
.
.
.
💞💞💞💞💞💞💞
Setelah kejadian di ruangan pak Angga kemarin,kini seisi rumah sakit sudah tahu jika arum adalah arumi,si nona muda keluarga Alexander. Dokter berlian sama sekali tidak berani lagi dengan arumi, dia takut jika dia akan di pecat atau di pindah tugaskan ke rumah sakit lain. Namun perbuatan dokter berlian dan pak angga mendapat sangsi tegas dari Brian. Mereka berdua harus bekerja full tanpa libur selama 3 bulan.
Biarpun berat bagi mereka tapi mereka tidak punya pilihan lain selain mengikuti apa yang sudah di tentukan oleh brian. Sebenarnya brian ingin memecat ke dua nya langsung , sebagai pemegang saham tertinggi brian punya hak untuk memecat mereka. Tetapi arumi melarang nya, bagaimanapun kedua nya adalah seorang dokter yang sangat di butuhkan di rumah sakit.
" Terimakasih ya dokter yudi, selama saya magang disini anda sudah baik sama saya dan sudah banyak memberi saya pelajaran baru . Sudah mengajari saya bagaimana menjadi seorang dokter yang sabar dan baik. Sekali lagi terimakasih dokter " Ucap arumi kepada dokter yudi.
" Sama- sama nona arumi, itu sudah menjadi kewajiban saya sebagai dokter pembimbing Nona selama magang di rumah sakit ini. " Ucap dokter yudi dengan sopan.
" Besok adalah hari terakhir saya magang dok, jadi apa saja yang menjadi keluh kesah dokter selama saya magang dan menjadi assisten dokter katakan saja " Ucap Arumi.
" Tidak ada keluh kesah apapun Non, Non arumi sudah menjalankan tugas nya dengan baik. " Jawab dokter yudi.
" Terimakasih dokter yudi. Tapi bisa tidak panggil nya jangan pakai Nona, panggil Arum atau arumi saja seperti biasa" Ucap arumi dengan serius.
Dokter yudi hanya mengangguk pelan, setelah jam praktek nya habis arumi langsung izin pulang lebih dulu karena dia masih ada urusan yang lain.
Di tempat lain saat ini karin dan bayi nya yang masih berusia satu bulan sedang jalan sore di seputaran komplek perumahan tempat tinggal nya. Karin sengaja mengajak anak nya keluar rumah agar bisa menikmati suasana sore hari.
" Sayang kamu pasti senang kan jalan - jalan seperti ini . Ini pertama kali nya kamu jalan - jalan keluar rumah " Seru karin sambil mendorong stroler bayi nya.
Karin mendorong stroler menuju taman kecil yang ada di ujung jalan. Dia berjalan sambil bersenandung ringan. Namun tiba - tiba dia di kagetkan dengan kedatangan arumi dan anak nya. Mobil arumi berhenti tepat di samping karin.
" Non arumi " Seru karin dengan kaget.
" Kak kok keluar tidak bawa pengawal, apa tidak bahaya keluar seperti ini. Mana bawa si Tristan seperti ini ?" Tanya arumi dengan wajah cemas.
" Semoga saja aman Non. " Jawabb karin.
Karin dan arumi sama - sama berjalan menuju taman yang ada di ujung jalan komplek perumahan. Arumi menggendong Marvel yang sudah berusia 5 bulan,anak arumi semakin hari semakin tampan bahkan wajah nya 99% mirip dengan Brian.
" Tuan muda Marvel makin hari makin mirip sama Tuan Brian, Non Arumi tidak kebagian apa - apa nih " Seru karin sambil mengusap pipi marvel dengan lembut.
" Iya nih kak, aku juga heran. Aku yang hamil, aku yang melahirkan tapi kenapa dia mirip sekali dengan papa nya. Anak kak karin juga tuh,mirip sama papa nya. Tapi matanya masih mirip sama kak karin. Menang dikit sih kak karin " Ucap arumi sedikit mengerucutkan bibir nya .
__ADS_1
" Iya juga sih Non " Ucap karin singkat.
Anak karin masih anteng di dalam stroler nya, sedangkan marvel ada di dalam pangkuan arumi. Arumi maupun karin pergi tanpa pengawalan , arumi tadi juga hanya di antar oleh sang sopir yang saat ini hanya menunggu di dekat mobil.
Dari kejauhan ada seorang perempuan yang sedari tadi memperhatikan arumi dan karin. Dia menatap tajam ke arah arumi dan karin yang sedang duduk di kursi taman sambil terus bercerita.
" Sekali tepuk dua lalat akan aku dapatkan. Hemmm...ternyata selama ini karin ada dalam lindungan brian. Pantas saja aku sangat sulit untuk menemukan nya, hemm.. ada untung nya juga tadi aku mengikuti mobil Arumi." Ucap sabrina dengan senyum sinis nya.
Iya wanita itu adalah sabrina, alias laura. Tadi saat di jalan sabrina melihat arumi di minimarket. Lalu sabrina mengikuti mobil arumi. Dengan menggunakan masker da kaca mata hitam dan mengenakan jacket sabrina dan dua anak buah nya berjalan mendekati arumi dan karin.
