
.
.
.
💞💞💞💞💞
Brraakkk
Brian melempar sepatu ke arah pintu saat mendapati arumi baru pulang. Arumi pulang sekitar jam 10 malam , dan brian langsung memarahi nya. Kepulangan arumi langsung di sambut oleh sepatu brian yang mendarat cantik di kepala nya.
" Siapa yang kasih izin kamu pulang jam segini ? Kemana saja kamu ?" Bentak brian dengan tatapan penuh amarah.
" Maaf om, tadi saya ke cafe untuk bekerja " Jawab arumi jujur.
Brian semakin marah saat mengetahui arumi bekerja kembali di cafe. Brian juga tidak tahu kenapa dia bisa semarah itu kepada arumi, padahal jika arumi bekerja pun tidak akan menganggu nya. Yang penting saat brian membutuhkan arumi untuk naik di ranjang nya, arumi selalu ada dan siap
" Maaf om " Ucap arumi takut.
Brian mendekati arumi dan mencengkal lengan arumi lalu menyeret arumi ke dalam kamar. Arumi sudah menangis karena takut jika brian menghukum nya lagi seperti tadi pagi.
" Aku paling tidak suka ada orang yang membantah omongan ku !! Tadi pagi aku sudah bilang bahwa kamu tidak aku bolehkan bekerja lagi , tetapi kamu melanggar nya. Sebagai hukuman mu , malam ini kamu harus menyenangkan ku sampai aku sendiri yang menyuruh mu berhenti. " Seru brian sambil terus mencengkram lengan arumi.
Arumi hanya mengangguk patuh, dia tidak mungkin menolak perintah bria. Jika dia menolak pasti brian akan semakin marah.
" Aku ...aku mau mandi dulu om " Ucap arumi.
" Oh kamu mau mandi ? Sudah pandai kamu menggoda ku, tapi sebelum mandi kamu harus melayani ku dulu. Cepat lakukan sekarang !!" Bentak brian cukup kuat hingga suara brian menggema di dalam kamar.
Brian menghempaskan tubuh arumi di atas kasur dengan kasar, lalu brian sendirilah yang memulai permainan nya. Dia melakukan nya dengan sangat kasar, namun saat dia melihat arumi kesakitan dan menangis brian memelankan permainan nya.
__ADS_1
Ingin sekali arumi memukul dan memaki brian, lelaki yang berstatus suami nya itu yang hanya menginginkan tubuh arumi. Tenaga brian cukup kuat tidak mungkin arumi bisa mengalahkan tenaga brian.
* Aku ingin menolak nya tapi kenapa tubuh ku menikmati nya, aku mulai menikmati semua sentuhan yang dia berikan * Gumam arumi dalam hati nya.
Bukan arumi yang memuaskan brian, tetapi justru brian yang memuaskan arumi. Tanpa brian sadari dari awal permainan dialah yang memegang kendali nya. Hingga dua jam permainan tetap brian yang memegang kendali. Brian tumbang di samping arumi, dengan nafas yang tersengal - sengal dia memejamkan mata nya sambil menikmati rasa capek nya.
* Bukan nya tadi aku yang meminta dia untuk memuaskan ku ? Tapi kenapa aku yang pegang kendali sedari awal bermain?* Gumam brian dalam hati nya.
Arumi menangis, air mata nya sudah membanjiri pipi nya. Dia menangisi nasib nya yang hanya di jadikan wanita pemuas ranjang nya brian. Status istri hanya sebagai pengesahan apa yang mereka lakukan, agar tidak melakukan zina.
Dengan sisa - sisa tenaga nya, arumi menuruni ranjang lalu masuk ke dalam kamar mandi. Bagian sensitif nya terasa sakit, karena brian melakukan nya tanpa henti.
" Kenapa mandi tidak mengajak ku ? Apa kamu mau mencoba menghindari ku ?" Tanya brian yang sudah ikut masuk ke kamar mandi.
Arumi lupa mengunci pintu nya, hingga brian bisa masuk ke dalam kamar mandi.
" Kenapa diam ? cepat masuk " Seru brian menyuruh arumi masuk ke dalam bathup yang sudah terisi air.
" Jangan membantah perintah ku !!" Bentak brian.
