Teman Ranjang Om Brian

Teman Ranjang Om Brian
Menyelamatkan arumi


__ADS_3

.


.


.


💞💞💞💞💞


Anton kembali ke dalam ruang penyekapan arumi dan meminta laura untuk keluar. Anton berniat akan menghancurkan brian dengan meniduri istri nya. Saat ini brian dan yang lain nya sedang mencoba masuk ke dalam markas tapi harus melewati serangan dari anak buah anton yang jumlah nya cukup banyak.


" Sialan, kalau begini terus kita bisa kehabisan tenaga. " Umpat brian karena anak buah anton memang tangguh - tangguh.


" Kita gunakan ini " Ucap tomi mengangkat pistol dan belati.


Brian langsung mengambil belati yang di berikan oleh tomi dan langsung menghajar lawan nya tanpa ampun. Sekali hajar belati itu bisa melukai 4 orang.


Srekk... srekk..


Suara belati brian mengenai perut dan leher lawan nya. Suara teriakan kesakitan sudah mulai terdengar.


Dooorr... Dorrr


Ternyata anak buah anton juga mengeluarkan senjata nya. Brian dan tomi tidak tinggal diam, mereka juga meminta anak buah nya untuk menggunakan senjata nya. Musuh yang memulai memakai senjata duluan, brian hanya mengikuti permainan musuh nya.


" Kamu urus mereka, aku akan masuk ke dalam " Seru brian langsung berlari ke dalam.


Di dalam itu cukup sepi karena para anak buah anton ada di luar,hanya beberapa saja yang memang berjaga - jaga di dalam.


Bugh.


Bugh..


Brian langsung memberi tendangan musuh nya tepat di dada nya, sampai musuh nya muntah darah.


" Katakan dimana kalian menyekap istri ku ?" Seru brian sambil menodong kan belati nya di leher sang lawan.


" Cepat katakan !!" Teriak brian lantang.


Suara brian menggema di dalam ruangan itu, dia sudah hilang kesabaran.


" Aaakuu.. aku tidak tahu " Jawab nya tetap tidak mau bicara jujur.


" Bajingan ! " Seru brian.


Srekk... srekkk


Brian tidak mempunyai ampun lagi, dia langsung mengores leher anak buah anton dengan belati nya sampai darah mengucur dimana - mana.


" Dimana bajingan itu menyembunyiakan istri ku " Gumam brian.


Sementara itu di ruang penyekapan arumi, wajah arumi sudah memerah dan memar karena pukulan dan tamparan yang di berikan oleh laura tadi. Kini anton mencoba untuk melecehkan arumi. Anton sudah melepaskan ikatan kaki dan tangan arumi dan langsung menghempaskab arumi di kasur dan anton berusaha menindih arumi.


" Lepaskan bajingan !!" Seru arumi sambil mencoba mendorong tubuh anton menjauh.


" Tidak semudah itu aku melepaskan mu nona cantik. Aku akan membuat brian terpuruk dengan meniduri mu. Dengan begitu brian akan hancur sehancur hancur nya. Bagaimana cantik apa kamu sudah siap ?" Seru anton lalu menarik paksa pakaian arumi sampai pakaian arumi sobek dan terekspose punggung nya yang mulus.


" Tolong jangan lakukan itu, tolong aku sedang hamil. Aku tidak mau anak ku kenapa - kenapa. Lepaskan aku tuan " Ucap arumi sambil memohon.


* Apa ? wanita ini sedang hamil ? dia akan melahirkan keturunan alexander. Ini tidak bisa di biarkan, tapi boleh juga sekali tepuk langsung dapat dua lalat. Dengan begini brian akan semakin terpuruk. Mampuslah kau brian * Gumam anton dalam hati nya.


Anton terus berusaha melecehkan arumi, arumi tetap saja mencoba menolak dan memukul anton. Namun pukulan arumi sama sekali tidak ada apa - apa nya di tubuh anton.

__ADS_1


" Tolonngg... tolongg... !!" Teriak arumi meminta tolong.