Saat sudah berada di belakang arumi , sabrina langsung menarik arimu kebelakang sampai arumi terjatuh dan mengambil alih marvel dari tangan arumi. Begitupun dengan karin, anak karin langsung di ambil alih oleh anak buah sabrina dan langsung melarikan diri menuju mobil nya yang di parkir di pinggir jalan.
" Tolong... Tolong.. Tolong... !!" Teriak karin dan arumi bersamaan.
Keadaan taman memang sepi sehingga memudahkan sabrina dan anak buah nya melancarkan aksi nya.
" Bawa sini anak ku!!" Teriak arumi sambil terus berlari mengejar sabrina dan anak buah nya.
Bugghhh...
Arumi berhasil menendang anak buah sabrina sampai tersungkur. Beruntung Tristan jatuh tepat di atas tubuh anak buah sabrina. Sabrina yang melihat anak buah nya tersungkur dia tidak perduli, dia tetap berlari menuju mobil nya.
" Kak karin cepat ambil Tristan !!" Teriak arumi lantang.
Bugh..
Bughh..
Arumi bertarung melawan dua anak buah karin sekaligus, melihat ada keributan sopir arumi langsung berlari menghampiri arumi dan membantu arumi.
" Non arum ini biar saya hadapi." Ucap sopir arumi.
Arumi mengangguk lalu berlari mengejar sabrina tapi mobil sabrina sudah melaju dengan cepat.
" Kembalikan anak ku !!" Teriak Arumi dengan lantang.
Arumi menangis sesunggukan dia sangat menghawatirkan anak nya, dia benar - benar menyesal keluar rumah tanpa membawa pengawal. Arumi mengambil ponsel nya dan langsung menghubungi suami nya.
[ Hubby... hikss.. hikkss... ] tangis arumi pecah membuat brian cemas.
[ Sayang.. ada apa ? jangan menangis cerita dulu ada apa ?] Seru brian.
__ADS_1
[ Marvel... hubby marvel hiks hikss ]
[ Kenapa dengan marvel ?]
[ Marvel di culik]
[ Apa, di culik ? kamu sekarang dimana sayang]
[ Aku ada di taman dekat rumah nya kak karin, cepat selamatkan marvel hubby. Aku takut wanita itu menyakiti marvel hiks.. hikss..]
[ Iya sayang kamu tenang aku segera kesana ]
Setelah sambungan telepon terputus arumi menghampiri karin dan sang sopir. Dua anak buah sabrina juga sudah berhasil dilumpuhkan oleh sang sopir dan di bantu oleh dua warga yang tadi melintas.
" Apa kal karin dan tristan baik - baik saja ?" Tanya arumi masih menghawatirkan karin dan anak nya.
" Aku dan anak ku tidak apa - apa Non. Tapi Tuan muda Marvel bagaimana Non. Karena menyelamatkan anak saya Tuan Muda Marvel tidak bisa di kejar lagi. Maafkan saya Non " Seru karin sangat merasa bersalah.
" Kak karin tidak perlu meminta maaf, aku yakin marvel tidak akan kenapa - kenapa. Marvel anak yang kuat, dan sebentar lagi Brian akan menyelamatkan nya " Ucap arumi.
Tidak menunggu lama brian dan tomi dan beberapa anak buah nya datang menghampiri arumi. Dua anak buah sabrina tadi sudah di seret kedalam mobil dan di bawa kr markas untuk menerima hukuman yang sesungguh nya dari brian.
" Hubby bagaimana dengan marvel ?" Tanya arumi sangat menghawatirkan marvel.
" Kamu tenang saja, marvel akan baik - baik saja. Tidak mungkin wanita itu akan menyakiti keponakan nya sendiri. Sebenarnya tadi yang dia incar adalah tristan berhubung kalian sedang bersama jadi semua dia lahap juga." Seru brian.
" Msksud kamu keponakan darimana ?" Tanya arumi belum paham.
" Laura alias sabrina " Seru brian.
Brian pun menceritakan semua tentang sabrina atau laura kepada arumi tanpa ada yang tertinggal sedikit pun. Sebenarnya arumi sudah mencurigai jika sabrina itu adalah laura, karena tatapan mata sabrina sama persis dengan tatapan mata laura. Namun arumi tidak menyangka jika sang kakak akan tega menculik keponakan nya sendiri.
" Kak Laura ternyata belum juga berubah " Seru arumi sambil mengepalkan kedua tangan nya.
******
MAAF YA KAK BARU BISA UP 🙏❤️❤️
JANGAN LUPA KLIK RATE BINTANG 5 NYA KAK, SEBAGAI DUKUNGAN UNTUK AUTHOR AGAR AUTHOR SEMANGAT MENULIS NYA. 💪💪
LIKE, KOMEN, VOTE, FAVORITE DAN BERIKAN HADIAH NYA 🙏❤️❤️
__ADS_1
TERIMAKASIH 🙏❤️❤️