Teman Ranjang Om Brian

Teman Ranjang Om Brian
Datang ke kantor


__ADS_3

.


.


.


💞💞💞💞💞💞


Siang hari yang cukup cerah arumi ingin sekali mendatangi perusahaan suami nya. Namun kali ini sheila dan alina sedang tidak bersama arumi. Hari ini mereka di minta datang ke markas beruang putih untuk menemui Lady As, yang tidak lain adalah mama asti.


" Mau ngapain aku di apartemen begini, sepi tidak ada kak sheila dan kak alina. Mereka baru datang nanti sore, cuma ada bibi saja yang ada disini. Hari ini juga tidak ada jadwal ke kampus." Gumam arumi yang sudah jenuh berada di apartemen.


" Aku ke kantor suami ku saja, aku kan belum pernah datang kesana. Hemm... pasti brian akan senang dengan kedatangan ku. Aku sekalian bawakan makan siang untuk nya." Seru arumi dengan bahagia nya.


Arumi langsung menuju dapur dan mencari bibik untuk membantu nya memasak.


" Nona arumi duduk saja biar bibik yang memasak, nona tidak boleh capek - capek. " Ucap bibik.


" Tidak capek kok bik. Kan di bantuin sama bibik, aku mau masakin sup untuk suami ku bik. Bibi bantu siapin bahan - bahan nya ya bik. " Ucap arumi.


Bibik pun langsung mengeluarkan bahan - bahan makanan yang di butuh kan dari dalam kulkas. Arumi sendiri menyiapkan dan meracik bumbu nya sendir. Tangan arumi dengan lihai nya mengolah bahan makanan yang sudah bibik siapkan.


* Nona arumi ternyata pandai juga memasak,benar - benar istri idaman. * Gumam bibik dalam hati.


Setelah satu jam sup daging dan tumis kangkung , dan perkedel kentang buatan arumi sudah selesai di masak. Arumi meminta bibik untuk menyiapkan nya di kotak makanan yang akan dia bawa. Arumi masuk kamar nya untuk bersiap - siap.


Sang sopir pun sudah siap siaga menunggu arumi di depan pintu apartemen. Dia tahu jika dua pengawal arumi tidak ada, dia berinisiatif untuk menjemput arumi sampai depan pintu apartemen.


" Berangkat sekarang ya Non. ?" Tanya pak sopir.


" Iya pak, nanti mampir mini market dulu ya pak. Ada yang mau saya beli dulu" Ucap arumi bicara dengan ramah kepada sang sopir.


" Baik Non " Jawab pak sopir.


Mobil arumi keluar dari gedung apartemen, dan membelah jalanan yang cukup lenggang. Pak sopir membelokkan mobil nya ke mini market, arumi langsung turun dan membeli sesuatu.


" Ini untuk pak sopir " Ucap arumi menyerahkan satu kantong plastik kepada sopir nya.


" Terimakasih Nona " Jawab pak sopir sangat senang.


Pak sopir kembali melajukan mobil nya menuju perusahaan. Setelah sampai depan perusahaan arumi turun sambil menenteng kotak makanan nya dan 1 kantong plastik berisi buah yang dia beli di mini market tadi.


" Bapak pulang saja ya, tidak usah menunggu. Nanti saya pulang bareng tuan saja. " Ucap arumi dengan sopan.


" Bapak antar sampai dalam ya non" Ucap pak sopir.


" Tidak usah pak, ini kan kantor suami ku masak aku tidak berani masuk sendiri. Sudah bapak tenang saja, kalau ada apa - apa kan ada suami ku." Ucap arumi lagi.


" Baik kalau begitu bapak pulang ya non, kalau mau di jemput nanti hubungi bapak saja. Permisi Non " Seru pak sopir membungkuk kan badan nya.


Setelah pak sopir pergi arumi berjalan mendekati gedung perusahaan yang menjulang tinggi..Gedung yang sangat megah dan tinggi, arumi tidak menyangka suami nya sekaya ini. Perusahaan yang di miliki brian bisa menampung ribuan karyawan.

__ADS_1


Arumi berjalan mendekati resepsionis yang sedang membenarkan riasan di wajah nya. Lobby kantor terlihat cukup ramai karyawan yang lalu lalang,maklum sudah jam makan siang.


" Permisi mbak " Sapa arumi dengan ramah.


" Iya mbak ada yang bisa saya bantu ?" Tanya resepdionist dengan ramah.