"Tolong.... !! Lepaskan bajingan, jangan sentuh aku. " Seru arumi.


Plakk... Plakkk


Anton kembali mendaratkan tamparan nya di pipi arumi. Pipi arumi semakin memerah dan memar nya pun bertambah. Arumi sudah mulai lemas dan badan nya tak bertenaga, akhir nya arumi pun terkulai lemas di atas kasur.


" Begini akan semakin mudah aku menikmati tubuh mu cantik " Seru anton sambil membelai pipi arumi dengan penuh nafsu.


Belum juga sempat menikmati tubuh arumi, tiba - tiba pintu kamar tempat arumi di sekap di dobrak oleh seseorang dari luar.


Braakkkk....


Dengan tatapan nyalang brian memandang dua manusia yang ada di atas kasur. Nafasnya memburu dan tangan nya mengelal, sudah siap untuk menghabisi lawan nya.


" Dasar bajingan !" Seru Brian.


Bugh.. Bugh.


Perkelahian antara anton dan brian sudah tidak bisa di elakan lagi. Mereka berdua sama - sama punya dendam tersendiri. Dendam masalalu yang sampai sekarang masih belum selesai.


" Aku akan membunuh mu bajingan. Kamu yang mengusik ku lebih dulu. Jangan salahkan aku jika aku akan menghancurkan mu !!" Teriak brian sambil mengangkat pistol dan menpelkan nya tepat di kepala anton.


" Tembak saja, aku tidak akan takut. " Ucap anton sambil tersenyum sinis.


" Kamu kalah brian.. Kamu sudah kalah. Kamu sudah kalah dari 5 tahun yang lalu, kamu masih ingat kan dengan kejadian 5 tahun yang lalu. Aku berhasil mendapatkan wanita yang sebentar lagi akan menjadi istri mu, aku berhasil mendapatkan cinta pertama mu. Iya aku berhasil mendapatkan Tiara cinta pertama mu, Hahaaaa... aku sudah menang brian " Ucap anton membicarakan masa lalu yang sudah brian kubur 5 tahun yang lalu.


Brian menatap tajam mata anton, dengan pistol masih dia todongkan tepat di kepala anton.


" Akan aku bunuh kau Anton " Seru brian dengan amarah semakin memuncak.


Brian menurunkan pistol nya, dia mulai terpedaya dengan cerita masalalu nya. Tiara... iya wanita itu adah cinta pertama brian, tiara wanita yang baik,cantik dan penurut tapi sampai sekarang brisn belum tahu kenapa tiara bisa mengkhianatinya dan lebih memilih menikah dengan anton.


" Dan untuk kali ini seperti nya kamu juga harus kalah, karena wanita cantik itu akan menjadi milik ku. " Seru anton sambil menunjuk arumi yang terbaring di atas kasur.


Deg.


Arumi ?


Brian baru ingat kembali jika dia harus menyelamatkan arumi. Arumi dan calon anak nya lah yang saat ini bisa membuat hidup nya lebih berarti lagi, hanya arumi wanita yang bisa membuat brian jatuh cinta kembali.


" Bagaimana ? Apa kamu akan menyerahkan wanita itu untuk ku ?" Tanya anton dengan percaya diri penuh.


" Langkahi dulu mayat ku !!" Seru brian dengan lantang.


Bugh..


Bugh..


Perkelahian antara anton dan brian semakin memanas mereka sama-sama mengeluarkan senjata nya kembali. Beruntung arumi tidak sadarkan diri sehingga dia tidak melihat pertarungan sengit antara brian dan anton.


Door..


Dorrr


Aaggrrhh....


Peluru brian mengenai lengan kekar anton. Darah mengucur , namun anton tetap tidak menyerah justru dia menyerang dengan membabi buta.


Dooorr

__ADS_1


Doorr


Dua peluru brian tepat menghujam jantung anton, dan seketika anton tumbang dan memejamkan mata nya. Brian langsung menghampiri arumi.


" Sayang.. sayang " Seru brian memanggil arumi.


