Teman Ranjang Om Brian

Teman Ranjang Om Brian
Menjenguk arumi


__ADS_3

.


.


.


💞💞💞💞💞💞


Arumi terbangun dari tidur nya, dia melihat keseliling nya dan dia tahu jika saat ini dirinya ada di rumah sakit . Arumi menyadari jika ada seseorang yang menggenggam tangan nya, arumi melihat ke arah orang itu. Orang itu sedang tidur di pinggir ranjang arumi sambil duduk dan tangan nya menggenggam tangan arumi.


* Ini kan om brian ? Apa dia lagi yang menyelamatkan ku ?* Gumam arumi dalam batin nya.


Arumi tidak mau banyak bergerak agar tidak mau membangunkan brian. Saat ini badan nya memang benar -benar sangat sakit. Dia tidak menyadari jika dirinya tidur cukup lama yaitu selama 3 hari.


" Hushhh... punggung ku perih dan sakit sekali. " Seru arumi tanpa sengaja menarik tangan yang di genggam brian.


Brian merasakan ada pergerakan dan akhir nya dia pun terbangun. Dan mendapati arumi yang sudah membuka mata nya.


" Kamu sudah sadar? Jangan banyak bergerak, aku panggil bagas dulu " Ucap brian lembut tapi terlihat kaku karena tidak biasa nya dia bicara lembut dengan arumi.


Brian mengambil ponsel di atas nakas lalu menghubungi bagas yang selalu siap sedia 24 jam untuk menangani keluarga brian. Sampai dia rela menginap di rumah sakit.


[ Arumi sudah sadar, cepat kesini ]


Tanpa menunggu jawaban dari bagas, briab langsung mematikan sambunnga telepon nya.


Setelah menunggu tidak sampai 5 menit bagas sudah berada di ruangan arumi dan memeriksa arumi.


" Apa luka nya masih sakit dan perih ?" Tanya bagas sambil memeriksa arumi.


" Masih mas " Jawab singkat arumi.


Brian tidak sengang mendengar panggilan arumi untuk bagas.


Mas ?


* Dia memanggil bagas dengan mas ? Terus aku sebagai suami nya di panggil tuan dan kadang juga om . Ini tidao bisa di biarkan, aku akan memarahi bagas * Gumam brian menatap sinis bagas yang masih berbincang dengan arumi.


" Apa ? Jadi aku tertidur selama 3 hari mas ? Terus dia yang selama ini menunggu ku, sampai dia tidak masuk kantor ?" Tanya arumi dengan pandangan ke arah brian.


" Iya " Jawab bagas singkat.


" Maaf aku sengaja memberikan obat pada cairan infus agar kamu teetidur dan tidak merasakan sakit yang luar biasa. " Ucap bagas.

__ADS_1


Arumi mengangguk paham, lalu dia teringat sesuatu.


" Terus selama 3 hari ini kuliah ku bagaimana ? Apa ada yang menitipkan absen ku kepada sahabatku mita dan dina ?" Tanya arumi yang justru memikirkan soal kuliah nya.


Bagas bingung harus bagaimana menjelaskan nya, dia pun melirik ke arah brian bertujuan agar brian yang menjelaskan nya.


" Kamu tidak perlu memikirkan kuliah mu. Semua sudah aku urus " Jawab brian terlihat kaku.


" Coba lihat luka yang di bahu mu rum. Yang di bahu dan punggung termasuk yang parah, beruntung di muka mu tidak seberapa parah. Mungkin hanya kena 1 kali cambukan saja kalau yang di muka " Seru bagas sambil tanga nya hendak melihat luka yang di bahu.


Namun tiba - tiba brian menghentikan nya, karena dia tidak rela bagas melihat punggung istrinya. Cukup sekali saja waktu itu memang benar - benar darurat jadi brian tidak perduli.


" Kamu tidak boleh melihat bahu nya, panggil dokter perempuan sekarang juga " Ucap brian.


" Kamu kenapa sih bri ? Aku ini dokter, kalau aku tidak melihat nya bagaimana aku bisa tahu. Apalagi yang di punggung itu luka yang paling parah " Ucap bagas .


" Pokok nya tidak boleh " Seru brian lagi.


* Kesambet apa sih tuan brian ini ? Aku jadi bingung? apa dia tadi salah makan atau salah minum * Gumam arumi dalam batin nya sendiri.