Dengan ragu - ragu arumi mengikut perintah brian. Dia masuk ke dalam bathup yang sama dengan brian. Mereka pun mandi bersama, tidak tahu apalagi yang di lakukan brian dan arumi. Author tidak mau mengintip orang yang lagi mandi.
*****
Sedangkan di tempat lain, tepat nya di kampung tempat orang tua arumi tinggal. Ke dua orang tua arumi sedang membicarakan ke dua anak gadis nya. Mereka kangen dengan ke dua anak nya, arumi sudah lama tidak menghubungi nya sedangkan laura sudah 3 tahun pergi dan tidak ada kabar.
" Pak kira - kira kita harus mencari laura kemana ya pak? Sudah 3 tahun dia tidak ada kabar, teman - teman nya disini juga tidak ada yang tahu dia dimana ?" Ucap ibu Wati kepada suami nya.
" Bapak tidak tahu bu, kita sudah berusaha mencari laura tapi memang sampai sekarang kita belun menemukan keberadaan nya. Sebagai seorang orang tua, bapak ingin melihat anak - anak kita hidup bahagia bu. Hidup serba kecukupan, tidak kekurangan. Cukup kita saja yang merasakan susah nya hidup ini buk " Ucap pak Suryo ayah arumi.
" Ibu juga kangen dengan arumi pak, hampir sebulan dia tidak menghubungi kita pak. Arumi harapan kita satu - satu nya, ibu ingin melihat arumi menjadi dokter seperti cita - cita nya saat kecil dulu. Dulu dia sangat sengang jika di ajak ke puskesmas, disana dia akan berkeliling sambil melihat dokter yang sedang bertugas " Ucap bu wati sambil mengingat masa kecil arumi.
__ADS_1
" Kita doakan saja semoga arumi bisa menjadi dokter seperti yang dia cita - cita kan. Mungkin dia sedang sibuk kuliah bu, jadi belum bisa menghubungi kita " Ucap pak suryo.
Ke dua orang tua arumi hanya hidup berdua di kampung, rumah sederhana berdinding papan dan lantai masih lantai biasa. Tidak ada lantai kramik apalagi dinding yang kokoh, yang ada hanyalah papan sebagai dinding nya.
Bahkan saat hujan pun rumah arumi sering bocor, hingg mereka harus meletakkan ember baskom dan yang lain nya untuk menampung air hujan yang menetes di dalam rumah.
Sebagai seorang ibu yang sudah melahirkan arumi dan laura, ibu wati sangat ingin melihat ke dua anak nya hidup rukun dan bahagia. Tidak memilih pasangan yang kaya untuk anak - anak nya cukup pasangan yang bertanggung jawab dan bisa menerima mereka dengan segala kekurangan nya.
Cibiran dari orang - orang kampung sering ibu wati terima, mereka bilang jika laura sudah menjadi wanita penghibur di kota. Semua cibiran dari para tetangga tidak ibu wati hiraukan. Selagi dia belum melihat bukti nya dia masih berfikir positif tentang laura, walau seakan hati kecil nya menolak.
* Aku hanya bisa berdoa semoga laura dan arumi selalu di jalan yang benar. * Ucap ibu wati dalam hati nya.
" Bu , kenapa melamun ?" Tanya pak suryo.
" Tidak pak, ibu hanya menikmati udara malam ini. Tumben ya pak malam ini hujan, sudah lama kampung kita tidak hujan. Kalau begini besok kita bisa mupuk tanaman jagung kita pak." Ucap ibu wati.
" Iya buk rencana bapak sih begitu " Jawab singkat pak suryo.
" Pak kalau sudah panen kita ke kota yuk pak, cari laura lagi dan sekaligus menjenguk arumi " Usul ibu wati.
Pak suryo hanya mengangguk menyetujui ide istri nya , panen juga masih 2 bulan lagi. Itu pun kalau cukup hujan, kalau panas terus tanaman pasti banyak yang gagal panen.
*****
RANJANG OM BRIAN AKHIR NYA BISA UP LAGI KAK ❤❤❤
KLIK LIKE, KOMENTAR, VOTE , FAVORITE SERTA RATE BINTANG 5 NYA KAK ❤❤
JIKA BERKENAN TINGGALKAN HADIAH NYA JUGA KAK ❤❤
TERIMAKASIH 🙏❤
__ADS_1