Tiba - tiba arumi langsung membuka mata nya dan melihat brian ada di hadapan nya. Sekitaka arumi langsung memeluk brian dengan erat, arumi tadi benar - benar ketakutan. Akhirnya doa nya terkabul juga dengan datang nya brian.


" Aku takut " Suara arumi terlihat sangat gemetar dan ketakutan.


" Tenang jangan takut, kamu sudah aman. Ada aku disini " Seru brian dengan lembut.


Brian melepaskan kemeja nya dan memakaikan nya di tubuh arumi. Brian tidak mau punggung istri nya menjadi bahan tontonan orang.


" Terimakasih " Ucap arumi kembali memeluk brian.


Namun saat brian dan arumi berpelukan tiba - tiba anton bangun dan menodongkan pistol nya ke arah brian. Brian yang membelakangi anton tidak tahu jika anton masih hidup. Arumi yang melihat anton bangkit dan membidikkan pistol nya ke arah brian, dengan sigap arumi mengambil pistol yang ada di samping brian dan langsung melepaskan pelatuk nya,dengan masih dengab posisi berpelukan dengan brian.


Doorr


Dooor


Dua tembakan tepat sasaran, langsung mengenai kepala anton. Anton tersungkur dengan darah berhburan. Mendengar suara tembakan brian langsung melepaskan pelukan nya dan melihat apa yang terjadi.


" Kamu yang menembal nya ?" Tanya brian tidak percaya orang selembut dan sebaik arumi bisa menembak tepat sasaran.


" Aaaa... aku membunuh nya " Seru arumi tergagap karen ketakutan.


" Tidak ,,, kamu tidak membunuh nya. Dia memang pantas mati, kalau kamu tidak menembak nya sudah pasti akulah yang akan tertembak. Terimakasih kamu sudah menyelamatkan ku " Ucap brian.


Arumi langsung meletakkan kembali pistol nya. Tatapan nya masih lurus ke arah dimana anton tergeletak. Tubuh arumi bergetar cukup hebat, dia benar - benar ketakutan. Seumur hidup nya baru kali ini arumi memegang pistol dan langsung menggunakan nya langsung.


" Kita harua segera meninggalkan tempat ini. " Seru brian .


Arumi tidak merespon, dia masih ketakutan. Brian langsung mengangkat tubuh arumi dan membawanya keluar dari ruangan itu.


" Bereskan semua nya " Ucap brian kepada seto orang kepercayaan nya.


" Siap Tuan " Ucap seto sambil membungkukkan badan.


Brian keluar dari markas dan berjalan menuju helly , padahal jalan cukup jauh namun brian sama sekali tidak merasa capek atau pun berat. Arumi mengalungkan tangan nya di leher brian dan menemusupkan wajah nya di dada bidang brian.


" Kemana wanita itu?" Tanya brian saat sudah sampai di dalam helly.


" Dia sudah di amankan, aku sudah menyuruh anak buah kita membawa nya markas. " Jawab tomi.


Wanita yang dimaksud brian adalah laura, ya laura saat ini sudah ada di markas. Tinggal menunggu hukuman yang akan di berikan oleh brian.


" Kita ke rumah sakit " Ucap brian.


Tomi mengangguk dan langsung mengudara menuju rumah sakit milik keluarga alexander. Sepanjang perjalanan brian terus menggenggam tangan arumi dan mengusap perut arumi,brian sangat menghawatirkan kondisi arumi dan calon bayi nya.


Setelah empat puluh menit helly sudah mendarat di atas gedung rumah sakit. Semua gedung milik keluarga alexander di khususkan mempunyai landasan untuk helly pribadi keluarga alexander, agar memudahkan jika ada keadaan yang darurat.


******


Bab ini cukup panjang ❤❤


LIKE,KOMEN,VOTE,FAVORITE SERTA BERIKAN HADIAH NYA YANG BANYAK DAN RATE BINTANG 5 NYA 🙏❤❤


TERIMAKASIH 🙏🙏❤❤

__ADS_1


__ADS_2