Teman Ranjang Om Brian

Teman Ranjang Om Brian
Mempengaruhi arumi


__ADS_3

.


.


.


💞💞💞💞💞💞


Sampai jam sembilan malam brian tak kunjung datang menjemput arumi. Bahkan sudah berapa kali arumi menghubungi ponsel brian tapi tidak ada jawaban, ponsel brian tidak aktif dan tidak bisa di hubungi. Di saat seperti ini arumi memikirkan apa yang di katakan oleh kakak nya tadi, jika seorang player tidak semudah itu akan berubah.


Melihat wajah arumi yang cemas dan sedih, dua pengawal cantik arumi pun mendekati arumi dan mrncoba menghibur arumi.


" Sabar ya Nona, tuan mungkin memang ada pekerjaan yang mendesak sampai dia lupa untuk menjemput Nona. " Seru alina mencoba menghibur arumi.


" Iya Non, tuan tidak akan macam - macam. Ada Boss tomi yang selalu setia di samping nya, jadi tidak mungki tuan macam - macam. Ini hanya soal pekerjaan saja, Tuan jika sudah bekerja memang bisa lupa segala nya " Tambah sheila menjelaskan.


" Iya kak terimakasih. Aku masih percaya dengan suami ku " Jawab arumi mencoba tersenyum.


Melihat arumi yang belum pulang, laura pun menghampiri arumi dan mengajak nya berbincang. Laura senang membuat hari arumi tidak tenang dengan begitu pasti arumi akan berprasangka buruk kepada suami nya.


* Hemmm.... semoga saja arumi termakan dengan ucapan ku, dengan begini pasti arumi dan brian akan ribut " Gumam laura dalam hati dan bibir nya tersenyum tipis.


" Mana suami mu ? Belum datang kan ?" Tanya laura .


" Suami ku lagi ada pekerjaan kak " Jawab arumi tetap berfikir positif kepada suami nya.


" Jangan mau di bohongi suami rum. Aku bicara seperti ini karena aku ini kakak kamu, aku kasihan sama kamu apalagi kamu sedang hamil besar begini. Kamu tahu pekerjaan ku dulu kan ? Jadi aku tahu bagaimana lelaki seperti brian itu. " Ucap laura mencoba memprovokasi pikiran arumi.


" Kak, aku tahu siapa suami ku. Biarpun dia dulu mempunyai masalalu yang buruk, tapi aku tetap mencoba percaya dengan suami ku. " Ucap arumi mencoba tenang , padahal dalam hati nya dia juga menghawatirkan suami nya.


Sebenar nya dia juga takut jika apa yang di katakan laura itu benar, namun arumi menutupi nya agar laura tidak semakin gencar menjelekkan suami nya. Dua pengawal arumi hanya melihat dari jauh, saat laura mendekat tadi laura langsung menyuruh mereka berdua menjauh.


" Lihat sudah mau jam 10 malam tapi brian belum juga datang, sudahlah kamu menginap saja. " Ucap laura.


Arumi melirik jam yang ada di ponsel nya, benar saja sudah jam 10 malam. Brian tidak kunjung datang juga, arumi pun memilih beristirahat di kamar. Dan dua pengawal nya pun ikut masuk ke dalam, mereka tidak akan membiarakan arumi sendirian.


" Kak sheila dan kak alina silahkan istirahat di kamar samping saja, saya tidak apa - apa kok sendirian " Ucap arumi.


" Tidak Non, kami akan menemani anda sampai tuan datang. " Jawab sheila.

__ADS_1


" Baiklah " Jawab arumi pelan dan singkat.


Arumi merebahkan tubuh nya di atas kasur dan mrncoba memejamkan mata nya namun tidak bisa untuk tertidur. Fikiran nya tertuju kepada suami nya yang sampai selarut ini belum ada kabar dan ponsel nya pun tidak bisa di hubungi.


* Semoga suami ku tetap setia pada ku dan tidak akan melakukan perbuatan yang membuat kesalahan yang membuat pernikahan tercoreng * Gumam arumi.


*******


Pagi hari arumi bangun dan ada tangan kekar yang melingkar di atas perut nya. Arumi mengenali pemilik tangan itu , siapa lagi kalau bukan sang suami nya. Semalam brian datang sudah jam 1 malam dan sang pengawal lah yang menyambut nya.


Ada pekerjaan yang harus brian selesaikan sampai dia harus mendadak ke luar kota, sehinga brian telat menjemput istri nya. Bahkan bukan hanya telat tetapi gagal menjemput arumi.


" Hubby " Seru arumi.


Brian pun langsung terbangun saat mendengar suara arumi.


