
.
.
.
💞💞💞💞💞💞
" Sialan !! Kenapa jadi aku yang di permalukan ? padahal aku yang ingin mempermalukan mereka. " Seru laura kesal.
Laura sudah sampai di apartemen nya dan saat ini dia sedang mengamuk, membuang barang - barang yang ada di apartemen nya. Bantal kursi dia lempar kesembarang arah, bahkan asbak pun dia banting sampai pecah padahal barang - barang itu tidak salah apa - apa.
" Aku benci amara , aku benci arumi !! Dua wanita harus segera aku habisi " Teriak laura sudah seperti orang yang kesetanan.
Dret.. Dret.. Dret..
Ponsel laura berdering ada panggilan masuk dari nomor ziko. Dengan cepat laura menjawan telepon ziko.
" Ziko menghubungi ku ? Tumben dia menghubungi ku, pasti dia kangen dengan ku " Seru laura percaya diri.
[ Hallo ziko sayang, tumben kamu menghubungi ku ? pasti kangen kan dengan ku ? ] Seru laura .
[ Jangan banyak omong kosong laura ! Aku hanya ingin mengingatkan mu agar cari masalah dengan keluarga ku terutama dengan tante amara. Sekali lagi kamu berbuat seperti tadi aku pastikan video mesum mu dan penggerebekan itu akan viral. ] Ancam ziko penuh penekanan.
[ Duhh.. Ziko sayang kenapa kamu jadi kasar begini sih ? apa karena lama sudah tidak merasakan servisan ku, kalau kamu mau aku bisa melakukan nya untuk mu. Kamu dimana ? aku kesana sekarang ]
[ Dasar wanita murahan ]
[ Haii ... Ziko !! Murahan begini kamu dulu juga sering menikmati tubuh ku kan ? Kita sering merengkuh kenikmatan bersama, bahkan kamu juga sangat mencintai ku. Aku yakin saat ini kamu belum move on dari ku ]
[ Cihh... percaya diri sekali kamu. Hal yang paling aku sesalkan adalah kenapa aku bisa mencintai wanita murahan seperti mu. Kalau dari dulu aku tahu kamu wanita yang sudah menghancurkan rumah tangga tante amara sudah dari dulu kamu aku habisi ]
[ Iiihhh... takut . Hahaaa.... sekarang kamu kan sudah tahu. Kenapa tidak kamu habisi juga ? Pasti kamu tidak bisa kan, karena kamu terlalu mencintai ku ]
[ Percaya diri sekali kamu .. Ingat cukup hari ini kamu cari masalah dengan keluarga ku. !]
Tutt.... tutt...
__ADS_1
Sambungan telepon terputus secara sepihak padahal laura belum juga selesai berbicara. Laura mendengus kesal karena baru kali ini ziko bicara kasar kepada nya, Ziko benar - benar sudah berubah.
" Kenapa lagi sih dengan diri ku ini ? Ziko.. Ziko terus yang ku ingat ! " Seru laura kesal.
Belum lama sampai di apartemen, kini laura sudah pergi lagi dan membiarkan apartemen berantakan. Dia tidak perduli yang penting saat ini dia harus membuat mood nya kembali baik, laura tahu kemana dia harus pergi.
******
" Kenapa kak laura tidak tinggal disini lagi buk ?" Tanya arumi.
Sepulang dari periksa kandungan arumi mampir ke rumah orang tua nya, sebenar nya rumah brian tapi di tempati oleh orang tua arumi.
" Kakak mu ingin mandiri Rum. Oh iya kenapa kamu repot - repot datang kesini?. Lihat nih perut kamu sudah sebesar ini, kalau kangen kamu tinggal telepon saja nanti bapak dan ibuk akan datang ke rumah mu " Ucap ibu wati.
" Ini tadi arumi baru pulang periksa kandungan buk, terus arumi mintak mampir ke rumah ibu. Kebetulan suami arumi memang lagi tidak sibuk. Oh iya buk arumi pengen makan kue brownis keju buatan ibuk. Ada stok bahan kue tidak buk ?" Tanya arumi .
" Seperti nya kalau untuk satu loyang masih ada stok, ya sudah ibu buat kan sekarang. Kamu istirahat saja di kamar nanti kalau sudah matang ibu panggil kamu. Lagi pula bapak dan suami mu juga pada istirahat kan. " Seru ibu wati dengan lembut.
Arumi menggeleng dia sengaja minta ke rumah ibu nya memang ingin kue brownis keju buatan sang ibu. Tapi dia juga ingin melihat proses membuat nya juga.
" Arumi mau lihat ibu buat kue nya, jadi arumi ikut ke dapur juga ya buk " Ucap arumi dengan mimik wajah penuh harap.
" Siap buk " Seru arumi lalu bangkit dari kursi dan menuju dapur.
Disini di dapur arumi dan ibu wati sedang membuat kue brownis yang di minta oleh arumi. Ibu wati memang pandai membuat kue, kue apa pun yang di buat nya pasti akan terasa enak dan nikmat. Dari dulu arumi punya keinginan untuk membangunkan toko kue untuk ibu nya tapi belum terealisasi sampai sekarang.
