
.
.
.
💞💞💞💞💞💞💞
" Kenapa wajah mu kusut seperti pakaian yang belum di setrika begitu?" Tanya tomi ssat masuk ruangan brian.
Setelah melakukan panggilan telepon dengan arumi tadi wajah brian memang terlihat kusut. Dia memikirkan keberadaan laura yang ada di rumah nya, dia hanya tidak mau laura menjadi duri dalam rumah tangga nya. Bagaimana pun laura itu sangat licik , brian yakin maaf yang di ucapkan nya hanya kepalsuan belaka.
" Laura saat ini ada di rumah , dia datang dengan mertua ku, dia beralasan menyesal dan ingin meminta maaf kepada arumi dan kepada ku. Dan yang paling buat aku kesal dia juga akan menginap di rumah . " Ucap brian ketus.
" Wanita itu memang sudah tidak takut lagi dan sudah tidak punya urat malu. Tapi apa kamu mau mengusir nya ? sementara dia datang dengan mertua mu ? Walaupun mereka tahu jika selama ini laura kamu hukum dengan cara di asingkan, merek pasti sedih tapi mereka hanya bisa pasrah karena itu sudah yang terbaik untuk laura. Tapi kalau kali ini kamu lakukan lagi aku tidak menjamin orang tua nya akan setuju, karena yang dia tahu pasti laura sudah berubah " Ucap tomi dan di angguki oleh brian.
" Huuhhh... untuk sementara ini aku biarkan dulu dia , kita lihat cara licik apalagi yang akan dia gunakan untuk menghancurkan arumi. " Ucap brian dengan tenang.
" Jangan sampai khilaf bermain dengan laura lagi. Bisa - bisa di tinggal arumi baru tahu rasa, kakak beradik kamu cicip juga. Hahaaaaa haaaa " Seru tomi lalu tertawa lebar.
Brian hanya mendengus kesal, tomi memang kurangajar senang sekali membuat brian kesal. Mungkin kalau dari dulu brian tahu laura itu kakak nya arumi, dia tidak akan memakai jasa laura untuk memuaskan ranjang nya.
" Sepertinya andra sudah mulai bermain curang. Diam - diam dia menyuruh orang dalam untuk mengambil material di gudang proyek, tidak tanggung - tanggung yang dia ambil hampir 100 juta. Sebenar nya aku merasa lucu dengan proyek ini, proyek pembangunan ini milik dua dan perusahaan kita hanya pemborong tapi kenapa semua dana kita yang keluarkan perusahaan nya hanya mengeluarkan di awal 10 persen saja, dan kenapa kamu dulu menyetujui nya. " Ucap tomi heran.
" Sudah kamu tenang saja, cepat atau lambat proyek itu jadi milik perusahaan kita. Dia akan rugi besar, lahan milik dia juga justru menguntungkan untuk kita. " Ucap brian masih dengan tenang.
" Ok... aku percaya dengan mu. Disini kamu boss nya, dan boss selalu benar. " Seru tomi lalu pergi keluar ruangan.
Brian tidak memperdulikan perkataan tomi, dia membiarkan tomi pergi begitu saja. Dia kembali sibuk dengan berkas - berkas yang ada di atas meja nya.
*******
" Jadi kamu menginginkan istri nya brian ? " Tanya karin tidak percaya dengan apa yang barusan dia dengar.
Andra mengatakan kepada karin jika dia sangat menginginkan arumi istri dari rival nya. Saat pertama bertemu dan memandang arumi, andra sudah mulai menyukai arumi. Arumi lembut, tegas dan yang pasti arumi sangat cantik dan menggoda.
" Iya aku sepertinya jatuh cinta pada pandangan pertama. Seandainya aku bisa memiliki nya sudah pasti aku sangat bahagia dan tidak akan aku biarkan orang melihat kecantikan nya " Seru andra sambil membayangkan wajah cantik arumi.
Karin benar - benar kesal , kenapa selalu arumi yang mendapatkan hati lelaki yang dia sukai. Dulu karin juga menyukai brian tapi ternyata brian sudah menikah dengan arum. Dan sekarang di saat karin menyukai andra, justru anda menyukai arumi.
__ADS_1
* Sebenar nya pakai pelet apa sih wanita itu ? Sampai para lelaki tergila - gila dengan nya. Huhhh... dasar wanita j@l@n9 lihat saja aku akan membuat hidupu mu menderita * Gumam karin dalam hati nya.
" Seandainya malam ini aku bisa bercinta dengan wanita itu pasti dia akan aku bawa ke angkasa, kami terbang dan melayang - layang disana " Seru andra.
Andra pun langsung memeluk karin yang duduk di samping nya, dan menyergap bibir meron karin . Karin tidak menolak nya justru dia sangat menyukai nya dan memang sangat menginginkan nya. Karin membalas ciuman yang di berikan oleh andra, suara ciuman yang semakin memburu menggema di dalam ruangan.
Tanpa mereka sadari kini mereka sudah sama - sama tanpa sehelai benang menutupi tubuh nya. Mereka melakukan nya di atas sofa rumah karin, rumah yang di belikan oleh andra.
" Ahhh... sayang akhirnya aku bisa merasakan nikmat nya tubuh mu " Ucap andra meracau.
Karin tidak menghiraukan racauan andra karena dia sedang sibuk di atas. Dia terus berpacu membuat andra semakin melayang dan menikmati setiap permainan nya.
" Ahhh... kamu ternyata jago juga membuat aku puas sayang " Racau andra lagi.
" Haahh... haahh... emm...bukan nya aku memang pandai membuat mua puas sayang. Setiap bermain dengan ku kamu pasti puas dan selalu meminta nya lagi. Aahhh... sayang aku sudah ingin keluar " Seru karin.