Saat arumi menyapa sang resepsionist, resepsionist itu pun langsung meletakkan bedak nya dan langsung menyambut arumi dengan senyum ramah nya.


" Saya mau ke ruangan Tuan Brian, ada di lantai berapa ya mbak?" Tanya arumi lagi


Resepsionis itu pun terdiam , dia memperhtikan penampilan arumi dari atas sampai bawah. Arumi hanya mengenakan dress di bawah lutut denganom longgar di bagian perut jadi tidak terlihat perut nya yang sudah sedikit membuncit. Rambut arumi di ikat ekor kuda, namun resepsionis itu sama sekali tidak mempermasalahkan penampilan arumi.


" Maaf mbak, kalau boleh tahu mbak siapa ya dan ada perlu apa dengan tuan ? Soalnya tidak sembarangan orang bisa menemui tuan sebelum buat janji terlebih dahulu ?" Tanya resepsionis dengan sopan.


" Saya arumi mbak, saya mau mengantarkan makan siang untuk tuan. " Seru arumi sambil mengangkat kotak makanan ke atas.


Resepsionis pun mengangguk paham, dia memgira jika arumi adalah salah satu pelayan di rumah brian yang di tugas kan untuk mengantar makan siang untuk brian.


" Ruangan Tuan brian ada di lantai 27 mbak. Tapi seperti nya tuan brian sedang tidak ada di tempat, sepertinya belum kembali dari meeting. Kalau mau mbak titipkan disini saja biar nanti saya antarkan jika tuan sudah datang. " Ucap resepsionis.


" Tidak usah mbak,soal nya ini harus saya yang menyerahkan langsung. Kalau begitu saya ke atas saja ya mbak,biar saya siapkan makanan nya di ruangan Tuan. " Seru arumi.


Arumi sengaja tidak memberitahu siapa dirinya yang sebenar nya. Dia tidak mau orang baik dengan nya hanya karena status nya sebagai istri brian.


Saat arumi hendak meninggalkan tempat resepsionis tiba - tiba ada suara lantang menghentikan arumi.


" Hehhh... kamu !! Kamu mau kemana ?" Tanya karin sang sekretaris brian.


" Saya mau ke ruangan tuan brian mbak, mau mengantarkan makanan ini. " Seru arumi.


Huftt...


Arumi hanya menghela nafas dengan berat, dia sudah malas untuk berdebat tapi wanita di hadapan nya justru mencari masalah.


" Maaf ya mbak. Aku datang kesini bukan untuk menggoda tuan brian, tapi aku mengantarkan makan siang untuk Tuan. Apa aku salah mengantarkan makanan ini . Kalau aku salah mbak bisa kasih tahu aku dimana letak kesalahan nya ?" Tanya arumi dengan santai.


Karin semakin meradang karena arumi berani membantah nya. Karin menatap sinis arumi, bahkan penampilan arumi membuat karin semakin mencibir arumi.


" Kamu ini cuma wanita rendahan jadi kamu tidak pantas berada di kantor ini. Cepat pergi dari sini sebelum aku panggil satpam untuk menyeret mu." Ucap karin semakin geram.


" Maaf mbak, mbak arumi ini datang untuk mengantarkan makan siang Tuan brian. Jadi biarkan saja dia masuk ke ruangan tuan, siapa tahu memang tuan yang menyuruh nya kesini. " Ucap resepsionist tadi ikut membela arumi.


" Kamu ini resepsionis bodoh atau bagaimana sih ? Kalau brian pesan makanan, sudah pasti aku yang memesankan nya. Dan kalau dia pesan dari rumah pasti tuan brian meninggalkan pesan kepada ku. Ini cuma akal - akalan nya saja agar bisa menggoda tuan brian !!" Ucap karin dengan lantang.


Arumi langsung meletakkan kotak makanan dan kantong plastik yang dia bawa di atas meja resepsionis. Setelah itu arumi mendekati karin dan..


Pllaakk


Pllaakk


Dua tamparan mendarat telak di pipi karin yang dempul nya sekitar 5 centi meter itu. Karin langsung kesakitan dan memegang ke dua pipi nya yang terasa panas dan sakit.

__ADS_1


" Sialan !! Berani kamu memukul ku, kamu kira kamu siapa ? Haahhh....,!!" Bentak karin dengan lantang.


Kini karin dan arumi sudah jadi bahan tontonan para karyawan. Mereka hanya ingin tahu siapa yang menang antara arumi atau pun karin.


