Teman Ranjang Om Brian

Teman Ranjang Om Brian
Terulang lagi


__ADS_3

.


.


.


Selesai makan malam, brian meminta arumi dan teman nya ke luar dari ruangan VIP karena bria dan rekan bisnis nya mau membicarakan tentang kerja sama yang akan mereka kerjakan.


Mendengar brian menyuruh nya pergi, hati delia sangat senang seperti merasakan hujan es di siang hari.


Dengan cepat arumi pergi meninggalkan ruangan VIP itu, hingga tanpa sengaja dia menabrak citra dan hampir saja citra jatuh.


" Kamu apa - apaan sih rum ? Aku hampir saja jatuh. Bisa tidak sih kamu jalan yang benar !" Bentak citra marah.


" Maaf cit aku buru - buru karena kebelet " Bohong arumi.


Arumi dengan cepat meninggalkan citra yang masih berdiri di depan pintu ruangan VIP. Dia ingin secepat nya menjauh dari pria yang bernama brian itu.


" Huhh... akhirnya bisa keluar juga dari ruangan yang mengerikan itu. Maaf ya sayang mama terpaksa menjauhi ayah mu, mama tidak mau dia mrnyakiti mama. Apalagi kalau dia tahu kamu ada di dalam rahim mama . Maafin mama juga ya sayang, mama belum bisa membawa mu periksa ke dokter " Ucap delia sambil mengusap perut nya yang masih rata.


Arumi mulai mengerjakan tugas nya yang lain, arumi mulai mengantarkan pesanan para pelanggan yang datang. Dia sangat beruntung kehamilan nya tidak mengganggu pekerjaan nya, hanya di pagi hari saja arumi mengalami mual dan muntah.


" Kalau capek istirahat rum. Apalagi kamu tadi sudah mendapat tugas di ruangan VIP." Ucap mita mengingatkan.


" Iya mit " Jawab arumi singkat.


Arumi dan mita melanjutkan pekerjaan nya lagi. Tanpa terasa waktu sudah semakin malam , jam 10 malam cafe tutup delia dan mita bersiap untuk pulang.


" Mit aku tunggu di parkiran ya !" Seru arumi berteriak, karena mita harus ke kamar mandi dulu untuk membuang hajat nya yang tiba - tiba saja datang.


Arumi berjalan ke luar cafe dan menunggu mita di parkiran. Arumi berdiri sambil memainksn ponsel nya terlihat sesekali dia tertawa. Namun tiba - tiba ada seseorang yang datang menghampiri nya.


" Kita bertemu lagi " Suara bariton mengagetkan arumi dan hampir saja arumi menjatuh kan ponsel nya.


Arumi ketakutan dan tubuh nya bergetar saat mengetahui siapa pria yang menghampiri nya. Pria itu adalah brian, brian sengaja menunggu arumi di parkiran. Arumi hendak berlari namum brian langsung bencengkal tangan arumi.

__ADS_1


" Lepasin Om, tolong jangan ganggu hidup ku. Sudah cukup anda menghancurkan masa depan ku " Seru arumi dengan mata yang berkaca - kaca.


" Tidak semudah itu gadis kecil. Kamu harus ikut aku atau foto ini aku sebarkan ke sosial media " Ancam brian sambil menunjukan foto yang ada di ponsel nya.


Mata arumi terbelalak saat mendapati foto nya ada di ponsel lelaki yang dia benci. Di tambah foto itu adalah foto nya yang tidak mengenakan pakaian.


" Jangan , ku mohon jangan anda sebarkan foto itu om. Hidup ku sudah hancur dan jangan anda buat semakin hancur " Ucap arumi memohon.


" Sekarang masuk mobil ! Dan foto ini tidak akan tersebar " Seru brian tegas.


Dengan ragu - ragu dan terpaksa arumi mengikuti perintah brian. Dengan badan gemetaran arumi berjalan menghampiri mobil brian dan masuk ke dalam mobil. Namun sial nya kenapa dia justru duduk di depan, di samping kemudi. Arumi segera mungkin pindah di belakang namun brian langsung mengunci mobil nya. Tanpa bicara brian langsung melajukan mobil nya dengan cukup kencang.


******


Arumi menangis sesunggukan, malam ini apa yang dia takutkan kembali terulang lagi. Brian benar - benar melakukan nya, bahkan dia melakukan hampir dua jam. Arumi merasa diri nya seperti wanita murahan, brian memperlakukan arumi dengan tidak baik.


" Kenapa kamu menangis ? seharus nya kamu senang karena kamu wanita pertama yang aku tiduri lebih dari satu kali. Biasa nya aku tidak mau tidur dengan wanita yang sudah pernah aku tiduri. " Ucap brian yang baru saja keluar dari kamar mandi.


