Teman Ranjang Om Brian

Teman Ranjang Om Brian
Arumi menghilang


__ADS_3

.


.


.


💞💞💞💞💞


Bella kembali melakukan tindak kejahatan lagi dengan menculik arumi. Kali ini bella tidak tanggung - tanggung dia menyewa mafia untuk menculik arumi. Dan penculik itu pun tahu jika arumi di lindungi oleh seseorang karena mereka melihat selalu ada dua lelaki yang mengikuti arumi.


" Kamu alihkan perhatian dua pengawal itu, biar wanita itu urusan kami." Seru salah satu penculik yang berjumlah 6 orang.


" Oke si botak ikut lo " Seru si gendut yang memiliki tato macan di lengan nya.


Dan yang lain nya pun mengangguk. Setelah pengawal brian lengah ,penculik itu pun langsung membius arumi dan langsung membawa arumi masuk ke dalam mobil dan di bawa ke suatu tempat yang terpencil tentu nya sangat jauh dari kota.


" Black kamu lihat kemana pergi nya Non arumi tadi ?" Tanya digo kepada black teman nya.


" Saya tidak melihat nya Go " Seru black.


" Mampus kita black, kita pasti di bunuh oleh tuan brian. Ini pasti gara - gara mobil yang mogok di depan kita tadi, mereka sengaja agar kita tidak fokus dengan non arumi. Non arumi juga kenapa keluar kampus harus jalan, tidak menunggu pak sopir. " Seru Digo cemas dan takut karena brian pasti akan membunuh nya.


" Kita cari sampai dapat Go " Seru black.


Mereka berpencar mencari keberadaan arumi di sudut - sudut kota. Hampir 3 jam mereka berpencar mencari arumi, tetapi arumi tidak di ketemukan juga.


Sedangkan di tempat lain arumi sedang di sekap, tangan dan kaki di ikat dan mulut pun di tutup dengan lakban. Arumi meronta - ronta minta di lepaskan namun para penculik itu justru tertawa.


" Kamu tidak akan bisa keluar dari tempat ini cantik, lihat saja tempat ini sudah jauh dari kota. Bahkan orang tidak akan tahu tempat ini ada dimana" Seru salah satu penculik.


" Emmm... Emmmm" Seru arumi tidak bisa berbicara.


* Kenapa ini terjadi lagi, sebenar nya apa mau para penculik ini * Gumam arumi.


Tak.. Tak.. Takk


Suara lanngkah kaki seseorang dengan mengenakan higheels beradu dengan lantai yang terlihat kusam karena sudah lama tidak di bersihkan.


" Apa kabar arumi ? Apa kamu mengingat ku ?" Tanya seorang wanita yang baru saja datang. Wanita itu ternyata bella.


* Bella, kenapa dia selalu mengganggu hidup ku * Gumam arumi.


" Tinggalkan kami berdua " Ucap bella.


Para penculi itu pun pergi dari ruangan penyekapan menuruti perintah bella. Walaupun mereka mafia , mereka juga harus patuh dengan orang yang sudah menyewa dan membayar mereka. Mafia bayaran lebih tepat untuk sebutan mereka.


Kreekkkk


Bella melepas lakban yang menutupi mulut arumi , dan dia membuka nya dengan kasar sehingga mulut arumi terasa sakit.

__ADS_1


Cuiihhh


Setelah penutup mulut nya terbuka arumi langsung meludahi bella dan membuat bella marah..


Plakkk


Plakk


Bella langsung mrmbalas dengan dua tamparan mendarat di pipi arumi.


" Dasar wanita sialan !! Berani kamu melawan ku , ingat kamu disini tidak ada siapa - siapa jadi jangan melawan. Aku bisa saja membunuh mu dan mayat mu aku buang ke lautan sana " Ucap bella dengan mata tajam menatap arumi.


" Lakukan saja aku tidak takut, kalau kamu mau membunuh ku dengan senang hati aku rela dan ikhlas " Seru arumi.


* Mungkin dengan aku mati masalah ku akan selesai . Dan setidak nya aku bukan mati karena bunuh diri * Gumam arumi dalam hatinya.


Bella mengambil gunting dan mengarahkan ke leher arumi. Arumi pura - pura tidak takut dan berusaha tenang setenang mungkin.


" Aku akan membunuh mu tapi sebelum aku membunuh mu aku akan menyiksa mu wanita sialan. Gara - gara kamu brian membuat ku malu. Gara - gara kamu om alex menarik saham nya dari perusahaan papa ku. Kamu memang wanita pembawa sial " Seru bella menekan gunting ke leher arumi.


Arumi hanya memejamkan mata nya sambil menahan rasa sakit pada leher nya. Gunting yang bella pegang berhasil menggores leher arumi sehingga mengeluarkan darah.


