Teman Ranjang Om Brian

Teman Ranjang Om Brian
Senjata makan tuan


__ADS_3

.


.


.


💞💞💞💞💞💞💞💞


Menyingkirkan arumi tidak semudah yang di bayangkan oleh laura. Sudah berapa kali saja laura berusaha menyingkirkan arumi, tetap saja arumi masih bisa hidup sampai sekarang. Dulu saat masih sama - sama duduk di bangku sekolah, laura sudah pernah hendak menyingkirkan arumi dengan cara nendorong arumi saat ada truk nelintas dengan cepat. Namun semua itu hanya sia - sia saja.


Laura memang iri dan tidak suka dengan arumi, karena arumi anak yang pintar dan selalu menjadi bintang kelas. Bahkan para murid pria juga banyak yang menaruh hati kepada nya bahkan menurut pandangan laura ,orang tua nya lebih menyanyangi arumi ketimbang dirinya. Padahal itu tidak benar, orang tua nya tidak pernah membeda - bedakan kasih sayang nya.


Siang ini laura sudah ada di kafe tempat dia membuat janji dengan arumi, dia pun duduk di kursi yang lumayan jauh dari jangkauan mata pengunjung lain nya.


" Menyingkirkan mu mungkin memang belum waktu nya, lebih baik aku singkirkan terlebih dahulu bayi dalam kandungan mu. Aku akan membuat brian membenci mu Arumi ku yang malang, dengan begitu pasti brian akan meninggalkan mu dengan sendirinya. " Ucap laura sambil memandangi sesuatu yang ada di genggaman tangan nya.


Senyum laura mengembang saat melihat arumi masuk ke dalam cafe. Di belakang arumi ada dua orang wanita yang juga ikut masuk, tapi laura tidak tahu jika itu adalah dua pengawal arumi. Yang laura tahu mungkin itu pengunjung yang akan makan di cafe, karena fus pengawal itu memakai pakaian biasa layak nya wanita pada umum nya.


" Sudah lama kak ?" Tanya arumi dengan ramah sambil tersenyum kepada laura.


" Belum lama kok, duduk rum " Seru laura pura - pura ramah.


Arumi pun duduk di kursi seberang laura. Sedangkan dua pengawal arumi duduk tidak jauh dari arumi. Pandangan merek tetap mengarah ke meja laura dan arumi.


" Mau pesan apa rum biar kakak pesan kan ? Kakak juga belum pesan makanan " Ucap laura masih berpura - pura baik.


" Tidak usah kak nanti kita panggil pelayan saja. Itu kebetulan ada pelayan yang datang " Ucap arumi sambil menujuk ke arah pelayan.


" Permisi mau pesan apa mbak. Eh arumi ya aku kira siapa ?" Ucap pelayan itu ramah menyapa arumi.


Arumi mengangguk dengan tersenyum, dulu memang dia bekerja di cafe ini dan hampir semua staff cafe dan pelayan tahu dan mengenal arumi. Salah satu nya Ani yang saat ini berdiri di hadapan arumi.


" Iya ani ini aku arumi. Kamu apa kabar ? sehat kan ?" Tanya arumi ramah.


" Alhamdulillah sehat rum, oh iya mau pesan apa ini ?" Tanya ani lagi.


" Aku mau nasi goreng sefood sama minum nya jus alpukat saja. Kak, laura mau apa ?" Tanya arumi menatap ke arah laura.

__ADS_1


" Samakan saja " Ucap laura singkat.


Ani mencatat pesanan arumi dan langsung pergi untuk menyiapkan pesanan arumi.


" Kita makan dulu ya kak, baru nanti kita bicarakan masalah yang ada. Oh iya aku mau ke toilet dulu ya kak, nanti kalau makanan nya sudah datang kakak makan saja dulu tidak perlu menunggu arumi " Ucap arumi.


" Iya " Jawab laura sangat singkat.


Sudut bibir laura tersenyum tipis, akhirnya arumi ke toilet juga. Semua nya akan mempermudah laura untuk melancarkan aksi kejahatan nya. Laura pun menunggu kedatangan makanan nya dengan tidak sabar. Setelah menunggu cukup lama akhirnya pesanan mereka sudah terhidang di meja.


Mata laura melirik ke arah kanan dan kiri dan ke arah yang lain nya. Laura langsung menuang bubuk putih yang tadi sudah dia siapkan ke dalan jua alpukat yang ada di hadapan nya, setelah tercampur dia pun menukar jus milik nya itu dengan jus milik arumi. Tanpa sepengetahuan laura kejahatan nya itu sudah di rekam oleh sheila, sedangkan alina mengikuti arumi ke toilet.


* Dengan begini arumi pasti akan keguguran. Beruntung pesanan kita sama, jadi lebih memudahkan ku untuk menukar nya. Mampus kau arumi* Gumam laura.


Saat hendak kembali ke meja nya lagi langkah arumi di hentikan oleh alina.


" Nona tunggu " Ucap alina.


" Iya kak alin ada apa ? " Seru arumi.


" Maksud nya itu apa kak ? Kak laura mau meracuni ku ?" Tanya arumi yang belum paham.