" Aku bukan wanita murahan seperti wanita yang sudah anda tiduri. Kamu salah jika menganggap aku wanita murahan. " Ucap armi sambil menangis.


" Selagi kamu mengikuti ku, semua foto yang ada di ponsel ku ini akan aman. Kamu ingat!! kamu sudah merusak mobil ku, gara - gara kamu aku harus mengeluarkan banyak uang untuk biaya perbaikan mobil ku. Mobil itu adalah mobil kesayangan ku, anggap saja ini bentuk ganti rugi mu.


" Serendah itukah diri ku di mata anda ? Anda itu pengecut !! " Tanya arumi menatap tajam brian.


" Haii gadis kecil jaga mata mu !! Berani sekali kamu menatap ku seperti itu dan menghina ku pengecut !!Kamu memang harus di hukum " Seru brian lalu naik ke kasur dan menghempaskan selimut yang menutupi tubuh arumi.


Brian kembali melakukan nya, kali ini brian melakukan nya sangat kasar hingga arumi kesakitan dan perut nya sakit luar biasa. Brian tidak perduli dengan apa yang di rasakan arumi, dia terus melakukan nya tanpa henti hingga 2 jam dia baru berhenti.


Arumi hanya bisa pasrah, mungkin memang sudah jadi nasib nya di perlakukan seperti wanita murahan. Badan arumi terasa sakit semua, bahkan untuk bangun pun arumi tidak bisa. Dia memilih tidur dengan kondisi badan yang luar biasa sakit. Dalam hati arumi dia sangat membenci brian, dia memaki brian dalam hati nya.


" Gara - gara gadis kecil itu aku harus mandi dua kali. Ini rekor dalam hidup ku. Bisa tidur dengan wanita yang sama. Tapi memang dengan nya aku merasakan hal yang berbeda, seakan ingin lagi dan lagi. Seperti nya aku harus menjadikan nya wanita ranjang ku " Ucap brian.


Brian keluar dari kamar mandi, dia mendapati arumi yang sudah tertidur di bawah gelungan selimut tebal. Brian mendekati arumi dan tersenyum sinis ke arah arumi.


" Kamu harus menjadi wanita ranjang ku. Dan kamu harus ada setiap aku butuh kan, gadis kecil " Ucap brian sambil membelai pipi arumi.

__ADS_1


Brian memakai baju nya lalu dia membuka pintu kamar yang menghubungkan ke balkon. Brian menyalakan rokok dan mengepulkan asap rokok ke atas menjadi bulatan - bulatan asap.


" Bagaimana kalau dia hamil ? karena setiap melakukan nya dengan nya aku tidak memakai pengaman? Ahh mungkin dia yang memakai pengaman, tapi saat pertama kali aku melakukan nya dengan nya dia masih virgin. " Seru brian sambil menghisap rokok nya.


Brian menghabiskan rokok nya, setelah habis brian masuk ke kamar dan tidur di samping arumi yang sudah tertidur pulas.


" Auwww... sakit " Seru arumi sambil memegang perut nya yang benar - benar sakit.


Arumi terbangun dari tidur nya karens merasakan sakit yang luar biasa pada perut nya. Brian yang ada di samping arumi pun terbangun dan marah - marah.


" Bisa diam tidak ! Aku masih mengantuk dan ini masih pagi buta !" Bentak brian.


" Sakit.. tolong om ini sakit banget. " Seru arumi sambil terus memegangi perut nya yang sakit.


Brian langsung bangun dan mencoba membuka selimut yang menutupi arumi, dia ingin melihat bagian yang di sebut arumi sakit. Saat membuka selimut mata brian terbelalak karena mendapati banyak darah di bawah arumi.


" Darah ? darah apa ini ? apa kamu sedang haid?" Tanya brian.


Mendengar kata darah dan haid sontak membuat arumi ketakutan, karena dia tidak mungkin haid karena dia sedang hamil. Arumi tahu ada yang tidak beres dengan kandungannya.


" Tolong ,,, tolong antarkan aku ke rumah sakit om. " Seru arumi memelas.


" Tidak , aku masih mengantuk. Lagi pula kamu siapa menyuruh ku mengantarkan mu " Seru brian yang kembali tidur.


" Om tolong aku.. perut ku sakit sekali. Tolong sekali ini saja om " Seru arumi mengiba.


" Tidak !!" Bentak brian lantang. Dia benar - benar marah karena arumi menganggu tidur nya, apalagi masih jam 5 pagi.


Arumi sudah tidak kuat, tenaga nya sudah habis karena terus menahan rasa sakit yang memang teramat sakit.


" Tolong bawa aku ke rumah sakit demi anak mu om !" Ucap arumi dengan nada suara cukup keras.


Deg.


*******

__ADS_1


Babang brian jangan marah - marah terus , kasihan arumi.


TERIMAKASIH 🙏❤


__ADS_2