
.
.
.
💞💞💞💞💞💞💞💞💞
Pembangun rumah sakit di desa tempat tinggal arumi sudah selesai dan rumah sakitpu sudah beroperasi dari sebulan yang lalu. Karena kesibukannya di perusahaab brian belum sempat datang ke rumah sakit itu untuk meresmikanya, selama sebulan beroperasi rumah sakit itu belum diresmikan.
Hari ini arumi dan brian pergi kedesa untuk meresmikan rumah sakit itu. Arumi sendiri tidak tahu kenapa suaminya tiba - tiba mengajaknya berkunjung kedesa, tanpa penolakan arumipun mengiyakan nya.
" Kalian datang kok tidak mengabari ibu dulu ?" Tanya ibunya arumi saat arumi dan brian sudah masuk kedalam rumah.
" Buat kejutan bu. " Jawab arumi.
" Buk, bagaimana toko kue ibu.?" Tanya arumi.
" Alhamdulillah semakin ramai dan banyak pesanan, sekarang ibu sudah punya 6 karyawan. Dua untuk bagian membantu ibu membuat kue dan 4 untuk bagian depan melayani pembeli. Bagaimana kuliah mu , apa sudah selesai?" Tanya ibunya arumi.
" Dua minggu lagi arumi wisuda bu, nanti bapak sama ibu harus datang saat arumi wisuda dan tidak ada penolakan titik. " Seru arumi sambil memeluk ibunya dari samping.
" Pasti bapak dan ibu datang" Ucap ibunya arumi.
Brian tidak ikut berbincang dengan ibu mertuanya karena dia tadi hanya mengantar arumi dan marvel sampai rumah mertuanya, selesao beramah tamah sebentar brian langsung pergi. Dia beralasan kepada arumi jika dia ada urusan bisnis disekitar sini. Ayah dan ibu arumi sudah tahu apa yang sedang dikerjakan oleh brian, pasti menyiapkan peresmian rumah sakit.
" Marvel masih tidur?" Tanya ibu arumi.
" Iya bu, dia sepertinya kelelahan bu. Aku sengaja tidak bawa pengasuhnya karena saat disini aku mau menghabiskan waktu bersama marvel. Kalau dikota waktuku tersita untuk latihan dan latihan terus bu , y terkadang juga marvel aku bawa sih. Marvel sekarang makin aktif bu" Seru arumi menceritakan soal anaknya.
" Ibu sudah tidak sabar ingin bermain dengannya " Seru ibunya arumi.
Namun tiba - tiba pintu kamar terbuka dan keluarlah bocah kecil gembul dan lincah berlari menghampiri dua wanita yang sedang berbincang di ruang keluarga.
" Nenek " Seru marvel menghampiri nenek dan mamanya
" Wah cucu nenek sudah bangun. Pintar sekali bangun tidak menangis " Seru sang nenek lalu memeluk dan menciumi pipi marvel.
__ADS_1
" Nek angan iyum-iyum Alvel. Alvel deli nek " Protes marvel tidak mau diciumi neneknya karena geli.
" Bocah kecil ini memang sudah tidak mau dicium buk. " Seru arumi memberitahu.
" Alvel ukan ocah kecil , alvel udah gede " Protes marvel tidak mau dibilang kecil.
Hahaahaaaaa
Arumi dan ibunya tertawa mendengar penuturan marvel. Bocah kecil tapi tidak mau dibilang kecil. Marvel memang tumbuh menjadi anak yang sehat, aktif, cerdas dan mudah memahami apa yang orang ajarkan. Diusianya yang baru satu tahun setengag dia sudah bisa mengenal huruf dan membaca, sudah bisa bermain senjata api tentunya bermain senjata api tanpa sepengetahuan orang tuanya. Sudah pandai bermain ponsel tentunya bukan hanya sembarang main ponsel.
" Marvel makan dulu ya, setelah makan nanti kita jalan keliling desa. " Ucap sang nenek dengan sangat bahagia bisa bermain dan jalan dengan cucunya yang sudah 3 bulan tidak bertemu.
" Iya nek. Ma, papa ana ?" Tanya marvel menanyakan papanya.
" Papa masih ada pekerjaan sayang " Jawab arumi dengan lembut.
Marvel hanya mengangguk lalu mrngikuti neneknya menuju meja makan untuk mengambil makanan.
" Nek, alvel matan sendili " Ucap marvel dengan bahasa anak kecil.
Biarpun sudah pandai membaca dan menulis gaya bicara marvel memang masih khas anak kecil, suaranya juga masih cedal. Maklum anak berusia 1 tahun 6 bulan.
" Hollee... Matan tue banyak - banyak " Marvel bersorak gembira saat tahu akan diajak ketoko kue sang nenek.
" Iya nanti makan kue yang banyak. Nanti nenek buatkam kue kesukaan kamu. Kue bolu pisang bertabur keju." Ucap sang nenek masih ingat dengan kue kesukaan cucu semata wayangnya itu.
