Teman Ranjang Om Brian

Teman Ranjang Om Brian
Kabar bahagia


__ADS_3

.


.


.


💞💞💞💞💞💞


Satu minggu kemudian.


Orang tua arumi sudah pulang dari tiga hari yang lalu, mereka tidak bisa lama - lama di kota karena tanaman nya tidak bisa di tinggal lama - lama.


" Kenapa aku kok terus mual dan ingin makan yang asam - asam ya " Ucap arumi saat baru saja keluar dari kelas.


Arumi terus mengusap perut nya yang terasa mual. Beberapa kali dia menutup mulut nya agar tidak muntah sembarangan. Mita dan dina sedari tadi memperhatikan tingkah aneh arumi, mereka lalu menghampiri arumi.


" Kamu kenapa rum? Wajah mu kelihatan pucat rum. Kamu sakit ya ? " Tanya mita.


" Kami antar kerumah sakit ya rum" Ajak dina.


Namun arumi hanya menggeleng sambil tersenyum kepada kedua sahabat baik nya.


" Aku tidak sakit kok, mungkin aku karena kecapkan saja karena beberapa hari ini aku harus membersihkan apartemen brian sendirian. " Ucap arumi.


" Tapi kamu kelihatan pucat loh rum. Lebih baik kita ke rumah sakit biar kita tahu kamu sakit apa. Biar kami juga tenang rum, bagaimana pun kami juga menghawatirkan mu " Ucap mita serius.


" Terimakasih kalian memang sahabat terbaik ku " Seru arumi sambil memeluk ke dua sahabat nya.


Mobil jemputan arumi pun sudah sampai, arumi berpamitan kepada kedua teman nya lalu masuk ke dalam mobil. Saat ada di dalam mobil perut arumi semakin mual.


" Pak tolong matiin Ac nya pak. " Ucap arumi meminta sopir untuk mematikan Ac mobil karena dia akan membuka kaca jendela agar bisa menghirup udara dari luar.


" Iya Non" Ucap pak sopir.


Hoeek Hoeek Hoeek


Akhirnya arumi memuntahkan isi perut nya, dan arumi muntah di dalam mobil mewah brian. Dia tidak perduli lagi yang penting dia memuntahkan isi dalam perut nya agar berkurang rasa mual nya.


" Non.. Non arumi kenapa ? " Tanya pak sopir panik dan terus melajukan mobil nya.


" Saya mual dan pusing pak " Jawab arumi.


Tanpa bertanya lagi pak sopir langsung melajukan mobil nya menuju rumah sakit terdekat. Dan betuntung jalanan tidak macet sehingga mobil yang di kendarai pak sopir melaju dengan lancar, setelah lima belas menit mobil sudah sampai di rumah sakit. Pak sopir langsung berlari mengambil kursi roda untuk arumi.


" Maaf pak saya merepotkan bapak, saya juga muntah di mobil " Ucap arumi dengan suara lemas.

__ADS_1


" Sudah non tidak apa - apa , mobil bisa di cuci. Sekarang non harus segera di tangani dokter" Ucap pak sopir.


Arumi mengangguk pelan, dia benar - benar pusing dan lemas. Arumi langsung di baea ke ruang pemeriksaan.


" Aku harus menghubungi tuan brian " Ucap pak sopir lalu mengambil ponsel di saku celana nya dan menghubungi brian.


[ Hallo tuan ] Sapa pak sopir takut - takut saat brian menjawab telepon nya.


[ Ada apa ?] Tanya brian dengan suara terdengar dingin.


[ Non.. Non arumi masuk rumah sakit tuan ]


[ Apa saja yang kamu lakukan sampai arumi masuk rumah sakit !!]


Bentak brian dengan suara menggelegar sampai pak sopir menjauhkan ponsel nya dari telinga nya.


[ Maaf tun, tadi non arumi muntah - muntah lalu saya membawa nya ke rumah sakit ]


Brian langsung menutup sambungan telepon nya tanpa menanggapi pak sopir lagi.


" Kebiasaan main tutup telepon begitu saja, orang kaya mah bebas mau ngapain saja. " Gerutu pak sopir yang sudah hafal dengan kebiasaan brian.


*****


" Jadi dia sakit apa ?" Tanya brian kepada bagas.


Tapi brian tetaplah brian yang bertindak semau dirinya sendiri.


" Arumi hamil dan usia kandungan nya sudah 4 minggu " Ucap bagas akhirnya memberitahu kabar bahagia untuk brian.


Deg..


Brian terdiam mencerna ucapan bagas.


" Hamil ? Arumi hamil ? Aku belum siap menjadi ayah " Gumam brian pelan.


Kata - kata bagas terngiang - ngiang di dalam fikiran brian. Brian tidak menyangka arumi akan cepat hamil kembali, brian memang selama bermain dengan arumi tidak pernah memakai pengaman.