" Iya nona tapi lebih tepat nya dia akan membuat nona keguguran, dengan begitu tuan brian pasti akan membenci nona dan akan dengan sendiri nya meninggalkan nona arumi. Nona harus hati - hati jangan sampai meminum jus itu. Sebisa mungkin nona tukar jus itu " Ucap alina mengingat kan.


" Baiklah kak aku mengerti, ya sudah ayok kita kembali ke meja kita" Ajak arumi.


Sepanjang jalan menuju ke meja nya hati arumi sangat sedih dengan sikap sang kakak yang dari dulu selalu iri dan merasa arumi adalah pesaing nya. Arumi tetap berusaha ceria agar tidak menimbulkan kecurigaan laura.


" Maaf ya kak lama, toilet nya antri" Ucap arumi berbohong.


" Ah tidak apa - apa lagi pula makanan nya juga baru sampai kok. Ya sudah makan yuk, nanti keburu dingin nasi goreng nya. " Ucap laura sambil melirik arumi.


" Oh lupa.. kenapa tadi aku tidak mintak air mineral juga. Aku kan memang tidak bisa kalau makan tanpa minum air putih, aku ambil air mineral disana dulu ya kak sebentar " Ucap arumi .


" Biar kakak saja rum, kamu makan saja dan kamu minum saja dulu jus nya sambil nunggu kakak ambil air mineral. Kasihan loh kamu itu lagi hamil jangan mondar - mandir begitu " Ucap laura.


Laura pun berjalan ke arah kasir dan meminta dua botol air mineral dingin yang ada di kulkas dekat kasir. Saat laura pergi arumi mengggunakan kesempatan untuk menukar jus nya dengan milik laura.

__ADS_1


" Ini untuk kamu " Ucap laura sambil melirik jus alpukat yang ada di depan arumi yang tinggal setengah.


* Nahh mampus kamu arumi, akhirnya kamu meminum jus yang sudah aku campur dengan obat penggugur kandungan. Reaksi nya memang tidak cepat, tapi aku pastikan bayi dalam kandungan mu akan mati * Gumam laura sambil tersenyum tipis.


Mereka berdua pun memakan makanan nya sampai habis, dan jus mereka berdua pun dalam sekejab juga sama - sam habis.


" Sekarang apa yang ingin kakak bicarakan ? Apa masih soal suami ku ? Aku sedang hamil kak, apa kakak tega membiarkan aku melahirkan tanpa suami. Dan keponakan kakak ini tidak mempunyai ayah " Ucap arumi langsung bicara pada inti nya saja karena dia malas untuk berbasa - basi.


" Kakak memang jatuh cinta dengan suami mu rum, bahkan kakak sudah berharap suatu saat nanti bisa menikah dengan brian, tapi kenyataan nya sekarang brian sudah menikah dengan mu. Maaf rum kakak terpaksa bicara jujur, tapi kakak akan mencoba merelakan brian bahagia bersama mu." Ucap laura pura - pura mundur untuk mendapatkan brian. Padahal itu semua hanya siasat nya saja.


Dia sudah tahu arumi meminum jus yang sudah ada obat nya itu jadi laura berfikir tidak perlu banyak bicara lagi karena sebentar lagi brian pasti akan meninggalkan arumi dan jatuh kedalam pelukan nya.


* Kenapa obat itu belum bereaksi, apa memang belum saat nya * Gumam laura.


Arumi tahu tatapan mata laura yang mengarah ke perut nya. Arumi pun akan mengikuti arah permainan sang kakak.


" Terimakasih atas pengertian kakak, arumi harap kakak bisa mendapatkan lelaki yang lebih dari suami arumi dan tolong jangan buat bapak dan ibu bersedih " Ucap arumi sambil mulai pura- pura memegang perut nya.


" Kok perut ku tiba - tiba sakit ya kak. Aduh... ini sakit banget" Ucap arumi pura.


* Akhirnya obat itu bereaksi juga. Emhh.. tapi kok perut ku tiba - tiba juga ikut sakit. Apa karena aku telat makan * Gumam laura sambil menahan perut nya yang sakit.


" Kakak antar ke rumah sakit ya rum ?" Tanya laura pura - pura baik sambil dia sendiri menahan rasa sakit yang luar biasa.


" Tidak perlu kak ada sopir yang menunggu ku di depan. Aku pulang duluan ya kak , perut ku sakit banget " Seru arumi sambil bangkit dari duduk nya dan langsung berjalan cukup cepat keluar dari cafe.


Laura sendiri merasakan sakit yang luar biasa di dalam perut nya. Dia belum menyadari jika dialah yang sudah meminum jus yang dia campur dengan obat penggugur kandungan.


" Hah.. darah...." Seru laura


******


Kira - kira darah apa ya ? ada yang tahu ?


LIKE, KOMEN,VOTE, FAVORITE, BERIKAN HADIAH NYA DAN RATE BINTANG 5 NYA KAK. ❤🙏❤❤


TERIMAKASIH 🙏❤❤

__ADS_1


__ADS_2