang mulai dia rasakan.
Tanpa menunggu lama ziko menarik laura dan segera mengajak nya menuju parkiran dan langsung masuk ke dalam mobil. Di dalam mobil ziko pun melancarkan aksinya yang sudah tidak dapat di tahan lagi. Dia tidak perduli dengan mobil yang ikut bergoyang, beruntung di parkiran memang sepi karena orang - orang masih ada di dalam cafe.
" Sayang kamu nakal " Seru laura yang ikur mengimbangi permainan ziko.
" Tapi kamu suka kan " Seru ziko di sela - sela permainan nya.
Laura dan ziko terus melakukan aktifitasnya tanpa mengenal lelah. Arumi mengetahui apa yang di lakukan oleh sepasang pria di dalam mobil itu, tadi arumi sengaja mengikuti laura karena dia ingin tahu tempat tinggal laura. Namun siapa sangka arumi justru mendapati sang kakak sedang bermain di dalam mobil.
*****
Yang panas semakin panas, yang dingin semakin dingin 🙏❤
LIKE, KOMEN, VOTE, FAVORITE DAN BERIKAN HADIAH NYA SERTA RATE BINTANG 5 NYA KAK ❤❤
__ADS_1
TERIMAKASIH 🙏❤