" Ahhh...keluarkan sayang " Seru andra sambil memejamkan mata nya.
Tubuh karin menegang dan bergetar hebat, akhirnya karin sampai juga pada puncak permainan nya. Andra langsung membalikkan posisi, kini dia yang memegang kendali nya. Andra memainkan nya dengan sangat lembut bahkan karin pun heran tidak biasa nya andra bermain lembut.
" Sayang... kamu bermain dengan lembut " Seru karin.
" Iya sayang aku tidak mau menyakiti bayi dalam kandungan mu sayang. Aahhhh " Seru andra.
" Sayang... dari kemarin aku selalu memimpikan bisa bermain dengan mu, dan akhir nya hari ini aku bisa bermain dengan mu juga. Mimpi ku jadi kenyataan sayang " Ucap andra .
Sebenar nya andra sedang membayangkan bermain dengan arumi namun karin tidak menyadari nya.
" Aku jatuh cinta padamu saat pertama kali aku melihat mu di restoran itu sayang. Arumi... aahh... ahh " Seru andra mengucapkan nama arumi.
Deg..
Karin langsung melotot saat andra menyebutkan nama arumi. Dia baru menyadari jika andra sedari tadi menganggap diri nya adalah arumi, ingin sekali karin mendorong tubuh andra namun hanya bisa berkeinginan saja tapi tidak dia laksanakan. Dia tidak mungkin menyia - nyiakan permainan dengan andra karena memang dia sangat menginginkan nya. Sudah dua hari andra tidak menyentuh nya.
* Sial jadi sedari tadi dia itu membayangkan bermain dengan arumi. Kenapa aku selalu berurusan dengan wanita yang bernama arumi itu, sial.. ini benar - benar sial. * Gerutu karin di dalam hati nya
" Ahhh... arumi sayang, kamu memang wanita idaman ku. Aku ingin memiliki mu seutuh nya " Seru andra sambil terus meracau tidak jelas.
Walaupun kesal karin tetap mengikuti permainan yang di berikan oleh andra, dia pun mengimbangi permainan andra tanpa perduli lagi jika andra terus memanggil nama wanita lain di sela permainan nya. Saat ini yang karin inginkan adalah sebuah kenikmatan yang di ciptakan oleh andra.
__ADS_1
" Argghhh.... arumi ssaaaayyaaaangggg " Seru andra m3l3n9uh panjang sambil memanggil nama arumi.
Andra semakin menekan lebih dalam lagi, karin pun sampai puncak permainan nya kembali. Karin di buat mabuk kepayang dengan permainan andra. Walaupun nama arumi yang di panggil oleh andra, tapi tubuh karin yang menerima permainan dari andra.
Sementara itu saat ini keluarga arumi dan mertua nya sedang melakukan makan malam di rumah baru arumi yang di belikan oleh brian. Ada papa dan mama brian, ada juga orang tua arumi dan sang kakak laura yang sedari tadi selalu mencuri pandang ke arah brian.
" Mama makan yang banyak, papa juga " Seru arumi sambil mengbilkan makan untuk kedua mertua nya.
Suami dan kedua orang tua nya sudah di ambilkan lebih dulu secara bergantian dan kini giliran ke dua mertua nya. Arumi sengaja mengambilkan makanan untuk orang - orang terkasih nya.
" Iya sayang, sudah segini cukup nanti kalau mau nambah biar mama dan papa ambil sendiri. Sekarang kamu juga makan ya, terimakasih " Ucap mama asti sambil tersenyum senang.
" Iya ma. Kak laura ambil sendiri ya, ambil saja mana yang kak laura mau" Seru arumi mulai mengambil makanan untuk dirinya sendiri.
" Iya rum, kakak ambil sendiri saja " Jawab laura.
" Sayang, kenapa tidak makan satu piring dengan ku. Biasa nya mau makan satu piring dan minta di suapin " Seru brian tanpa malu.
Arumi langsung tersenyum malu - malu. Dia tidak menyangka suami nya akan bicara seperti itu di depan para orang tua nya. Arumi kan jadi malu.
" Emm... aku makan sendiri saja ya hubby, lagi ingin makan sendiri. " Jawab arumi padahal dia sengaja makan sendiri karena malu ada keluarga nya dan mertua nya.
" Baiklah, makan yang banyak ya sayang. " Seru brian.
Laura kesal melihat kemesraan dan keromantisan yang di tunjukan brian kepada arumi. Ingin sekali dia meninggalkan meja makan agar tidak melihat kemesraan antara brian dan arumi. Sepertinya brian memang sengaja membuat laura kesal.
" Sayang ada nasi di bibir mu " Seru brian sambil mengambil nasi yang ada di dekat bibir arumi.
" Terimakasih hubby" Seru arumi.
" Makan dulu brrian ! Mesra - mesra nya nanti di kamar saja, tidak lihat apa disini ada mertua kamu. Nah ada ipar kamu juga tuh yang masih jomblo. Pasti dia juga pengen tuh mesra - mesraan." Sindir mama asti.
Mama asti sudah bisa menebak jika laura memang kesal dengan kemesraan brian dan arumi. Mama asti pura - pura tidak tahu saja tapi mencoba memberi sindiran kecil.
" Tidak kok tante " Jawab laura pura - pura dengan senyum kepalsuan nya.
********
Rasain deh laura, kesal - kesal kamu. 🤭🤭
__ADS_1
LIKE, KOMEN, VOTE , FAVORITE SERTA BERIKAN HADIAH NYA DAN RATE BINTANG 5 NYA KAK ❤❤
TERIMAKASIH 🙏❤❤