" Kenapa kamu diam saja ? apa kamu tidak suka mendengar kabar kehamilan istri mu ? Atau kamu mau menghilangkan nya lagi ? Jika itu yang ada di dalam fikiran mu, aku orang pertama yang akan menghalangi mu. Sebejat - bejat nya orang tua tidak akan membunuh anak nya sendiri " Seru bagas terdengar bicara dengan serius.


Brian langsung menarik kerah kemeja bagas dan hampir saja dia menghantam wajah bagas dengan kepalan tangan nya. Beruntung tomi segera masuk dan menghalangi brian.


" Kamu apa - apaan bri !! Dia itu teman kita !" Bentak tomi sambil menghempaskan tangan brian.


" Biarkan pengecut ini menghajar ku tom. Mungkin dengan menghajarku pengecut itu akan menjadi lebih puas " Seru bagas membuat tomi semakin tidak mengerti apa yang sebenar nya terjadi.

__ADS_1


" Arumi hamil dan brian belum siap menjadi orang tua. Pasti dia akan melenyapkan bayi itu. Dia memang pengecut, pecundang ! Menyesal aku mempunyai teman pengecut seperti mu bri " Seru bagas marah.


Brian duduk kembali dan menelungkupkan kepala nya di meja kerja bagas. Dia terus memikirkan kata - kata bagas barusan.


Arumi hamil ? Aku pengecut ? Aku pecundang ?


" Bri, anak yang ada di dalam kandungan arumi itu anak kamu. Darah daging kamu bri, kali ini aku bicara sebagai seorang adik yang meminta kakak nya untuk menjaga calon keponakan nya. Anak itu keponakan ku bri, Papa dan mama pasti bahagia mendengar kabar bahagia ini " Ucap tomi .


Brian langsung menatap wajah tomi, seakan banyak pertanyaan yang akan dia layangkan kepada tomi. Tomi tahu arti tatapan brian.


" Maaf... Aku sudah memberi tahu papa dan mama tentang pernikahan mu dengan arumi. " Ucap tomi yang akhir nya berkata jujur.


" Kenapa kamu sangat lancang " Seru brian terlihat marah.


Bugh.. Bugh.


Brian memukul perut tomi sampai dua kali hingga tomi membungkuk kan badan nya untuk menahan rasa sakit nya pukulan brian.


" Brian hentikan, ini rumah sakit bukan ring tinju " Seru bagas.


Brian langsung keluar dari ruangan bagas dan menuju kamar rawat arumi. Dengan langkah pasti brian menghampiri kamar arumi yang ada di lantai atas tempat khusus untuk keluarga alexander. Bagas lah yang meminta pihak rumah sakit untuk menempatkan arumi di sana.


Ceklekk... pintu ruangan arumi terbuka.


" Tuan " Seru arumi dan langsung bangun dari tidur lalu duduk di atas ranjang.


Brian menatap tajam ke arah arumi. Sedangkan arumi hanya menunduk takut, dia sudah tahu jika saat ini dia sedang hamil dan dia takut jika brian akan melakukan hal yang sama seperti kehamilan pertama nya. Walaupun dulu brian memang tidak tahu jika arumi hamil namun tetap brian lah penyebab arumi keguguran.


" Kamu tahu kesalahan mu ?" Tanya brian dengan wajah dingin nya.


" Maaf tuan, saya mengaku salah. Saya sebenarnya sudah meminum pil penunda kehamilan tapi malam itu saya pernah lupa tidak meminum nya. " Jawab jujur arumi.


Justru brian yang terkejut dengan pengakuan arumi, ternyata arumi selama ini meminum pil penunda kehamilan. Berarti arumi tidak mengharapkan hamil dengan brian.


" Maaf tolong jangan sakiti saya dan anak ini, jika tuan tidak mau mengakui anak ini tidak apa - apa. Tapi tolong jangan sakiti kami. Bagaimanapun bayi ini anak saya biarlah lah saya yang akan merawat nya. " Ucap arumi penuh permohonan.


Hati brian seakan tersentuh dengan kata - kata arumi barusan. Brian bisa menyimpulkan arumi memang wanita yang baik , bukan wanita yang hanya mengejar kekayaan nya saja. Bahkan kartu kredit yang brian berikan kepada arumi sekalipun belum pernah di pakai oleh arumi.


* Apa kamu benar berbeda dari wanita yang lain nya. Aku takut jika aku membuka hati ku, sakit karena cinta akan terulang lagi. * Gumam brian dalam hati nya.


******


Yeeeaaa Arumi hamil lagi ❤❤


LIKE, KOMEN, VOTE, FAVORITE, SERTA BERIKAN HADIAH DAN RATE BINTANG 5 NYA 🙏🙏❤❤

__ADS_1


TERIMAKASIH 🙏🙏❤❤


__ADS_2