Bella langsung menarik rambut arumi dan menggunting acak rambut indah arumi. Ingin sekali arumi menangis, karena rambut kesayangan nya di potong oleh bella namun tidak ada guna nya arumi menangis karena bella akan semakin senang dan semakin menyakitinya.


" Wah rambut cantik mu sekarang sudah tidak cantik lagi. Sudah rusak karena ku, heemmm apa kamu mau melawan ?" Tanya bella sambil menempelkan gunting di wajah arumi.


Plak


Plak


" Hahhhaaaa hahahaaa ... dasar wanita muraha berani kamu mengambil brian dari tangan ku. Inilah akibat sudah berani mencari masalah dengan ku. !! " Ucap bella lantang.


" Kamu mau brian kan ? Ambil.. silahkan ambil, aku tidak butuh lelaki seperti brian. Sekarang apa lagi yang kamy mau? Hahh... !" Seru arumi melawan bella.


" Kalau kamu tidak butuh brian kenapa kamu menikah dengan nya ? Jangan berani bohong kamu , wanita miskin seperti mu pasti sengaja naik ke ranjang brian hanya demi uang saja? Benar kan ?" Ucap bella penuh selidik.


" Aku serius aku tidak butuh lelaki seperti brian." Ucap arumi lagi.


Bella mengambil ikat pinggang yang ada di atas meja lalu di pukul kan nya ke badan arumi, sehingga arumi menjerit kesakitan.


Cttteerrr ....Cterrr


Tanpa ampun bella menyiksa arumi sampai arumi pingsan tak sadarkan diri.


" Mampus kau wanita murahan, berani kamu mengganggu kebahagian ku. Lihat sekarang kamu sudah kalah kan " Seru bella menatap arumi sinis.


Tubuh arumi sudah benar - benar lemas dan sakit semua akibat pukulan ikat pinggang dari bella.


Sedangkan di tempat lain saat ini brian sedang mengamuk karena dia mendapat laporan jika arumi menghilang belum di temukan di mana keberadaan nya.

__ADS_1


Bughh...


Bugh...


Brian memukuli ke dua pengawal arumi sampai mereka kesakitan.


" Sudah bri, mereka bisa mati" Seru tomi menghentikan tindakan brian.


" Biarkan mereka mati. Mereka kerja tidak becus, menjaga satu wanita saja bisa sampai kecolongan. Apa saja kerja mereka !!" Sentak brian marah.


" Sudah bri, lebih baik sekarang kita mencari keberadaan arumi. Seperti nya memang ada seseorang yang sengaja menculik arumi. Apa bella lagi ? Aku menyesal kenapa menarik anak buah kita yang biasa aku tugas kan mengintai bella, aku kira bella sudah kapok dan tidak akan melakukan kejahatan lagi " Ucap tomi.


" Kalau sampai ketahuan ini perbuatan bella lagi aku pastikan hidup nya akan menyesal" Seru brian dengan mengepalkan ke dua tangan nya.


Drreeettt Dreetttt


Ponsel brian tanda ada panggilan masuk di ponsel nya.


[ Hallo ma ] sapa brian singkat.


[ Brian... !! Apa kerja mu sampai arumi menghilang ?] Suara mama asti menggelegar di dalam telepon. Sampai brian menjauh kan telepon nya dari telinga.


[ Brian di kantor ma , arumi di kampus sudah ada pengawal yang selalu mengikuti arumi.]


[ Dasar bodoh ! Cepat cari keberadaan arumi. Jangan sampai orang tua arumi tahu kejadian ini ]


[ Iya ma ]


Tut.. tut.. tut...


Panggilan telepon pun terputus , brian langsung menatap ke arah tomi.


" Bagaimana ? apa sudah ada kabar ? " Tanya brian.


" Bukan nya kamu memasang GPS di ponsel arumi " Seru tomi tiba - tiba.


Brian langsung mengambil laptop nya dan mengecek GPS yang terpasang di ponsel dan tas yang selalu arumi bawa kemana - mana.


" Shiitttt.... kenapa aku baru ingat. Dan ini kenapa GPS ini jauh sekali. Apa dia benar di culik ? Sialan .. Cepat siapkan anak buah kita, kita menuju kesana " Seru brian langsung keluar dari ruangan nya.


Tomi mengangguk dan langsung menghubungi anak buah nya untuk menuju tempat arumi berada yang di ketahui dari GPS.


******


Sudah mulai seru nih.🥰


LIKE, KOMENTAR, VOTE, FAVORITE, SERTA BERIKAN HADIAH NYA DAN JANGAN LUPA RATE BINTANG 5 NYA KAK 🙏❤❤


TERIMAKASIH 🙏❤🥰

__ADS_1


__ADS_2