" Itu cuma tamparan, aku bisa saja melakukan yang lebih parah dari ini. Aku hanya tidak mau membuat keributan di kantor ini. Sekarang biarkan aku masuk ke ruangan brian, jika kamu melarang nya sudah pasti kamu akan menyesal " Ucap arumi penuh penekanan.


" Sekali tidak tetap tidak kecuali kamu sudah punya izin atau sudah janji dengan tuan brian. Jangan pura - pura polos kamu wanita sialan, aku tahu ke polosan mu itu hanya palsu belaka. Terbukti kamu sangat arogant dengan menampar pipi ku ini " Ucap karin tetap tidak memperbolehkan arumi untuk naik ke lantai 27 tempat ruangan brian berada.


Sepertinya wanita seperti karin ini memang harus di beri pelajaran, arumi mengambil ponsel nya dan menghubungi brian. Namun sampai panggilan ke tiga ponsel brian masih saja terus sibuk, sampai arumi pun kesal.


" Siapa yang kamu hubungi ? Tuan brian ? Haha hahaa... lihatkan tuan brian saja tidak mau mengangkat telepon mu. Itu tanda nya dia tidak mau bertemu dengan mu, jadi punya rasa malu dong. " Seru karin tertawa senang.


" Begini saja mbak arumi lebih baik tunggu tuan di kursi sini saja, nanti kalau tuan pulang pasti dia melihat mbak arumi. " Ucap resepsionis dengan sabar.


" Terimakasih mbak. Mbak orang baik, sepertinya mbak lebih pantas jadi sekretaris daripada wanita tidak punya sopan santuni ini " Tunjuk arumi ke wajah karin.


Karin dengan kasar langsung menepis tangan arumi dan menampar arumi.


Plakkk


" Berani kamu mengatakan aku wanita tidak punya sopan santun, kamu itu yang tidak punya sopan santun. Pantas saja bisa nya cuma bekerja jadi pelayan dan wanita rendahan, pada dasar nya memang wanita rendahan sih " Seru karin berbangga diri.


" Siapa yang kamu sebut wanita rendahan " Suara bariton itu menggema di lobby perusahaan.


Arumi dan yang lain nya langsung menatap ke arah pemilik suara. Ternyata brian dan tomi yang datang dan langsung berjalan menghampiri arumi dan karin yang sedang bertengkar.


" Mana wanita murahan itu?" Tanya brian lagi.


" Dia tuan ! Dia memaksa untuk masuk ke ruangan tuan, aku tahu dia pasti hanya wanita murahan seperti wanita - wanita yang sering datang untuk merayu tuan " Ucap karin dengan percaya diri nya.


Tanpa menjawab apa pun tangan brian langsung bertindak.


PLAKK


PLAAKK


Dua tamparan kembali mendarat di pipi karin, namun tamparan kali ini jauh lebih sakit, sudut bibir karin sampai memgeluarkan darah.


" Pecat dia Tom. Untuk semua nya lihat baik - baik, jika wanita ini datang lagi ke kantor jangan pernah kalian perlakukan seperti ini. Karena wanita ini adalah istri ku, dialah Nona muda keluarga Akexander. Nona Arumi jovanka alexander" Ucap brian dengan lantang.


Deg...


Karin langsung menatap tidak percaya ke arah arumi yang kini berada dalam dekapan dada bidang brian. Karin langsung lemas, kaki nya terasa lemas sehingga dia pun terduduk di lantai,merutuki kebodohan nya. Meminta maaf pun percuma, karena brian sudah mengeluarkan perintah pemecatan nya. Bukan hanya karin saja yang terkejut, tetapi semua yang menyaksikan keributan tadi juga terkejut terutama sang resepsionis tadi, dia benar - benar tidak menyangka jika wanita sederhana itu adalah istri dari sang pemilik perusahaan.


" Maafkan saya Tuan, Nona arumi " Seru karin tetap berusaha meminta maaf.


" Tom urus dia " Seru brian lalu mengajak arumi menuju lift khusus.


Tidak lupa arumi langsung mengambil kotak makanan dan kantong plastik yang dia letakkan di atas meja resepsionis tadi.


******

__ADS_1


LIKE,KOMEN,VOTE,FAVORITE, SERTA BERIKAN HADIAH NYA DAN RATE BINTANG 5 NYA YA KAK 🙏🙏❤❤


TERIMAKASIH 🙏🙏❤❤


__ADS_2