" Sayang kenapa sudah bangun, kita tidur lagi saja. Hari ini aku tidak akan ke kantor, badan ku sangat lelah " Ucap brian semakin memgeratkan pelukan nya.


" Kamu semalam pulang jam berapa hubby " Tanya arumi segera ingin tahu.


" Jam satu malam, sudah ya kita tidur lagi. Nanti aku akan menceritakan nya kepada mu sayang, tapi nanti ya karena aku masih mengantuk sekali" Ucap brian kembali memejam kan mata nya .


Sedangkan di luar kamar laura dan ke dua orang tua nya sedang sarapan, ibu wati memang sengaja tidak membangunkan arumi karena brian ada di dalam. Ibu wati dari pengawal arumi jika semalam tuan nya datang sudah larut malam.


" Arumi tidak ikut sarapan ?" Tanya laura.


" Biarkan saja adik mu, nanti kalau lapar dia pasti makan. Lagipula ada suami nya juga kok di dalam kamar nya. Mau di bangunkan tidak enak sama suaminya " Ucap ibu wati.


Brian ?


* Sejak kapan brian ada di kamar arumi ? Semalam aku itu menunggu dia pulang sampai jam dua belas malam tapi kenapa aku tidak tahu dia pulang * Gumam laura .


Laura pura - pura tidak menghiraukan arumi lagi, padahal dalam fikiran nya dia bertanya - tanya sedang apa arumi dan brian di dalam kamar sampai belum keluar kamar juga.


" Apa ziko sudah mengenalkan mu kepada orang tua nya ?" Tanya pak suryo.


" Minggu ini pak, tunggu aku libur " Jawab laura singkat sambil mengunyah nasi gireng nya.


" Semoga orang tua ziko bisa menerima mu dengan baik, kamu harus bisa jaga sikap saat bertemu dengan keluarga ziko. Jangan sampai mereka ilfil dengan tingkah laku mu " Ucap pak suryo menasehati laura.

__ADS_1


" Iya pak, buk. Kalian tenang saja, aku sudah besar pasti aku tahu apa yang harus aku perbuat. " Seru laura santai.


Tiba - tiba pintu kamar arumi terbuka dan keluarlah arumi seorang diri, sedangkan brian masih tertidur. Arumi bangun karena dia merasa lapar.


" Mana suami mu ?" Tanya laura ketus.


" Masih tidur kak " Jawab arumi singkat yang sudah menarik kursi di samping laura.


Arumi pun langsung meminum segelas air putih dan mengambil nasi goreng dan telor mata sapi. Ibu wati juga sudah membuat kan susu hangat untuk arumi.


" Terimakasih bu " Seru arumi.


" Sama - sama rum, sudah sekarang kamu sarapan. Makan yang banyak ya, agar kamu dan bayi mu sehat. Laura, ini sudah siang cepat sana berangkat bekerja. Jangan mentang - mentang perusahaan punya ipar kamu,kamu mau masuk seenak nya " Seru ibu wati melirik laura.


" Suami mu tidak ke kantor ?" Tanya laura. Laura ingin berangkat bareng dengan mobil brian tapi brian tak kunjung bangun.


" Suami ku hari ini tidak ke kantor kak." Jawab arumi singkat.


Husshh...


Laura mendengus kesal karena dia berniat bisa berangkat satu mobil dengan brian agar orang - orang di kantor percaya jika dia itu kakak ipar nya brian. Pasal nya orang kantor tidak ada yang percaya jika dirinya kakak ipar brian.


" Ya sudahlah aku berangkat dulu " Seru laura pergi begitu saja tanpa mengucapkan salam ataupun mencium tangan kedua orang tua nya.


Kedua orang tua nya hanya bisa menggelengkan kepala nya melihat tingkah laura. Namun mereka juga bersyukur hubungan laura dan arumi sudah mulai membaik, laura sudah jarang membuat masalah dengan arumi.


" Mau nambah rum ?" Tanya ibu wati.


" Iya buk " Seru arumi sambil nyengir kuda.


Ibu wati tersenyum lalu menyendokkan nasi goreng lagi ke dalam piring arumi. Dengan lahab arumi menyantap nasi goreng buatan sang ibu , tanpa terasa dia sudah menghabiskan dua piring nasi goreng dan 3 telor mata sapi.


********


LIKE, KOMENTAR, VOTE, FAVORITE, SERTA BERIKAN HADIAH NYA DAN RATE BINTANG 5 NYA 🙏❤❤


HARI SENIN YA JANGAN LUPA KLIK TOMBOL VOTE NYA ❤❤


TERIMAKASIH 🙏❤❤

__ADS_1


__ADS_2