Teman Ranjang Om Brian

Teman Ranjang Om Brian
Mulai latihan


__ADS_3

.


.


.


πŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’ž


Satu tahun kemudian.


Di tempat lain sabrina alias laura benar - benar sudah tidak punya apa-apa lagi. Kehidupannya sudah berubah drastis sejak perusahaan diambil alih kembali oleh Andra. Kini dia hanya tinggal di rumah kontrakan kecil dan tidak mempunyai fasilitas apa - apalagi. Mau kembali kepada orang tuanya dia belum berani apalagi dengan wajah nya yang sudah berubah menjadi sabrina bukan laura.


" Aku butuh uang untuk biaya hidup ku dan aku juga butuh uang untuk perawatan kecantikanku. Tapi darimana aku mendapatkan uang sebanyak itu, sekali perawatan saja 20 juta dan itu rutin seminggu sekali. " Ucap sabrina sambil memutar - mutar ponsel di tangannya.


Sabrina menghubungi teman - teman sosialitanya namun satupun tidak ada yang mengangkat teleponnya. Bahkan ada juga yang sengaja memblokir nomor ponsel sabrina.


" Sial !! Mereka pasti sudah tahu jika sekarang aku sudah tidak mempunyai uang lagi. Bahkan barang - barang berhargaku sudah banyak yang aku jual untuk biaya hidupku. Kenapa nasib ku menjadi semenderita begini ? Haruskah aku pulang kanpung dan menetap di kampung saja " Seru sabrina.


Sabrina mencoba untuk menghubungi arumi, dia terpaksa menghubungi arumi karena sudah tidak ada lagi yang ingin dia mintain tolong. Dan beruntung arumi mau mengangkat telepon dari sabrina.


[ Hallo..untuk apa anda menghubungi saya lagi ? Apa belum puas anda mengganggu hidup saya dan rumah tangga saya. ?] Seru arumi dengan ketus.


Arumi sekarang sudah lebih bisa tegas dan bukan wanira yang lemah lagi. Dia sudah sering datang ke markas untuk latihan bela diri dengan pelatih wanita yang langsung ditunjuk oleh brian dan mama asti.


[ Arumi kok bicaranya seperti itu sih ? Ini kakak loh, oh iya apa kamu tidak kuli?] tanya sabrina basa - basi.


[ Kuliah ku tinggal menunggu wisuda. Aku tidak punya kakak yang bernama sabrina, aku punya kakak bernama laura tetapi dia sudah mati sekitar 1 tahun yang lalu. Jadi anda jangan mengada - ada !!] Jawab arumi .


[ Kamu sudah tidak mengakui aku kakak mu Rum. Kamu jangan seperti ini dong rum, biar bagaimanapun kita ini masih saudara. Kita harus saling tolong menolong rum.]


[ Kenyataannya aku memang tidak punya saudara atas nama sabrina. Apa anda lupa ? ]


[ Arumi kenapa kamu jadi sombong seperti ini ? Jangan mentang - mentang kamu orang kaya lalu kamu melupakan saudara mu. Ingat rum kamu itu dulu hanya wanita kampung ]


[ Bukannya anda sendiri yang meminta hubungan keluarga di antara kita dihapuskan ? Aku hanya mengikuti kemauan anda saja nona sabrina ]


[ Arumi sudah jangan memperdebatkan masalalu lagi. Sekarang aku butuh bantuan mu, aku butuh uang 100 juya saja. Uang kamu kan banyak pasti uang segitu kecilkan ? Aku butuh untuk perawatan wajah ku, karena sudah hampir dua bulan aku tidak perawatan. Aku sudah tidak punya uang, tabungan ku habis dan perhiasan serta barang - barang mewah ku jΓΉga sudah aku jual semua. Sekarang hanya kamu yang bisa menolongku Rum ]


[ Maaf aku tidak bisa ! Lagi pula aku tidak punya uang sebanyak itu. Maaf aku sedang sibuk ]

__ADS_1


Tut Tut Tut


Sambungan telepon di putua secara sepihak oleh arumi dan berhasil membuat sabrina marah. Sabrina membanting gelas yang ada di atas meja.


Praaannggg


Gelas itupun pecah dan berserakan sampai kemana - mana. Sabrina mengepalkan kedua tangannya.


" Kenapa arumi jadi seseombong ini ? Sama sekali sudah tidak menghargaiku sebagai kakak lagi. Mentang - mentang kaya bisa bersikap semaunya. Jangan sombong kamu arumi, biar bagaimanapun kamu itu masih adikku. " Geram sabrina mengepalkan kedua tangan nya.


********


" Latihannya sudah Non ?" Tanya sheila yang melihat raut wajah arumi berubah menjadi murung.


Arumi mengangguk pelan lalu dia duduk dan mengambil air minum yang ada di sampingnya dan meminumnya sampai habis. Mood nya sedang tidak bagus, dan semua itu gara - gara sabrina alias laura.


* Padahal aku sudah melupakan mu kak dan aku tidak mau tahu lagi tentang dirimu. Tetapi kenapa kamu justru kembali menghubungiku ? * Aluna bicara dalam batinnya sendiri.


" Non arumi tidak apa - apa ?" Tanya sheila khawatir.


" Aku tidak apa - apa kah seheila. Oh iya jika kak sheila capek kakak istirahat saja, lagi pula latihan kita hari ini juga sudah selesai." Seru arumi tetap berbicara dengan sangat ramah.


" Tapi kan latihan kita sudah selesai kak !" Seru arumi lagi .