" Mulai bucin lo " Seru bagas berbisik di telinga brian.


Brian langsung menatap tajam ke arah bagas, bagas justru terlihat senyum - senyum sendiri.


Dari pada sang tuan nya marah dan mengamuk, bagas pun keluar ruangan arumi untuk memanggil dokter perempuan.


" Apa masih sakit ?" Tanya brian pelan.


" Iya " Jawab arumi singkat.


* Aku tidak boleh teetipu dengan kebaikan dan kelembutan nya. Siapa tahu itu hanya taktik nya saja untuk mencari perhatiaan ku * Gumam arumi dalam hati nya.


*******


Seminggu berlalu keadaan arumi sudah membaik, hanya tinggal bekas luka nya saja yang masih harus di hilangkan. Dokter spesialis kulit yang di datangkan dari luar negeri secara langsung.


Dua teman arumi hari ini berkunjung ke rumah sakit, selama arumi di rawat baru hari ini mereka menjenguk arumi. Karena mereka juga baru di beritahu semalam oleh arumi. Mereka mengira jika arumi sedang berkumpul dengan kekuarga nya di kampung.


" Rum, itu suami kamu kenapa tidak keluar saja sih dari sini ? Kalau begini kan kita tidak nyaman mau mengobrol " Seru dina sambil melirik ke arah brian yang duduk di sofa sambil memainkan ponsel nya.


" Dia memang begitu, selama aku di rawat tiba - tiba dia menjadi lebih baik dan selalu menemani ku di sini. Aku juga tidak tahu kenapa dia bisa berubah seperti itu, mungkin saja dia lagi amnesia. " Ucap arumi beralasan


Brian bukan nya tidak tahu jika saat ini dirinya jadi bahan pembicaraan arumi dan kedua teman nya. Brian tetap fokus kepada ponsel nya dan pura - pura tidak tahu.

__ADS_1


" Tapi suami kamu ganteng bangat rum, Lebih ganteng asli nya daripada di gambar. Mau dong sisain satu yang seperti itu untuk ku. " Seru mita sambil memandang ke arah brian.


" Yeee...kalau mata anak ini memang rada - rada. Kambing di bedakin saja dia pasti bilang ganteng " Seru dina sambil mrnonyor kepala mita.


Mita hanya mendengus kesal. Sedang kan arumi dan dina hanya tertawa melihat tingkah mita.


* Memang aku tampan, makanya banyak wanita yang mengejar - ngejar ku. Huuu.... dasar bocah ingusan, masih kecil sudah mikirin cinta - cintaan. Selesaikan dulu kuliah kalian lalu bekerja baru deh mikirin cinta - cintaan * Gumam brian pada dirinya sendiri.


Sadar diri dong bri, istri kamu saja juga masih kecil. Masih kuliah tu, tapi kamu main embat aja.


Tok Tok Tok


Pintu ruang rawat arumi di ketuk dari luar, seperti nya dokter bagas yang datang.


" Masuk " Seru brian dengan suara datar.


Benar saja ternyata yang datang adalah bagas yang hendak memeriksa arumi.


" Mau ngapain kamu kesini ?" Tanya brian menatap bagas penuh selidik.


" Mau memeriksa pasien " Jawab singkat ßagas sambil melirik dua gadis yang ada di dekat arumi.


Bagas tersenyum ke arah dua teman arumi.


" Ini teman - teman kamu rum ?" Tanya bagas.


" Iya mas, kenalkan yang ini nama dina dan ini mita " Ucap arumi mperkenapkan dua sahabt ny.


" Dina.. Bagas"


" Mita.. bagas "


Ucap ketiga nya saling berkenalan.


* Apa - apaan ini ? Aku yang sedari tadi disini sama sekali tidak di kenalkan dengan teman nya, sedangkan bagas yang baru datang langsung di kenalkan, padahal tampan sudah pasti tampan aku * Seru brian dalam hati nya.


*******


Makanya wajah tu jangan galak - galak dong brian.


LIKE, KOMENTAR, VOTE, FAVORITE SERTA RATE BINTANG 5 NYA YA KAK. JANGAN LUPA HADIAH NYA. ❤❤❤❤


TERIMAKASIH 🙏🙏❤❤❤

__ADS_1


__ADS_2