" Emmm... buk. Kalau ibu buka toko kue mau gak ?" Tanya arumi pelan.
Ibu wati langsung menatap ke arah arumi , seraya tersenyum penuh makna kepada arumi.
" Dari dulu ibu sebenar nya juga ingin punya toko atau warung yang menjual kue - kue buatan ibuk. Tapi kamu tahu sendiri rum, kehidupan di kampung seperti apa. Usaha kalau tidak ada modal juga susah rum, padahal bikin kue itu hoby ibu loh " Ucap ibu wati dengan wajah sendu.
" Kalau sekarang ibu masih mau tidak buka toko kue ?" Tanya arumi antusius.
" Mau rum, lagi pula biarpun sudah berumur tenaga ibu masih kuat. Tapi kembali lagi sama modal nya rum, ibu belum punya modal " Jawab ibu wati.
" Ibu tidak perlu memikirkan soal modal, arumi akan memberi ibu modal untuk buka toko. Ibu mau buka di kota ini atau di kampung ?" Seru arumi dengan senyum mengembang .
__ADS_1
Ibu wati menggeleng, dia tidak mau terus - terus merepotkan arumi dan brian. Bahkan rumah di kampung pun sudah di renovasi oleh brian dengan biays yang besar.
" Tidak rum... ibu tidak mau merepotkan mu ataupun suami mu lagi. Rumah di kampung saja sudah menghabiskan banyak uang. Ibu malu sama suami kamu, nanti dikira aji mumpung " Ucap ibu wati menolak secara halus tawaran arumi.
" Bu tidak ada kata merepotkan antara ibu dan anak, arumi ini anak ibu. Berkat doa bapak dan ibu arumi bisa menjadi seperti ini, memang arumi akui rezeki yang arumi dapat memang perantara dari suami arumi. Dan doa ibu bapak lah yang mengantarkan arumi berjodoh dengan brian. Uang yang arumi pakai memang pemberian suami arumi buk, uang itu sengaja arumi tabungkan karena semua kebutuhan arumi sudah tercukupi. Mau ya buk buka toko kue, itu kan impian ibuk " Ucap arumi lembut sambil menggenggam tangan ibu wati.
Ibu wati terlihat memikirkan kembali penawaran arumi. Hingga akhirnya dia pun mengangguk setuju.
" Baiklah rum, ibu mau buka toko kue tapi tidak di kota ini. Biar di kampung saja di dekat jalan utama kampung kebetulan ada ruko mau di jual. Jarak dari rumah tidak terlalu jauh,sekitar 35 menit sudah sampai. Ibu pinjam modal dari kamu ya rum " Ucap ibu wati.
" Tidak ada kata pinjam buk. Ini bentuk balas budi arumi untuk ibu dan bapak, walau arumi tahu semua ini tidak akan bisa membayar apa yang sudah bapak dan ibu berikan kepada arumi. " Seru arumi.
Ibu wati mendengar kata -kata arumi sampai terharu dan mata nya pun berkaca - kaca. Ibu wati langsung memeluk arumi dan mengusap pucuk kepala nya dengan lembut dan penuh kasih sayang.
* Jika laura mempunyai pemikiran seperti arumi, betapa bahagianya aku dan suami ku. *Gumam ibu wati.
Lama berbincang tanpa di sadari kue yang di masak di oven sudah menguarkan bau harum. Dengan cepat ibu wati melepasksn pelukan nya dan langsung memeriksa kue buatan nya.
" Hampir saja ibu lupa rum " Seru ibu wati sambil mengeluarkan kue dari oven.
" Gosong ya buk ?" Tanya arumi khawatir.
" Tidak , kuenya sempurna kok rum. Ibu kalau buat kue anti gagal dan anti gosong. " Ucap ibu wati sambil tertawa .
" Iya arumi percaya kok ibu kan memang jago nya kalau soal masak dan bikin kue " Seru arumi.
Kue yang sudah di potong - potong di letak kan di atas piring. Arumi sudah membuat dua gelas teh manis panas untuk menemani menikmati kue brownis keju.
" Ini nanti yang setengah loyang kamu bawa pulang ya rum, besok kalau mau lagi tinggal telepon saja biar ibu buatkan. Kan ada mang tarno biar dia yang mengantar ke rumah mu. Selagi ibu masih di kota masak apa pun yang kamu inginkan akan ibu masakin. " Ucap ibu wati.
" Terimakasih bu. Oh iya buk untuk urusan ruko ibu tidak perlu pusingin ya, pokok nya setelah ibu pulang dari kota ruko itu sudah bisa di tempati. " Seru arumi lagi.
" Iya rum, ibu senang sekali rum akhirnya ibu akan punya toko kue sendiri. " Ucap ibu wati.
Arumi tersenyum bahagia melihat kebahagiaan yang terpancar di wajah ibu nya. Arumi berjanji akan selalu membahagiakan kedua orang tua nya. Brian juga tidak pernah keberatan jika arumi mengeluarkan uang untuk orang tua nya.
********
__ADS_1
LIKE, KOMENTAR, VOTE, FAVORITE SERTA BERIKAN HADIAH NYA DAN RATE BINTANG 5 NYA YA KAK 🙏❤❤
TERIMAKASIH 🙏❤❤