Sheila tetap berdiri disamping arumi, dia tidak berniat sama sekali untuk meninggalkan tempat latihan. Melihat sheila yang begitu setia membuat arumi jadi kembali semangat untuk berlatih. Arumi tersenyum licik sambil melirik sheila.


Arumi secara diam - diam menyerang sheila namun pergerakan arumi masih bisa dibaca oleh sheila. Sehingga secepat kilat sheila menangkis serangan yang di berikan oleh arumi.


Bugh.. Bughh..


Suara tangkisan dan pukulan saling beradu. Arumi dan sheila saling beradu pukulan.


" Kenapa kamu bisa tahu jika aku akan menyerangmu Kak ?" Tanya sheila dengan terus melayangkan pukulan demi pukulan.


" Karena pergerakan Non arumi sangat mudah dibaca oleh musuh. Nanti kalau non arumi rajin berlatih dan sudah mahir bela dirinya pasti akan bisa menyerang musuh tanpa mereka ketahui. Dalam bela diri itu yang penting feeling kita harus kuat dan harus cekatan dan yang utama konsentrasi. Jika kurang konsentrasi semua nya akan buyar" Ucap sheila terus menjaskan.


Bughhh... Buggh


Akhirnya arumi berhasil menghadiahi sheila dua pukulan dibagian perutnya. Sheila bukan sengaja mengalah tapi memang karena arumi yang sudah lebih baik bela dirinya.

__ADS_1


" Ahh.. Maaf ya kak !" Seru arumi tidak enak sudah menghadiahi sheila dua pukulan telak.


" Tidak apa - apa Non ini sudah menjadi resiko sebagai pelatih. Perkembangan bela diri Non Arumi sudah jauh lebih baik. Kalau non arumi konsisten begini , saya yakin dalam waktu saru bulan non arumi sudah bisa mengahkan lady As " Ucap sheila.


" Lady As kan mama asti ? Masak iya saya harus berkelahi dengan mama mertua ku sendiri. Tidak bisa begitu dong kak , itu tidak sopan " Seru arumi yang tidak mungkin bertarung dengan mama mertuanya sendiri.


* Nanti nona arumi pasti akan menghadapi lady As juga. Mau tidak mau harus berhadapan dengan mertua Non sendiri. Karena itu sudah menjadi keputusan yang tidak bisa diganggu gugat lagi, jika ada orang masuk beruang putih dia harus berhadapan dulu dengan Lady As tanpa terkecuali * Gumam sheila dalam hatinya.


Arumi dan sheila menyudahi latihannya, satu jam lagi arumi akan berlatih menembak dan alina yang akan menjadi pelatih arumi. Arumi sama sekali tidak keberatan dengan akrifitasnya di markas, karena dia juga sangat menikmati kegiatannya.


Kuliah arumi hanya tinggal wisuda saja dan setelah wisuda dia akan mulai bekerja dirumah sakit. Brian tidak mengizinkan arumi bekerja dirumah sakit lain, arumi mengikuti perkataan suaminya. Dia akan bekerja di runah sakit keluarga Alexander. Dimanapun rumah sakitnya , pekerjaan dokter itu sama - sama mulianya.


" Jam berapa kak ?" Tanya arumi kepada sheila.


" Jam 3 sore Non." Jawab sheila singkat.


" Apakah Marvel sudah bangun ?" Tanya sheila.


Arumi tadi datang memang dengan membawa marvel yang saat ini sudah berusia 16 bulan. Marvel sudah pandai berjalan dan dia tumbuh menjadi anak yang tampan dan sangat cerdas.


" Tuan muda marvel ada sama Seno Non. Mungkin juga sedang bermain " Ucap sheila.


Bermain yang dimaksud sheila adalah bermain senjata, tapi beda dengan arumi. Yang dia tahu betmainnya marvel ya mobil-mobilan, bola dan yang lainnya. Arumi belum tahu jika sang anak sudah pandai memainkan senjata.


" Oh ya sudah kalau dia sedang bermain. Kak aku ingin istirahat sebentar, tolong bilang kak alina jika latihan menembaknya satu jam lagi." Ucap arumi berpesan.


" Baik non nanti saya sampaikan kepada alina " Ucap sheila sambil mengangguk patuh.


Arumi masuk kamar pribadi yang ada di markas, kamar yang dulu sering dipakai istirahat oleh sang suami kini sering digunakan oleh arumi saat dia datang di markas besar. Kini beruang hitam dan beruang putih sudah digabungkan menjadi satu dan mama asti sudah menyerahkan semuanya kepada brian dan arumi. Mama asti sendiri saat ini sudah kembali keluar negeri untuk menikmati hari tuanya.


* Soal marvel yang akan tinggal diluar negeri sepertinya harus dibatalkan. Marvel, hemm... Aku tidak mau jauh dari marvel jika dia sudah bersekolah nanti tidak masalah jika dia mau tinggal diluar negeri. Aku harus membicarakan masalah ini sama mama asti dan hubby terlebih dahulu. * Gumam arumi dalam batiinnya. Akhir - akhir ini dia merasa kesepian jika jauh dari marvel makanya setiap ke markas marvel selalu dia bawa , hampir setiap hari arumi mendatangi markas hanya untuk berlatih.


******


RATE BINTANG 5 NYA DULU YA KAK πŸ™πŸ™β€οΈβ€οΈ


LIKE, KOMENTAR, VOTE FAVORITE SERTA BERIKAN HADIAHNYA. πŸ™β€οΈβ€οΈ


TERIMAKASIH πŸ™πŸ™β€οΈβ€οΈ

__ADS_1


__ADS_2