Dengan cepat marvel menghabiskan makanannya, makannya marvel tidaklah banyak. Masih porsi wajar anak seusianya, cuma bedanya marvel memang lebih suka makan sendiri daripada disuap. Hanya sesekali saja dia minta suap mama atau papanya itupun bertujuan untuk mencari perhatian orang tuanya agar jangan sibuk dengan pekerjaannya terus - menerus.
********
" Marvel mana sayang ?" Tanya brian yang baru saja pulang dengan membawa beberapa paperbag ditangan kanan dan kurinya.
Brian pulang dengan membawa baju yang akan mereka kenakan nanti malam untuk peresmian rumah sakit yang dia bangun untuk arumi.
" Marvel ikut ibu ke toko. Ini apa hubby?" Tanya arumi sambil membuka paper bag yang brian letakkan diatas meja.
" Ini baju yang akan kita kenakan nanti malam sayang. Nanti malam akan ada acara pesta yang harus kita hadiri dan aku jugq mengajak serta bapak dan ibu, serta marvel agar mereka juga ikut bahagia dengan suasana pesta. Yang ini punya bapak dan ibu, kamu simpan saja dikamar ibu. " Ucap brian sambil menunjuk dua paperbag berwarna merah.
__ADS_1
" Terimakasih hubby, nanti aku simpan dikamar ibu. Tapi pesta apaan sih hubby kok acaranya dadakan begini. ?" Tanya arumi penasaran.
" Sebenarnya sudah dari sebulan yang lalu acara ini akan dilaksanakan. Tapi karena aku yang sibuk terus dan baru bisa datang hari ini , jadi hari ini pestanya baru bisa terselenggara. " Jawab brian beralasan agar arumi tidak curiga.
" Oh begitu. Ya sudah aku simpan yang punya bapak dan ibu dulu kekamarnya ya. Hubby sekarang istirahat saja dulu , pasti capekkan. Tadi baru datang bukannya istirahat dulu tapi malah langsung bekerja, kurangi jam kerjanya hubby. Badan dan fikiran kamu juga butuh istirahat jangan diforsir terus menerus." Ucap arumi menasehati suaminya.
" Iya sayang ku, cinta ku." Ucap brian sambil mencolek dagu arumi.
Arumi beranjak masuk ke kamar ibunya untuk menyimpan paperbag yang berisi pakaian kedua orang tuanya.
" Ama alvel pulang !! Alvel bawa tue banyak - banyak " Teriak marvel yang baru pulang dengan kakek neneknya.
" Ehhh anak mama sudah pulang ? Duhh bawannya banyak banget, kalau jualan nenek kamu bawa pulang sebanyak ini bisa bangkrut usaha nenek." Seru arumi sambil terkekeh.
Marvel membawa berbagai macam kue yang dijual oleh neneknya. Anaknya itu memang gemar memakan kue apalagi kue buatan neneknya. Bahkan setiap kali datang kedesa dan saat pulang selalu minta dibawain kue yang banyak untuk stock dirumah.
" Tata nenek oleh tok ma" Ucap marvel membela dirinya.
" Iya sayang boleh tapi jangan banyak - banyak makan keu nya karena marvel belum makan malam. Sekarang mandi dulu ya, sudah sore. Itu paa juga masih mandi. Oh iya bu nanti malam ikut datang kepesta ya, suami arumi sudah menyiapkan pakaiannya. Pakaiannya sudah arumi letakkan diatas kasur kamar ibu." Ucap arumi.
" Iya rum. " Jawab kedua orang tua arumi secara serempak dan sama sekali tidak ada penolakan.
Arumi hanya sedikit heran karena kedua orang tuanya sama sekali tidak menolak bahkan kesan terkejut pun tidak ada. Arumi membawa marvel kekamar nya untuk segera dimandikan. Dirumah orang tua arumi sekarang kamar semua sudah ada kamar mandi didalamnya.
" Alvel mau mandi di kamal alvel ma. " Marvel menolak mandi dikamar mamanya karena dia sudah merasa punya kamar sendiri dirumah neneknya ini.
" Iya sayang , sementara dikamar mandi ini saja ya kebetulan papa sudah mau selesai. Ingat marvel tidak boleh membantah perkataan orang tua ya. " Ucap arumi dan mendapat anggukan oleh marvel sambil mengacungkan jempol tangannya.
Arumi sengaja memandikan marvel dikamarnya karena baju ganti marvel masih ada dikamarnya dan dia tidak mau bolak - balik untuk mengambil baju ganti marvel. Setelah brian selesai mandi arumi membawa marvel masuk kamar mandi untuk dimandikan.
Sementara itu dikamar ibu dan bapak arumi, mereka sedang memandangi baju yang akan mereka pakai nanti malam. Mereka berdua kagum dengan baju yang ada dihadapannya itu. Baju dengan harga fantastis, jika dibelikan dipasar bisa mendapat 25 baju.
********
RATE BINTANG 5 NYA DULU YA KAK 🙏🙏❤️❤️
LIKE, KOMENTAR, VOTE, FAVORITE SERTA BERIKAN HADIAHNYA YANG BANYAK 🙏🙏❤️❤️
__ADS_1
TERIMAKASIH 🙏🙏❤️